Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Wanita Bar-bar


__ADS_3

Setelah ijab qobul selesai, Haris dan Bella saat ini sedang menerima banyak ucapan selamat.


"Selamat Bella, kamu sudah menjadi istri Abang aku. Semoga pernikahan kalian langgeng, hanya maut ya memisahkan." Ucap Lita ,dia mengusap wajah Bella dengan tangan nya.


"Terimakasih my bestie, sekaligus adik ipar ku yang cantik. Semoga kamu cepat punya momongan juga ya, biar anak kita nanti sekolah nya barengan kayak kita." Cetus Bella, membuat wajah Lita bersemu merah.


"Di usahakan." Ucap Raka, nimbrung dari arah belakang. Lita hanya mendelik sebal ke arah Raka, yang sudah nyengir menunjukan barisan gigi rapih nya.


"Abang, jagain sahabat aku yak."


"Pasti Dek, dia udah jadi istri Abang sekarang. Kamu jangan lama-lama marahan sama Raka, gak baik. Kalian baru seminggu nikah, tapi udah marahan" Ucap Haris menasehati.


"Pasti Mas Raka yang ngadu sama Abang kan? Dasar tukang ngadu, aku gak bakal kayak gini kalau dia bisa tegas bang." Jawab Lita, mata nya melirik ke arah belakang dimana Raka berdiri.


"Iya, Abang ngerti. Tapi apa salahnya maafin dia dulu, nanti kalo kejadian lagi Abang yang bertindak." Ucap Haris tegas.


"Iya lah terserah abang aja, selamat atas pernikahan nya." Lita memeluk abang nya sebentar, lalu turun dari pelaminan. Meninggalkan Raka yang masih berbincang dengan Haris.


"Susulin bini Lu tuh."


"Istri gue gak bakal jauh dari perasmanan Ris." Jawab Raka santai.


"Ihh, pantesan aja Lita ngambek nya lama. Suami nya gak ada usaha nya." Sindir Bella.


"Diam lah, gak usah ikut campur. Mentang-mentang dah jadi kakak ipar, terus berubah jadi nyebelin." Ucap Raka ketus. Raka memang akrab dengan Bella, sejak dia menjadi kekasih Lita. Bahkan dia juga menyuruh Bella agar melaporkan setiap kejadian yang terjadi di kampus.


Singkat nya, Raka pun menyusul Lita yang tengah asik memakan semangkuk bakso dengan kuah yang merah.


"Ayang, makan nya jangan pedes-pedes. Nanti sakit perut." Peringat Raka dengan lembut. Dia tak mungkin berbicara tegas pada istri yang tengah merajuk.


Tapi, tanpa aba-aba Lita menyodorkan sendok nya ke hadapan Raka. Raka mengernyit heran, apa maksud nya.


"Cobain dulu, gak pedes kok. Ini merah nya cuma saos." Ucap Lita lirih.


Dengan senang hati, Raka memakan bakso yang di suapkan oleh Lita dan mengunyah nya dengan perasaan.


"Cukup pedes yang, jangan banyak-banyak makan pedes ya." Ucap Raka lagi, dia mengusap puncak kepala Lita dengan sayang.


🥀


Saat Raka sibuk melihat Lita makan dengan porsi yang banyak, tiba-tiba saja kerumunan tamu berteriak heboh.


Lalu datang lah tiga serangkai AM Group beserta istri-istri mereka, yang terlihat mempesona dengan balutan dress serimbit.


"Aku kesana dulu, ada Pak El. Kamu makan yang banyak."


Lita hanya mengangguk mengiyakan. Raka pergi menemui bos nya.

__ADS_1


"Selamat datang Pak El." Ucap Raka sopan, dia menunduk hormat saat berhadapan dengan bos baik nya itu.


"Tak usah formal, ini di luar kantor." Ucap Elgar sambil tersenyum manis.


"Wahh Haris dan Raka menjadi keluarga ya." Ucap Andi.


"Iya pak." Jawab Raka tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Lihatlah El, asisten mu salah tingkah." Ucap Adam. Mereka bertiga tertawa, melihat wajah Raka yang merona kemerahan, padahal hanya di goda begitu.


"Eheemmm, silahkan menikmati hidangan Pak." Tawar Raka, setelah menetralkan ekspresi nya.


"Yang, aku pengen makan sama Lita istri nya Raka. Boleh ya?" Ucap Amira, istri Elgar.


"Tentu saja, silahkan tuan putri."


"Mari Bu, saya antar ke istri saya." Ajak Raka.


Para istri sultan itu mengekor di belakang Raka.


"Sayang, kata nya Bu Mira ingin makan bersama mu." Ucap Raka, setelah berada di meja yang di tempati Lita.


Seketika wajah Lita memanas, kapan lagi bisa makan sama wanita berpengaruh di perusahaan tempat suami nya menggantungkan pekerjaan nya.


"Ee-ehhh.. Mari Bu." Jawab Lita tergagap.


"Tak usah sungkan dengan kami Lita " Ucap Amira.


"Saya hanya grogi, berhadapan dengan istri sultan. Hehee." Ucap Lita sambil cengengesan.


Sontak saja, tiga wanita anggun di depan nya tertawa mendengar ucapan polos dari istri asisten di kantor.


"Kami biasa aja tuh. Harta dan kekuasaan hanya titipan, jika sudah waktu nya nanti akan di ambil sama tuhan." Ucap Siska, istri Adam.


"Iya, apa yang harus di sombongkan. Kita hidup di dunia ini hanya sementara." Jawab Monica, istri Andi. Maklum lah, dia hanya tau Amira karena dia istri bos suami nya, dua lain nya dia baru bertemu tapi terasa sangat akrab, seperti sudah sering bertemu.


Lita tersenyum melihat kesederhanaan ketiga wanita di depan nya, selain cantik, mereka juga sederhana dan tak menyombongkan diri.


"Makan dulu kali yak, laper nih." ucap Monica.


"Kamu makan apa Lit?" tanya Amira.


"Bakso Bu."


"Jangan panggil Ibu lah, saya berasa tua. Kakak aja atau mbak gitu." ucap Mira.


"Hehee iya kak."

__ADS_1


"Bikin ngiler, kita ngambil yuk." Ajak Mira, mereka pun mengambil makanan yang sama seperti Lita.


🥀


Mereka kembali ke meja dengan mangkuk yang penuh dengan bakso.


Lita melongo melihat porsi makan mereka yang ternyata hampir mirip.


"Maaf ya kalo bar-bar, kita mah emang gini." Ucap Mira.


"Heheee iya, selagi ada mah gas aja. Gak usah mikir diet-diet, yang penting kenyang." Ucap Siska.


"Gak usah kaget ya." Ucap Monica, yang paham dengan ekspresi Lita.


Yang Lita heran, kenapa tubuh mereka sangat langsing padahal makan nya banyak.


Lita kembali melongo saat melihat cara mereka makan, gak ada anggun-anggun nya seperti penampilan mereka. Benar-benar orang kaya bar-bar.


🥀


Akhirnya mereka selesai makan, dan berhas membuat Lita terkejut beberapa kali.


"Lit, minta nomor ponsel mu dong." Ucap Mira.


Dengan senyuman nya, Lita menyebutkan satu persatu nomor nya.


"Yaudah, sampai jumpa lagi ya. Terimakasih sudah mau menemani kami makan, maaf bikin kamu kaget ya." Ucap Siska. Karena para suami nya sudah selesai dan mengajak pulang.


Lita kembali tersenyum, mereka sangat menyenangkan apalagi di ajak ghibah seperti nya. Biasa nya ibu-ibu sosialita akan berbicara tentang hal-hal yang berbau kemewaahan, tapi jauh berbeda dengan tiga istri sultan itu. mereka sangat humble dan ramah.


Tingg..


Ponsel Lita berbunyi, dia melihat nya dan ada notifikasi dia di masukan kedalam satu group.


"Wanita bar-bar?" Gumam Lita sambil mengernyitkan dahi nya.


Tapi saat melihat poto profil nya, dia tau kalau itu adalah group pribadi para istri sultan tadi. Mereka tadi juga sempat berselfie ria.


"Ada-ada saja, tife-tife macam orang kaya." ucap Lita sambil terkekeh pelan.


🌻🌻🌻


Hualah, tiga istri sultan😁😁


maafin kalo garing yak, otak author lagi macet,🤭🤭


jejak nya jangan lupa, happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2