
Pagi hari nya, Lita pulang bersama Raka karena dokter sudah megizinkan Lita pulang karena kondisi nya sudah stabil. Hanya perlu istirahat yang cukup, jangan sampai kelelahan, berfikiran berat, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sehat agar bayi nya sehat, karena masih dalam masa pertumbuhan.
"Mas, janji kamu gimana?"
"J-janji apa?" Tanya Raka, bukan nya dia tak ingat janji nya kemarin malam untuk membelikan nya ayam geprek.
"Mas lupa atau pura-pura lupa?" Tanya Lita, dengan menyelidik.
"Beneran lupa sayang, janji apa?"
"Ayam geprek sama seblak." Ucap Lita kesal, dan menyedekap kan tangan nya di dada.
"Satu aja, sekarang ayam geprek besok nya seblak, gimana cantik?" Ucap Raka mencoba bernegosiasi.
Lita diam tak menjawab ucapan Raka, dia kesal bukan main. Kemarin laki-laki itu berjanji membelikan kedua nya, tapi sekarang dia malah menyuruh nya untuk membeli salah satu nya.
Apalagi mood kehamilan nya yang membuat emosi nya kadang tak stabil, dan sering berubah-ubah.
"Dengarkan Mas sayang, seblak itu mengandung banyak micin sayang, tak baik untuk kesehatan mu dan perkembangan anak kita."
"Mengerti lah istri ku, sekarang di dalam tubuh mu ada satu lagi kehidupan, jadi kamu juga harus memikirkan nya." Ucap Raka. Tapi Lita masih diam, bahkan tak melirik sedikit pun ke arah nya, dan membuang wajah nya ke arah jendela.
"Jadi nya beli apa, keburu sampe rumah." Tanya Raka lagi.
"Jangan diam terus sayang, ayo jawab." Ucap Raka kesal, tapi Lita menulikan telinga nya dan masih diam, tak menyahut.
Raka yang kesal pun mengemudikan mobil nya pulang, dia sangat lelah, selama dua hari ini dia kurang tidur, tapi sekarang istri nya malah merajuk.
🌻
Selang beberapa menit, akhirnya mereka sampai di halaman rumah.
Dengan langkah tergesa, Lita turun lebih dulu dan meninggalkan Raka yang berusaha menyusul nya di belakang.
Lita membuka pintu, dannn...
Suara terompet begitu nyaring membuat Lita terkejut bukan main, siapa pelaku nya? Ayolah, siapa lagi kalo bukan Bella dan Mama Renata.
"Selamat kembali ke rumah menantu ku.." Sambut Mama Renata, menghambur memeluk menantu nya yang masih mematung di ambang pintu, dengan mata yang berkaca-kaca.
Dia tak menyangka akan di sambut semeriah ini, padahal dia hanya di rumah sakit selama dua hari,tapi sambutan nya seolah dia sudah pergi berbulan-bulan lama nya.
Lita melangkah perlahan dan mengedarkan pandangan nya ke arah banner ucapan selamat ulang tahun.
"Happy birthday My Universe, with baby." Tulisan di banner itu membuat nya menangis, dia tau siapa yang mengucapkan hal itu, suami nya.
"Terimakasih Ma, Kak Bella, dan Mas Raka. Aku bahkan lupa hari ini ulang tahun ku." Ucap Lita, dia menangis terisak.
"Lohh kok malah nangis sih dek? Harus nya kamu bahagia, momen pertambahan umur mu, kamu sudah memiliki semua nya." Ucap Bella.
"Semua nya?" Tanya Lita. Bella mengangguk, dan menggenggam tangan Lita.
__ADS_1
"Suami yang baik, Mertua yang baik, dan jangan lupakan abang terbaik, kakak ipar juga."
"Dan yang paling spesial adalah, kamu hamil dan sebentar lagi akan menjadi ibu." Ucap Bella.
Lita menatap kakak ipar nya dengan senyum nya, dia memeluk Bella dengan erat.
"Terimakasih kak."
"Ini semua ide suami mu dek, harus nya kata dokter kamu sudah bisa pulang kemarin, tapi Raka membujuk dokter agar tak mengizinkan mu pulang." Jelas Bella.
"Suami ku itu memang selalu bisa membuat aku bahagia kak, karena itulah seberat apapun cobaan dan masalah yang datang, aku selalu berusaha kuat, demi dia."
Lita melerai pelukan nya dan beralih memeluk suami nya, kekesalan nya menguap entah kemana.
"Jangan marah lagi ya sayang."
"Maafkan aku Mas, aku takkan mengulangi nya." Jawab Lita di pelukan suami nya.
"Siapa yang mau ayam geprek sama seblak? Nih Mam udah buatin." Ucap Mama Bella dari dapur.
Lita mendongak dan menatap Mama Bella yang sudah tersenyum manis di dapur, dan merentangkan tangan nya.
Lita berjalan menghampiri ibu kedua nya itu, dan memeluk nya.
"Ayo makan, gak baik saat moment bahagia malah nangis gini."
"Mam kenapa bisa disini?" Tanya Lita.
"Ahh Mas Raka, kau membuat ku cinta mati pada mu. Saranghae." Ucap Lita sambil tersenyum ceria, dan memberikan Raka finger heart ala Korea.
Raka membalas nya dengan senyum juga.
"Ayo makan, jangan ngambek mulu. Keburu dingin." Ucap Raka, dia mengacak rambut Lita dan mengecup singkat kening nya.
Lita memeluk Raka dari samping dan membuat wajah imut, membuat Raka gemas dan menguyel-uyel pipi cabi Lita.
"Menggemaskan sekali istri ku ini, makin cinta dehh.." Ucap Raka.
"Sakitt Mas, aku ngambek lagi lohh."
"Jangan dong, baru aja baikan masa marahan lagi. Ayo makan yang banyak." Ucap Raka, setelah menyelesaikan kegemasan nya dengan Lita.
"Mas Raka is the best." Ucap Lita, di sela makan nya dengan mulut yang penuh.
"Jangan bicara sambil makan, nanti tersedak."
Uhukkk... uhukkk...
Baru saja Raka selesai bicara, Lita tersedak. Dengan cepat, Raka memberikan Lita segelas air, dan Lita langsung meminum nya hingga tandas sekali tegukan.
"Baru juga di bilangin, ngeyel." Ucap Raka, menyentil pelan kening Lita.
__ADS_1
"Ma, Mas Raka jahat."
"Rakaaaa... " Ucap Mama Renata sambil menatap tajam putra nya.
Raka menghela nafas nya dan melirik Lita yang sudah cengengesan penuh kepuasan, setelah mengadu pada Mama mertua nya.
"Maafkan aku sayang ku, uhhh cintaku.." Ucap Raka lalu mencium pipi istri nya.
Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan di iringi canda tawa, makan siang yang hangat, hanya kurang Haris saja, karena pria itu harus masuk kantor.
🌻
Sore hari nya, Haris datang untuk menjemput bumil kesayangan nya.
"Say.. " Haris berhenti saat melihat istri nya tengah berbaring di karpet bulu di depan televisi, sambil memakan semangkuk salad buah.
"Mas ku sudah pulang? Sini.." Panggil Bella, dan Haris menurut. Duduk di samping istri nya, setelah melepas sepatu nya di luar.
"Cape ya?" Tanya Bella, saat melihat wajah suami nya yang kuyu.
"Kerjaan kantor semakin hari semakin banyak yang, buat aku pusing." Ucap Haris, dia merebahkan kepala nya di pangkuan Bella. Dan wanita itu mengelus rambut nya dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku Mas, karena aku kamu harus bekerja keras."
"Heii, ini sudah tanggung jawabku sebagai suami. Jadi jangan meminta maaf." Ucap Haris.
"Hemm, baiklah. Malam ini kita menginap disini saja ya? Aku masih ingin bersama Lita."
"Oh iya, Lita berulang tahun hari ini. Mas gak kasih kado?" Tanya Bella.
"Sudah aku siapkan, masa aku lupa dengan hari ulang tahun adik kesayangan ku sendiri." Ucap Haris.
"Baiklah, sekarang mandi dan setelah itu kita makan."
"Mau di mandiin." Rengek Haris manja.
"Ada plus minus nya gak?" Tanya Bella, dengan senyum jahil nya.
"Plus aja yang, minus nya nggak ah."
"Yaudah iya, tapi bantu aku berdiri." Ucap Bella, merentangkan sebelah tangan nya.
Memang di usia kehamilan Bella yang akan menginjak delapan bulan, membuat nya susah bergerak, karena kandungan nya sudah besar.
🌻🌻
yoo di like, komen, vote dan follow juga akun author, tap favorit juga☺️🙏
Salam hangat dari Lita&Raka❤️❤️
__ADS_1