Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Flashback Lita


__ADS_3

Selesai menonton film, Raka dan Lita pamit pada sang atasan dan juga istrinya. Hari sudah mulai malam, kalo telat pulang Raka bisa di cincang oleh Haris nanti.


" Aduhh malu banget, kenapa tadi harus meluk kak Raka sih. Gimana nih?" Batin Lita, wajah nya sudah memerah menahan malu.


" Kenapa Lit, mau makan dulu?" Tanya Raka.


" Emm, enggak kak. Langsung pulang aja ya " Jawab Lita sambil menunduk, menyembunyikan rona merah di pipi nya.


" Kamu sakit? Kok wajah nya merah?" Tanya Raka dengan wajah khawatir nya.


" Mampus aku, kenapa harus keliatan sih? Sial." Batin Lita bermonolog.


" E-ehmmm, gapapa kak. Lita kalo kena AC suka merah." Jawab Lita sekena nya, dan untung nya Raka percaya saja.


" Kamu udah punya kekasih, atau teman dekat Lit?" Tanya Raka, setelah beberapa menit mereka berdua hanya diam.


" Lita gak punya kak, Lita trauma sama suatu hubungan." Jawab Lita.


" Kenapa?" Tanya Raka lagi, apakah di masa lalu Lita pernah di sakiti?.


" Sebuah hubungan harus di bangun dengan kepercayaan kak, itu adalah tiang penting." Jawab Lita.


Flashback .


3 tahun yang lalu.


Di sebuah taman, seorang gadis belia sedang duduk di kursi panjang. Usia nya baru 17 tahun, wajah nya cerah dengan senyuman yang merekah indah di wajah cantiknya.


Ya, dia adalah Lita. Saat ini dia sedang menunggu kekasih hati nya, mereka berjanji bertemu di taman ini.


Tapi sayang, hingga malam tiba Kekasih nya tak kunjung datang juga. Hingga ia putus asa dan memilih pulang, karena tak mendapatkan balasan dari kekasih nya.


Dengan langkah gontai, Lita berjalan pulang dari taman itu. Tapi, seketika sepasang netra itu melihat seseorang yang sangat dia kenal.


Orang yang dia tunggu selama berjam-jam, sedang bermesraan dengan perempuan lain di sebuah cafe dekat taman.


" Secepat inikah dia melupakan janji nya padaku?" Gumam Lita, air mata nya membanjiri wajah cantik nya.


Ingin dia marah dan memukul atau menampar kekasih nya itu, tapi pikiran dan hati nurani nya berfikir lain. Dia akan membalas nya secara logika.


Lita mengambil ponsel dari saku tas nya, mengutak-atik ponsel itu dan menempelkan nya di telinga.

__ADS_1


Tampak pria dalam cafe yang sedang bermesraan itu menghentikan kegiatan nya, dan segera keluar cafe untuk mengangkat telpon nya.


" Hallo, ada apa sih Lit?" tanya nya to the point


" Kamu lupa janji kamu, kalau kita akan bertemu di taman xxx?" Tanya Lita balik, ekspresi nya masih tenang. Tapi tidak dengan hati nya.


" Aku sibuk kerja Lit, tolong ngerti. Aku lagi meeting sama klien di kantor." Jawab Pria itu berusaha meyakinkan Lita.


" Oh ya, benarkah? Kamu lihat ke belakang." Ucap Lita tegas, Pria itu berbalik dan sangat terkejut saat melihat Lita sudah berdiri dan melambaikan tangan nya sebagai pertanda kalau dia ada disana, di seberang jalan.


" Lanjutkan kegiatan mu, aku pergi. Jangan hubungi aku lagi, kita putus." Ucap Lita, lalu mematikan sambungan telpon nya secara sepihak. Pria itu mematung, tak sangka gadis yang masih kecil itu berani memutuskan hubungan dengan nya.


Lita berjalan dengan cepat, pikiran nya ia ingin cepat sampai di rumah kedua orang tua nya. Tak ada air mata yang menetes lagi, cukup sudah dia tau pria itu bukan yang terbaik untuk nya.


Tapi ada tangan yang memegang tangan nya dengan erat, karena merasa terganggu dia berbalik dan melihat pria tadi mengejar nya.


" Lita, aku bisa jelasin semua nya sayang. Tolong dengerin aku dulu ya?" Ucap Pria itu, tapi Lita takkan mudah goyah, dia sudah melihat perselingkuhan mantan kekasihnya itu dengan mata kepala nya sendiri.


" Mau jelasin apa lagi? Aku bilang kita putus, jangan ganggu aku lagi. Bukan nya kamu lagi meeting dengan kekasihmu, jadi pergilah." Ucap Lita datar.


" Aku mohon Lit, dengarkan aku dulu. Dia bukan selingkuhan... "


" Cukup, Lita gak mau dengerin apa pun dari mulut kakak. Kurang Lita apa kak? Lita memang cinta sama kakak, tapi bukan berarti Lita bodoh dan menutup mata dengan semua perbuatan kakak di belakang Lita."


" Di ulangi? Secara langsung kakak mengaku kalau sudah berselingkuh kan?" Tanya Lita, dan sukses membuat Pria itu bungkam.


" Sudah cukup selama ini Lita percaya sama Kakak, tapi apa? Kakak nyia-nyia in kepercayaan Lita."


" Maafin aku Lita." Ucap Pria itu lagi.


" Kesalahan apa pun bisa di maafkan, kecuali perselingkuhan." Ucap Lita dengan tegas. Lalu melepas genggaman tangan pria itu dengan kasar dan pergi menjauh dari pria itu.


Keesokan Harinya.


Saat Lita terbangun dari tidur cantik nya, dia sudah di bangunkan dengan suara melengking khas Ibu nya. Kata nya ada tamu yang nyariin.


Dengan malas Lita bangkit dari tiduran nya dan cuci muka ke kamar mandi. Setelah nampak sedikit fresh, dia pun keluar dari kamar dan menemui tamu nya itu.


Tak di sangka-sangka, tamu nya adalah mantan pacar nya sendiri.


" Hiisss dia lagi, ada apa lagi coba? Ngeselin aja, ganggu orang tidur." Gerutu Lita.

__ADS_1


" Lita.. " Panggil nya


" Ada apalagi kak? Bukan nya kita sudah gak ada hubungan lagi kan? Kenapa ganggu Lita terus." Ucap Lita datar.


" Aku ingin meminta kesempatan kedua pada mu Lit, aku mohon . Aku berjanji takkan mengulangi nya lagi, percayalah." Ucap Pria itu meyakinkan Lita.


" Dengar, tidak ada kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya untukmu. Kesalahan mu tak termaafkan."


" Aku punya alasan, kenapa aku selingkuh." Ujar pria itu.


" Apa pun alasan nya, perselingkuhan tak pernah di benarkan. Cukup, jangan ganggu Lita lagi. Pergi, waktu ku terlalu berharga untuk melayani pria seperti mu." Ucap Lita tegas, dia sudah muak dengan pria itu.


Tanpa Pria itu tau, Lita menguntit nya setelah perdebatan di dekat taman itu. Saat itu dia pura-pura pergi, padahal dia tetap mengikuti pria itu. Dan apa yang baru saja dia tau membuat Lita semakin yakin, keputusan nya melepaskan pria itu adalah keputusan yang benar.


" Gimana?" Tanya perempuan yang tadi bermesraan dengan nya.


" Dia terlanjur tau hubungan kita, biarkan saja. Dia hanya gadis kecil yang bodoh dan bisa di manfaatkan. ABG labil." Ucap Pria itu, membuat hati Lita memanas.


Kata-kata pria itu terngiang-ngiang di telinga nya, sangat sakit tapi Lita harus bertindak tegas jangan mau di permainkan pria brengsek.


" Cihhh, kesempatan kedua kata nya. Aku takkan sebodoh itu, brengsekk." Gumam Lita dan pergi dari cafe itu.


Tak sia-sia dia mengikuti pria itu, dia berhasil menemukan fakta yang menguatkan perpisahan nya.


" Aku mohon Lita."


" Jangan memohon padaku dengan wajah sok lugu mu itu, kau sendiri yang mengatakan aku hanya gadis kecil, dan polos. Kau juga yang mengatai ku ABG labil kan? Jadi jangan lagi ganggu aku, aku tau semua kebusukan mu." Ucap Lita terakhir kali dan pergi masuk ke dalam kamar nya.


Mau pria itu pergi atau Tidak dia sudah tidak peduli, rasa cinta nya sudah menguap bersama kebencian nya.


Flashback off.


🌻🌻🌻🌻


~Apapun kesalahan nya bisa termaafkan, kecuali perselingkuhan~


-Arlita-



**Maaf kalo banyak typo, harap di maklumi☺️

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote, dan follow akun author. happy reading ❤️**


__ADS_2