
"Ada apa dengan mereka Mom?" Tanya Brandon, setelah sepasang suami istri itu pergi.
"Perang dingin Brand, Raka terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga mengabaikan Lita." Jawab Mama Renata, sambil menghidangkan sarapan untuk Brandon.
"Iya sih, akhir-akhir ini Bang Raka lembur mulu. Kalau enggak, kerjaan nya di bawa ke rumah."
"Mom sih gak bisa nyalahin salah satu nya, Lita ingin di perhatikan apalagi dia sedang hamil, itu wajar karena Raka adalah suami nya. Tapi Raka juga tak sepenuh nya salah, karena dia bekerja untuk istri dan anak nya juga." Mama Renata menghela nafas nya sebelum melanjutkan perkataan nya.
"Hanya saja mungkin terlalu sibuk dan banyak pekerjaan hingga membuat nya tak punya waktu untuk sekedar berbincang bersama istri nya."
"Iya Mom, kerjaan jadi Asisten CEO memang banyak dan rumit menurut ku." Keluh Brandon.
"Dari mana kamu tau itu rumit?" Tanya Mama Renata.
"Setiap malam jika Bang Raka bawa sisa kerjaan nya ke rumah, aku selalu bantuin. Ya paling cuma cek file-file aja."
"Ohh begitu ya? Yaudah, sekarang buruan sarapan terus berangkat. Jangan lupa jemput kekasih mu itu." Ledek Mama Renata.
"Iya Mom," Jawab Brandon lalu melanjutkan sarapan nya lagi.
🌻
Brandon sudah berangkat, kini hanya Lita dan Mama Renata di rumah itu.
Lita turun dari kamar nya dengan wajah yang lebih fresh, tidak kuyu seperti tadi pagi.
"Makan sekarang?" Tawar Mama Renata, Lita hanya mengangguk dan segera mengambil nasi dan lauk.
"Mama udah makan?" Tanya Lita.
"Belum, Mama nungguin kamu." Jawab Mama Renata.
"Kenapa nungguin Lita? Padahal makan aja duluan,"
"Enggak ah, Mama mau makan bareng sama menantu kesayangan Mama." Ucap Mama Renata, dia mulai mengambil nasi dan lauk juga, lalu duduk berhadapan dengan Lita.
"Mama mau bilang sesuatu?" Tanya Lita menyelidik, tak biasa nya Mama Renata akan menatap nya lekat.
"Apa kalian masih saling mendiamkan?"
"Tidak Ma, aku hanya berbicara seperlu nya saja. Kenapa memangnya?." Balik tanya Lita, di sela suapan nya.
"Hemm, hanya saja Mama merasa aura rumah ini menjadi panas jika kalian begini. Mama ingin kalian selalu romantis seperti biasa."
"Setiap rumah tangga takkan selama nya mulus Ma, meski kecil tetap akan ada kerikil dalam setiap jalan. Jadi masalah itu pasti selalu ada Ma." Ucap Lita pelan. Bukan keinginan nya untuk seperti ini, dia hanya menginginkan suatu perhatian dari suami nya.
"Lalu Mama harus bagaimana?"
"Mama tak perlu berbuat apa-apa, biarkan saja. Aku tak apa-apa." Jawab Lita datar.
__ADS_1
🌻
Di kantor Raka sedang menghadiri meeting para petinggi perusahaan. Mereka membahas tentang keuntungan dan pembangunan cabang perusahaan di beberapa daerah, juga ada beberapa kerugian perusahaan karena pembatalan kerja sama.
"Pembatalan kerja sama dari perusahaan WN Corp sudah resmi, Pak." Lapor Elgar. Masih ingat dengan wanita yang di seret paksa oleh security dari ruangan Raka dua hari yang lalu? Dia adalah utusan dari WN Corp.
"Ya aku tau." Jawab Elgar, singkat, padat, jelas.
"Perusahaan mengalami kerugian sebesar 580 juta."
"Bagaimana dengan JM Group? Apa mereka mengajukan pembatalan kerja sama juga?" Tanya Elgar.
"Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut dari perusahaan raksasa itu Pak."
"Huhh, baiklah. Aku akan menghubungi CEO nya, perusahaan kita jangan sampai mengalami kerugian lagi." Ucap Elgar.
"Baik Pak."
"Meeting selesai, silahkan keluar." Semua orang pun keluar dari ruangan rapat, tak terkecuali Raka.
Dari tadi pagi mood nya tak baik, apalagi saat melihat wajah murung istri nya. Hati nya sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi? Dia punya tanggung jawab dengan pekerjaan nya.
🌻
Di bawah, Brandon baru saja selesai dengan tamu terakhir nya, dan segera ke ruangan khusus pegawai untuk melihat Marsya.
Marsya terlihat sangat menikmati suasana nya, semenjak tidak ada lagi pembully di kantor, dia jadi lebih mudah berbaur dengan teman yang lain.
"Permisi, apa aku boleh ikutan?" Tanya Brandon.
"Masuk lah kak, dan duduk dengan Marsya." Jawab salah satu gadis yang paling dekat dengan Marsya.
Brandon masuk ke ruangan itu, dan duduk di samping Marsya.
"Makan sama apa?"
"Mie goreng sama kerupuk ikan." Jawab Marsya.
"Kerupuk ikan?"
"Cobain kak, kerupuk ikan buatan Mama nya Marsya enak sekali." Celetuk gadis yang lain.
"Pokok nya kalau Marsya bawa kerupuk ikan, biasa nya akan habis di minta, sampai dia gak kebagian." Gurau gadis yang duduk berhadapan dengan Marsya.
"Benarkah?" tanya Brandon melirik Marsya. Marsya memberi plastik berisi kerupuk ikan buatan ibu nya, Brandon mencomot satu dan memakan nya.
"Enak ya, pantesan aja kata temen-temen kamu enak, aku aja suka." Puji Brandon.
"Ciee Marsya wajah nya merona, senyum dong."
__ADS_1
"Btw, apa kalian ini sudah pacaran?" Tanya nya.
"Sangat mewakili." Yang lain ikut nimbrung.
"Udah dong, kenapa memang nya?" Tanya Brandon.
"Aduhh kita patah hati masal dong ini.." Kelakar mereka sambil tertawa, Sedangkan Marsya hanya mesem-mesem.
"Selamat ya kak Brandon sama Marsya, semoga hubungan nya langgeng sampai ke pelaminan."
"Cepet-cepet resmiin kak, kita mau perasmanan." Celetuk gadis yang duduk paling ujung.
"Ehhh, maaf kak. Mulut teman ku yang satu ini memang gak ada rem nya." Ucap gadis yang duduk di dekat Marsya, sambil melayangkan tatapan tajam nya.
"Doain aja ya, semoga di percepat dan di permudah."
Marsya melirik ke arah Brandon yang masih asik memakan kerupuk ikan buatan Mama nya Marsya. Dia menyunggingkan senyum samar, saat melihat ekspresi Brandon saat di suruh cepat meresmikan hubungan mereka.
"Jam makan siang sudah habis, aku pergi dulu." Pamit Brandon, dia bangkit dari duduk lesehan nya dan mengusap puncak rambut Marsya, mengacak nya pelan.
Hingga mengundang tatapan jahil dari teman-teman nya.
"Ciee, mesra banget."
"Jiwa jomblo ku meronta bang, kalau punya temen cowok yang cakep. Kenalin ya."
"Nanti kalau ada." Jawab Brandon santai dan pergi dari ruangan khusus pegawai itu.
Biasa nya Brandon akan makan di kantin, tapi siang ini dia menemukan kesenangan nya dengan makan siang bersama Marsya dan teman-teman nya.
Meski mereka banyak bicara dan jahil, tapi mereka asik juga di ajak mengobrol.
🌻
Sore hari nya, Marsya keluar bersama teman nya dengan di selingi canda tawa.
"Pangeran kamu udah nungguin, aku pulang duluan ya. Hati-hati di jalan, besok masuk pagi ya."
"Makasih kak Hanna." Jawab Marsya, Hanna adalah satu-satunya sahabat yang di miliki Marsya. Bahkan ketika ada kejadian pembully an, Hanna lah yang membela nya. Bahkan dia sering terluka hanya karena menolong nya.
"Sore kak."
"Sore kembali sayang, ayo pulang." Ajak Brandon, seperti biasa dia memasangkan helm dan Marsya akan memeluk erat pinggang Brandon, karena kalau tidak memeluk sampai malam pun Brandon takkan mau melajukan motor nya.
🌻🌻
tinggalkan jejak dan kasih hadiah ya😁 happy reading❤️
__ADS_1