
Setelah Helena pergi, Raka melirik ke arah Lita. Dia sangat kagum dengan Lita nya, dengan dirinya dia bisa lembut dan ceria, tapi jika terganggu bisa tegas dan kuat.
" Aku tak menyangka kamu ternyata galak juga yang." Ucap Raka, dia menggandeng tangan Lita untuk kembali ke ruangan nya.
" Jangan salah kak, aku bisa menjelma jadi singa jika terganggu." Jawab Lita dengan senyum nya.
" Duhh, aku kok takut ya." Ucap Raka sambil terkekeh pelan.
" Jangan meledek ku kak."
" By the way, dulu mata kakak rabun atau min ya?" Tanya Lita. Sekarang mereka berdua sudah sampai di ruangan Raka.
" Enggak, emang kenapa?" Tanya Raka balik.
" Kok bisa jatuh cinta sama perempuan modelan begitu, kayak tante-tante girang tau gak?" Ucap Lita gamblang.
" Hahahaa, kau ini bisa saja sayang." ucap Raka malah tertawa.
" Lah kan emang bener, make up nya tebel, baju nya ketat terus mini." Ucap Lita lagi.
" Dari dulu juga gitu yang, aku juga gak tau kenapa bisa cinta mati sama wanita itu. Tapi itu dulu yang, sekarang aku hanya tergila-gila dengan mu gadis kecil." Jawab Raka.
" Enak aja ngatain aku gadis kecil, kakak aja yang tua." Ketus Lita, lengkap dengan bibir mengerucut lucu.
" Napa tuh bibir mau di makan lagi?" Tanya Raka jahil.
" Boleh." Jawab Lita sambil tersenyum nakal.
" Gak ah nanti ngambek lagi." Ucap Raka, dia tak ingin mengulang kesalahan nya kemarin.
" Kalau romantis kayak di drama korea, kayak nya Lita gapapa kak." Pancing Lita.
Terlihat seperti murahan memang, kemarin dia marah-marah karena Raka mencium nya. Sekarang, malah Lita yang terus memancing Raka untuk melakukan nya.
" Kamu kebanyakan nonton drama yang, jadi nya gitu. Banyak juga yang ciuman nya bernafsu, gak romantis semua yang. Kamu kurang jauh nonton drama nya." Jawab Raka.
" Tapi kebanyakan drama pasti romantis kak." Ucap Lita lagi.
" Sudahlah kakak gak mau debat, kamu tidur aja ya. Kakak kerja lagi " Ucap Raka, dia mengacak rambut Lita gemas.
" Kenapa sih suka banget ngacak-ngacak rambut Lita? Gak bang Haris, kakak juga sama aja." Ucap Lita kesal, dia merapikan rambut yang di acak-acak Raka.
Tanpa di sangka, Raka kembali mencium Lita. Kali ini ciuman yang lembut dan hangat seperti keinginan Lita. Lita terdiam, dia tak menyangka Raka akan mengabulkan keinginan nya.
Raka melu*mat bibir Lita dengan mesra, Raka juga menggigit kecil bibir Lita, karena Lita hanya diam tak membalas ciuman Raka.
Lita memejamkan mata nya, dia terhanyut dengan perlakuan Raka. Dia sangat menikmati nya.
__ADS_1
" Bibir mu manis yang." Ucap Raka, sambil mengusap bibir Lita dengan ibu jari nya.
Lita tak menjawab, dia hanya menutup wajah nya dengan kedua tangan karena malu.
" Kenapa yang?" Tanya Raka.
" Bukan nya ini yang kamu mau? Kamu suka?"
" Berhenti menggoda ku kak." Jawab Lita dengan semburat kemerahan di kedua pipi nya.
" Malu-malu tapi mau, kamu mau lagi?" Tanya Raka menggoda Lita.
" Sana kerja, nanti kerjaan terbengkalai." Ketus Lita.
" Ohh iya yah, kakak kerja dulu. Kamu kalo bosen tidur aja disini." Ucap Raka, Lita hanya mengangguk mengiyakan.
Raka bangun dari duduk nya dan melangkah menuju meja kerja nya, dia mulai fokus dengan setumpuk pekerjaan.
Lita terus meraba bibir nya, dia terus mengingat bagaimana lihai nya Raka mencium nya, membuat nya terhanyut dengan buaian nikmat.
" Ternyata begini rasa nya berciuman dengan mesra, tak buruk." Gumam Lita pelan sambil tersenyum.
🥀
Sore hari, Lita terbangun dari tidur nya. Dia mengedarkan pandangan nya, dia masih di sofa ruangan Raka. Dia melihat Raka masih fokus dengan pekerjaan nya.
" Masih lama kerja nya kak?" Tanya Lita.
" Bosan." Jawab Lita ketus.
" Sabar ya, kan lagi nemenin suami kerja. Jadi gak boleh ngeluh." Ucap Raka.
" Suami apa nya, baru calon kali." Ucap Lita menyangkal perkataan Raka.
" Anggap aja aku suami kamu yang."
" Enggak, aku gak bisa anggap kakak suami aku sebelum ada restu dari orang tua kakak." Jawab Lita, seketika air wajah Raka berubah.
Secara langsung Lita mengingat kan dirinya dengan masalah orang tua nya, dia belum mendapat restu mereka.
" Kenapa wajah nya gitu? Apa Lita salah?" Tanya Lita.
" Enggak kok yang, nanti kalo ada waktu kita main ke amerika ya."
" Ngapain?" Tanya Lita.
" Tentu bertemu kedua orang tua ku sayang." Jawab Raka.
__ADS_1
" Ehmm, Lita mau banget kak. Lita penasaran naik pesawat itu rasa nya gimana." Ucap Lita antusias.
" Ya sama aja kayak naik mobil, kadang ada guncangan. Beda nya cuma pesawat itu terbang di langit." Jawab Raka seadanya.
" Emang di langit ada jalan berbatu atau polisi tidur kak?" Tanya Lita konyol.
" Gak ada dong, ada nya awan."
" Ohh jadi awan itu keras kayak batu yak? Kirain Lita awan itu seperti asap." Ucap Lita lagi.
" Terserah kamu lah " Ucap Raka, dia tak ingin menjelaskan apa pun.
" Kakak ih, kok diam aja sih." Rengek Lita manja.
" Pertanyaan mu membuat ku darah tinggi Lita, coba searching di go*gle. Apa ada batu atau polisi tidur di langit? Nanya yang masuk akal dong ah." Jawab Raka sinis.
" Maafin Lita ya, Lita kan gak tau." Ucap Lita sambil cengengesan.
" Serah kamu aja lah, Kakak kerja dulu." Ucap Raka.
Karena tak bisa mengganggu Raka lagi, dia pun memutuskan untuk melihat-lihat ruangan Raka. Dia berdiri di depan kaca besar, yang menyuguhkan pemandangan gedung-gedung tinggi yang menarik.
" Kalau malam pasti bagus banget." Gumam Lita.
" Apa nya yang bagus?" Tanya Raka, dia sudah ada di belakang Lita.
" Sejak kapan kakak disitu, bukan nya tadi lagi kerja ya?" tanya Lita.
" Sudah selesai, aku ingin menghabiskan sore ku bersama mu disini. Masih ada satu jam untuk pulang." Jawab Raka, dia memeluk tubuh Lita dengan lembut.
" Aku mencintaimu Arlita." Ucap Raka,
" Aku juga mencintaimu Raka Perwira." Jawab Lita, jawaban yang sudah lama ia tunggu akhirnya Lita mengatakan nya juga.
" Benarkah? Kau sudah mulai mencintaiku?" tanya Raka. Lita mengangguk pasti, dia sudah sangat yakin dengan perasaan nya saat ini.
" Terimakasih sudah mau menerima diriku." Ucap Raka, dia mengecup kepala Lita dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Lita mendongak, dia tersenyum pada Raka. Sedetik kemudian, Raka sudah kembali menautkan bibir mereka. Kali ini Lita juga ikut bermain, dia membalas lum*atan Raka.
Setelah pagutan bibir itu terlepas, Raka menatap Lita dengan tatapan yang tak biasa. Dia sudah bernafsu untuk menjamah Lita, tapi sebisa mungkin dia harus menahan nya. Dia tak ingin merusak Lita sebelum sah menjadi suami istri. Dia harus menjaga kehormatan kekasihnya, dia juga tak ingin mengulang kesalahan di masa lalu.
🌻🌻🌻
Maaf kalo banyak Typo, harap maklum ☺️
__ADS_1
Hari ini 2 bab dulu ya, di lanjut besok😁
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️