
" Litaa.. "
Raka dan Lita berdiri di tempat, sambil menatap pria yang sedang berlari ke arah mereka. Lita dengan tatapan malas nya, Raka dengan tatapan heran nya, siapa pria itu.
" Ada apa Brandon?" Tanya Lita ketus.
" Tak sangka kita bertemu disini, kamu lagi ngapain?" Tanya Brandon, pria itu adalah Brandon. Pria menyebalkan versi Lita, tapi pria tampan dan populer di kampus.
" Kalau di mall ya berarti jalan-jalan atau belanja, gak mungkin cuma nongkrong." Jawab Lita ketus.
" Kamu selalu saja ketus pada ku? Oh iya, apa ini kakak mu?" Tanya Brandon.
" Hai kak, aku Brandon teman Lita di kampus." Ucap Brandon, memperkenalkan diri.
" Teman? Siapa juga yang mau jadi teman mu, aku enggak tuh." Ucap Lita.
" Dan perlu kau tau, dia kekasihku. Bukan kakak ku." Ucap Lita.
Brandon melongo melihat penampilan Raka, terlihat berkelas dari atas sampai bawah.
" T-tapii... "
" Sudahlah, aku tak mau merusak mood ku." Ucap Lita.
" Ayo sayang, kita kesana ya?" Ajak Lita, dia kembali menggelayut di tangan Raka.
Sedangkan Raka dia menatap tajam Brandon, pria yang mengaku teman Lita di kampus.
Lita dengan cepat menarik Raka dari depan Brandon, takut Raka akan marah karena perkataan nya.
" Aku akan mendapatkan mu, bagaimana pun cara nya. Kau harus jadi milik ku Lita." Batin Brandon. Dia tersenyum smirk melihat kepergian Raka dan Lita.
" Apa aku setua itu sayang, hingga aku di sangka kakak mu?" Tanya Raka.
" Apa aku tak pantas bersama mu?"
" Sayang, jangan baper dong. Dia pria menyebalkan yang suka mengganggu ku."
" Satu lagi, kamu memang seumuran dengan Bang Haris, tapi kamu kekasihku, kamu pantas bersama ku sayang." Ucap Lita, bahkan dia mengelus pipi Raka untuk membujuk nya.
" Ganteng gini kok, masa insecure cuma gara-gara bocil sih?"
Raka tersenyum mendengar cara Lita membujuk nya.
" Baiklah, ayo ke toko sepatu. Kata nya mau tali sepatu."
" Sama sepatu nya boleh gak?" Tanya Lita.
" Boleh dong, mau sama toko nya juga boleh, tapi tunggu kakak setahun gajian ya." Goda Raka.
__ADS_1
Sebenarnya Lita tak ingin membeli sepatu, sepatu nya masih bagus dan banyak di rumah, tapi demi mengembalikan mood Raka dia akan membeli nya.
Saat ini Lita sedang memilih sepatu mana yang cocok untuk nya.
" Yang ini bagus gak?" Tanya Lita, menunjukan sepatu kets putih dengan garis-garis di belakang nya.
" Sepatu apa pun kalo di pake kamu mah pasti bagus sayang."
" Bahkan sepatu nya insecure di pake kaki yang mungil itu yang." Jawab Raka.
" Bisa aja."
" Bahkan kaki kamu aja cantik yang." Ucap Raka.
" Yaudah Lita pengen ini aja, sama tali sepatu warna hijau neon ya kak."
" Iya sayang ku, yuk beli. Terus kita ke danau ya." Ajak Raka, Lita mengangguk dan kembali menggelayut manja di lengan Raka.
🥀
Setelah selesai membayar, kini mereka sedang dalam perjalanan ke danau. Lita terus tersenyum, dia akan ke tempat dimana moment pertama dirinya dan Raka tercipta.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di danau itu. Raka dan Lita turun bersama setelah Raka memarkirkan mobil nya.
Raka dan Lita duduk di rumput, di bawah pohon palem yang berjejer rapi di sisi danau.
" Bicara aja yang." Jawab Lita, dia mulai membiasakan diri dengan memanggil sayang pada Raka.
Raka menatap Lita dengan intens, dan itu membuat Lita salah tingkah. Ini bukan tatapan mesoom atau tatapan nakal, tapi tatapan yang penuh dengan keseriusan.
" Orang tua ku belum memberi restu untuk hubungan kita, jika kamu tau aku berasal dari keluarga yang berantakan apa kamu masih mau bersama ku?" Tanya Raka.
Lita diam, belum menjawab pertanyaan Raka.
" Ibu, dulu nya seorang model yang cukup terkenal pada jaman nya. Ayah adalah arsitek, tapi dulu dia penggila se*s bebas dan pemabuk."
" Ibu dan ayah ku, kedua nya tukang selingkuh. Bahkan wanita yang ingin mereka jodohkan dengan ku, adalah salah satu wanita selingkuhan ayah ku."
" Saat ini, Ayah sudah menikahi nya karena Catherine hamil akibat perbuatan nya."
" Ibu mungkin tak berbeda jauh dengan Ayah, mereka sama-sama tukang selingkuh, bahkan aku tak tau ayah kandung ku dimana dan siapa."
" Apa kamu yakin dengan ku?" Tanya Raka.
Lita masih diam, dia menatap Raka yang juga menatap nya, menunggu jawaban nya dengan harap-harap cemas.
Lita menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Dia mengambil kedua tangan Raka dan menggenggam nya.
" Apa kakak tak percaya dengan ku? Aku tak mempermasalahkan bagaimana keadaan keluarga mu Yang. Biarlah, mereka dengan perbuatan mereka, selama itu tidak terjadi pada mu, aku tak masalah."
__ADS_1
" Dengarkan aku, aku mencintai mu tulus. Aku hanya ingin kita sama-sama percaya satu sama lain, aku yakin kita akan bahagia dengan cara kita sendiri." Jawab Lita.
" Jadi kamu menerima ku?"
Lita mengangguk pasti.
" Aku menerima apapun keadaan mu dan keluarga mu." Jawab Lita dia tersenyum manis ke arah Raka.
" Lagi pula aku sudah tau semua nya sejak jauh-jauh hari." Gumam Lita.
" Benarkah?" Tanya Raka.
" Saat di rumah sakit, aku mengikuti kalian dan mendengar semua nya. Aku tau, aku terlalu baper hingga mendiamkan mu. Permasalahan ini cukup sensitif karena ini masalah keluarga, aku sadar kamu butuh waktu untuk menceritakan semua nya "
" Jadi, aku tetap bersama mu. Takkan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi, promise." Ucap Lita.
" Pantas saja kamu mendiamkan aku sayang, maafkan aku ya."
" Tak ada yang perlu di maafkan sayang." Jawab Lita.
" Terimakasih sudah mau menerima ku." Ucap Raka, tangan nya bergerak merengkuh tubuh Lita ke dalam pelukan nya.
" Iya, aku juga. Terimakasih sudah mencintai gadis sederhana seperti ku "
" Kau istimewa untuk ku sayang." Jawab Raka.
Dia mendaratkan bibir nya di kening Lita, menyalurkan kasih sayang yang begitu besar untuk gadis kecil nya ini.
Lita mendongak dan menatap wajah Raka yang sumringah, dia sudah lega. Tak ada lagi keraguan dalam hati nya untuk bersama Lita.
" Lihat itu sayang." tunjuk Raka ke arah sebuah saung yang ada disana untuk istirahat di sekitar danau.
" Mataku ternoda kak, apa mereka tidak malu melakukan hal seperti itu di tempat terbuka seperti ini, mana ini tempat wisata lagi." Ucap Lita, dia melihat sepasang insan yang sedang berbuat mesum.
" Bilang nya ternoda tapi terus di liatin." Ucap Raka, dia mengusap mata Lita.
" Hehee, kenapa gak nyewa hotel aja sih yak? Sudah dua kali kesini liat hal-hal aneh gini." Ucap Lita.
" Udah ah, yuk pulang. Abang mu udah nelponin kakak." Ajak Raka, Lita mengangguk dan mengikuti langkah Raka.
🌻🌻🌻
outfit Lita saat ngemall ya☺️
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga yaww😘
__ADS_1