
6 bulan kemudian.
Tangan kurus itu bergerak seiring mata nya yang perlahan terbuka, sebuah keajaiban setelah sembilan bulan Brandon koma.
Dokter tersenyum saat melihat Brandon telah sadar dari koma nya.
"Sus, hubungi keluarga Nona Arlita. Katakan pada nya Tuan Brandon sudah sadar." Ucap dokter itu, suster pun menurut dan pergi menghubungi Lita.
Lita memang sudah pulang sejak enam bulan lalu, karena luka dalam dan luar nya sudah sembuh.
Dokter segera memeriksa keadaan Brandon, dengan teliti tanpa terlewat satu pun.
"Tuan Brandon, apa masih ada yang sakit di kepala atau kaki?" Tanya Dokter, karena bagian itu yang terluka parah.
"Kepala saya sa-kit dok."
"Itu wajar karena benturan akibat kecelakaan itu, Tuan harus menyesuaikan diri terlebih dahulu. Sebentar lagi teman anda akan kesini " Ucap Dokter itu.
"Teman? S-siapa?"
"Nona Arlita selalu datang kesini setiap hari untuk melihat perkembangan Anda." Jelas dokter itu dengan senyum nya. Dia tau kalau Lita adalah teman nya, dia juga menyaksikan sendiri bagaimana Lita sangat menyayangi Brandon, meski sebatas teman.
"Arlita? Si-apa dia dok?" Tanya Brandon terbata.
"Anda tak mengingat Nona Lita? Dia teman anda."
"A-ku tak mengingat apapun, kenapa aku disini juga aku tak tau dok." Ucap Brandon, sambil memegangi kepala nya yang terasa sangat sakit.
"Jangan berfikiran terlalu berat, anda baru saja sadar."
"Istirahat lah, saya akan kembali sebentar lagi. Saya permisi Tuan." Ucap Dokter itu, dia menghela nafas nya pelan.
Memang kepala Brandon adalah bagian yang paling parah saat kecelakaan itu, jadi tak heran lagi jika dia mengalami Amnesia.
🥀
Lita yang mendapat telpon dari rumah sakit sangat senang dan segera pergi ke rumah sakit bersama Mama Mertua nya, juga Bella.
Dia juga mengirim pesan pada suami nya.
*Hubby❤️
Mas, aku pergi ke rumah sakit. Brandon sudah sadar, aku ingin melihat nya. Aku pergi bersama Mama dan Kak Bella*.
Saat ini mereka bertiga sedang dalam mobil yang di kendarai oleh anak buah Raka, sejak kejadian itu Raka memperketat penjagaan nya pada Lita. Kemana pun dia pergi, dia harus membawa bodyguard.
Setengah jam kemudian, mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir rapi di parkiran rumah sakit. Lita turun dengan terburu-buru, dia tak sabar ingin bertemu dengan teman nya.
Mereka berjalan beriringan dengan tergesa.
__ADS_1
Akhirnya, mereka sampai di depan pintu ruangan Brandon. Lita membuka pintu dengan perlahan, dia melihat Brandon sedang duduk.
"Brand.. " Panggil Lita, saat tatapan mata nya bertemu dengan Brandon, dia tak bisa menahan air mata nya lagi.
Dia langsung menghambur memeluk teman nya, terdengar isakan dari bibir mungil Lita.
"Kau sudah bangun, Brand. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa melihat mu lagi." Ucap Lita di sela tangisan nya.
"Jangan menangis, Nona."
"Nona? Kenapa memanggil ku seperti itu Brand." Tanya Lita, melepaskan pelukan nya.
"Siapa nama mu? Kenapa menangis dan memeluk ku? Apa kau punya salah pada ku?" Tanya Brandon balik.
"Aku Lita, Brand. Aku teman mu, kau yang sudah menyelamatkan aku dari kecelakaan sembilan bulan yang lalu."
"Sembilan bulan yang lalu? Aku tak mengingat apapun, Nona." Ucap Brandon sambil memegangi kepala nya.
"Kau tak mengingat aku, Brand? Jangan bercanda Brand, kau hanya ngeprank aku kan? Ayo lah, tak lucu."
"Aku benar-benar tak mengingat siapapun Nona, maaf." Ucap Brandon.
Jederrrr...
Lita merasa seluruh tubuh nya sangat lemas, dia tak menyangka Brandon akan melupakan dirinya.
"Brand, kau melupakan ku? selama ini aku selalu kesini melihat keadaan mu." Ucap Lita menangis pilu di lantai.
"Jangan menangis Nona, apa aku punya salah? Maafkan aku, hati ku terasa sakit melihat mu menangis seperti itu." Ucap Brandon pelan. Meski dia tak mengenal gadis yang menangis di lantai itu, tapi melihat itu saja membuat hati nya sangat sakit.
"Kau benar-benar tak mengenal Lita, Brand?" Tanya Bella, dan Brandon hanya menggeleng pelan.
"Kalau Lita saja kau lupa, apalagi aku." Ucap Bella ketus.
"Kau juga mengenal ku?"
"Kita berteman bertiga kalau kau lupa, Ehhh.. Kau kan memang lupa." Ucap Bella, sambil menepuk dahi nya sendiri.
"Ibu siapa?"
"Aku mama mertua Lita, teman mu Nak." Jawab Mama Renata. Dia menenangkan Lita dengan penuh kasih sayang.
"Maaf, tapi aku tak mengingat apapun. Bahkan nama ku saja aku tau dari dokter tadi."
"Aku selalu berharap saat kau bangun, kau akan mengingat diriku Brand. Aku orang yang paling bersalah disini, kalau saja kau tak menyelamatkan aku, mungkin semua ini takkan terjadi." Ucap Lita lirih, air mata nya masih mengalir meski tak sederas tadi.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, aku pasti punya alasan kenapa aku menyelamatkan mu, meski sekarang aku tak bisa mengingat apapun."
"Sudah, jangan menangis. Hati ku tak baik-baik saja, melihat mu seperti ini." Ucap Brandon, menyentuh dada nya yang terasa sesak karena melihat wanita di depan nya masih menangis pilu.
__ADS_1
Mama Renata membawa Lita duduk di sofa, sedangkan Bella lebih memilih berdiri di dekat bed Brandon.
Tak lama dokter masuk dengan wajah datar nya, tapi itu berubah setelah melihat keadaan Lita yang kacau.
"Dok, kenapa Brandon tak mengenal ku?" Tanya Lita.
"Maaf sebelumnya Nona, Tuan Brandon mengalami benturan yang kuat dan sempat terjadi pendarahan di otak nya. Itu menyebabkan nya mengalami Amnesia."
"Amnesia dok? Berapa lama?" Tanya Lita lirih.
"Saya tak bisa menentukan waktu nya, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun."
"Saya sarankan, ingatkan kembali moment-moment kebersamaan Nona dengan Tuan Brandon, dengan begitu dia akan mengingat nya secara perlahan." ucap Dokter itu.
"Sabar ya Nona, saya permisi dulu. selamat siang." Dokter itu pun keluar dengan suster yang mengikuti nya.
Lita menatap Brandon dengan sendu, rasa nya sangat sakit saat orang yang kita tunggu malah tak mengingat apapun dan siapapun.
🥀
Raka yang mendapat pesan dari Lita, langsung pergi juga ke rumah sakit, entah apa yang harus dia katakan setelah disana, tapi yang jelas dia ingin segera menemui Brandon.
Hingga satu jam kemudian mobil yang Raka kendarai sudah sampai di rumah sakit, dia keluar dengan terburu-buru dan segera menuju ruang rawat Brandon.
Raka membuka pintu dengan perlahan, dia melihat Brandon sedang duduk dan di suapi oleh Mama nya. Kedatangan Raka membuat Brandon dan Mama menoleh bersamaan.
"Lu dah sadar Brand?" Tanya Raka dan berjalan mendekati Brandon.
"Siapa?"
"Maksudnya?" Tanya Balik Raka, belum mengerti situasi nya.
"Kamu siapa? Apa kita saling mengenal?"
"A-aku Raka, kau tak mengingat ku?" Tanya Raka.
"Aku tak ingat apapun." Jawab Brandon, Raka melirik Lita dan Bella yang hanya diam di sofa.
"Brandon mengalami Amnesia total, jadi dia tak mengingat apapun. Termasuk Lita." Jelas Mama Renata. Dan itu membuat Raka shock bukan main.
"Yakin kau tak mengingat ku, Brand? Aku suami teman mu, Lita." Brandon hanya menggelengkan kepala nya.
Membuat Raka menghela nafas nya kasar, lalu dia pergi ke luar ruangan Brandon.
"Brand, lu buat rasa bersalah gue makin besar. Apalagi Lu amnesia, maafin gue Brand." Gumam Raka, dia mengusap wajah nya dengan kasar.
🌻🌻
Sadar tapi Amnesia, sabar ya Lita😥
__ADS_1
tinggalkan jejak dan tap favorit ya, happy reading❤️❤️