Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Berhenti Sebelum Kenyang


__ADS_3

Brandon baru saja menyelesaikan pekerjaan nya yang terakhir saat wanita yang di kenal sebagai manager keungan lewat di depan nya dengan angkuh. Ya, satu perusahaan tau kalau manager keuangan memiliki perangai buruk, selain sombong dan angkuh, dia juga suka membuly dan berbuat seenak nya.


Entahlah, berita ini sudah sampai ke CEO atau belum, tapi wanita itu membuat pegawai khusus nya OG atau OB menjadi takut jika harus membersihkan ruangan manager keuangan.


"Cihh, kenapa baru ingat kalau wanita itu angkuh nya tingkat dewa?" Gumam Brandon sambil memukul pelan kepala nya, sejak mempunyai pacar di pikiran nya hanya ada Marsya dan Marsya, pemikiran yang lain seolah hilang.


"Begitu sial nasib mu sayang, kenapa harus kau yang bertugas membersihkan ruangan wanita angkuh itu."


Brandon menggeleng-gelengkan kepala nya, apa harus melapor pada CEO atau tidak seperti yang Marsya lakukan? Tapi dia tak rela kekasih nya di perlakukan seperti itu, hanya karena memecahkan vas bunga yang katanya limited edition.


Tak lama muncul lah Elgar di ikuti Raka, wajah mereka terlihat tak bersahabat, ada apa? Tapi beberapa detik kemudian, manager keuangan datang dengan menunduk.


"Wahh, wanita angkuh itu menunduk. Berita yang menggemparkan ini, tapi kenapa ya?" Brandon menggumam saat melihat wanita itu berjalan pelan dan menunduk dalam, tangan nya memilin ujung kemeja dengan gugup.


"Beberapa menit yang lalu dia masih angkuh, menegakan kepala nya kan? Lalu sekarang dia menunduk, semoga saja kasak kusuk nya udah ketahuan biar di pecat sekalian." rutuk Brandon, meski pun Marsya bersalah karena memecahkan vas bunga, tapi dia merasa tak rela saja.


"Oyy, ngelamun aja. Nih cemilan buat Lu." ucap Bella memberikan sekantong cemilan pada Brandon.


"Wuihh makasih kakak ipar, udah selesai ketemu bang Haris nya?" Tanya Brandon.


"Udah kok, cuma nganter berkas yang ketinggalan sama makan siang. Yaudah gue pergi dulu, baby Dev pasti nungguin di rumah."


"Iya, hati-hati di jalan ya kakpar. Thanks cemilan nya." Bella hanya menganggukan kepala nya, dan menghilang di balik pintu kaca.


Brandon membuka satu bungkus keripik dan memakan nya, karena pekerjaan nya sudah selesai jadi dia bebas melamun. lagi pun tak ada tamu yang datang.


"Minta.."


"Noh di kresek." Brandon menunjuk dengan dagu nya.


"Cewek tadi siapa Brand?" Tanya Bima, teman sepekerjaan nya.


"Istri nya bang Haris," Jawab Brandon di sela ngemil nya.


"Cantik ya, istri nya pak Raka juga cantik masih muda lagi."


"Secara gak langsung lu naksir kakak ipar gue, gitu?" Tanya Brandon ketus.


"Apaan sih, gue cuma bilang mereka cantik. Lagipun kagak ada niatan buat naksir, gak level kayak nya." Ucap Bima sambil cengengesan.


"Hooh, secara kan lu kayak bola sepak." Brandon meledek teman nya, karena badan nya yang bulat.


"Body shaming Lu."


"Hahaha, sorry ya pak Bima.."


"Gapapa deh, gue harus rajin olahraga biar body nya kayak Lu. Btw lu punya roti sobek kagak?" Tanya Bima.


"Punya dong weh, cuma empat sih belum enam."


"Seriusan?" Tanya Bima lagi.

__ADS_1


"Ngapain bohong sih, ini napa jadi bahas roti sobek sih?"


"Penasaran aja Brand." Jawab Bima sambil nyengir.


🌻


Sore hari nya, Brandon menemui Marsya di ruangan belakang. Menurut teman-teman nya, Marsya masih beberes.


"Sayangg.." Panggil Brandon, dia melihat punggung Marsya yang masih membersihkan beberapa benda dengan kemoceng nya.


"Tunggu sebentar ya, sedikit lagi." Jawab Marsya, Brandon pun duduk di kursi yang ada di dekat ruangan itu menunggu kekasih nya keluar.


"Wihh abang Brandon, nungguin Marsya ya?" celetuk Hanna.


"Iya.." Jawab Brandon singkat.


"Sedikit lagi kok, sebentar lagi kelar." Brandon hanya mengangguk, sedangkan Marsya mengulum senyum nya karena bukan hanya isu yang mengatakan kalau Brandon dingin pada gadis lain, selain dirinya atau kakak ipar nya.


Hanya menunggu beberapa menit saja, Marsya sudah selesai dan mendekati kekasih nya yang sedang memainkan game online di ponsel nya.


"Sayang, mau pulang sekarang atau menginap disini karena main game terus?" Tanya Marsya, karena melihat Brandon sangat anteng main game.


"Eehh ayang, udah selesai ya. Cuss pulang, katanya mau bakso pedes."


"Beneran mau beliin?" Tanya Marsya.


"Tentu saja, memang nya kenapa? Katanya tadi mau kan."


"Mau sih, tapi gapapa ya minta bungkus buat mama sama Nia?" Tanya Marsya pelan.


Brandon mengamit tangan Marsya dan menyatukan jari jemari nya, membuat Hanna yang masih bekerja karena lembur tersenyum senang karena akhirnya Marsya mau membuka hati nya kembali.


Sebagai seorang teman, walau pun belum terlalu lama, tapi dia tau semua tentang Marsya termasuk cara pria-pria memandang dirinya, apalagi saat mendengar Marsya sering di putuskan hanya karena keadaan rumah nya, membuat Hanna marah.


Mencari pria yang baik dan menerima apa adanya sangat sulit, apalagi di zaman yang serba modern ini. Dirinya juga masih betah sendiri, meski orang tua nya sering mendesak agar dia segera menikah dan memberikan mereka cucu, tapi Hanna yang keras kepala tentu nya takkan menurut. Dia terlanjur nyaman dengan pekerjaan nya, apalagi di perusahaan besar, gaji sebagai OG saja mampu untuk dirinya membiayai hidup adik nya yang masih sekolah.


Brandon memasangkan helm nya seperti biasa, dan hal itu tak luput dari pandangan seorang Hanna. Dia sangat bahagia, akhirnya Marsya memiliki pria yang mau menerima nya apa ada nya,tanpa memandang apapun.


Brandon melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, dia selalu menyukai pelukan Marsya jika berboncengan dengan nya.


"Sayang, sebelum masuk gang ke rumah ada warung bakso yang enak, beli disitu aja ya?"


"Enggak di restoran yang?" Tanya Brandon.


"Gak usah yang, mahal." Tentu saja Marsya menolak, dirinya sudah terbiasa hidup dengan kesederhanaan.


Brandon juga tak bisa menolak, selama kekasih nya senang dia akan mengikuti nya saja.


Setelah sampai di warung bakso, Brandon membuka helm Marsya dan mengajak nya masuk dan memesan.


"Enak?" Tanya Marsya di sela makan nya.

__ADS_1


"Gak salah lagi yang, enak banget."


"Jangan lupakan harga nya juga murah, cuma 15 ribu." Ucap Marsya.


"Sebanyak ini? Auto nambah ini mah.."


"Nambah aja, kamu ini yang bayar.." Celoteh Marsya.


"Iya sayang, kalau kamu mau lagi pesen aja."


"Satu aja cukup, berhenti sebelum kenyang." Sindir Marsya, karena Brandon baru saja memesan mangkuk kedua nya.


"Hehee, laperr plus doyan yang.." Marsya hanya tersenyum, sesekali dia menyeka keringat di dahi lelaki nya.


🌻


Setelah acara makan bakso di warung pinggir jalan, Brandon mengantarkan Marsya sampai rumah setelah membungkus beberapa bungkus bakso untuk calon mertua dan adik nya.


Sekarang Brandon sedang duduk bersandar di sofa ruang tamu bersama abang nya yang tengah fokus menonton siaran sepak bola.


"Bang, tadi manager keuangan menunduk gitu kagak seperti biasa nya. Kenapa?" Tanya Brandon, menanyakan ke penasaran nya.


"Dia di duga korupsi Brand, dia menggelapkan uang perusahaan dengan jumlah yang fantastis."


"What, benarkah?" Tanya Brandon, dia bangkit dari sandaran nya.


"Iya, secara logika ya darimana dia bisa beli barang-barang branded yang ada di ruangan nya, termasuk vas bunga yang di pecahkan Marsya."


"Abang tau?" Tanya Brandon lagi.


"Tau lah, kataku juga gak ada sift pagi di perusahaan, kalau sift malam memang ada."


"Lalu sekarang bagaimana?" Brandon menanyakan seluruh pertanyaan yang memenuhi otak nya.


"Wanita itu di tangani oleh pihak berwajib Brand, sesuai perbuatan nya. Belum lagi denda yang di ajukan perusahaan, pasti membuat nya frustasi."


"Memang berapa denda nya?" Tanya Brandon lagi.


"12 miliyar Brand, sesuai uang yang sudah di gelapkan nya. Belum lagi perangai nya yang membuat Pak El muak."


"Itu uang kan bang? Sebanyak itu? Gila tuh perempuan." Brandon geleng-geleng kepala.


"udah pernah liat uang 12 miliyar belom?" Tanya Raka.


"Belom lah bang.."


"Abang punya, kalo mau lihat ada di brankas." Sindir Raka.


"Ihh abang mah suka gitu, au ahh cape." Ucap Brandon lalu pergi ke kamar nya dengan wajah yang di tekuk.


🌻

__ADS_1


panjang banget ini bab🤭 maafin kalo masih garing ya, otak author buntu gara-gara meriang kemaren😁


jangan lupa like, komen, vote dan kasih hadiah deh ya, happy reading❤️


__ADS_2