Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Perang Dingin


__ADS_3

Di rumah, Raka dan Lita tengah perang dingin karena Raka yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya bahkan setelah di rumah juga. Bahkan seringkali Lita merasa terabaikan.


"Mas, bisa perhatiin aku sedikit aja gak sih? Aku ini lagi hamil."


"Aku tau kamu lagi hamil, kan aku yang buat. Tapi aku lagi sibuk kerja sayang, sebentar lagi ya." Jawab Raka, tanpa menoleh sedikit pun pada Lita yang sudah kesal bukan main.


Dari pulang hingga sekarang pria itu sangat fokus dengan laptop nya,


"Sibuk kerja terus gak di kantor, gak di rumah. Harus nya kerjaan itu selesaikan di kantor, jangan di rumah. Kalo di rumah itu waktunya kamu sama aku." Ucap Lita ketus.


"Iya sayang.." Jawab Raka, lagi-lagi tanpa menatap Lita sedikit pun dan terus fokus dengan laptop nya.


Hingga membuat Lita marah dan pergi ke kamar nya, dia bahkan membanting pintu dengan sangat keras hingga membuat Raka terlonjak.


"Haisshhh, dia pasti marah. Sialan, ini kerjaan kenapa gak ada habis nya sih?" Gerutu Raka, bukan dia tak mau bersama istri nya. Tapi pekerjaan nya menuntut untuk segera di selesai kan dan akan di lihat oleh Pak El besok pagi ,itu lah yang membuat Raka bekerja exstra hari ini.


Brandon membuka pintu perlahan, dan langsung mendapat tatapan tajam dari abang nya.


"Nape baru pulang?" Tanya Raka datar.


"Biasalah bang, nganterin Marsya dulu." Jawab Brandon sambil nyengir.


"Pacaran mulu lu, cepetan bantuin kerjaan nih numpuk. Bini gue dah marah-marah." Pinta Raka. Memang sudah biasa Brandon membantu pekerjaan abang nya, jika sedang banyak.


Brandon duduk di samping Raka, dan mengambil alih laptop di pangkuan abang nya itu. Jika di suruh memeriksa berkas penting, dia angkat tangan. Takut nya ada kesalahan yang akan berakibat fatal pada perusahaan nanti nya, tapi jika hanya untuk memeriksa file-file dia masih bisa.


Mereka tenggelam dalam pekerjaan, hingga satu jam kemudian semua nya selesai dan jam sudah menunjukan pukul 10 malam.


"Akhirnya... Thanks ya."


"Oke, no problem. Gue laper, mau makan dulu." Ucap Brandon, dia belum sempat makan malam karena langsung membantu pekerjaan abang nya.


"Makan yang kenyang, sorry ngerepotin."


"Kagak ngapa lah, oh iya bang gue dah jadian sama Marsya." Lapor Brandon.


"Seriusan? Wah selamat ya, makin semangat kerja."

__ADS_1


"Pasti bang, udah gue mau makan dulu. Sono samperin kak ipar, keburu ngamuk nanti kagak di kasih jatah." Ledek Brandon, dia masih ingat betapa lemas nya Raka setelah perdebatan malam itu.


Dan ketika di tanya kenapa dia lemas, Raka menjawab karena jatah malam nya di sita oleh Lita. Sontak saja membuat Haris dan Brandon tertawa puas.


"Yaudah, gue ke atas dulu." Pamit Raka, lalu pergi menapaki tangga setelah memasukan laptop dan berkas-berkas penting ke dalam tas kerja nya.


Brandon segera memakan makan malam terlambat nya, dia sangat kelaparan sekarang.


🌻


Di kamar, Raka sedang membujuk Lita yang merajuk.


"Sayang.." Panggil Raka pelan, dia tau kalau Lita marah dia butuh ketenangan.


"Mas, apa kamu gak merasa kalo hubungan kita semakin hari semakin renggang karena kesibukan kamu?" Tanya Lita, dia memunggungi suami nya.


"Maafkan aku sayang, tapi pekerjaan di kantor sangat banyak. Apalagi setelah Pak El resmi menjadi CEO." Jawab Raka.


"Aku sedang hamil Mas, aku butuh perhatian kamu saat ini."


"Aku tau sayang, tapi aku bisa apa? Aku bekerja dengan orang lain, untuk meminta cuti melahirkan pun aku malu. Karena kehamilan kamu baru 7 bulan, terlalu lama libur." Jelas Raka.


Raka diam, sudah satu bulan belakangan ini dia selalu sibuk kesana kemari pergi meeting dengan klien bersama Pak El, tapi dia tak bisa memberi sedikit waktu untuk bersama istri nya.


"Bersabarlah sebentar lagi sayang, setelah pekerjaan di kantor normal seperti semula, semua nya akan seperti dulu lagi."


"Sampai kapan aku harus menunggu? Sudah cukup selama ini aku berbagi suamiku dengan pekerjaan nya." Ucap Lita ketus.


"Tidurlah kau pasti lelah, aku juga lelah memikirkan nasib rumah tangga kita." Sindir Lita.


Setelah nya dia menutup tubuh nya dengan selimut, dan tak lama terdengar dengkuran halus dari mulut wanita cantik yang dua tahun terakhir ini menjadi istri Raka Perwira.


Raka menghembuskan nafas nya kasar, masalah seperti ini sudah seringkali terjadi dalam hubungan rumah tangga. Biasa nya Lita akan menjadi wanita yang pengertian, tapi saat ini dia merasa sendiri karena hormon kehamilan juga sangat berpengaruh pada mood seorang bumil.


Raka membaringkan tubuh nya di samping Lita yang masih setia memunggungi nya, Raka memeluk istri nya dengan erat. Sesekali mengelus perut buncit istri nya dengan lembut.


🌻

__ADS_1


Pagi hari nya berjalan seperti biasa, Lita bangun lebih dulu dan menyiapkan keperluan suami nya, lalu turun ke bawah dan memasak sarapan.


Mama Renata menatap wajah menantu kesayangan nya dengan heran, hari ini Lita nampak murung, tak ceria seperti biasa nya.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya Mama Renata pelan. Lita menatap mertua nya dengan sendu, Lalu menggelengkan kepala nya.


"Mata mu tak bisa berbohong Nak, cerita sama Mama. Ada masalah?"


"Lita hanya merasa jenuh Ma, Mas Raka selalu sibuk dengan kerjaan dan sering mengabaikan Lita." Jawab Lita lirih.


"Kamu sudah bicarakan masalah ini dengan Raka?" Lita mengangguk.


"Tapi Mas Raka hanya bilang buat sabar, dan tunggu. Selama sebulan ini, Lita selalu sabar dan mencoba mengerti. Tapi sampai kapan? Saat ini aku sedang hamil, tapi suami ku terus sibuk dengan pekerjaan nya, di kantor atau di rumah dia tetap bekerja." Jelas Lita, mengeluarkan semua unek-unek nya.


"Mama tak tau harus bicara apa, ini masalah hati kamu sayang. Mama tau perasaan kamu, Mama gak bisa nyalahin siapa-siapa disini. Raka bekerja untuk kamu, dan kamu juga membutuhkan dia sebagai suami."


Lita hanya mengangguk, dan setelah itu tak ada obrolan apapun lagi. Menantu dan mertua itu kompak diam.


Hingga Brandon datang ke ruang makan dan heran melihat wajah murung kakak ipar nya itu.


"Kakak kenapa? Kok pucat, kakak sakit?" Tanya Brandon.


"Enggak kok Brand, aku baik-baik saja. Cepet minum kopi nya keburu dingin, terus sarapan." Jawab Lita.


Brandon menatap Mama Renata, dia pasti tau alasan Lita murung. Pasti ada masalah yang membuat nya sedih.


Raka turun dengan setelan kerja nya, menuruni tangga dengan terburu-buru.


"Yang, aku gak sarapan dulu. Nanti ke kantor bawain makan siang ya?" Pinta Raka, sambil merapikan kancing di lengan kemeja nya.


"kenapa gak sarapan dulu?"


"Gak sempet, Pak El udah nelponin mulu." Jawab Raka, tanpa melihat perubahan raut wajah istri nya.


"Oh, pergilah. Aku tak bisa berjanji, lihat saja nanti." Ucap Lita pelan, lalu pergi dari depan Raka.


Raka pun pergi dengan tergesa-gesa, bahkan tak ada sesi cium kening sebelum berangkat. Itu membuat Brandon heran, tak biasa nya sepasang suami istri itu terlihat dingin seperti ini.

__ADS_1


🌻🌻


tinggalkan jejak, follow akun author dan kasih hadiah deh😁 happy reading❤️


__ADS_2