Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Perbaikan Mood


__ADS_3

Setelah selesai kelas, saat ini Lita dan Bella masih berdiri di gerbang kampus.


" Ke kantor yuk?" Ajak Lita.


" Ngapain?" Tanya Bella.


" Ya nyemangatin calon suami kerja lah." Jawab Lita santai.


" Gak ah malu."


" Ihh hayuk.. " Ajak Lita.


" Yaudah iya, lu mah paling bisa kalo bujuk gue." Ucap Bella, dia juga mencubit pipi Lita dengan gemas.


" Kenapa yak, kalo orang gemes sama aku tuh suka cubit pipi?" Tanya Lita.


" Karena pipi kamu empuk, enak buat di cubit." Jawab Bella sambil terkekeh.


" Yaudah lah, hayuk tuh taksi nya udah dateng." Tunjuk Lita. Dia pun menyetop taksi dan menyebutkan alamat kantor Raka.


🥀


" Lu udah di apain aja sama abang gue Bell?" Tanya Lita pelan.


" Apaan sih, nanya gituan." Gerutu Bella, tapi wajah nya tak bisa berbohong.


" Hayoloh, pernah di apain? Wajah nya memerah gitu." Goda Lita.


" Gak macem-macem kok, cuma maen bibir aja." Jawab Bella, pada akhirnya.


" Kapan?" Tanya Lita dengan nada terkejut, setau nya abang nya itu tak pernah pacaran. Jadi dia berfikir abang nya takkan melakukan hal seperti itu.


" Sering lah. Udah ah jangan di bahas, bikin gue malu aja."


" Pantesan, tiap pulang dari rumah Lu abang gue keliatan seneng. Ternyata di kasih asupan vitamin yee." Gumam Lita, dia baru tau alasan Haris selalu ceria jika habis bertemu Bella.


" Non, sudah sampai " Ucap supir taksi.


Bella dan Lita turun setelah membayar ongkos nya.


Bella melongo melihat pemandangan gedung mewah di depan nya, selain mewah perusahaan ini juga tinggi menjulang, dengan nama besar di atas nya, AM Group.


" Ini perusahaan nya mertua Pak El, atasan nya kak Raka. Dan Pak Andi, dia anak angkat nya Pak Dani CEO AM Group."


" Terus pacar aku kerja sama siapa?" Tanya Bella.


" Oke, Loading lu kambuh. Abang gue sekretaris Pak Andi lah."


" Hoalahh, aku memang suka loading." Jawab Bella sambil tertawa hambar.


" Ayok masuk." Ajak Lita, dia menarik tangan Bella. Dan Bella mengikuti langkah Lita mengekor di belakang nya.

__ADS_1


Receptionist yang bertugas, sudah biasa melihat kekasih atasan nya keluar masuk, karena Pak El juga mengizinkan, asal jangan membuat keributan.


Tapi siapa gadis manis yang bersama nya? Bahkan cantik nya hampir sama, hanya saja Bella lebih tinggi sedikit dari Lita.


" Kak, saya mau ke ruangan Pak Raka. Pak Raka nya ada?" tanya Lita.


" Ada Nona, silahkan."


" Terimakasih kak. Ayo Bella, kita ke atas." Ajak Lita.


" Tunggu sebentar, nona ini siapa?"


" Dia ingin bertemu abang saya, Haris." Jawab Lita.


" Ohh baiklah, silahkan."


" Waduhh, jadi kekasih Pak Raka itu adiknya Pak Haris? Terus yang satu nya, mungkin kekasih nya pak Haris ya? Aduhh, mereka membuat ku pusing. Kok cantik-cantik banget.". Batin receptionist itu, bahkan dia menggelengkan kepala nya setelah melihat dua gadis cantik itu.


🥀


Setelah sampai di lantai tempat para sekretaris bekerja, Lita dan Bella berpisah dan masuk ke ruangan kekasih nya masing-masing.


Lita membuka perlahan pintu ruangan Raka, terlihat Raka sedang bekerja dengan laptop nya, sesekali dahi nya mengkerut, entah kenapa.


Raka mengerutkan dahi nya, saat mencium bau parfum yang tak asing, ini parfum Lita. Mungkin kah dia kesini? Tapi kenapa tidak masuk?.


" Ehemm, apa aku mengganggu?" Tanya Lita, sontak saja Raka mendongak dan menatap gadis cantik yang sedang berdiri sambil tersenyum manis pada nya.


" Sekitar 5 menit yang lalu." Jawab Lita di dalam pelukan Raka.


" Kenapa aku tidak mendengar pintu terbuka?" Tanya Raka lagi.


" Kakak fokus kerja, kalau aku gak bicara kayak nya kakak gak bakalan sadar aku udah disini lama." Jawab Lita, dia juga memeluk tubuh Raka.


" Pantesan kakak nyium bau parfum kamu, tapi kakak fikir kakak cuma halusinasi."


" Halu aja, aku nyata kak." Ucap Lita.


Raka menarik Lita ke sofa, Lita mendudukan tubuh nya di sofa, dan Raka juga duduk di samping nya.


Dia juga merangkul bahu Lita mesra, sesekali memainkan rambut pirang Lita dan menciumi nya. Kebiasaan Raka setelah bersama Lita.


" Bagaimana kuliah nya yang?" Tanya Raka, tapi tangan nya mulai aktip meraba-raba dada Lita.


" Lancar kok kak, cuma tadi di kantin ada pengganggu." Jawab Lita, dia tidak menolak sentuhan Raka, karena sudah biasa. Jika dia menolak, bisa di pastikan Raka akan merajuk.


" Bocah tengil itu?" Tanya Raka, tangan nya sudah nakal membuka kancing kemeja yang Lita pakai.


" Hooh si Branded." Jawab Lita ketus.


" Branded? Bukan kah nama nya Brandon?" Tanya Raka, tapi tangan nya tetap bermain di dada Lita.

__ADS_1


" Biarin, dia menyebalkan kak." Jawab Lita.


" Baiklah , jangan bahas pria itu lebih baik kamu memenuhi janji mu." Ucap Raka tersenyum nakal.


Lita menelan ludah nya kasar, dia tau maksud ucaapan Raka, pasti tak jauh-jauh dari perbuatan mesoom nya.


Raka bangkit dan berjalan ke arah pintu dan menguncinya, setelah itu dia kembali duduk di samping Lita.


Raka mengusap puncak kepala Lita dan mengecup nya.


Raka mulai melancarkan aksi nya, dia menciumi leher putih Lita dan mengendus aroma nya.


" Ehmmm.. kak jangan ngasih lagi tanda merah disini, keliatan. Tadi juga terciduk sama Brandon." Ucap Lita.


" Disini boleh?" Raka menunjuk dada Lita yang sudah berhasil dia keluarkan.


Lita mengangguk, karena dia suka sentuhan Raka, selalu lembut dan membuat nya terbang.


Raka pun melakukan kegiatan favorit nya hingga melupakan sejenak pekerjaan nya. Ada pekerjaan yang lebih menyenangkan saat ini.


🥀


Sedangkan di ruangan Haris, Bella tengah duduk di pangkuan Haris dan melingkarkan tangan nya di leher Haris.


" Kesini sama siapa baby?" Tanya Haris.


" Sama Lita dong, Bella kan gak tau kantor tempat kamu kerja." Jawab Bella.


" Lita nya di ruangan Raka?"


" Iya kak, apa ini berat? Aku turun aja ya? Takut ganggu pekerjaan kakak." Ucap Bella, tak enak hati karena Haris bekerja sambil memangku dirinya.


" Biarkan saja, jangan bergerak."


Bella diam, dia tau maksud perkataan Haris. Jika pun dia bergerak akan fatal akibat nya.


" Sudah makan baby?" Tanya Haris lagi.


" Belum kak, tadi cuma sarapan sama Lita di kantin kampus." Jawab Bella.


" Bisa gak panggil aku sayang, atau mas gitu. Aku bukan kakak mu, aku kekasih mu Baby." Ucap Haris.


" Aku belum terbiasa." Ucap Bella, dia mengerucut kan bibir nya.


Dan ibu membuat Haris sangat gemas. Dia pun segera mencium bibir Bella, dan melu*at nya pelan. Bella juga membalas nya, ini bukan ciuman mereka yang pertama, mereka sering melakukan nya saat tak ada orang di rumah.


Tak jauh berbeda lah kelakuan mereka, Raka dan Lita juga melakukan nya di ruangan nya. Tapi baru kali ini Haris melakukan nya di kantor, di ruangan nya. Karena ini pertama kali nya juga, Bella datang ke kantor nya. Suatu perbaikan Mood karena mereka lelah dengan pekerjaan nya.


🌻🌻


Oke ,mereka sama-sama melakukan hal mesoom di kantor 🤭🤭 maafin kalo garing yaa😁

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak, tap favorit dan follow akun author, happy reading ❤️


__ADS_2