
Marsya melucuti pakaian suami nya, entahlah dia sangat excited untuk memanjakan suami nya. Ada rasa bersalah yang menggunung di dalam hati nya, seminggu ini dia sudah marah-marah tak jelas, bahkan membesar-besarkan masalah. Tapi sekarang mood nya sudah membaik, dan dia ingin melayani suami nya dengan baik lagi.
"Kenapa kamu begitu antusias melucuti pakaian ku sayang?" Tanya Brandon, dia menyukai nya tapi, dia ingin tau apa alasan di balik sikap manis istri nya saat ini.
"Apa tidak boleh?" Tanya Marsya, dia menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.
"Bukan begitu sayang, seminggu ini aku merindukan Marsya yang manis, bukan Marsya yang galak."
"Kamu gak suka aku yang kemarin? Maafin aku sayang, aku gak tau kenapa aku jadi gitu kalau lagi dateng bulan. Sebelum menikah juga aku selalu begitu, dan sasaran kemarahan ku adalah Nia." Jelas Marsya, kepala nya menunduk dalam tanda penyesalan.
"Ohh jadi udah kebiasaan ya? Yaudah deh gapapa, aku maafin kamu sayang." Ucap Brandon, dia mengelus lembut pipi Marsya.
"Terimakasih sayang, aku bingung harus minta maaf ke kakak mu."
"Kenapa harus bingung sayang, kak Mike pasti ngerti kok."
"Semoga saja, jadi sebagai permintaan maaf aku yang udah nyebelin selama satu minggu ini, aku akan melayani mu." Ucap Marsya genit, dia mengelus sesuatu yang menonjol di balik celana boxer suami nya.
"Sudah berani nakal ya kamu? Aku hajar kamu.."
"Jangan disini deh, aku pasti kedinginan kalo main disini. Lebih baik sekarang aku mandiin kamu, terus kita main. Mau?" Tawar Marsya.
"Seminggu itu tujuh hari, berarti malam ini aku akan mendapat tujuh jatah." Ucap Brandon dengan seringai nakal nya.
"Di cicil aja boleh gak sih? Sekarang 4 besok 3? Soalnya kalo habis dateng bulan tuh suka ngilu."
"Boleh deh, yaudah mandi sekarang." Marsya tersenyum dan mengangguk. Brandon membuka celana boxer nya dan masuk ke dalam bath up berisi air hangat yang sudah di siapkan istri nya.
Dengan cekatan, Marsya menyabuni seluruh tubuh suami nya menggosok nya pelan, tak ada yang terlewat. Bahkan saat menyabuni bagian bawah, Marsya sempat memainkan nya hingga membuat suami nya itu mengerang manja.
"Haruskah aku memakai pakaian dinas untuk menyenangkan mu sayang?" Tanya Marsya.
"Aku ingin melihat mu memakai yang hitam." Jawab Brandon.
"Baiklah, apapun untuk mu suamiku. Sudah selesai, keringkan tubuh dan rambut mu dulu. Aku akan memakai pesanan mu." Ucap Marsya. Brandon tersenyum penuh arti, istri nya kembali menjadi manis seperti sebelumnya. Apalagi sekarang, Marsya sudah mulai nakal dan berani menawarkan lebih dulu dan Brandon sangat menyukai istri nya yang agresif.
Brandon keluar lebih dulu dari kamar mandi dengan handuk yang melilit menutupi bagian bawah nya hingga lutut. Marsya memandangi tubuh suami nya dengan tatapan memuja, meski sudah sering menyentuh nya tapi tetap saja dia selalu terpana saat melihat nya bertelanjangg dada seperti ini.
__ADS_1
"Tutupin tuh mulut, nanti ada lalat masuk. Cepetan, juniorr udah meronta pengen masuk gua gelap." Cetus Brandon, berjalan santai meninggalkan istri nya yang masih speechles dengan pemandangan indah yang tersaji di depan nya baru saja.
Marsya segera mengganti pakaian nya dengan pakaian dinas pesanan suami nya, warna hitam. Pasti akan cocok dengan tubuh putih mulus Marsya.
Tak lama, Marsya keluar dengan jubah lingerie yang menutupi tubuh polos nya yang bisa terlihat saking tipis nya pakaian itu. Tapi jangan remehkan harga nya, Brandon bahkan harus puasa beli baju 2 bulan untuk membeli satu set lingeriee.
Brandon yang sedang duduk menyandar di kepala ranjang langsung tersenyum senang saat melihat istri nya berjalan anggun dengan pakaian haram nya.
"Perfect.." Satu kata yang Brandon ucapkan untuk memuji penampilan istri nya, membuat Marsya tersipu hingga pipi nya memerah.
Brandon menarik tangan Marsya dan mendudukan nya di pangkuan, Brandon mengusap kedua pipi bulat Marsya dengan lembut dan mengecup nya mesra.
"Kamu sangat cantik jika begini,"
"Jangan membuat ku malu sayang, ayolah.." Ucap Marsya, dia mengalungkan kedua tangan nya di leher suami nya.
"Masih malu dengan ku? Bukan kah kita sudah sering melakukan nya, ya meski aku harus puasa seminggu." Jawab Brandon, tangan nya bergerak menurunkan jubah lingerie Marsya hingga ke pundak.
Brandon menggigit gemas pundak istri nya yang terbuka, dia gemas saat melihat nya.
"Awww, sakitt. Kenapa di gigit sih?"
"Enggg..."
Tangan Brandon merayap ke tempat favorit nya, dua bukit yang menantang untuk di daki. Brandon tak sabar dan segera mengulumm puncak nya yang sudah menegang hebat karena di mainkan.
"Ahhh..." Desahh Marsya, dia meremass rambut belakang suami nya.
Brandon tak sabaran dan segera menyatukan diri, padahal milik Marsya belum basah untuk di masuki. Hingga membuat Marsya memekik kesakitan.
"Emmm, s-sakit." Rengek Marsya, tapi Brandon tak peduli dia terlanjur bernafsu untuk melakukan penyatuan ini.
Brandon menepuk ****** istri nya, menyuruh nya bergerak.
"Bergerak sayang." Marsya bergerak naik turun, dia masih merasa ngilu. Entah kenapa milik suami nya terasa lebih besar sekarang.
Brandon meracau menyebut nama Marsya saat istri nya tengah bergerak menaik turunkan pinggull nya.
__ADS_1
Merasa tak tahan, Brandon membalikan posisi menjadi Marsya di bawah tubuh nya tanpa melepas penyatuan nya.
Brandon menyentak milik Marsya dengan keras, membuat Marsya menjerit nikmat. Tapi bohong saja jika dia tak merasakan sakit, milik nya sakit bercampur rasa perih, tapi rasa nikmat nya tak ada duanya.
Di lantai bawah, seluruh anggota rumah sudah berkumpul di meja makan, mereka tinggal menunggu sepasang suami istri itu turun. Tapi sudah hampir satu jam, kedua sejoli itu tak kunjung turun juga.
"Haisshhh, ya masa udah main kuda-kudaan jam segini." Gerutu Mike.
"Diam Mike, gapapa kalo emang mereka lagi main toh udah halal. Lagian kamu jomblo tau apa?" Ledek Roberts.
Ibu Asih terkekeh saat mendengar ocehan besan nya itu, anak dan ayah itu sering sekali berdebat hanya karena masalah kecil.
Di kamar, sepasang suami istri itu baru saja menyelesaikan ronde kedua nya. Brandon masih memeluk tubuh basah Marsya dengan erat, milik nya masih berkedut setelah pelepasan yang baru dia capai.
"Aku lapar sayang.." Ucap Marsya, dia bersembunyi di dada bidang suami nya.
"Berpakaian lah, kita turun. Makan yang banyak ,malam ini belum berakhir. Baru dua ronde, berarti dua lagi." Brandon menyeringai membuat Marsya mencebik, suami nya ini akan selalu ingat kalau masalah jatah malam.
Marsya memakai piyama yang di ambilkan Brandon, mereka turun dengan bergandengan tangan mesra.
"Pegangan tangan terooss, kayak mau nyebrang."
"Iri? Bilang boss.." Jawab Brandon santai, lalu menarik kursi untuk di duduki istri nya.
"Ngapain aja, kok lama? Kita nunggu disini hampir satu jam tau." Mike mulai menyuapkan makanan pada mulutnya, dia sudah kelaparan karena harus menunggu sepasang pengantin yang habis melakukan ritual.
"Idih kepo, terserah gue dong. Lagi makan mah makan aja, gak perlu rempong."
"Mulut lu lama-lama lemes juga ya." Celetuk Mike dengan mata yang memicing.
"Sudah, duduk dan makan lah. Melakukan ritual suami istri juga perlu tenaga." Cetus Roberts, membuat wajah Marsya memerah seperti tomat karena ucapan mertua nya sangat tepat sasaran.
Marsya hanya tersenyum canggung sambil menggaruk pelipis nya, dia malu sekali. Kelakuan nya bersama sang suami sudah ketebak oleh mertua nya sendiri.
🌻🌻
Jangan tanggung-tanggung Brand, 7 ronde ya?🤣🤣
__ADS_1
tinggalkan jejak, vote, hadiah dan follow akun author, nanti di follback kok☺️🙏 happy reading❤️