
" Apartemen xxx, lantai 5 nomor 293." Gumam Lita, dia sudah berdiri di depan apartemen tempat Raka tinggal.
Lita mulai melangkah kaki nya ke dalam lift, sangat sepi karena para penghuni nya mungkin sudah tidur.
Sedangkan di tempat lain, Haris mengumpat karena kehilangan jejak taksi yang membawa adiknya.
" Aaarrgghhh, ini mobil kenapa harus mogok lagi sihh. Mana belom gajian lagi, sialan." Umpat Haris, dia sangat sebal dan juga khawatir, kemana pergi nya Lita dengan keadaan marah.
🥀
Lita sampai di lantai lima, dia sedang mencari apartemen Raka nomor 293 atas nama Raka Perwira.
" Ketemu." Ucap Lita kegirangan, dia langsung menekan bell.
Sudah cukup lama Lita berdiri di depan pintu, tapi pintu nya tak kunjung terbuka juga. Kaki Lita sudah pegal, karena sedari tadi berdiri.
" Apa kakak gak disini? Terus dimana? ini kan sudah malam, gak mungkin kalo belum pulang kerja." Gumam Lita.
" Tengsin dong ah kalo harus balek lagi." Gumam Lita lagi, dia berjalan gontai. Tapi baru beberapa langkah, terdengar suara pintu terbuka.
" Sayangg.." Panggil nya.
Lita menoleh, pujaan hati nya tersenyum lebar menunggu dirinya. Dia membentangkan tangan nya,
" Kakak Lita kangen." Ucap Lita, dia berlari dan langsung memeluk Raka dengan erat.
" Kamu kenapa kesini malem-malem sayang?" Tanya Raka.
" Jangan-jangan kamu berantem sama Haris?"
" Iya kak, Lita marah sama abang " Jawab Lita.
" Masuk dulu ya." Ajak Raka, Lita pun mengangguk dan mengekor di belakang Raka.
Setelah menutup pintu, Raka mendudukkan diri di samping Lita. Refleks, Lita langsung memeluk Raka lagi.
" Abang kamu marah sama kakak yang, kalo dia tau kamu kabur kesini dia pasti akan bertambah marah." Ucap Raka, sambil mengelus lembut pucuk kepala Lita.
" Jadi kakak gak suka aku kesini?" Tanya Lita ketus, dia melepaskan pelukan nya.
" Bukan begitu sayang, tapi waktu nya gak tepat."
" Yaudah Lita pulang." Ucap Lita, dia berdiri dan akan pergi. Tapi buru-buru Raka mencekal tangan Lita, bukan ini maksud nya.
" Kenapa?" Tanya Lita datar.
" Kamu fikir kakak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan mu? Tentu tidak, kakak sangat merindukan mu." Ucap Raka, kali ini dia yang memeluk tubuh Lita dengan erat.
__ADS_1
" Sudah makan sayang?" Tanya Raka.
" Selera makan Lita hilang gara-gara kakak gak ada." Jawab Lita manja.
" Kamu gak boleh abaikan kesehatan kamu sayang, makan yang teratur. Kamu kan suka jajan, mau jajan gak?" Tanya Raka, biasa nya Lita akan langsung mau.
" Enggak ah, mendingan Lita manja-manjaan sama kakak." Jawab Lita.
" Manja apaan? Yang gimana dulu nih?" Tanya Raka dengan senyum nakal nya.
" Tatapan ituu."
" Kenapa?" Tanya Raka.
" Hiissss, tatapan mesoom." Jawab Lita dengan kesal.
" Hahaha, gapapa lah yang." Ucap Raka ,dia tertawa mendengar ucapan Lita yang mengatakan dirinya mesoom.
" Boleh aja sih, tapi jangan sampe ninggalin bekas yak?"
" Bisa di atur sayang." Jawab Raka.
Sedetik kemudian Raka sudah menempelkan bibirnya di bibir merah merona milik Lita, bibir yang seolah menjadi candu, karena Raka terus ketagihan untuk melu*at bibir itu.
Lita juga sudah mulai terbiasa dengan permainan Raka, dia mulai bisa mengimbangi permainan Raka.
Cukup lama bibir mereka menyatu, hingga Lita menepuk-nepuk dada Raka. Dia mulai kehabisan nafas nya, Raka yang mengerti pun langsung melepas pagutan nya. Dia memberi jeda untuk gadis nya bernafas.
" Enggak kok yang." Jawab Raka cepat.
" Tapi barusan, seperti nya kakak ingin membunuh ku."
" Maafkan aku sayang, bibir mu sangat manis. Jadi kakak selalu bernafsu untuk mencium mu." Jawab Raka.
" Cihhh, kakak menyebalkan. Aku ingin minum soda."
" Ambil saja di kulkas."
Lita pun bangkit dan menuju ke arah dapur, disana ada kulkas besar dan isi nya penuh dengan aneka cemilan dan minuman kaleng.
Lita mengambil dua kaleng cola, dan membawa nya ke hadapan Raka. Tak lupa, dia juga membawa cemilan, selera makan nya kembali jika bersama Raka.
" Sayang, bagaimana kuliah mu?" Tanya Raka.
" Baik kak, Lita belajar dengan baik kok." Jawab Lita, dengan mulut yang penuh dengan makanan hingga pipi nya menggembung.
" Ini pipi kok bisa gembung gini sih, kamu terlihat menggemaskan." Ucap Raka, dia menguyel-uyel pipi Lita.
__ADS_1
" Sakit ahh, jangan di giniin kak."
" Habisnya kamu gemesin." Ucap Raka.
Lita hanya melirik sebal ke arah Raka, tapi yang di lirik hanya diam seolah tak terjadi apa-apa. Menyebalkan memang!
🌻
" Tidur yang? Tapi kamar tamu nya berdebu kayak nya, soal nya gak ada yang tidur disana." Ucap Raka.
" Kenapa aku harus tidur di kamar tamu, kalau aku bisa tidur dengan mu kak." Jawab Lita.
" Ohh iya, lagian kita sudah beberapa kali tidur bersama ya kan?" Tanya Raka dengan menaik turunkan alis nya.
" Kenapa tuh alis? Kayak roller coaster tau." Ucap Lita.
Raka tak menjawab, dia mulai menapaki anak tangga menuju ke kamar nya di ikuti Lita.
" Ganti baju? Tapi disini cuma ada beberapa kemeja sama hoodie yang."
" Kamu suka pakai hoodie? Wahh pasti cocok banget, lain kali main sama aku pake baju casual dong jangan formal. Masa main sama pacar pake jas, celana bahan, sepatu pentofel, atau kemeja."
" Iya sayang ku, nanti kalo main aku pakai." Jawab Raka.
Lita masuk ke dalam walk in closet milik Raka. Di dalam Lita melihat kemeja, jas, dasi, sepatu, semua berderet rapih di tempat nya. Dari mulai hitam, navy, abu, hingga maroon semua tertata rapih berdasarkan warna dan jenis nya.
" Membosankan sekali, monoton." Gumam Lita, dengan cepat dia mengambil hoodie berwarna hitam milik Raka juga dengan celana pendek nya.
Lita mengenakan nya, tapi karena tubuh Raka dan Lita berbeda jauh. Hoodie nya jadi terlihat kebesaran di tubuh mungil Lita, tapi hal itu justru membuat Lita terlihat seksi di mata Raka.
Lita mendekati Raka yang sedang duduk di sisi ranjang sambil memandangi dirinya.
" Kamu tenggelem dalam hoodie ku yang." Ucap Raka sambil terkekeh.
" Gak nyadar gitu, tubuh mu segede apa?" Tanya Lita balik, tentu dengan wajah kesal nya.
" Tidur yuk, kakak peluk." Ajak Raka, Lita pun mengangguk patuh. Dia berbaring di samping Raka, dan memeluk nya.
" Aku ingin bibir mu dulu sebelum tidur." Ucap Raka.
Lita tersenyum dan memulai pergulatan bibir itu, mereka melakukan nya dengan mesra. Dengan keadaan kamar yang temaram hanya di temani lampu pijar di atas nakas, menambah romantisme suasana.
Setelah di rasa cukup, Raka melepaskan bibir Lita. Dia mengecup kening Lita, juga mengusap pucuk kepala Lita. Tak butuh waktu lama, mereka berdua pun tertidur, hanyut dalam kehangatan yang memabukkan.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Anggap aja itu hoodie yang di pakai Lita yak🤭
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️