
Keesokan pagi nya Lita terbangun dengan keadaan yang berantakan, rambut nya acak-acakan, tubuh nya seperti macan tutul akibat ulah Raka.
Lita menggeliat pelan, meregangkan otot nya yang terasa pegal. Saat dia melirik ke samping, dia melihat Raka yang masih tertidur lelap.
Tiba-tiba saja Lita teringat dengan adegan semalam, dimana dengan penuh gairah Raka menyentuh nya. Memang dia melakukan nya dengan lembut dan perlahan, tapi Raka melakukan nya beberapa kali hingga Lita baru bisa tertidur dini hari.
Lita tersenyum simpul, ada rasa bahagia dalam hati nya. Jika mengingat hal semalam, akhirnya dia mempersembahkan mahkota yang selama ini di jaga pada suami nya.
Jari Lita terulur mengelus wajah Raka yang masih tertidur di samping nya, dengan tangan yang memeluk pinggang nya posesif.
Tapi baru saja menyentuh kulit pipi Raka, tangan Lita sudah di cekal oleh Raka dia juga membuka perlahan mata nya.
"Ahhh maaf, apa aku mengganggu tidur mu?" Tanya Lita lirih.
"Tidak, aku memang sudah bangun sayang." Jawab Raka dengan suara serak khas bangun tidur nya.
"Kenapa jarak kita sangat jauh, kemarilah aku ingin memeluk istri ku." Ucap Raka, kembali menarik Lita ke dalam pelukan nya.
Lita meronta, karena tubuh mereka yang masih polos membuat nya bisa merasakan jika senjata tempur milik suami nya siap kembali di bawa bertempur.
"Ini sudah cukup siang, aku ingin memasak untuk sarapan kita."
"Heeuhhhh, untuk apa di adakan aplikasi dan jasa pengiriman kalo kamu masih repot-repot sayang, sudahlah nanti aku pesan online. Sekarang, biarkan aku memeluk mu seperti ini." Jawab Raka santai. Padahal Lita sudah ketar-ketir sendiri, takut kalau Raka akan menghajar nya lagi pagi ini.
Bukan tak ingin memenuhi permintaan suami nya itu, tapi bekas semalam saja masih terasa sakit dan perih.
"Bagaimana semalam, apa kamu menikmati nya?" Bisik Raka, dia sudah menelusupkan wajah nya di leher Lita.
"Apaan sih yang, jangan mesoom ah. Sudah, aku ingin mandi. Semalam aku gak sempat mandi." Gerutu Lita, berusaha melepaskan tangan Raka dari pinggang nya.
"Baiklah, pergi saja jika kamu bisa." Ucap Raka santai. Lita menoleh, dia tak mengerti apa maksud Raka.
Perlahan, Lita bangkit dari posisi nya. Berbekal pegangan pada sisi ranjang, dia berusaha berdiri. Tapi baru saja akan melangkah, Lita terhuyung dan hampir saja terjatuh membentur keramik jika Raka tak cepat menangkap nya.
"Sekarang mengerti apa maksud ku sayang?" tanya Raka dengan senyum smirk nya. Lita mengangguk perlahan.
Dengan sigap, Raka memangku tubuh polos Lita ke kamar mandi, terpaksa juga Lita harus menurut dan melingkarkan tangan nya di leher Raka.
Raka menurunkan Lita di bath up dan mengisi air nya, juga dengan sabun cair dan beberapa tetes aromaterapi beraroma mawar.
__ADS_1
Raka menyabuni tubuh Lita dengan telaten, meski sempat bernafsu saat tangan nya tak sengaja menyentuh dua gunung kembar Lita. Tapi sekuat tenaga Raka menahan nya, dia tau Lita nya masih kesakitan. Dia tak ingin menyakiti Lita nya.
Cukup lama, akhirnya Raka kembali memangku tubuh Lita keluar kamar mandi. dan memakaikan nya pakaian.
"Makan sekarang sayang?" Tanya Raka, setelah selesai dengan kegiatan nya.
"Iya, aku lapar dan kelelahan semalam." Jawab Lita lirih. Dia menyandarkan tubuh nya di sandaran ranjang, dia masih kelelahan karena melayani hasrat suami nya yang seolah tak puas menyentuh nya semalaman suntuk.
"Maafkan aku sayang, aku tak bisa mengontrol hasrat ku untuk terus melakukan nya. Aku sudah sangat lama menginginkan nya."
"Gapapa sayang, itu sudah hak mu dan kewajiban ku untuk memenuhi nya, selama aku bisa." jawab Lita sambil tersenyum manis.
"Kalau begitu, aku mau sekarang. Bagaimana?" goda Raka sambil memainkan alis nya, nakal.
"T-tapi ini ku masih sakit dan ngilu yang." Jawab Lita berusaha menolak, menyesal dia mengatakan hal itu di hadapan Raka.
"Hahhaa, baiklah aku juga takkan tega melakukan nya lagi sayang." ucap Raka sambil mengusap kepala Lita dengan sayang.
🥀
Baru saja, Kurir datang mengantar makanan ke apartemen Raka.
Lita berjalan tertatih keluar dari kamar dan pergi ke dapur dengan langkah yang terseok.
"Gapapa yang, aku harus membiasakan diri." Jawab Lita sambil mengambil alih kantong kresek dari tangan Raka. Dia menghidupkan kompor dan menghangatkan kembali makanan di dalam kresek yang sudah mulai dingin, mungkin karena perjalanan yang cukup jauh.
Setelah nya Lita menyajikan nya di depan Raka, dia juga melayani Raka. Meski langkah nya lambat, tapi dia tetap melayani suami nya dengan senyuman yang selalu tersungging di wajah cantik nya.
"Kamu mau bulan madu?" tanya Raka di sela makan nya.
"Lita ikut aja." Jawab Lita, pipi nya menggembung penuh dengan makanan.
"Makan tuh pelan-pelan, gak bakalan ada yang nyuri kok. Hemmm, nanti saja kalau aku ada cuti kantor ya."
"Iya aku mah ngikut aja. Gak bulan madu juga gapapa." Ucap Lita.
"Kenapa?"
"Sayang uang nya, mendingan di tabung aja." Jawab Lita.
__ADS_1
Raka tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, Istri nya ini sangat sederhana. Selain tak suka berbelanja, Lita juga tak terlalu suka bepergian. Dia tak suka menghamburkan uang nya, lebih baik di tabung untuk masa depan.
"Ada anggaran nya dari kantor yang, untuk di tabung mah beda lagi." Ucap Raka.
"Iya tapi tetep aja sayang uang nya, lebih baik di simpan. Kita gak tau apa yang akan terjadi di masa depan."
"Baiklah sayang ku, tapi jika ingin liburan kamu harus bilang." Ucap Raka mengingat kan. Lita mengangguk cepat.
Setelah perbincangan terakhir tadi, tak ada yang bicara lagi. Mereka makan dalam keheningan.
"Selesai?" Tanya Lita singkat. Raka mengangguk dan membawa piring kotor nya ke wastafel.
"Loh, aku saja yang cuci piring yang." Ucap Lita, saat melihat Raka mencuci piring bekas mereka berdua makan.
"Kamu masih sakit, masih ada banyak waktu untuk melakukan itu jika kamu sudah sembuh. Hari ini aku yang melakukan nya ,kamu duduk saja."
"Tapi ini kan tugas ku yang." Ucap Lita lirih.
"Kita ini suami istri sayang, jadi saling membantu dalam urusan rumah tangga itu sudah wajar. Aku gak masalah kalau harus ngerjain ini sayang." Jawab Raka bijak.
"Kamu kan udah kerja di kantor, masa di rumah kerja juga. Terus guna nya aku apa?"
"Guna nya kamu tuh buat penyemangat aku kerja sayang, terus kalo malam kan ada yang peluk, bisa di pegang-pegang juga." Ucap Raka genit.
"Awas aja kalo genit sama perempuan lain."
"Enggak kok, tenang aja." Jawab Raka santai.
"Gimana mau genit, dia aja dingin dan cuek banget sama cewe lain. Cuma sama aku aja dia jadi pria hangat." Gumam Lita.
Setelah menyelesaikan mencuci piring nya, saat ini Raka dan Lita sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi.
Tiba-tiba saja, bel apartemen berbunyi.
Dengan perlahan, Lita berjalan ke arah pintu dan membuka pintu nya dengan perlahan.
"Haii pengantin baruu." Sapa seseorang..
🌻🌻🌻
__ADS_1
Siapa yahh? Jawaban nya besok, okee😁
tinggalkan jejak ya wakk, tap favorit juga😍