
Raka mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Hati-hati Mas, jangan terlalu cepat." Peringat Lita.
"Iya sayang, aku tetap hati-hati kok. Hari sudah siang, aku gak mau di hukum." Jawab Raka.
Cukup lama mereka dalam perjalanan, hingga akhirnya mereka sampai di gerbang kampus Lita.
Lita segera turun, karena suami nya buru-buru harus sampai ke kantor.
"Hati-hati sayangku, aku masuk dulu." Ucap Lita, sambil melambaikan tangan nya.
Raka hanya mengangguk dan tersenyum manis, dia harus segera sampai di kantor. Bila tidak, dia harus lembur selama lima hari.
Saat sampai, syukurlah dosen belum sampai. Jadi Lita masih bisa bersantai sebentar sambil memakan brownies buatan ibu mertua nya tadi, dia belum sempat mencoba nya karena harus melihat adegan menyedihkan.
Lita mengeluarkan wadah bekal nya, lalu mulai memakan sepotong brownies favorit suami nya.
"Heemmm, enak banget. Gak kemanisan, dan lembut banget." Gumam Lita.
"Pantesan aja Mas Raka suka, aku juga suka ini mah." Ucap Lita lagi, dia memang tak menyukai kue brownies karena menurutnya selalu kemanisan. Tapi yang ini, dia sangat menyukai nya.
Tiba-tiba saja, ada tangan besar yang mencomot potongan brownies nya.
"Ngambil gak izin dulu." Ucap Lita sambil menoleh, dia menatap orang itu dengan wajah sebal nya.
"Hehee, aku minta ya Lita." Brandon tersenyum sambil menyuapkan sepotong brownies yang dia ambil dari Lita.
"Telat, kemana aja Lu ngilang gitu aja." Tanya Lita. Brandon duduk di samping Lita, tempat duduk Bella.
"Gue pulang ke London Lit, kenapa kangen?"
"Enggak, malah gue bersyukur Lu gak ada. Gue berharap lu gak balik lagi." Ucap Lita kesal.
"Lahh jahat amat sih. Gue denger Lu udah nikah sama Raka ya? Selamat ya Lita."
" Makasih, telat ucapin nya Brand." Ketus Lita.
"Hehh, gue bukan Brand ya. Gue Brandon, enak aja Lu nyebut nama gue kayak merk."
"Suka-suka gue lah, gak suka? Pergi sono." Ucap Lita, dia masih asik memakan brownies nya.
"Ketus amat sih Lit, kita kan temenan sekarang. Ya meski gue pernah ngarepin Lu jadi pacar gue sih, tapi sekarang kan udah gak mungkin." Keluh Brandon, dengan raut wajah sedih yang di buat-buat.
"Idihh, ganti tuh ekspresi Lu. Memuakan."
"Yaudah iya, Bella kemana? Biasa nya Lu sama dia itu kayak perangko, nempel terus" Tanya Brandon.
__ADS_1
"Sakit.. "
" Ternyata wanita bar-bar pun bisa sakit ya." Ejek Brandon.
"Dia juga manusia begoo."
"oh iya, ini buat Lu dari gue. Sorry gue gak dateng ke nikahan Lu, soalnya gue masih di London." Ucap Brandon, lalu memberi sebuah kotak kecil dengan pita berwarna biru.
"Thanks ya, meski pun telat Lu ngasih nya. Ngapain Lu pulang ke London?" Tanya Lita.
"Ada masalah keluarga yang cukup rumit Lit, sampe gue sendiri pusing mikirin nya."
"Sabar ya Brand, semua orang pasti punya masalah. Termasuk gue." Ucap Lita.
"Kenape Lu?"
"Bokap suami gue gak setuju sama gue, malah dia keliatan benci banget sama gue." Jawab Lita lesu.
"Emang nya kenape? Dia belum tau aja sama Lu kali."
"Sebelum Mas Raka nikah sama gue, dia udah di jodohin sama bokap nya. Tapi Mas Raka gak mau, eh akhirnya dia malah nikah sama bokap nya Mas Raka." jelas Lita. Terlihat ekspresi Brandon berubah, entah kenapa perkataan Lita seolah menyakiti hati nya.
"Kenapa Brand?" Tanya Lita.
"E-ehh enggak kok, gue cuma heran aja sama cewek nya. Kok bisa-bisanya gagal nikah sama anak nya, malah nikah sama bapak nya."
"Hooh, soalnya kata Mas Raka cewek nya hamil anak bokap nya." Jawab Lita datar. Tapi tidak dengan Brandon, kenapa cerita Lita begitu tepat sasaran dengan masalah yang dia alami sekarang?
"Mau lah, bikinan siapa? Enak banget, gak kemanisan." Ucap Brandon.
"Bikinan Ibu Mertua gue, ini tuh favorit suami gue. Itu dia, gue juga suka kue ini karena gak kemanisan. Gue gak suka kue yang manis nya kebangetan, sampe ngilu gigi gue."
"Masalah kita sama, gigi gue juga suka ngilu kalo makan yang manis-manis. Tapi makan ini, gak masalah." Jawab Brandon.
"Yaudah makan, abisin. Thanks hadiah nya ya."
"Sama-sama, gak mahal sih. Tapi lumayan lah, daripada enggak sama sekali." Brandon menjawab sambil makan kue nya.
"Bella gak Lu kasih juga?"
"Emang nya dia juga udah nikah?" Tanya balik Brandon.
"Baru semingguan, dia kan nikah sama abang gue."
"Wohoooo, jadi makin lengket nih. Apalagi jadi kakak ipar, kalian tuh emang nyetel sih. Sama-sama bar-bar." Ledek Brandon.
"Siniin kue nya, di kasih madu malah minta racun Lu. Mau gue racun hmm?"
__ADS_1
"Hahaha, sorry dah. Jangan marah, Lu jelek kalo marah." Ucap Brandon sambil terkekeh.
"Berisik Lu, gue tampol juga."
"Jangan galak-galak jadi cewek, gak baik." Peringat Brandon.
"Gapapa juga, yang penting udah laku."
Memang hubungan Brandon dan Lita jadi akrab, setelah dia tau kalau Lita sangat bahagia dengan Raka. Meski terasa sakit, tapi dia juga ikut bahagia jika Lita juga bahagia.
Mereka memutuskan untuk berteman saja, meski Brandon masih terlihat mempunyai rasa yang lebih dari sekedar teman.
"*Aku akan melindungi dirimu Lit, meski harus berurusan dengan kakak ku sendiri, aku tak masalah."
"Aku ingin kamu bahagia, meski bukan dengan ku. Aku ikut bahagia jika kamu bahagia, Arlita*" Batin Brandon, saat dia melihat senyuman ceria dari bibir Lita. Hati nya sering kali berdebar tak karuan, tapi meski begitu dia harus bisa menahan nya.
Meski rasanya dia sangat ingin memiliki Lita, tapi mau bagaimana lagi. Sekarang Lita sudah menjadi milik orang lain, dia tak lagi punya kesempatan.
Hanya pertemanan lah membuat nya bisa dekat dengan Lita, itu saja sudah cukup untuk membuat hati nya bahagia.
"Mandang nya biasa aje kali, jangan lama-lama nanti mata lu buta gara-gara liatin gue terus." Ucap Lita, membuyarkan lamunan nya.
"Lahh elu, gue tuh suka liat lu senyum gitu. Kayak damai banget, jaga terus senyuman Lu."
"Idih kok bilang gitu, emang nya Lu mau kemana sih?" Tanya Lita.
"Enggak kemana-mana, gue akan selalu ada buat Lu. Gue janji."
"Oke thanks ya, jarang-jarang sih Lu bilang hal sweet kayak gini." Ledek Lita.
"Kita kan temenan sekarang, meski pun Lu tau gue pengen lebih dari sekedar temen sama Lu. Tapi kita gak berjodoh."
"Jangan ngungkit masalah gitu lah, Lu cowok baek, gue doain Lu dapet cewek yang lebih baik dari gue." Ucap Lita, sambil menepuk pundak Brandon.
"Ya semoga aja."
"Meski gue gak yakin kalo gue bisa gantiin nama Lu di hati gue, Lita."
Tak lama, dosen pun datang dengan menenteng banyak buku di dalam tas nya.
"Gue gak mau pindah, selama Bella sakit gue yang duduk disini, gapapa yah?"
"Oke Brand."
🌻🌻🌻
Abang Brandon bucin parah nih sama Lita😁
__ADS_1
tinggalkan jejak dan tap favorit ya beb😘
Salam hangat dari Lita&Raka❤️