
Lita berjalan santai, tapi tatapan mata nya menghunus tajam ke arah dua sejoli yang sedang duduk di depan rumah.
"Ini dia adik iparku, apa kabar Lita?" Tanya Hana, memulai percakapan.
"Kalau aku sakit, aku tak mungkin bisa berjalan seperti ini." Jawab Lita ketus, Haris tersenyum mendengar jawaban Lita. Dia juga sudah muak dengan segala tingkah Hana dari tadi, sebelum Lita pulang.
"Lohh, kok begitu? Aku ini kakak ipar mu, Lita. Bicara yang sopan dong."
Lita tersenyum sinis, bahkan perempuan ini dengan berani nya mengaku sebagai kakak ipar Lita? Padahal hubungan mereka sudah kandas bertahun-tahun silam.
"Kakak ipar ku hanya Bella." Jawab Lita tegas.
"Bella? Gadis kecil teman mu itu? Mana mungkin dia berani bersaing dengan ku." Bangga nya, sambil membusung kan dada.
"Apa tante yakin ini belum di jamah pria lain?" Tanya Lita menyindir, yang di sindir hanya diam dengan wajah yang memerah menahan kesal.
"Kenapa kau jadi gadis yang menyebalkan? Padahal saat bertemu sebelum nya, kamu gadis yang manis."
"Ini lah aku, jika ada yang mengganggu ketentraman hidup ku atau Abang ku, atau sahabat ku." Jawab Lita santai.
"Jadi kekasih Haris saat ini sahabat mu?" Simpul Hana.
"Ya, memang kenapa?" Tanya Haris, dia sudah sangat geram dengan wanita itu. Cukup saja dulu dia memperjuangkan cinta nya, sekarang tidak lagi.
Dia tidak ingin mengorbankan harga diri nya lagi. Lagi pula Hana yang sekarang sudah jauh berbeda dari Hana yang dulu, yang sangat dia cintai.
"Kau menyukai bocah Ris?"
"Setidaknya dia lebih baik dalam segala hal. Dia lebih unggul daripada dirimu." Jawab Haris santai.
"Kau perlu tau Tante, kakak ipar ku Bella, saat ini tengah mengandung buah cinta mereka. Jadi kau sudah tak punya kesempatan." Bisik Lita dengan menekankan kat 'Tante'.
"What? Hariss kau melakukan itu pada bocah, tak dapat di percaya." Gumam Hana sambil menggelengkan kepala nya.
"Jadi tunggu apa lagi? Pergi dari sini, jangan datang apalagi ingin mengganggu." Usir Lita dengan sadis nya.
__ADS_1
Hana melirik Haris dengan ekor mata nya, tak ada lagi tatapan penuh cinta untuk nya. Sekarang, hanya ada tatapan kekecewaan dan kebencian yang begitu besar.
Hana pergi dengan luka yang cukup dalam, dia tak mungkin lagi bisa kembali pada Haris, sedangkan ada wanita lain yang sedang mengandung anak nya.
Haris mendekati Lita, dia menepuk pundak adik nya itu. Lita menoleh dan sekali lagi, Lita menatap nya dengan penuh kekecewaan.
"Kenapa? Bisa kita bicara?" Tanya Haris. Dia duduk di kursi teras, di ikuti Lita.
"Abang gak tau Kalau Bella hamil?" Tanya Lita serius. Haris langsung membulatkan mata nya saat mendengar ucapan Lita.
"Abang gak tau, dek."
"Pergi temui dia, jangan merusak harapan nya. Nikahi dia secepat nya, anak nya butuh pengakuan." Ucap Lita tegas.
"Nanti malam abang kesana, sekalian ngelamar. Abang gak nyangka, kegilaan abang bisa bersemayam di rahim Bella."
"Abang ini sangat bodoh, harus nya jika marah atau kesal jangan melampiaskan nya dengan melakukan hal yang akan menimbulkan masalah baru. Dengan begitu, kakak sudah merusak masa depan Bella, dia akan menanggung malu karena hamil di luar nikah." Ucap Lita tegas.
"Harus nya Abang jagain kehormatan Bella, sama kayak Abang jagain Lita. Selama pacaran sama Kak Raka, Lita pernah juga hampir khilaf, tapi Kak Raka selalu menyadarkan nya."
"Bagus lah, terus itu nek lampir kenapa bisa ada disini?" Tanya Lita.
Flashback
Haris mengendarai mobil nya sehabis pulang kantor, tubuh nya sangat lelah karena pekerjaan yang sangat banyak, menguras habis tenaga dan pikiran nya. Belum lagi, perubahan sikap Bella. membuat nya pusing.
Saat sampai di rumah, seperti biasa dia memarkirkan mobil nya di halaman. Tapi setelah keluar, Dia melihat sosok wanita yang beberapa tahun ini tak pernah lagi dia temui keberadaan nya. Hana, sudah duduk manis sambil bersilang kaki di kursi teras.
Pura-pura tak melihat, Haris malah ngeloyor masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan keberadaan Hana. Tapi Hana malah ikut berdiri dan mengekor di belakang Haris.
Haris merasa terganggu, dia pun menoleh dengan wajah kuyu nya. Dia lelah, malah di suguhi perempuan di masa lalu nya.
"Mau apa?" Tanya Haris.
"Aku hanya ingin bertemu dengan mu Ris, aku merindukan mu, apa kau tak merindukan ku?" Tanya Hana, tangan nya meraih pergelangan tangan Haris dan menggenggam nya.
__ADS_1
"Tidak, aku sudah melupakan mu. Semua nya." Ketus Haris.
"Kau pasti bercanda, tak semudah itu melupakan cinta pertama."
"Lalu mau mu apa hmm?" Tanya Haris lagi. dia mulai jengkel dengan wanita ini. Apalagi melihat cara berpakaian dan make up nya, membuat dirinya merinding disko. Sangat berbeda dengan Hana yang dulu.
"Kita kembali bersama, seperti dulu."
"Hahaha, tak mungkin. Aku sudah memiliki pengganti mu." Jawab Haris santai, tanpa melihat ekspresi Hana yang sendu.
"Tak mungkin Haris, kau hanya berkata demikian agar aku menyerah bukan? Tapi aku tak akan pernah melakukan nya."
"Sayang nya itu benar, aku sudah mencintai wanita lain." Jawab Haris.
"Secepat itu kah kamu lupa dengan semua nya Ris? Kenangan kita dan cinta kita? Dulu kau sangat mencintai ku, sekarang aku sudah kembali, dan kita bisa bersama lagi."
"Itu dulu, sebelum aku menerima kepergian mu dan mulai membuka hati ku untuk gadis lain. Dan waktu 7 tahun itu tidak cepat, kau takkan tau bagaimana kehidupan ku setelah kau memilih pergi." Ucap Haris, sorot mata nya memancarkan kekecewaan atas wanita di depan nya ini.
"Maafkan aku Ris, aku punya alasan mengapa aku pergi."
"Alasan apa pun tidak pernah aku terima Hana,sudah lah lagi pula hubungan kita sudah berakhir tepat dimana saat kau meninggalkan ku!."
" Tidak bisa begitu Haris, selama ini aku menganggap kau masih kekasihku." Ucap Hana dengan air mata buaya nya.
"Jangan terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin, sekarang aku adalah ketidak mungkinan. Jadi pergilah, jangan mengganggu ku, sudah cukup." Ucap Haris, nada bicara nya melunak. Dia tau menghadapi Hana harus dengan cara selembut mungkin.
Haris masuk ke rumah, membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah nya dia keluar rumah, dia mengira Hana sudah pergi tapi ternyata belum. Dia masih duduk disana tak bergerak sedikit pun dari posisi nya tadi.
Hingga Lita datang dan menyindir nya habis-habisan, baru lah dia pergi.
*Flashback off..
🌻🌻🌻*
tinggal jejak ya wakk,, follow akun author, tap favorit novel ini. Happy reading ❤️
__ADS_1