Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Berdebat


__ADS_3

Mereka bertiga langsung pulang ke apartemen setelah menyelesaikan sarapan mereka, tentu dengan di iringi tawa Lita dan Ibu Renata yang tak berhenti nya berbincang sepanjang perjalanan.


Mereka terlihat seperti ibu dan Anak yang saling menyayangi, Raka tersenyum senang melihat Lita tertawa lepas saat bersama ibu nya.


Saat sampai di unit nya, samar-samar terdengar suara jeritan kesakitan dari dalam apartemen.


"Ada apa yak?" gumam Lita. Dia menggamit lengan Ibu Renata, dia tegang saat ini.


Perlahan Raka membuka pintu dan mengintip keadaan di dalam, seketika itu juga Raka membulatkan mata nya saat melihat apa yang sedang terjadi di dalam.


Catherine menangis di pojokan dengan rambut berantakan, pipi merah dan lebam, juga di lengan nya terdapat baret seperti luka bekas pecutan ikat pinggang.


"Ada apa ini? Mengapa selalu membuat kekacauan." Teriak Raka menggema di ruangan, hingga membuat ayah nya yang sedang santai menghisap Rokok di sofa terperanjat kaget.


Dengan tak tau malu nya, Catherine berlari ke arah Raka dan langsung memeluk nya erat.


Lita mengeratkan pegangan tangan nya pada Ibu Renata, wanita mana yang tak marah saat suami nya di peluk wanita lain? Apalagi itu adalah mantan calon jodoh yang di pilihkan orang tua Raka, meski saat ini status nya adalah madu Ibu mertua nya.


Tetap saja, dada nya bergemuruh hebat melihat adegan menyesakan itu. Meski Raka tak membalas, tapi pria itu hanya mematung membiarkan wanita itu memeluk nya.


"Hadapi dia, ayoo jangan lemah " Bisik Ibu Renata.


Dengan segenap keberanian, Lita maju dengan cepat dan menepis tangan Catherine yang melingkar erat di pinggang suami nya.


"Berani nya kau menyentuh Raka ku." Ucap Lita pelan, tapi tatapan tajam nya mampu membuat Raka pun gelagapan.


"Mau minta tolong dengan suamiku? jangan mimpi." ucap Lita lagi, kali ini tangan nya terulur menarik keras tangan Raka hingga dia terhuyung dan sengaja memeluk nya.


Lita menyusuri wajah Raka dengan jemari lentik nya, dia mencium bibir Raka dengan mesra di depan Catherine. Seolah menunjukkan bahwa Raka adalah milik nya, selalu miliknya.


"Kauu.. "


"Apa? Aku berhak melakukan apapun dengan suamiku, takkan ada yang melarang meski pun dirimu tak menyukai nya. Berbeda jika dirimu yang melakukan nya dengan suamiku, pasti akan ada yang melarang, karena kau tak lebih dari pengganggu yang bermimpi merebut suami ku."

__ADS_1


"Tak puas kah kau merebut seorang suami dari istri nya, dan ayah dari anak nya hanya untuk memenuhi naf*u bejat mu itu? Sampai kapan Catherine, sampai mati pun aku takkan merelakan suami ku untuk bersama mu." Ucap Lita tegas.


"Ckkk, jadi ini sosok menantu kesayangan mu? Cihh, tak lebih dari wanita rendahan."


"Rendahan kau bilang? Setidaknya aku punya hak untuk mempertahankan suami ku, sedangkan kau? Mempertahankan diri untuk menjadi istri kedua?"


"Aku ragu, apa kalian benar saling mencintai atau karena naf*u saja? Obsesi? Atau semacam nya, apa pernikahan kalian sah di mata agama dan negara, hukum?"


"Tentu saja.. "


"Tidak, mereka hanya menikah secara siri." Ucap Ibu Renata dengan tegas. Dia tak ingin diam lagi, sudah cukup selama ini dia selalu mengalah.


Bahkan suami nya itu tak pernah lagi menyentuh atau sekedar tidur bersama sejak Catherine hadir dalam rumah tangga nya.


Bisa di bayangkan bagaimana sakit nya? punya suami tapi lebih sering menghabiskan waktu dengan wanita lain? Bahkan mereka tinggal serumah, otomatis Ibu Renata pasti mendengar hal-hal berbau erotisme jika menjelang malam.


"Hanya nikah siri saja, lalu apa yang kau banggakan hmm?"


"Dia menangis di tengah malam dingin, sedangkan kau berbagi kehangatan dengan suami nya? Bersenang-senang dengan nya, bagaimana jika posisi kalian terbalik?"


"Harus nya sebelum bertindak, kau memikirkan segala konsekuensinya nya. Kau sama perempuan seperti kami, suatu saat kau akan mendapatkan cinta yang lebih dari orang yang tepat. Lalu bagaimana jika pria itu menghianati mu demi perempuan lain? Bayangkan perasaan nya, apakah kau sekejam itu Cath?"


"Jika mengejar sesuatu yang bersifat duniawi, itu takkan ada habis nya. Jadi sadarlah, bangun lah tembok perasaan mu dengan baik, jangan selalu mengganggu milik orang lain."


"Aku pergi." ucap Lita ,lalu pergi dari ruang tengah dengan perasaan yang sedikit lega karena sudah mengeluarkan semua unek-unek nya.


Dari dulu, dia sangat tak menyukai wanita yang berbau pelakor. Karena orang tua nya pernah mengalami nya juga, dulu saat dia masih SMP. Bahkan dia sendiri melihat nya dengan mata kepala nya, saat ayah nya memadu kasih dengan wanita lain di gudang rumah nya.


🥀


Pintu terbuka, menampilkan sosok laki-laki yang tak bisa menolak pelukan wanita tadi.


"Sayang, mau makan?" tanya Raka, karena hari sudah mulai siang. Dari perdebatan tadi, Lita tak pernah keluar lagi dari dalam kamar nya.

__ADS_1


Catherine dan ayah nya juga di pulangkan paksa ke US agar tak lagi mengganggu, Tapi ibu tetap disini sesuai permintaan Raka.


"Catherine dan Ayah sudah pulang ke US."


"Apa peduli ku?" Tanya Lita dengan wajah memerah dan mata yang sembab.


"Aku hanya sekedar memberi tahu mu sayang."


"Kamu marah? Maafkan aku, aku tadi terkejut."


"Terkejut atau menikmati itu berbeda tipis Mas. Kau terlihat menikmati pelukan nya itu, jika aku tak melepaskan nya mungkin kalian akan berpelukan lebih lama." Lita melirik Raka dengan sinis.


"Bukan begitu.. "


"Bisakah bersikap lebih tegas dengan wanita itu? sudah jelas maksud nya ingin merebut mu dari ku, tapi kau malah terlihat memberi nya kesempatan." Ucap Lita datar, tanpa emosi sedikit pun.


"Sayang aku tak bermaksud begitu, percaya dong."


"Aku memang percaya, tapi aku tetap merasa nyeri di ulu hati saat melihat dengan berani nya wanita itu memeluk mu."


"Sudahlah, aku tak ingin berdebat. Pergilah, tinggalkan aku sendiri, aku butuh ketenangan." Ucap Lita.


"Sayang, berfikirlah lebih fositip. Jika aku menginginkan nya, kenapa tidak sebelum aku menikah dengan mu? Kenapa baru sekarang, ayo lah sayang."


"Cukup, biarkan aku sendiri."


Lita berbaring dan memunggungi Raka yang masih duduk di sisi ranjang, dengan wajah frustasi nya.


Padahal tadi pagi semua nya baik-baik saja, tadi malam bahkan mereka sempat bertempur hebat, tapi sekarang? Lita nya merajuk gara-gara wanita gatal sialan itu. Menyebalkan memang.


🌻🌻🌻


Jangan lupa tinggalin jejak ya wakk☺️ happ reading, tap favorit juga😁

__ADS_1


__ADS_2