Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Siapa Kakak Brandon?


__ADS_3

Inilah hari yang di tunggu-tunggu oleh Brandon, dimana hari ini abang nya akan bertamu ke rumah Marsya untuk menentukan tanggal pernikahan mereka,


Haris dan Bella juga ikut serta, mereka menggunakan dua mobil, dan karena Danu kekeh ingin ikut jadi ada tiga mobil mewah yang datang dengan beriringan, hingga membuat para warga kasak-kusuk, mereka berdiri di sisi jalan menyaksikan mobil mewah itu melaju pelan.


"Lingkungan yang kumuh, warga nya kayak gak pernah liat mobil." Celetuk Lita, dari bangku depan.


"Husstt, gak boleh gitu ayang."


"Liatin aja, jalan nya udah kecil ehh di sisi nya ada warga yang nonton, jadi makin sempit." gerutu Lita, sejak menyusui emosi nya sering tak stabil.


Ketiga mobil itu berhenti tepat di halaman rumah Marsya, meski rumah nya kecil tapi halaman rumah Marsya cukup luas, muat untuk tiga mobil parkir.


Brandon tak berbicara sejak tadi, dia di landa kegugupan luar biasa, belum apa-apa dia sudah berkeringat dingin, dari tadi dia terus meremat jari nya.


"Heh, turun buruan.." ucap Raka, semua nya sudah turun tinggal Brandon saja.


"Abang aja lah yang kesana, gue malu disini aja."


"Enak aja, yang ngebet kawin kan elu. Kenapa baru gini aja udah malu, cepetan. Marsya udah nyambut lu tuh." ucap Raka, Brandon menghela nafas nya pelan dan menetralkan detak jantung nya yang berdebar tak karuan.


Brandon keluar dengan setelan jas rapih, Raka sudah bilang jangan pakai jas sekarang ehh Brandon nya ngotot pengen pake jas. Padahal mereka datang hanya untuk menentukan tanggal pernikahan, bukan menikah sekarang.


Singkat nya mereka pun masuk, dan segera memulai pembicaraan. Sedangkan Brandon sejak tadi curi-curi pandang pada Marsya yang tampak anggun dengan gamis dan hijab nya.


"Jadi kedatangan kami kemari, ingin mempersunting anak gadis ibu untuk adik saya, Brandon."


"Kami ingin secepatnya hubungan mereka berdua di resmikan secara hukum dan negara, takut nya sudah terlalu dekat Bu." Ucap Raka sopan.


"Saya juga menginginkan hal yang sama seperti nak Raka, berhubung keluarga kami tak mampu, saya ingin pernikahan nya sederhana saja."


"Untuk itu ibu tak perlu memikirkan nya, saya yang akan mengurus nya. Ini pernikahan adik saya, harus yang terbaik." Jawab Raka, kurang setuju dengan keinginan ibu Asih.


"Baiklah, tanggal 13 april untuk pernikahan nya, apa tidak terlalu cepat?"


Raka terlihat menimang, berarti hanya tinggal satu bulan setengah lagi untuk mempersiapkan semua nya, apa akan selesai tepat waktu? dan ayah Brandon sudah di temukan?


"Gue bakalan bantuin lu, tenang aja." celetuk Haris dari belakang.


"Saya juga akan menebus kesalahan saya." Ucap Danu dengan bahasa formal.


"Saya setuju Bu," jawab Raka mantap. Brandon menatap abang nya itu, wajah nya tegas tak ada keraguan sedikit pun.


Setelah tanggal di tentukan, mereka semua pun pamit pulang.

__ADS_1


"Aku akan menelpon mu nanti, aku mencintaimu Marsya. Aku pulang dulu." Pamit Brandon, dia menggapai kepala Marsya dan mengecup kening nya dengan lembut.


"Terimakasih sudah menerima ku." Brandon menganggukan kepala nya, dia mengelus puncak kepala gadis nya dan pergi dengan mobil abang nya.


Di mobil, Brandon kembali diam. Dia kepikiran ayah nya, kenapa sangat sulit menemukan petunjuk tentang keberadaan nya.


"Nanti sore, ikut abang." ucap Raka.


"Kemana bang?" Tanya Brandon pelan. Rasa nya dia lelah sekali saat ini ,padahal yang tadi bicara kan abang nya Raka.


"Gak usah banyak tanya," Brandon pun diam, jika sudah seperti ini Brandon tak bisa bertanya lagi.


🌻


Sore hari nya, Raka benar pergi bersama Brandon.


"Mau kemana sih bang?" Tanya nya lagi, dia sangat penasaran kemana abang nya membawa nya.


"Ketemu Jo." Jawab Raka singkat. Brandon hanya membulatkan bibir nya membentuk huruf O.


Sampai di satu cafe, Raka pun menghentikan mobil nya dan masuk di ikuti Brandon.


Ternyata, sudah ada Jonathan yang menunggu dengan di temani segelas jus mangga.


"Santai aja kali," jawab Jonathan santai.


"Pesen minum dulu atau langsung ke topik pembicaraan nya? Gue traktir dehh."


Jo pun memanggil pelayan cafe, Brandon dan Raka pun memesan minuman yang sama. Setelah pelayan itu pergi, baru lah Jo bicara.


"Sambil nunggu pesenan Lu datang, gue mau nanya."


"Bapak Lu nama nya siapa Brand?" Tanya Jonathan.


"Seingat ku nama nya Robert atau Robertson." Jawab Brandon, dia sedikit mengingat dulu sebelum menjawab.


"Tepat sasaran, gue dah ngerahin anak buah gue buat nyari bokap lu Brand."


"Jadi, bagaimana? Apa sudah ada petunjuk keberadaan nya kak?" Tanya Brandon antusias.


"Bokap lu hilang 3 bulan setelah lu di nyatakan koma karena kecelakaan 2 tahun lalu, berarti bokap lu dah hilang kurang lebih 2 tahunan." jelas Jonathan.


Brandon menganga mendengar penjelasan Jonathan, dia sudah berburuk sangka pada ayah nya sendiri.

__ADS_1


"Jadi, dimana dia sekarang?" Tanya Brandon lagi, kali ini lebih serius.


"Anak buah ku menemukan sebuah bangunan tua di di pelosok, apa kau tau ini apa?" tanya Jonathan, menunjukan foto sebuah bangunan tua, semacam gedung atau bekas hotel.


"Bukan nya ini Markas mafia Sanse?" Tanya Raka, dia familiar dengan bangunan itu karena Elgar pernah menunjukan nya.


"Kau tau mafia Sanse?" Tanya balik Jonathan.


"Itu tak penting sekarang, apa ayah nya Brandon di tahan disana?" Tanya Raka lagi.


"Menurut pengamatan anak buah ku, mereka menahan nya disana. Tapi lagi-lagi, tak ada bukti."


"Awalnya gue sangat yakin bokap adek lu disana, tapi setelah melihat ini gue percaya bukan mafia Sanse." Ucap Jonathan, menunjukan beberapa gambar yang memperlihatkan Tuan Robert tengah sakit dan di bawa oleh sosok orang tak di kenal.


"Dia berobat ke Korea." Jelas Jonathan.


"Brengsekk, terus tujuan lu nunjukin gambar markas itu apa hubungan nya?"


"Hehee, gue juga pengen tau aja kali." ucap Jo sambil nyengir.


"Bisa-bisa nya lu becanda saat orang lagi serius."


"Sorry, jadi intinya bokap lu masih hidup dan gue udah memastikan nya sendiri." ucap Jonathan.


"Apa dia sehat?"


"Dia sudah sembuh dari penyakitnya, dan dua bulan lalu dia kembali. Dan kau tau?"


"Utusan Mafia Sanse ikut menjemput kepulangan ayah Lu di bandara."


"Punya urusan apa sebenarnya bokap lu sama mafia paling menakutkan itu?" Tanya Jonathan.


"Gue kagak tau bang,"


"T-tapi dulu dia pernah cerita kalau sebenarnya aku punya kakak selain kak Catherine, tapi aku tak pernah melihat nya. Apa mungkin dia adalah anggota kak?" tanya Brandon, ingatan sudah pulih sempurna.


"bisa saja, gue bakal nyari kepastian nya."


Hingga obrolan itu harus terjeda karena pelayan yang datang dengan dua gelas jus stroberi dan mangga.


🌻


mafia lagi haduh, 🤦🤦 gapapa kali ya dikit😂

__ADS_1


__ADS_2