Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Marsya Hamil


__ADS_3

Sudah setengah jam ketiga nya duduk di luar ruangan UGD, tepat nya di kursi ruang tunggu.


Brandon sedari tadi terus melirik ke arah pintu, berharap pintu itu segera terbuka dan dokter mengatakan bahwa istri nya baik-baik saja, dia takkan bisa tenang sebelum tau keadaan istri nya yang sebenarnya.


Benar saja, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Seorang dokter wanita muda keluar dengan senyuman manis yang terukir di wajah nya.


"Apa tuan suami dari Nona Marsya?"


"Ya saya dok, bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Brandon, bangkit dari duduk nya mendekati dokter itu.


"Sebelum nya saya ucapkan selamat, istri anda tengah hamil. Usia nya baru dua minggu, saat ini Nona Marsya belum sadarkan diri, tapi tak apa itu wajar terjadi dalam kehamilan di trimester awal."


"H-hamil dok?" Tanya Brandon terbata, kedua mata nya membulat. Dokter wanita itu menganggukan kepala nya.


"Mohon di jaga kandungan nya karena trimester pertama itu masih rawan terjadi keguguran, saya sarankan agar Nona Marsya banyak istirahat, jangan berfikiran berat yang membuat nya tertekan, itu akan mempengaruhi janin nya."


"Makan-makanan sehat, buah-buahan, ikan, daging, sayur, itu sangat di anjurkan untuk pertumbuhan janin. Hindari kopi, minuman bersoda, atau alkohol, makanan pedas sebaiknya jangan." Ucap Dokter itu.


"Apa boleh makan seblak atau bakso dok?"


"Selama itu tidak terlalu pedas, tidak masalah tuan. Tapi jangan terlalu sering, karena itu makanan yang dapat mempengaruhi berat badan janin juga. Secukup nya saja."


"Satu lagi, jangan terlalu sering berhubungan badan, atau lakukan dengan perlahan jangan tergesa ya tuan.." Ucap dokter itu dengan senyum jahil nya, dia tau pria yang masih nampak imut itu masih sangat muda.


"B-baik Dok, saya mengerti."


"Saya hanya akan memberikan vitamin dan obat pereda mual saja,karena kandungan nya sehat tak ada masalah apapun." Ucap Dokter itu dan di angguki oleh Brandon.


"Ngikut sana.." Lirik Brandon pada kakak nya,


"Lah napa gua? Lu lah, lu kan suaminya oon."


"Gue juga tau kali, gue juga kagak mau bagi-bagi istri sama Lu. Paham dikit napa, gue lagi seneng nih. Jangan rusak suasana dong ahh." Cerocos Brandon dengan ekspresi kesal nya.


"Calon bapa sensitif amat, ya gue ikut. Mana uang buat nebus obat nya?" Mike menyodorkan tangan nya.


"Pake duit lu dulu lah, mana sempet sih gue ngambil duit tadi."


"Sialan, nyusahin bener hidup lu. Kalo aja lu bukan adek gue, udah gue tendang sampe ke paris." Ucap Mike sebal, lalu ikut dengan dokter itu.

__ADS_1


Ibu Asih terkekeh saat mendengar perdebatan adik kakak itu, jika sudah berdebat kedua nya pasti kompak saling meledek, tapi tak berselang lama kedua nya pasti akur lagi.


"Masuk Ma, diluar dingin." Ajak Brandon.


Brandon dan Ibu Asih masuk ke dalam ruangan rawat Marsya, disana Marsya masih terbaring tak sadarkan diri.


"Perasaan, aku baru saja marah-marah karena harus puasa saat kamu datang bulan, ehh sekarang kamu malah hamil yang. Kebayang gak betapa bahagia nya aku saat tau kamu lagi hamil anak kita?"


"Rasa nya aku ingin membeli seluruh dunia hanya untuk mu, biarkan orang-orang menumpang karena aku sudah membeli nya untuk mu dan anak kita, sehat selalu sayang." Ucap Brandon, dia mengecup kening istri nya, mengusap anak rambut nya dan menyelipkan nya ke belakang telinga.


"Haii anak daddy, sebelumnya maaf dady tak tau kamu sudah hadir disini, apa kamu terganggu saat dady mengerjai momy mu? Sehat terus di dalam perut momy, jangan nakal ya. Momy sama dady menantikan kamu lahir, jadi selama itu kamu jangan nakal ya, jangan bikin momy kesakitan." Gumam Brandon, dia menempelkan wajah nya di perut datar istri nya, mengelus nya beberapa kali.


Ibu Asih tersenyum bahagia, akhirnya putri kecil yang dulu sering merengek meminta permen itu sudah memiliki suami yang sangat mencintai nya, juga memiliki janin yang sedang tumbuh di dalam rahim nya.


Kebahagiaan mana lagi bagi seorang ibu, selain melihat anak nya bahagia dengan pilihan nya?


"Mama, tidur disini atau mau pulang sama Kak Mike. Marsya udah gapapa kok, besok pagi juga pulang." Tanya Brandon.


"Apa tidak apa-apa kalau Mama pulang?"


"Tentu tidak, lingkungan rumah sakit tak baik untuk Mama. Jadi Mama pulang aja, besok Aca pulang kok.." Ucap Brandon lagi.


"Yaudah Mama pulang aja sama kakak mu, kasian juga Nia di rumah."


"Mama udah bilang tadi jangan terlalu khawatir sama Aca, sebenernya Mama udah curiga semingguan ini, soalnya Marsya keliatan aneh."


"Aneh gimana Ma?" tanya Brandon, yang memang tak tau apa-apa karena siang dia kan bekerja.


"Aca suka ngeluh pusing, pengen nya makan yang asem-asem gitu, sampe kakak mu minta buah mangga muda ke tetangga."


"Kenapa Mama gak bilang?" tanya Brandon lagi.


"Mama kira dia cuma lagi pengen aja, terus dia muntah-muntah kan Mama pikir itu karena kebanyakan makan buah mangga, maafin Mama."


"Lain kali kalau ada apa-apa sama Marsya, Mama harus bilang sama Aku, Marsya istri aku sekarang, istri kesayangan aku.." Tegas Brandon.


"Baik nak." Brandon tersenyum tulus ke arah ibu mertua nya.


Tak lama, Mike datang dan segera mengajak Ibu Asih pulang karena hari sudah semakin larut.

__ADS_1


...


Pagi hari nya, Marsya terbangun dari tidur nya. Dia melihat suami nya yang tertidur sambil duduk di sisi brankar nya, tangan nya melingkar di perut rata nya.


"Aku dimana?" Gumam Marsya, dia merasakan sakit di kepala nya. Dia menggelengkan kepala nya dan mencoba bangkit dari tiduran nya.


"Sayang kamu sudah bangun? Mau makan atau minum?"


"Aku mau jus mangga, enak kali ya yang.." Jawab Marsya.


"Sepagi ini?" Tanya Brandon heran, sepagi ini istri nya sudah menginginkan jus mangga, padahal dia belum sarapan.


"Makan dulu ya, kasian dede bayi nya kalo kamu gak makan dulu malah minum jus mangga."


"Dede bayi? Maksudnya?" tanya Marsya polos.


"Disini ada janin yang sedang tumbuh, buah cinta kita sayang.." Jawab Brandon sambil menunjuk perut Marsya yang masih terlihat datar.


"A-aku hamil?" Brandon menganggukan kepala nya cepat.


Marsya melihat perut nya, dia mengusap nya dengan penuh kelembutan.


"Aku tak menyangka akan hamil secepat ini," Ucap Marsya, air mata nya luruh membasahi kedua pipi nya.


"Jangan menangis sayang, apa kamu tak bahagia dengan kehadiran anak ini? Kalau kamu belum siap, kita..."


"Bicara apa kamu ini, ini anak kamu, anak kita. Siap atau tak siap ini sudah resiko ku, jangan pernah berfikir untuk menyakiti anak ku Brandon." Ketus Marsya.


"Maafkan aku sayang, aku hanya fikir kamu belum siap dengan hadirnya anak ini."


"Tidak, aku sangat bahagia karena itu artinya tuhan mempercayakan salah satu malaikat nya untuk kita jaga dengan penuh kasih sayang, kamu lihatkan banyak di luaran sana perempuan yang tak sempurna? Mereka masih mengharap suatu keajaiban untuk bisa mengandung, tapi aku di beri cepat masa aku menolak? Tentu tidak, aku akan menjaga nya dengan sangat baik." Ucap Marsya.


Brandon memeluk Marsya dengan erat, dia begitu membanggakan istri nya.


....


🌻🌻🌻


Misi, calon bapak mau lewat πŸ˜πŸ™πŸ˜˜

__ADS_1



jangan lupa jejak nya😘😘😘


__ADS_2