
Di rumah Haris, Lita sedang bermain dengan Baby Dev. Meski sering nya tidur, tapi ketika bayi itu bangun dan menangis, dia akan tenang jika di gendong oleh Lita.
Tak terasa, sudah hampir satu minggu dia pergi dari rumah. Selama itu pula, Raka tak pernah menemui dirinya disini. Jujur saja, dia sangat merindukan suami nya itu, tapi dia hanya akan menunggu waktu yang tepat untuk pulang.
Lita sedang menggendong Baby Dev, saat Brandon datang dan langsung memarkirkan motor nya dengan rapi.
"Kakak ipar.." panggilnya.
"Ehh Brandon, apa kabar?" Tanya Lita,
"Baik, kakak bagaimana?"
"Aku juga baik, ngapain kesini?" Tanya Lita lagi.
"Mau ngobrol aja." Jawab Brandon. Tak lama, Bella keluar dari rumah.
"Eyy Brandon, Lu disini?"
"Jelas-jelas lu dah liat gue disini make nanya." Ucap Brandon ketus.
"Masuk, mau ngopi?"
"Kagak, gue kesini pengen ngobrol aja sama kakak ipar gue." Tolak Brandon, dia tak mau melupakan tujuan utama nya datang ke rumah Haris.
Bella mengerti, dan segera mengambil alih Baby Dev dari gendongan Lita dan membawa nya masuk.
"Ada apa?"
"Apa kakak belum cukup tenang untuk pulang?" Tanya Brandon, membuat Lita diam. Dia sebenarnya ingin pulang, tapi dia tak mau di abaikan lagi.
"Apa suasana hati kakak belum membaik? Sampai kapan?"
"Kami rindu kehadiran kakak, rumah itu terasa sangat sepi tanpa kakak. Tolong lah, segera pulang kak. Mama sangat merindukan kakak, dia sering menangis dalam diam."
"Apa kakak tak kasihan dengan kami? Bang Raka juga selalu uring-uringan, dia berantakan tak terurus sejak kakak pergi. Dia jarang makan, di kantor juga dia selalu marah-marah."
"Tolong fikirkan lagi kak.." Ucap Brandon.
Dia menjelaskan semua nya, termasuk keadaan Raka. Dia berubah sejak Lita pergi, bahkan hampir tak pernah pulang ke rumah. Kalau pun pulang, dia akan menghabiskan waktu dengan melamun.
Lita terkejut mendengar penuturan Brandon tentang keadaan suami nya.
"Apa dia akan menerima ku lagi, jika aku pulang?"
"Tentu saja ,kau hidup nya. Kau istri nya, kau belahan jiwa nya." Jawab Brandon.
__ADS_1
"Jujur saja, aku juga tak mau terus berjauhan dengan suamiku, tapi aku hanya takut dia mengabaikan aku lagi seperti waktu itu." Jelas Lita, menjelaskan ketakutan nya.
"Pekerjaan di kantor sudah mulai normal kembali, mungkin hal semacam itu takkan terjadi lagi. Beri kesempatan kedua untuk bang Raka."
"Baiklah, aku akan pulang. pulang lah duluan, nanti aku naik taksi." Ucap Lita, membuat Brandon tersenyum puas. Tak sia-sia dia pergi kesini dan membujuk kakak ipar nya itu.
"Tidak, aku takut kakak berbohong."
"Tunggu saja, aku akan berpamitan pada Bella." Ucap Lita, lalu masuk dan segera berpamitan pada kakak ipar nya, dan pergi setelah taksi online yang di pesan nya datang.
Sepanjang perjalanan, Lita hanya diam, apakah keputusan nya untuk pulang itu sudah tepat?
Satu jam kemudian..
Lita turun dari taksi yang membawa nya, dia menatap rumah minimalis yang selama ini menjadi saksi bisu perjuangan nya agar bisa terus bersama dengan suami nya.
Rumah ini tau, bagaimana dia berusaha keras meyakinkan diri nya sendiri saat ayah mertua nya tak menyukai nya, bahkan cenderung membenci nya.
Lita tersenyum kecut saat mengingat moment itu, segala kenangan nya bersama Raka juga terukir disini.
Lita berjalan pelan dan membuka pintu secara perlahan, dia masuk ke dalam rumah nya, istana nya dengan suami nya.
Hari ini, setelah satu minggu dia pergi. Ini pertama kali nya dia menginjakan kaki lagi di rumah ini. Rasa nya sangat asing, Lita mengedarkan pandangan nya.
Suasana rumah tampak sepi, tak ada siapa pun. Keadaan rumah juga bersih dan Rapi, seperti terakhir kali dia pergi.
"L-lita?" Panggil nya, mata nya berkaca-kaca.
"Mama, Lita pulang." Ucap Lita, dia sudah menangis saat ibu mertua nya memeluk dengan erat.
"Akhirnya kamu pulang sayang, Mama selalu menunggu moment ini." Gumam Mama Renata, di sela isaka nya. Betapa bahagia nya dia saat melihat menantu kesayangan nya sudah kembali.
"Aku sudah selesai dengan kemarahan ku, maka nya aku pulang."
"Menantu kesayangan ku sudah kembali, terimakasih sayang.." Ucap Mama Renata, dia mengusap lembut wajah menantu nya.
"Beristirahat lah sayang, kamu pasti lelah." Lita mengangguk dan pergi ke kamar nya.
Brandon tersenyum saat melihat Mama Renata memeluk Lita, dia tau betapa bersedih nya wanita baya itu selama Lita pergi.
"Brandon?"
"Yes, Mom.." Jawab Brandon pelan.
"Kau yang membujuk kakak ipar mu agar pulang kan?" tanya Mama Renata. Brandon menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia tersenyum canggung, sampai akhirnya dia mengangguk.
__ADS_1
"Terimakasih Nak, kehangatan rumah ini akan kembali lagi." Ucap Mama Renata mengelus puncak kepala Brandon.
Setelah beristirahat sejenak, Lita membereskan ranjang dan kembali menata pakaian nya di lemari.
"Rasa nya sudah lama aku tak disini, rasa nya sangat dingin." Gumam Lita, dia berdiri di depan jendela tinggi yang menghadap langsung ke jalanan.
Setelah satu minggu tak bertemu dengan Raka, tiba-tiba saja dia sangat merindukan suami nya itu. Lita tersenyum samar saat mengenang kebersamaan nya dengan Raka.
🌻
Sore hari, Raka pulang dengan wajah datar nya seperti biasa. Dia terlihat sangat berantakan, bahkan warna dasi nya tidak cocok dengan setelan jas nya.
"Sore Raka.." Sapa Mama Renata, membuat Raka mengernyitkan dahi nya. Sudah lama dia tak bicara dengan ibu nya, jika bukan hal yang penting.
"Sore kembali Mam, ada apa hari ini?"
"Tidak ada." Jawab Mama Renata.
Raka memalingkan wajah nya, dia berharap Mama nya akan bilang kalau Lita sudah pulang. Tapi harapan nya pupus setelah Mama nya mengatakan tidak.
Raka masuk ke kamar nya, dia melempar asal tas kerja dan jas nya. Lalu berbaring dengan kemeja dan sepatu yang belum dia lepas.
"Letakan barang di tempat nya, jangan sembarang. Pantas saja terlihat berantakan." Suara itu terdengar tak asing bagi Raka, tapi dia tak berada disini. Jadi sudah di pastikan, kalau dia berhalusinasi lagi.
Selama Lita pergi, suara-suara Lita sering terdengar, apalagi saat pagi-pagi. Tapi ternyata itu hanya halusinasi nya semata, fakta nya Lita pergi dari rumah.
"Halusinasi lagi." Gumam Raka, dia kembali melempar sepatu kerja nya dan pergi ke kamar mandi.
"Cihhh pria itu, berantakan sekali." Gerutu Lita, lalu menyimpan sepatu ke tempat nya. Dia masuk ruang ganti, dan menyiapkan pakaian ganti untuk suami nya dan menyimpan nya di sisi ranjang.
15 menit kemudian, Raka keluar dengan mengibaskan rambut basah nya, hingga air nya memercik ke segala penjuru ruangan.
"Keringkan dengan handuk, belajarlah mandiri. Kau sudah dewasa, sebentar lagi akan jadi ayah." Ucap Lita.
Raka celingukan mencari handuk, dan nihil dia tak menemukan nya. Baru kali ini, suara Lita terasa sangat nyata.
"Mencari ini Mas?" Tanya Lita, dia menyodorkan handuk kecil ke depan suami nya.
Raka mendongak dan menatap wajah cantik istri nya.
"S-sayang?.."
🌻🌻
Noh, Lita dah balik🤭 jangan di abaikan lagi ya bang😁
__ADS_1
jejak nya jangan lupa😘