Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Bertemu Mantan


__ADS_3

" Aku Helena, mantan tunangan nya Raka." Jawab wanita itu tanpa di suruh.


Sontak saja wajah Lita berubah masam, tadi nya dia berharap wanita itu hanya mantan teman kencan Raka, tapi nyata nya lebih dari itu.


" Mantan tunangan?" Ulang Lita dengan sendu.


Apa selama ini Lita sudah terjebak dengan perasaan nya sendiri, entahlah hati nya terasa nya sakit. Apalagi melihat Raka yang tak menolak saat wanita itu menggelayut manja di lengan nya.


" Iya, aku mantan tunangan nya Raka, dan akan menjadi tunangan nya lagi karena kami akan rujuk, iya kan?" Ucap Helena manja, Raka membulatkan kedua mata nya , bisa-bisa nya wanita ini mengaku akan rujuk dengan nya, sedangkan melihat nya saja Raka sudah jijik.


" Apa kau benar adiknya Raka? Siapa nama mu calon adik ipar?" Tanya nya dengan nada lembut yang di buat-buat.


" Arlita, aku memang adiknya kak Raka." Jawab Lita datar, Raka yang mendengar jawaban Lita seketika mengepalkan tangan nya.


" Baiklah, kau harus membiasakan diri denganku. Karena aku calon kakak ipar mu..." Dengan tak tau malu nya Helen menyebut nya calon kakak ipar Lita.


" Cukup Helen, hubungan kita sudah berakhir saat kau menghianati kepercayaan ku dan satu lagi, Lita bukan adik ku. Dia kekasihku ." Ucap Raka tegas, Lita senang bukan main saat Raka mengakui nya sebagai kekasih.


" Ckk, kekasih? Dia yang mengaku sendiri kalau dia adik mu, aku takkan percaya semudah itu sayangku."


" Sayang? kau memanggil ku sayang? Kata-kata itu terdengar menjijikan di telinga ku." Ucap Raka sinis.


" Raka, aku berharap kita bisa kembali seperti dulu." Ucap Helena dengan tak tau malu nya.


" Kembali seperti dulu? Kau bercanda? Dulu kau yang menghianati ku, dan aku tak ingin kembali dengan barang bekas orang lain." Ucap Raka sinis, sedangkan Lita hanya diam mendengarkan perdebatan sepasang mantan itu.


" Tak bisa bersabar kah menunggu aku pulang hingga kau memilih melakukan nya dengan sahabatku sendiri? Menjijikan sekali, cukup kau membuat mood ku hancur karena bertemu wanita murahan seperti mu"


Raka menatap tajam wanita di samping nya ini, dia memang cantik.


" Tapi kau yang pertama melakukan nya dengan ku, dan jangan lupa kau selalu puas dengan pelayanan ku." bela Helena.


" Aku melakukan nya karena kau kekasihku, aku mencintaimu. Tapi kau malah membagi milikmu dengan orang lain, dan kau tau sendiri aku tak suka berbagi." Ucap Raka dengan emosi.


" Ayo Litt, kita pulang. Mood ku hancur." Ucap Raka, menarik lembut tangan Lita.


" Ckkk, selera mu turun drastis menjadi penyuka bocah." Ucap Helen berdecak.


Raka tak menghiraukan perkataan wanita bermuka tembok itu.


Saat dalam mobil, Raka hanya diam mood nya benar-benar hancur gara-gara wanita sialan itu.

__ADS_1


Raka menghentikan mobil nya di sebuah danau, Lita kaget kenapa Raka berhenti disini.


Raka keluar dengan wajah datar nya, dia bahkan lupa kalau Lita masih bersama nya.


Akhirnya Lita memilih mengikuti Raka keluar mobil dan melihat-lihat pemandangan danau yang luas dan indah.


" Kau tau Lit? Dia adalah cinta pertama ku." Ucap Raka, dia duduk di rumput dengan Lita yang duduk di samping nya.


" Tapi dia menyakiti ku dengan cara yang paling kejam." gumam nya lagi.


" Aku berusaha keras melupakan semua penghianatan nya, tapi nasib sial menimpaku. Hingga aku harus bertemu dengan nya lagi, dan membuat luka lama terbuka kembali." ucap Raka.


" Kak, apa kakak masih mencintai wanita itu?" Tanya Lita pelan, takut dia bertanya terlalu jauh.


" Tidak, aku sangat membencinya nya. Dia menjijikan." Jawab Raka, singkat tapi menyakitkan.


" Aku tak suka berbagi apapun Lit." Ucap Raka lagi.


" Kalau begitu, lepaskan saja. Cari kebahagiaan kakak sendiri, move on. Jangan terus di ingat, kenangan pahit jika terus di ingat akan terasa semakin menyakitkan." Ucap Lita.


" Aku juga mengalami penghianatan, beda nya aku dan pria itu hanya berpacaran belum tunangan. Hubungan kami juga belum sejauh itu, kami tak pernah melakukan apa pun."


" Selama 2 tahun kami pacaran, kami hanya pernah berpegangan tangan. Mungkin karena itu, dia memilih berselingkuh dengan wanita yang bisa memberikan hal itu. Aku tak bisa memberikan hal yang paling berharga pada orang yang belum resmi menjadi suamiku." Jelas Lita panjang lebar.


" Awalnya aku kecewa hingga hampir depresi, tapi disisi lain aku bersyukur. Tuhan sudah memperlihatkan kalau dia bukan yang terbaik untuk ku."


" Aku memang tak pernah lagi membuat suatu komitmen dengan pria mana pun, aku berpikir jika ada laki-laki yang menginginkan ku menjadi miliknya pasti dia akan berjuang untuk mendapatkan aku."


" Jadi aku tinggal melihat, seberapa jauh dia akan berusaha membuat aku luluh."


Lita tersenyum ke arah Raka, dia tau pria di samping nya sedang galau.


" Terimakasih Litt, kamu memang yang terbaik." Ucap Raka, dia merangkul bahu Lita dan di sandarkan di dada nya.


" Sama-sama kak, kakak juga yang menyadarkan Lita untuk terus menjalani hidup dan mulai berdamai dengan keadaan." Ucap Lita.


Raka mengecup puncak kepala Lita dengan penuh kasih sayang.


" Kak jangan gini, malu." Ucap Lita, wajah nya sudah memerah menahan malu, di perlakukan begini oleh Raka.


" Lihat orang disana? Mereka bahkan melakukan yang lebih dari ini." Tunjuk Raka pada sepasang kekasih yang sedang berpagut mesra.

__ADS_1


" Ya ampun, mata ku ternoda." Ucap Lita, dia menutupi kedua mata nya dengan telapak tangan.


" Serius kau baru melihat hal seperti itu Lit?" Tanya Raka. Tapi Lita hanya menggeleng, gadis dalam dekapan nya ini memang polos.


" Mau nyobain gak?" Tanya Raka, entahlah kenapa mulutnya bisa berkata seperti itu.


" Apaan sih kak, mesoom.." Teriak Lita, mencubit kuat tangan Raka.


" Arghhh sakit Litt... " Raka mengaduh, karena cubitan Lita sangat sakit.


" Kakak kan cuma nawarin, kali aja kamu penasaran sama rasa nya." Ucap Raka lagi, dia mengusap-usap tangan nya.


" Modus.. " Ucap Lita,


Tapi memang ada rasa penasaran dengan rasa nya, tapi saat ini dia belum siap melakukan nya. Apalagi dengan Raka, bisa meledak jantung nya. Baru di rangkul aja hati nya sudah deg-degan tak karuan, membayangkan saja mampu membuat Lita tersipu malu.


" Ayo Lit, mau gak? Gampang kok, cuma tinggal... "


" Kakak jangan mesoomm... " Teriak Lita lagi.


Raka terkekeh, dia puas menggoda gadis pujaan nya ini.


" Beruntung ya pria yang nanti jadi suami kamu, dapet segelan." Gumam Raka.


" Jangan di bahas kak, Lita malu. Lita masih kecil." Ucap Lita.


" Masih kecil, tapi itu tumbuh dengan baik." Ucap Raka, dia melirik sekilas ke arah dada Lita yang besar dan berisi.


" Ihh kakak jangan liatin Lita gitu dong." Gerutu Lita, dia menghalangi dada nya dengan tangan.


" Hehee, enggak kok. Pulang yuk, keburu abang mu pulang nanti dia marah." Ucap Raka. Masih aja ngelak padahal udah ketahuam liatin dada nya Lita.


🌻🌻🌻


Babang Raka nya mesoom ya🤭🤣



**maaf kalo banyak typo 😁


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**

__ADS_1


__ADS_2