Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Keunikan Lita


__ADS_3

Setengah jam kemudian, Raka keluar dengan handuk sepinggang dan air yang menetes dari rambut nya. Dia keramas, setelah menidurkan adik kecil nya yang sedari tadi memberontak ingin di puaskan.


Lita melihat wajah Raka yang datar setelah keluar dari kamar mandi.


" Kak?" Panggil Lita, saat ini dia sudah memakai piyama bermotip kartun kucing berwarna biru.


" Iya sayang, kenapa?" Tanya Balik Raka, dia berdiri di depan lemari besar, memilih pakaian untuk malam ini.


" Kenapa mandi nya lama? Apa kakak bermain solo di kamar mandi?" Tanya Lita.


Raka terkejut mendengar ucapan Lita, dari mana dia tau istilah itu.


" Darimana kamu tahu hal seperti itu?"


" Bella kak, dia yang bilang." Jawab Lita.


" Bilang apa?" Tanya Raka lagi.


" Hemm, ya gitu deh." Jawab Lita dengan wajah yang merona.


" Kalau iya memang nya kenapa? Kakak gak mau lakuin itu sama kamu sekarang, apalagi status kita baru kekasih."


" Enggak sih, cuma kalo kakak bilang, mungkin Lita bisa bantu nidurin adek kak." Ucap Lita.


" Whatt? Kamu bisa memang nya?" Tanya Raka lebih terkejut lagi.


" Kakak lebih berpengalaman dalam hal gituan kan, jadi kakak bisa ajarin Lita." Jawab Lita.


" Nanti saja, sekarang dia sudah tidur. Ayok kita juga harus tidur." Ajak Raka, setelah dia memakai pakaian nya di depan Lita. Raka memakai celana pendek dari dalam kamar mandi tadi, jadi dia hanya memberikan pemandangan perut kotak-kotak nya saja.


" Aku hanya bercanda kak, aku tak ingin melihat terong itu sebelum sah." Ucap Lita.


" Lagian aku tak minta, kamu yang menawarkan. Iya kan?" Goda Raka, membuat wajah Lita memerah bagaikan tomat.


" Sudah lah, aku malu." Ucap Lita, sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


🥀


Mereka berdua kini sedang di kamar, bersiap untuk beristirahat.


" Sayang, besok kita jadi jalan-jalan kan? Aku ingin bercerita sesuatu, kita ke danau itu lagi. Mau kan?" Tanya Raka,


Blushh..


Pipi Lita merona seketika, dia ingat saat Raka bersikap hangat dan pertama kali nya dia mencium kepala nya dengan penuh cinta. Padahal hubungan mereka tidak lebih dari dekat tanpa status, waktu itu.


" Kenapa merona?" Tanya Raka.


" Ahh tidak, aku mau kak. Aku akan menghabiskan uang kakak." Ucap Lita.


" Silahkan tuan putri, dengan senang hati saya akan memberikan nya." Jawab Raka sambil tersenyum.

__ADS_1


" Nanti aku benerin habisin, marah."


" Enggak kok, kakak kerja buat kamu sayang." Jawab Raka.


" Iya deh, kapan nikahin aku nih?" Goda Lita.


Seketika senyum Raka hilang, dia menjadi murung jika Lita menagih janji nya untuk segera meresmikan hubungan mereka. Raka belum bisa menepati nya, karena orang tua nya.


Kemarin malam, Ayah nya menelpon kalau dia sudah menikahi Catherine. Tua-tua keladi memang, makin tua makin menjadi.


" Apa aku terlalu mendesak? Tidak masalah kak, aku bisa menunggu." Ucap Lita memberi pengertian.


" Maafkan aku terlalu ngebet, hehe." Ucap Lita sambil cengengesan.


" Bersabar lah sebentar lagi sayang ku." Ucap Raka, dia mengelus kepala Lita dengan penuh cinta.


" Tidurlah sayang, besok pasti akan melelahkan."


Lita menurut dan langsung merangsek masuk ke dalam pelukan Raka. Dia bersandar di dada bidang Raka, Lita bisa merasakan detak jantung Raka yang berdetak cepat.


Mereka pun tertidur dengan saling memeluk, dengan Lita yang menjadikan lengan Raka sebagai bantal nya.


🥀


Pagi hari nya, mereka berdua sudah terbangun dan Lita yang sedang mengeringkan rambut Raka dengan lembut.


Raka begitu di manjakan oleh Lita, bahkan pakaian nya di siapkan dengan baik juga sepatu nya.


Raka begitu menikmati setiap sentuhan tanga mungil Lita di kepala nya, setelah mengeringkan nya Lita memberi vitamin rambut dan memijat nya.


" Sayang jangan kembali tidur." Ucap Lita,


" Enak sekali sayang." Jawab Raka, dia memejamkan mata nya saking enak pijatan Lita.


" Ayo berangkat, kakak tinggal memakai sepatu. " Ucap Lita, lalu mengambil sepasang sepatu dari rak dan meletakkan nya di bawah kaki Raka.


Lita kembali ke meja rias, memakai make up sederhana agar terlihat lebih fresh. Dia memakai lipstik berwarna nude, sangat cocok dengan Lita dan usia nya juga.


" Jangan terlalu cantik, aku tak mau kamu di lirik laki-laki lain." Ucap Raka.


" Iya sayang ku, aku hanya make up sedikit kok." Jawab Lita, dia mengerti kalau saat ini Raka sedang cemburu.


" Ayo berangkat kak." Ajak Lita.


Raka mengangguk dan menggenggam tangan Lita membawa nya keluar dari apartemen.


🥀


Setengah jam kemudian, kedua nya sampai di mall terbesar di kota ini.


" Kak mau naik itu dong?" Tunjuk Lita.

__ADS_1


" Gak usah, kakak masih pengen hidup. Kita niat nya ngemall bukan memacu adrenalin." Jawab Raka, seketika Lita cemberut mendengar jawaban Raka yang menolak naik salah satu wahana di mall itu.


Lita menghentak-hentakan kaki nya kesal kepada Raka, tapi mau apa lagi. Dia tidak bisa egois dan memaksa Raka.


" Belanja aja yak? itu gak menakutkan."


" Menakutkan kok, bagi kaum cowok-cowok pelit, yang modal janji doang." jawab Lita ketus.


" Memang nya kakak pelit?" Tanya Raka.


" hehee, enggak sih. Pengalaman aja."


" Jangan samain kakak dengan mantan mu itu yang. Yaudah, sana belanja. Kakak tunggu disini, beli apa pun yang kamu mau." Ucap Raka.


Lita tersenyum, dia menggelayut manja di lengan Raka.


🥀


Lita masih berkeliling dan hanya membeli barang yang sepele, seperti saat ini dia toko tas branded, hanya untuk membeli gantungan tas, dan tali tas nya. Tapi tas nya? Lita beralasan tas yang Raka belikan sebulan yang lalu masih sangat bagus, hanya bosan dengan tali nya saja.


" Yakin yang gak mau beli tas? Gajih ku cukup buat beli kok, bahkan dua sekaligus." Ucap Raka.


" Aku bukan tife wanita yang suka mengoleksi barang branded kak." Jawab Lita.


" Kamu memang luar biasa, tak ada dua nya."


" Mana ada dua, Lita cuma satu di dunia." Jawab Lita sambil tersenyum manis.


" Uwwuuuu, menggemaskan banget." Ucap Raka sambil menguyel-uyel kedua pipi Lita.


Entahlah, Raka sangat suka memainkan pipi gembul nya. Sampai dia bosan jika Raka mengajak nya bercanda, pasti nanti mainin pipi Lita setelah nya.


" Kak, aku mau beli tali sepatu boleh?" Tanya Lita setelah Raka melepaskan pipi nya.


" Kenapa gak sekalian sepatu nya sih? Mana ada toko yang cuma jual tali nya doang yang, kamu ini ada-ada aja." Ucap Raka, Lita nya sangat unik. Berbeda dengan wanita lain.


Raka dan Lita pun berjalan berdampingan ke toko sepatu. Tentu dengan tangan yang saling bertautan mesra.


" Lita... " Panggil seseorang dari belakang.


Lita dan Raka menoleh bersamaan, Lita memutar mata nya jengah melihat siapa orang yang memanggil nama nya.


🌻🌻🌻


Hayoloh siapa?🤭 gAntungin lagi biar seru.


Hari ini author cuma up satu bab, karena suatu kepentingan dan mood yang buruk. besok up seperti biasa☺️


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading ❤️


tap favorit juga yawww😍😍

__ADS_1


Oh iya, selamat hari maulid nabi muhammad☺️


__ADS_2