
Pagi-pagi sekali, Lita sudah bangun dan pergi ke kamar putri kecil nya, tentu setelah menidurkan kembali adik kecil sang suami yang ikut terbangun saat merasakan gua nya bergerak.
"Gimana tadi malem tidur nya, nyenyak gak?" Tanya Lita pada baby sitter baby Ralinsya yang bernama Mina.
"Nyenyak Nona, hanya beberapa kali bangun karena haus tapi setelah nya tidur kembali Nona." Jawab Mina malu-malu, dia merasakan kecanggungan luar biasa, apalagi saat tak sengaja mata nya melirik ke arah leher majikan muda nya yang penuh dengan tanda merah keunguan. Tentu nya dia juga wanita bersuami yang tau apa tanda itu.
"Kenapa Mina, kok mandangin istri saya gitu banget?" Tanya Raka yang tiba-tiba saja sudah ada di kamar anak nya, menyusul istri nya.
"E-ehh, gapapa tuan. Saya hanya.."
"Tak usah banyak alasan, kamu saya pekerjakan disini buat jagain anak saya, bukan buat mandangin istri saya kayak gitu." Ketus Raka, dia menarik pinggang Lita dengan posesif. Padahal kan Mina itu perempuan, dan dia juga wanita normal yang punya suami. Ada-ada saja kelakuan Raka ini.
"Maafkan saya tuan.."
"Sudahlah Mina tak apa, ayo kita turun. Kita sarapan." Ajak Lita, dia tak mau mengikuti drama konyol suami nya.
Raka menatap tajam Mina dengan mata elang nya, Mina yang di tatap seperti itu merasa takut dan memilih menundukan kepala nya lalu berjalan mengekor di belakang sepasang suami istri itu.
Mama Renata menyambut kedatangan anak, menantu dan cucu nya di meja makan dengan senyuman ceria nya. Memang akhir-akhir ini mood ibu mertua Lita itu selalu baik, karena Danu sudah lama tak datang berkunjung ke rumah anak nya. Entah dia sudah menyerah untuk meluluhkan hati Raka, atau mendapatkan pengakuan dari Raka. Yang jelas, Mama Renata senang karena pria itu tak datang kemari dan merusak hari nya.
Jujur saja, meski sudah berpuluh tahun lama nya tapi luka itu terasa masih basah. Apalagi setelah pertemuan nya kembali dengan Danu, dari dulu kenapa juga dia tak menyadari kalau Danu adalah adik sahabat nya, Dani. Padahal mereka berdua mirip.
Hanya saja, Dani masih terlihat bugar di usia senja nya, badan nya juga masih bagus, tak ada perut buncit atau pun kepala yang sebagian botak. Sangat berbanding terbalik dengan Danu, perut nya buncit, kepala nya setengah plontos.
"Rewel gak dia semalam, Mina?" Tanya Mama Renata.
"Baby Ralinsya adalah bayi paling anteng yang pernah saya asuh Nyonya, hanya beberapa kali terbangun dan setelah saya beri susu dia tertidur lagi." Jawab Mina.
"Syukurlah, kamu gak nyusahin pengasuh kamu."
"Ayo sarapan bareng." Ajak Lita, dia duduk di samping Minna.
"Mina, pindah duduk nya ke sisi samping dekat Mama Renata." Perintah Raka dengan ketus.
__ADS_1
"Ya ampun tuan posesif sekali, padahal saya wanita normal." Batin Mina.
"jangan mencoba menggerutu di dalam hati mu, Mina."
"Astaga, kenapa dia bisa tau? Apa tuan Raka bisa membaca pikiran orang lain?" Batin Mina lagi.
"Tunggu apa lagi Mina, duduk dan cepat makan. Setelah itu kembali asuh Baby Ralinsya, karena Lita akan ikut saya ke kantor." Ucap Raka tegas, membuat Lita bengong.
"Mas.." Tadi nya dia ingin menolak ucapan suami nya, dia ingin di rumah saja hari ini bersama baby Ralinsya dan mama mertua nya.
"Tak ada penolakan, ini keputusan final tak bisa di ganggu gugat. Kau mengerti istri ku sayang?" Lita meneguk ludah nya kasar, aura dingin suami nya kembali. Ada apa sebenarnya? Apa dia kurang nyaman dengan keberadaan Mina?
"Huhh baiklah, pemaksa." Gerutu Lita, dia melahap sarapan di piring nya dengan kesal. Suapan nya sangat besar hingga membuat pipi cabi nya makin menggembung.
Sedangkan di rumah sebelah, tepat nya rumah Brandon dan Marsya tengah terjadi suatu keributan besarr.
Istri yang sedang PMS itu marah besar saat suami dan kakak nya itu kompak memecahkan alat makan, yang satu nya memecahkan piring, dan suami nya memecahkan gelas antik yang Marsya beli secara custom dengan ukiran nama nya dan suami. Bahkan untuk mendapatkan gelas itu Marsya harus ikut pre order selama satu bulan.
"S-sayang, maaf ya aku gak sengaja."
"Sebagai hukuman, kakak gak bakal aku masakin, dan kamu gak bakalan aku bikinin kopi selama seminggu."
"Ingat, tak boleh melanggar jika itu terjadi hukuman di perpanjang. Khusus untuk kamu suami ku tersayang, tak ada jatah malam!" Tegas Marsya.
"Sayang gak bisa gitu dong, aku kan gak sengaja."
"Terus karena kamu bilang gak sengaja, lalu gelas itu bisa utuh lagi gitu?" Ucap Marsya datar.
"Tapi kan.."
"Gak ada tapi-tapian, sana pergi kerja." Ucap Marsya, aura nya benar-benar menakutkan. Marsya berubah 180 derajat jika sedang datang bulan, dia menjelma seperti orang lain. Padahal jika tidak sedang datang bulan, Marsya sangat lembut dalam bertutur kata, tapi ini doyan mencak-mencak.
Brandon pun pergi dengan lesu, sudah di marahi, terus dapat hukuman, gak dapet jatah lagi. Benar-benar tiga kesialan yang datang bersamaan.
__ADS_1
Kenapa juga dia harus memecahkan gelas kopi itu? Jawaban nya karena tak sengaja tersenggol oleh sikut kakak nya yang panik juga karena memecahkan piring makan.
"Malang nya nasib ku ya ampun, salah apa aku ini ya tuhan.." Gumam Brandon, dia mengusap wajah nya kasar. Lalu mulai menaiki motor nya dan pergi menjauhi rumah nya, menuju perusahaan tempat nya mencari rupiah.
"Kusut bener, nape nih penganten?" Tanya Bima, saat Brandon baru saja duduk di kursi nya.
"Marsya lagi dateng bulan, mana doyan marah-marah lagi." Jawab Brandon.
"Wih double kill dong, di marahin plus gak dapet jatah malem." Celetuk Bima jahil. Brandon melirik sekilas pada teman nya, lalu memalingkan wajah nya kembali.
"Gak semangat gue kerja nya, Bim."
"Kita di tuntut buat profesional Brand, jangan bawa-bawa masalah pribadi ke dalam kerjaan." Ucap Bima bijak.
"Iya juga sih, yaudah gue mau ngisi absensi dulu." Brandon bangkit dari kursi nya dan pergi ke mading untuk mengisi absensi kehadiran.
Brandon kesal bukan main, bagaimana tidak. Dia libur selama tiga hari dan di mading di tulis dengan 'Cuti Kawin', dan dia tau itu perbuatan siapa. Pasti Bima biang kerok nya.
"Awas aja lu bola basket, gue bales lu."
Brandon menulis di mading hari ini di kotak milik Bima 'Izin Kebelet Ber*k'. Brandon terkekeh puas saat melihat hasil karya tangan ajaib nya.
Setidak nya dengan bekerja dia bisa melupakan nasib malang nya di rumah, semoga saja semua ini cepat berakhir. Kasian penganten baru, bukan nya nikmatin masa-masa kehangatan, ehh malah di omelin tiap hari gara-gara istri nya dateng bulan.
🌻
Sabar ya abang Brandon🤭🤭
fans nya Brandon mana nihh?🤭😂
__ADS_1
jangan lupa mampir ke novel baru author ya☺️🙏🙏