Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kesempatan


__ADS_3

Siang hari nya, Dokter Paramita masuk ke dalam ruangan inap Bella untuk memeriksa keadaan nya.


Untung saja kedua insan dalam ruangan itu, sudah terbangun dari tidur mesra mereka. Sehingga tak mengotori mata Dokter.


"Permisi Nyonya, saya akan memeriksa kondisi nyonya." Ucap Dr Mita, lalu menyibak pakaian yang di pakai Bella.


"Awsss dingin dokter." Ringis Bella saat Dokter Mita menempelkan stetoskop di perut nya.


"Ahh maafkan saya Nyonya."


Tak butuh waktu lama, akhirnya pemeriksaan nya sudah selesai.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Haris.


"Sudah lebih baik, luka dalam nya sudah membaik. Hanya saja untuk mengandung lagi, mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama, mungkin hingga berbulan-bulan lagi, hingga benih siap di buahi Tuan."


"Jadi istri saya boleh segera hamil lagi?"


"Selama tidak mempunyai pikiran yang berat, stress dan kelelahan, secepat nya Nyonya sudah boleh kembali mengandung Tuan." Jawab Dokter Mita, membuat seulas senyuman terbit dari bibir Bella.


"Apa sudah boleh berhubungan badan dok?" Tanya Haris tanpa malu, membuat wajah Bella memerah menahan malu. Bagaimana bisa? Suami nya menanyakan hal seperti itu pada dokter.


Dokter Mita mengulum senyumnya, dia sudah sering mendapat pertanyaan seperti ini.


"Harus puasa dulu ya tuan, minimal 3 minggu atau maksimal nya dua bulan, atau setelah masa nifas keguguran nya selesai, agar luka dalam Nyonya sembuh total. Dan satu lagi, jika Nyonya merasakan sakit, sebaiknya jangan di lanjutkan di khawatirkan akan terjadi pendarahan." Jawab Dokter Mita.


"A-apa dok? 3 Minggu? Dua bulan? Kenapa lama sekali, bukan kah istri saya keguguran, tapi kenapa punya masa nifas?" tanya Haris dengan lesu. Dia harus berpuasa lama, berminggu-minggu.


"Keguguran atau melahirkan sama mempunyai masa nifas selama 40 hari, jadi selama itu tuan harus berpuasa dulu."


Haris menghela nafas nya kasar, apa dia sanggup tak melakukan nya selama itu? Rasa nya mustahil.


"Semoga cepat sembuh Nyonya, besok anda sudah boleh pulang. Saya permisi dulu, istirahat yang cukup dan jangan kelelahan." Peringat Dokter Mita, Bella hanya menganggukan kepala nya.


Setelah dokter Mita keluar dari ruangan itu, Haris langsung merengek pada Bella.


"Yang, aku gak bisa puasa selama itu."


"Sabar Mas, memang nya aku mau? Gak ada yang mau, tapi mau apa lagi, aku lagi berdarah." Jawab Bella, dia mengusap rambut Haris yang menunduk di sisi brankar nya.


"Huhh, baiklah. Tapi saat nya nanti, aku takkan melepaskan mu sayang. Ingat itu." Ucap Haris, sambil tersenyum nakal.


"Terserah Mas lah, aku pasrah aja. Lagian Mas ini yang gerak, aku mah tinggal tiduran aja kan?" Ucap Bella dengan senyum jahil nya.


"Tidak, kau juga harus mempunyai jatah sendiri untuk memimpin. Enak saja." Ucap Haris menyeringai.

__ADS_1


"Lihat saja nanti. Mas aku pengen makan seblak, kayak nya enak ya." Ucap Bella.


"Luka kuret mu belum sembuh sayang, nanti kalau sudah sembuh Mas beliin sama abang nya." Jawab Haris.


"Sama gerobak nya boleh gak?" Tanya Bella.


"Kalau ayang mau, yaudah beli aja. Mas gak masalah."


"Ckk sombong, buat apa seblak sebanyak itu." Gerutu Bella.


"Lah kan kamu yang pengen, Mas cuma ngabulin aja."


"Iya, tapi cuma bercanda. Gak mungkin lah aku mau beli seblak sama gerobak nya juga. Buat apa coba?." Ucap Bella kesal.


"Yaudah beli nya dua porsi aja buat kamu."


"Nah itu baru cocok." Ucap Bella tersenyum sumringah. Haris juga tersenyum, dia berhasil membuat istri nya kembali banyak bicara dan tak terpuruk karena kehilangan bayi nya.


🥀


Di sebuah gudang kosong, terdengar jeritan yang memilukan. Sonia terus meronta dan berteriak karena kaki dan tangan nya di ikat di kursi.


Anak buah Raka yang berjaga pun merasa muak dengan teriakan dan umpatan yang keluar dari mulut Sonia.


Hingga puncak nya, salah satu dari mereka maju dan mencengkeram kuat dagu nya.


"Siapa kalian, kenapa membawa ku ke tempat ini? Katakan, siapa yang menyuruh kalian?" Teriak Sonia, tanpa takut.


"Besok dia akan datang, sebelum itu bersikap baik lah sebelum kesabaran ku hilang dan menghabisi mu."


"Pria sialan.. " Teriak Sonia.


"Kau benar-benar tak sayang dengan nyawa mu sendiri hmmm?"


Plak.. Plakk..


Tamparan keras mendarat di kedua pipi nya ,hingga Sonia tak sadarkan diri saking kuat nya pria itu menampar nya.


"Merepotkan sekali, kenapa bos bisa punya masalah dengan wanita yang berisik sih?" Gumam pria itu sambil menggelengkan kepala nya, heran.


🥀


Di kantor, Raka sedang fokus bekerja saat pintu ruangan nya tiba-tiba terbuka dan menampilkan istri nya yang berpakaian casual.


"Sayang, kenapa kesini?" Tanya Raka, dia bangkit dari kursi nya dan mendekati istri nya itu. Merentangkan tangan nya, dan Lita segera masuk ke dalam pelukan suami nya.

__ADS_1


"Tadi nya aku mau ke rumah sakit jenguk kak Bella, tapi aku gak sanggup lihat dia nangis. Jadi nya aku kabur kesini, hehee." Jawab Lita sambil cengengesan.


"Baiklah, nanti sore kita kesana ya?" Lita mengangguk dalam pelukan Raka.


"Masih banyak kerjaan ya Mas?" Tanya Lita, setelah lepas dari pelukan erat suami nya.


"Lumayan yang, karena Haris gak masuk jadi kerjaan nya Mas yang handel. Tapi sejauh ini kerjaan kita kan sama, jadi Mas gak kesusahan." Jawab Raka, tapi dia malah mengekor di belakang Lita.


"Katanya masih ada kerjaan, kok malah ngikut kesini?" Ucap Lita setelah duduk di sofa.


"Aku butuh penyemangat sayang." Raka tersenyum nakal menatap istri cantik nya.


"Apa?" Tanya Lita dengan heran.


"Ini, ini sama ini." Raka menunjuk kedua pipi dan bibir nya.


"Nanti aja di rumah sekalian."


"Sekalian apa?" Tanya Raka.


"Hiss, sana kerja ah jangan godain aku terus." Jawab Lita, sambil menyembunyikan wajah nya dengan kedua tangan.


"Ciee wajah nya merah, ayo dong cium dulu." Bujuk Raka.


Lita melirik sebal ke arah suami mesoom nya itu, dia menghela nafas pelan dan mulai mendekatkan wajah nya, ingin mencium pipi kanan Raka.


Tapi saat bibir Lita sudah menyentuh pipi Raka, dengan gerakan cepat Raka berbalik hingga bibir mereka menempel satu sama lain.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Raka langsung melummat bibir manis istri nya. Lita tak merespon, dia hanya diam dan menikmati apa yang di lakukan suami nya.


Karena merasa Lita tak membalas ciuman nya, Raka menggigit bibir Lita hingga bibir itu terbuka, dan itu kesempatan bagi Raka untuk memasukan lidah nya ke dalam mulut Lita.


Lita mulai terbawa suasana dan membalas setiap lummatan suami nya. Tangan Raka juga mulai aktip dan menerobos masuk ke dalam kaos yang di pakai Lita.


Memainkan gunung kembar nya hingga membuat Lita menggelinjang hebat, karena sensasi geli dan nikmat yang bersamaan.


Hingga cumbuan itu harus terhenti, saat ada yang mengetuk pintu ruangan Raka.


Dengan terpaksa, Raka melepaskan tautan bibir nya dan sedikit merapikan pakaian Lita yang tadi sempat dia acak-acak.


🌻🌻


Bang Raka mah gak tau tempat ih, dimana aja maen nyosor aje😂😂


__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak, tap favorit juga ya wakk. Happy reading😘


Salam hangat dari Lita dan Raka❤️


__ADS_2