
Raka melihat Haris dan Lita yang sedang duduk di ruang tunggu.
" Jam besuk habis, besok kita kesini lagi." Ucap Raka. Memang di kantor polisi ini tak bisa menjenguk lebih dari satu orang.
" Kelamaan sih Lu, ngapain aja?" Tanya Haris.
" Cuma mengenang masa lalu aja." Jawab Raka santai.
" Lu gak ribut kan di dalem?" Tanya Haris lagi, mengingat sahabat nya ini selalu emosian jika menyangkut penghianatan Edo dan Helena.
" Emang gue pernah ribut sama Edo? Lu inget-inget lagi dah." Ucap Raka.
" Belum sih yak, Lu mah mental nya kuat. Liat tunangan di garap sahabat sendiri, Eh Lu malah nonton secara Live." Ucap Haris.
" Dah lah, males gue. Pulang yuk, cape nih badan, pegel." Ucap Raka.
Raka keluar dari kantor polisi dengan tangan yang saling bertautan, layak nya sepasang kekasih yang selalu romantis.
" Ke rumah gue lagi?" Tanya Haris, ketika mereka bertiga sudah di dalam mobil.
" Ke apartemen aja lah." Jawab Raka.
" Loh, kok ke apartemen sih? Ke rumah Lita aja." Ucap Lita merengek.
" Enggak yang, kakak gak mau buat masalah."
" Kalo gitu Lita aja yang nginep di apartemen kakak, boleh?" Tanya Lita.
" Tanya sama yang di depan." Jawab Raka.
" Boleh gak bang?" tanya Lita.
" Heh, Lu itu anak gadis. Ya masa mau nginep di tempat cowok. Gak abang izinin." Ucap Haris tegas.
" Ya terus abang kan mau ngapel malam ini, terus Lita gimana? Mendingan Lita nginep aja di apartemen kak Raka." Bujuk Lita.
" Lu bocil yang pandai memanfaatkan situasi, yaudah sono. Pulang dengan keadaan utuh, jangan berkurang sedikit pun." Ucap Haris.
" Maksudnya?"
" Pacar Lu itu psikopat, bisa aja Lu di cincang di sana." Haris tersenyum jahil di depan sana.
__ADS_1
" Ohh oke, Lita gak takut." Jawab Lita. Dia tau kalau abang nya hanya menakut-nakuti dirinya, mana mungkin Raka sesadis itu.
🥀
Tak terasa, mobil yang di kendarai Haris sudah sampai di parkiran apartemen.
" Jadi keinget tragedi mobil goyang." Gumam Raka.
" Emang nya disini?" Tanya Haris.
" Hooh, tuh di pojok kan sana." Tunjuk Raka dengan dagu nya.
" Wanjir gila sih, yaudah. Gue nitip adek gue, gue mau ngapel dulu ke rumah Bella."
" Punya pacar mah beda, yaudah sono. Jangan lupa bawain bakso atau seblak, dia kan setife sama pacar ku yang lucu ini." Ucap Raka.
" Okey, gue pergi dulu yak. Jangan macem-macem sama adek gue." Peringat Haris. Dia percaya dengan Raka, kalau pun dia berbuat yang melanggar batas. Dia akan bertanggung jawab, dia tife pria yang berani mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Mobil Haris pun melesat meninggalkan parkiran, Raka menggenggam tangan Lita dan membawa nya ke unit milik nya.
" Kak, apa kata abang bener? Kakak menyaksikan sendiri perbuatan mereka?" tanya Lita, sambil berjalan di samping Raka.
" Benar, kenapa?"
" Jujur, kakak sangat marah saat itu. Bayangkan saja kami dekat seperti kakak dan abang mu, kami bersahabat bertiga, dia bahkan sudah kakak anggap sebagai saudara sendiri."
" Tapi ketika kakak pulang dari America, kakak malah mendapat surprise yang sukses membuat dada kakak sesak, Yang."
" Tapi kakak tau, di balik semua kejadian pasti ada hikmah nya. Berarti tuhan berbaik hati pada Kakak, menunjuk kan bahwa mereka bukan yang terbaik, bukan teman yang baik, dan bukan kekasih yang baik." Jelas Raka.
" Hemmm baiklah, aku juga pernah mengalami nya. Meski hubungan kami belum resmi, tapi aku percaya dan mencintai nya dengan tulus."
" Kita sama-sama punya masa lalu yang pahit, tapi kita bisa sama-sama juga menyembuhkan nya. Kita bisa saling melengkapi." Ucap Raka, Lita mengangguk dan tersenyum lembut ke arah Raka.
Tak terasa mereka sampai di unit apartemen Raka. Mereka masuk dengan card acces, tapi tetap saja jika ingin masuk harus menggunakan sidik jari, untuk menghindari penyusup masuk sembarangan ke apartemen nya.
Raka mendudukan diri nya di sofa ruangan tengah, sedangkan Lita, gadis itu tengah membersihkan diri di kamar tamu.
Dia lelaki normal, gairah nya seketika muncul saat mencium aroma sabun yang menguar memenuhi indra penciuman nya, dia langsung masuk ke kamar tamu dan menunggu Lita menyelesaikan mandi nya.
Sekitar lima belas menit, Lita keluar dari kamar mandi dan terkejut saat melihat Raka sudah duduk di sisi ranjang sambil tersenyum nakal ke arah nya.
__ADS_1
" Ada apa dengan senyuman mu itu kak? Jangan menatap ku seperti itu, aku risih." Ucap Lita, karena dia hanya menggunakan bathrobe saja saat ini.
Raka bangkit dari posisi nya dan mulai mendekati Lita yang sibuk memilih pakaian untuk dia pakai. Beberapa hari yang lalu, Raka membeli banyak pakaian untuk Lita dan menyimpan nya di lemari.
Raka memeluk Lita dari belakang, dan mulai menciumi tengkuk leher Lita yang mulus dan bersih tanpa noda sedikit pun, setelah menyibak rambut panjang nya yang basah karena dia baru keramas.
Lita menggigit bibir nya kuat agar tak mengeluarkan suara yang bisa memancing gairah Raka, saat ini dia sedang menggigiti ujung telinga Lita dan sesekali menjilat nya.
" Eeemmmmhhh... " Akhirnya lenguhan itu lolos juga dari bibir mungil Lita, dia tak bisa menahan nya lagi, karena Raka terus memainkan lidah nya disana. dan juga tangan nakal nya yang bermain di area dada nya.
Raka membalikan posisi Lita dan langsung mencium bibir Lita dengan penuh naf*u, dia sudah di kuasai naf*u nya yang sudah lama tidak dia salurkan.
Setelah puas dengan bibir, Raka beralih ke leher jenjang Lita dan mengecupi nya, bahkan juga memberi beberapa tanda merah disana.
" K-kak, j-angan berlebihan kak." Ucap Lita terbata, karena sensasi yang di berikan Raka di tubuh nya. Bahkan kini tubuh mereka menempel ketat, tanpa jarak sedikit pun. Hingga Lita bisa merasakan ada yang keras di bawah sana.
Raka membuka tali bathrobe dengan sebelah tangan nya, sedangkan yang satu nya lagi dia gunakan untuk menahan pinggang Lita agar tak menjauh dari nya.
Terpampang lah keindahan nyata, tubuh Lita yang polos terlihat jelas setelah bathrobe nya terbuka.
Dengan tergesa-gesa, Lita menutupi tubuh bagian bawah nya dengan sisa kain bathrobe dan tangan nya. Dia belum siap jika Raka meminta hal terlarang itu sekarang.
" Kakak boleh menjamah bagian atas, tidak yang bawah." Ucap Lita.
Raka menatap mata Lita, dia tau jika Lita tak melarang nya maka dia akan kelewatan batas dan menyakiti Lita.
Raka melanjutkan kegiatan nya, dia menciumi dada Lita. Hingga Lita menggelinjang hebat, karena geli dan rasa nikmat yang bercampur jadi satu.
Karena merasa Lita tidak nyaman, Raka sempat menggendong Lita ke atas ranjang dan kembali melakukan kegiatan nya.
Dia memberi banyak sekali tanda stempel kepemilikan di dada Lita, dia juga memberikan nya di area perut.
Gairah nya sudah di ubun-ubun, dia sudah tidak tahan. Adik kecil nya sudah meronta, minta masuk ke dalam gua yang gelap dan sempit. Tapi dia harus menahan nya, karena tak ingin menyakiti Lita.
Dia menghentikan kegiatan nya dan bangun dari tubuh Lita yang sudah seperti macan tutul karena perbuatan mesoom nya.
" Maafkan aku sayang, aku ke kamar mandi dulu." Ucap Raka, dia mendesah frustasi saat melihat tubuh polos Lita sekilas sebelum masuk ke dalam kamar mandi, bahkan paha nya terekspos karena bathrobe yang dia gunakan untuk menutupi keindahan surga nya itu tersingkap, karena Raka.
🌻🌻🌻
Tahan ya bos, akan ada masa nya kalian unboxing🤭🤭
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga yaww😍