Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kepergian Farhan


__ADS_3

Farhan tersenyum simpul saat melihat wajah sendu menantu nya, ternyata Lita lah yang paling pertama sadar dengan arti dari sorot mata nya.


"Maafkan Ayah Raka, kamu memang bukan anak ku, bukan darah daging ku, kamu terlahir dari sebuah kesalahan di masa lalu. Dan dengan perilaku bodoh ku waktu itu, tapi aku menyayangi mu, bahkan saat pertama kali kamu melihat dunia, aku lah yang mengurus mu. Karena Mama mu depresi."


"Aku yang bersalah atas semua nya, saat itu aku sangat menyesal dengan semua yang terjadi, tapi entah kenapa saat Renata sembuh, aku kembali mengulangi nya, bahkan lebih menyakitkan." Ucap Farhan bersungguh-sungguh, bahkan butiran bening sudah meluncur dari kedua mata nya.


Raka terhenyak saat melihat pria itu menangis, seumur hidup nya dia tak pernah melihat Farhan menangis.


"Lupakan semua nya Mas, aku sudah memaafkan dirimu, juga semua kesalahan mu kepadaku. Meski aku takkan bisa melupakan nya, dan mungkin butuh waktu." Ucap Mama Renata, mendekati brankar dan memegang tangan kurus Farhan dengan lembut.


Farhan tersenyum, saat melihat Renata memperlakukan nya dengan baik, bahkan setelah penghianatan dan rasa sakit yang sudah dia berikan.


"Terimakasih Renata, dari awal kamu memang istri yang baik. Hanya saja aku besar kepala dan tak pernah bersyukur."


"Sudahlah, jangan di bahas kembali. Kamu harus sembuh Mas." Ucap Mama Renata, mengelus punggung tangan Farhan dengan lembut.


Farhan menggeleng, rasa nya dia sudah tak kuat lagi untuk bertahan. Apalagi dengan penyakit yang sedang di derita nya.


"Lita, kemari Nak." Panggil Farhan, menggerakan tangan nya meminta Lita mendekat.


Lita menatap suami nya meminta izin dan Raka menganggukan kepala nya pelan.


Lita mendekati bed tempat Farhan berbaring, Pria itu tersenyum saat melihat perut Lita yang agak membuncit. Kehamilan sudah memasuki minggu ke enam.


"Kamu sedang mengandung cucu ku?" Tanya Farhan, dan Lita menganggukan kepala nya.


"Baru enam minggu, Yah." Jawab Lita, dengan senyum manis nya.


Sekarang Farhan baru menyadari, bahwa istri pilihan anak nya sangat baik dan tepat.


"Selamat atas kehamilan mu Nak, jadi lah istri dan ibu yang baik nanti. Semoga sehat selalu dan selalu di berikan keselamatan." Ucap Farhan, dengan senyum yang menghiasi wajah keriput nya.


"Terimakasih Yah, aku pasti akan melakukan nya."


"Maafkan ayah, selama ini selalu memperlakukan mu dengan buruk. Ayah berharap bisa melihat cucu ku tumbuh besar, tapi seperti nya tak mungkin." Ucap nya sambil terkekeh.


"Apa yang ayah bicarakan, ayah akan baik-baik saja. Ayah akan sembuh, jangan putus asa Yah." Ucap Lita, menggenggam tangan Farhan yang masih di pegang oleh Mama Renata.


"Tak ada guna nya aku hidup lebih lama Nak, semakin lama tubuh ku semakin sakit."


"Aku terlalu banyak membuang waktu ku untuk berbuat dosa, Nak. Dan ini lah karma ku, balasan dari semua perbuatan ku di masa lalu." Ucap Farhan, mata nya kembali meluncurkan hujan badai.

__ADS_1


"Kamu menantu yang baik, kita tak pernah dekat dan saling mengakrabkan diri, aku sibuk membenci mu Nak, maafkan ayah mertua mu ini." Tangis nya semakin menjadi, Farhan terisak dengan kepala menunduk.


"Aku tidak papa Yah, sungguh. Aku memaafkan semua nya, aku bukan wanita pendendam, bahkan aku sudah melupakan nya." Ucap Lita.


"Terimakasih sudah memaafkan ayah Nak, semoga kalian bahagia selalu. Ayah mendoakan kalian."


"Raka, Ayah mohon maafkan semua kesalahan ayah. Seperti yang kamu tau, ayah adalah manusia yang paling berdosa besar pada mu. Ayah tak bisa pergi dengan tenang, jika kamu tak memaafkan ayah." Ucap Farhan, menatap Raka nanar.


Degg..


Entah kenapa tatapan itu membuat Raka terhenyak, dada nya berdebar tak karuan.


"Memang nya kau mau pergi kemana, dengan keadaan seperti ini?" Tanya Raka dengan wajah yang mulai cemas.


Meski pria tua itu adalah pria jahat versi Raka, tapi berkat pria itu juga dia bisa hidup nyaman, meski seringkali dia memaksakan kehendak nya.


Farhan menggelengkan kepala nya, dengan senyum tipis nya.


"Aku disini, aku hanya ingin tenang. Aku tak ingin ada penyesalan lagi."


Lita memandang suami nya yang terlihat bimbang, antara ya atau tidak ,mungkin seperti itu.


"A-aku memaafkan mu Ayah.." Ucap Raka pada akhirnya, setelah cukup lama berperang dengan hati dan fikiran nya.


"Raka, Ayah harap kamu tak mencontoh perilaku ayah. Jadilah suami yang bisa menjaga pandangan dari wanita lain, jaga anak dan istri mu dengan baik, sayangi mereka Nak."


"Ayah harap kalian selalu bahagia, hanya maut yang bisa memisahkan kalian." Ucap Farhan.


"Aku akan melakukan semua yang ayah kata kan, aku akan bertanggung jawab atas anak dan istriku, juga ibu ku."


"Baiklah, setelah ini aku bisa pergi dengan tenang.." Ucap Farhan, sedikit meringis di akhir kata nya.


Melihat ekspresi ayah mertua nya yang terlihat sedang menahan sakit, Lita segera meminta Raka memanggil dokter.


"Mas, panggilkan dokter, seperti nya Ayah kesakitan, cepatlahh." Pinta Lita ,dan Raka langsung menuruti nya. Dia berlari ke luar ruangan Farhan.


Farhan mengerang merasakan sakit yang semakin terasa di dada nya, juga kepala nya yang terasa sakit seperti ingin pecah.


Lita dan Mama Renata panik melihat darah segar mengalir ke kaki Farhan hingga menetes ke lantai.


Bed pasien di penuhi darah yang berbau amis dan busuk, Lita mengusap rambut ayah mertua nya dengan lembut, jujur saja dia sangat panik, tapi menutupi nya.

__ADS_1


"Bersabarlah sedikit lagi Yah, Mas Raka sedang memanggil dokter." Ucap Lita, menangis terisak.


Farhan terus mengerang kesakitan, dan meronta. Hingga akhirnya gerakan nya terhenti dengan nafas yang ikut terhenti juga.


Tubuh nya yang sedari tadi menegang, perlahan terkulai lemas tak berdaya, seluruh tubuh nya berubah menjadi dingin.


Hingga saat Raka datang dengan langkah tergesa dengan dokter di belakang nya, mereka berdua sempat terkejut melihat darah yang meluber di lantai.


Dokter memeriksa Farhan, namun sayang tak ada lagi denyut nadi. Dia menggelengkan kepala nya.


"Maaf, tuan Farhan sudah meninggal."


Deg..


Raka mematung mendengar pernyataan dokter, berbeda dengan Lita dan Mama Renata yang langsung meluapkan rasa sedih nya dengan menangis histeris. Raka hanya diam, menatap wajah ayah nya untuk terakhir kali, sebelum dokter menutup nya dengan kain putih.


"Dok, darah ini berasal dari mana?" Tanya Raka pelan.


"Begini tuan, saat tuan Farhan di bawa kesini. Keadaan nya sudah parah dan tak mungkin bisa sembuh lagi, luka tembak nya infeksi, dan alat kelamiin nya membusuk hingga terpaksa kami harus melakukan operasi agar virus itu tidak menyebar."


"Tapi seperti nya langkah itu juga terlambat tuan, Saat operasi selesai terjadi pendarahan hebat seperti ini dan membuat kami kalang kabut. Tapi setelah beberapa menit pendarahan nya akan berhenti, ini di sebabkan virus nya sudah menyebar ke jantung tuan."


"Biasa nya pasien yang mengalami hal ini akan muntah darah ,tapi berbeda dengan kasus ini. Darah nya keluar dari anus tuan, dan bekas operasi pemotongan alat kelaminn. Padahal bekas jahitan nya sudah mengering dan sembuh." Jelas dokter panjang lebar.


"Saya permisi tuan, sebentar lagi ada suster yang akan mengurus jenazah nya." Raka hanya menganggukan kepala nya, tanpa menjawab.


"Kematian yang menyakitkan." Gumam Raka, mata nya berkaca-kaca.


"Pergi dengan tenang Yah, istirahat lah." Ucap nya lagi, dia mengusap air mata nya dengan tangan. Dan memalingkan wajah nya.


Tak lama masuk lah dua suster yang akan memandikan jenazah Farhan, mereka membawa nya ke ruangan khusus di ikuti oleh Lita dan Mama Renata.


Sedangkan Raka, dia duduk di kursi ruang tunggu dengan pandangan kosong.


Bukan kah ini yang dia inginkan? Hidup tenang tanpa gangguan dari ayah nya lagi? Tapi kenapa rasa nya sangat menyakitkan?. Air mata Raka mengucur deras, dia menutupi wajah nya dengan kedua tangan.


Tetap saja, rasa penyesalan itu tetap ada apalagi setelah kepergian ayah nya itu.


🌻🌻


Pergi dengan tenang ya Ayah Farhan😭

__ADS_1


tinggal kan jejak, happy reading😘


__ADS_2