
Tak lama, Lita datang dengan menenteng rantang dua susun dan memberikan nya pada Brandon.
"Makan ya, jangan lupa kasih sama Marsya juga. Hati-hati di jalan." Pepatah Lita sang kakak ipar terbaik, versi netizen.
"Makasih kakak ipar, pergi dulu ya." Pamit Brandon.
"Pake mobil gue aja Brand, berabe kalau pake motor takut nya kehujanan di jalan, udah keliatan mendung." Ucap Raka lalu memberikan kunci mobil nya pada Brandon.
"Thanks bang, Lu emang yang paling ngerti." Raka hanya tersenyum dan menepuk lengan Brandon pelan, setelah nya Brandon pergi dengan mobil abang nya.
Kini tersisa lah empat orang yang masih dalam suasana canggung, ehmm maksudnya Danu yang canggung, Raka mah kagak keliatan canggung-canggung nya sama bapak sendiri.
Raka kembali duduk berhadapan dengan ayah nya, dia melempar senyuman jahat nya. Dia tau kalau Danu sudah kalah telak dengan semua kata-kata pedas dari nya tadi.
"Mau sampai kapan anda disini? Mau nginap, tapi seperti nya sayang kamarnya kalau harus di tiduri pria macam anda." Sindir Raka pedas, sangat pedas seperti cabai carolina reaper, cabai terpedas di dunia.
"Bisakah kamu memperlakukan aku sedikit baik, Nak?"
"Tife pria macam anda itu kalau di baikin dikit suka ngelunjak." Sinis Raka.
"Sikap mu sangat bertentangan pada bocah itu, sebenarnya siapa anak itu? Kenapa bisa numpang di rumah mu." Tanya Danu, maksud nya ingin tau apa hubungan Raka dengan Brandon. Tapi cara nya merangkai kata sangat salah di mata Raka, bagi nya Brandon adalah adik nya, dan akan selalu begitu.
"Apa peduli mu? Ini rumah ku, aku membeli nya dengan uang hasil kerja keras ku. Terserah aku lah mau biarin orang tinggal disini, tak ada urusan nya dengan anda." Lagi-lagi kata-kata pedas meluncur bebas dari mulut Raka.
"Ayah hanya ingin tau, itu saja. Setauku Ibu mu tak pernah hamil lagi, jadi tak mungkin dia adik kandung mu."
"Jangan sok tau, dia adik ku ,dan akan selalu begitu.." Sinis Raka.
"Apa dia adik angkat mu?" Pancing Danu.
"Jangan membuat ku marah tuan Danu yang terhormat, lebih baik anda pergi. Kehadiran anda sangat mengganggu ketentraman saya." Usir Raka.
"Baik atau buruk pun aku tetap ayah mu, Raka Perwira." Kali ini Danu menatap Raka, dan Raka membalas tatapan nya dengan tajam.
"Siapa yang memberimu hak untuk menasehati ku, siapa kau sebenarnya hah? Bahkan bermimpi pun tidak untuk punya ayah semacam dirimu."
"Anak durhaka kamu Raka, kamu sudah menyakiti perasaan Ayah mu sendiri." Teriak Danu, cukup sudah dari tadi dia diam. Lita terlonjak kaget dan merasakan ngilu di perut nya saat mendengar teriakan yang memekakan telinga.
__ADS_1
"Apa hanya anak yang bisa durhaka pada orang tua nya, bagaimana jika orang tua nya macam sampah? Pria yang tukang selingkuh takan pantas di hormati."
"Aku memang menghormati mu, tapi sebagai adik dari Pak Dani CEO AM Group, bukan sebagai ayah." Ucap Raka tegas.
"Sangat di sayangkan sekali sebagai orang terpandang, tapi kelakuan nya tak lebih dari pria bejatt." Cibir Raka dengan mencebikan bibir nya.
Danu kembali bungkam, mau bagaimana pun dia takkan pernah menang jika berdebat dengan Raka, yang notabene nya adalah anak nya sendiri.
Lita memegang lengan suami nya, teriakan Danu tadi membuat nya terkejut dan perut nya terasa sakit.
"M-mas.." Panggil Lita lirih, Raka menoleh dan melihat Lita tengah meringis dengan keringat yang mengucur dari dahi nya.
"Kamu kenapa sayang? Apa yang sakit?" Tanya Raka dengan panik.
"Perut ku kram Mas, aduhhh.."
Raka mengelus perut buncit istri nya, Danu bahkan bisa melihat bahwa Raka sangat mencintai istri nya.
"Ma, telepon dokter kandungan Lita." Ucap Raka panik.
"Tenang lah sayang aku tak apa-apa, hanya kram saja."
Hingga Lita merasakan sakit nya menghilang secara bertahap, bagai mengerti apa yang di ucapkan Papa nya.
"Sudah tidak sakit lagi kok Mas.."
"Kamu harus beristirahat, ayo ke kamar." Ucap Raka lalu membopong tubuh berisi istri nya.
"Oh iya, untuk tuan Danu silahkan jika ingin semalaman duduk di sofa itu, kalau bosan silahkan pulang."
Danu menatap punggung anak nya yang menghilang di balik pintu kamar dengan sendu, bahkan untuk berdamai dengan anak nya sendiri pun dia harus begini.
"Pulang lah Danu.."
"Semua ini karena didikan mu yang sa.."
"Stop, jangan menyalahkan orang lain karena kesalahan mu, Danu. Pergilah dari rumah anak ku, selama kau belum sadar dengan perbuatan mu di masalalu, kau takkan bisa merasakan apa artinya sakit." Ucap Mama Renata, dia pergi dari hadapan Danu dengan ekspresi kesal nya.
__ADS_1
Danu juga pergi dari rumah anak nya, dia melangkah gontai ke arah mobil nya. Baru kali ini merasakan sakit seperti di tusuk-tusuk, hanya dengan perkataan pedas anak nya. Mungkin lebih tepat nya, sakit tapi tak berdarah.
🌻
Di rumah sakit, Brandon tengah membujuk kekasih kecil nya yang mogok makan.
"Makan ya sayang ,sedikit saja.." Bujuk Brandon dengan lembut.
"Tidak sebelum Mama bangun kak.." Jawab Marsya pelan.
"Ayolah, ini masakan kak Lita loh. Kamu gak mau nyobain?" Brandon masih mencoba membujuk gadis nya, tapi dia malah menggelengkan kepala nya.
"Apa Mama mu akan senang jika tau kamu susah makan sayang?" Tanya Brandon. Marsya kembali diam, dia memikirkan ucapan Brandon. Selama ini Ibu nya akan marah jika dia menolak makan.
Marsya membuka mulut nya, dengan sigap Brandon menyuapi Marsya.
Hingga akhirnya makanan di rantang itu habis, tapi Mama nya Marsya masih belum siuman.
"Kamu pasti lelah, tidur lah.."
"Kakak akan menginap disini kan? Nemenin Marsya?" Tanya Marsya lirih.
"Tentu saja, kemarilah.." Brandon membuka tangan nya, dan Marsya masuk ke dalam pelukan hangat kekasih nya. Dia menyandarkan kepala nya di dada bidang Brandon, dan Brandon mengusap puncak kepala Marsya dengan penuh kasih sayang.
"Apa Mama akan baik-baik saja kak?"
"Tentu saja sayangku, memang nya kenapa?" Balik Tanya Brandon.
"Tidak kak, hanya penyakit Mama sering kambuh belakangan ini." Keluh Marsya.
"Percayalah, Mama mu pasti sembuh sayang. Jangan putus harapan." Brandon mengecupi puncak kepala Marsya dengan lembut.
Hingga akhirnya mereka tertidur dengan posisi berpelukan di sofa, mungkin karena kelelahan.
🌻🌻🌻
Maafin kalo garing atau banyak typo, otak author lagi buntu😂
__ADS_1
jangan lupa kasih semangat buat author dengan like, komen, vote dan tap favorit, happy reading❤️