Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Butuh Waktu


__ADS_3

Brandon mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat sampai ke rumah sakit, dan melihat keadaan gadis pujaan nya.


Saat sampai disana, sudah terlihat beberapa anak buah Elgar yang berjaga ketat di luar ruangan.


"Permisi pak, bagaimana keadaan kekasih saya? Ehh! maksud nya gadis itu, Marsya." Tanya Brandon dengan kikuk, dia canggung bukan main.


Pria itu mesem-mesem saat melihat Brandon yang sangat terlihat salah tingkah nya.


"Dia baik-baik saja, hanya belum sadarkan diri karena pengaruh alkohol dan obat tidur. Beruntung kami bertindak cepat, kalau tidak Gadis kecil anda pasti sudah di tiduri om-om." Jelas pria itu, sambil menatap remaja di depan nya.


"Maksud nya?"


"Gadis kecil anda di jual oleh teman-temannya pada om-om berduit." Jawab pria itu. Brandon mengepalkan tangan nya, dia sangat marah saat ini hingga wajah nya memerah.


"Apa pelaku nya sudah di tangkap?" Tanya Brandon.


"Itu urusan bos besar kami, besok anda lihat saja." Jawab pria itu dengan ekspresi wajah yang datar.


"Apa aku bisa melihat om-om yang sudah membeli gadis ku tuan?"


Pria itu merogoh ponsel dari saku seragam nya, dan memperlihatkan wajah pria paruh baya dengan kepala yang setengah botak.


"Rasa nya wajah ini familiar tuan, apa tuan mengenal nya, atau tau nama nya?"


"Justru itu, saya juga seperti anda. Saya rasa pernah melihat wajah itu, tapi lupa nama dan dimana." Jawab pria itu.


"Baiklah, siapa nama tuan?"


"Satria, nama saya Satria." Jawab pria itu, yang ternyata bernama Satria.


"Saya ingin melihat keadaan nya tuan, boleh kah?"


"Silahkan, tapi sebelum Nona Marsya di nyatakan baik-baik saja oleh dokter kami akan tetap disini, karena ini perintah bos besar." Jawab Satria.


"Baik." Brandon masuk dengan perlahan, dan menutup pintu nya kembali.


Dia duduk di sisi brankar Marsya, dia menggenggam tangan gadis nya itu.


"Bangun lah, kau tak khawatir dengan ibu mu yang menunggu kepulangan mu?"


"Maafkan aku, kamu begini gara-gara aku. Semua salahku, tapi aku tak bisa mencegah rasa yang tumbuh di hati ku ini. Kamu yang membuat hari-hari ku lebih berwarna, kamu juga yang membuat ku semangat bekerja."


"Jadi bangun lah, setelah ini aku berjanji akan selalu menjaga dirimu, Marsya."


🌻

__ADS_1


Pagi hari nya, Marsya perlahan membuka kelopak mata nya. Dia melirik ke kiri dan ke kanan, tapi nihil dia tak mengenali tempat ini, sangat terasa asing untuk nya.


Dia bangun dan mendudukan tubuh nya perlahan, menggelengkan kepala nya mengusir rasa pusing yang masih terasa.


"Dimana aku?" Gumam nya, tapi saat melihat ada tiang infus, dia tau kalau ini di rumah sakit.


Saat melihat ke bawah, dia melihat seseorang tertidur telungkup dengan sebelah tangan yang menggenggam tangan nya.


"Wangi ini, rambut ini juga. Apa ini kamu kak?" Tanya Marsya lirih, meski tak ada jawaban karena Brandon masih tertidur. Semalam dia menginap di rumah sakit, menemani Marsya.


Hingga Brandon mulai terusik dengan cahaya matahari yang mengintip melalui celah jendela ruangan Marsya.


Dia mendongak dan seketika senyuman manis terbit dari kedua sudut bibir nya, dia segera bangkit dan mencium kening Marsya.


Marsya mematung, baru kali ini ada pria yang berani mencium nya. Wajah nya memerah bagaikan tomat, juga hati nya yang berdebar tak karuan. Mungkin kah dia jatuh cinta pada Brandon?.


"Kamu sudah sadar sayang, ada yang sakit?" Tanya Brandon, lagii kata-kata Brandon membuat Marsya merona.


"Hanya pusing saja, sedikit." Jawab Marsya lirih.


"Hah, syukurlah. Kau membuat aku khawatir." Brandon mengusap punggung tangan Marsya dengan lembut.


"Kenapa tak menghubungi ku saat wanita itu mengganggu mu?"


"Maafkan aku tak bisa menjaga barang pemberian kakak."


"Siapa yang memikirkan benda itu, aku lebih mengkhawatirkan dirimu Marsya." Jawab Brandon, sedikit kesal.


"Kakak tidak marah?"


"Untuk? Apa karena ponsel? Tidak, itu hanya barang yang bisa kapan saja di beli lagi. Tapi kamu? Aku yakin tak ada gadis yang sama seperti dirimu." Jelas Brandon.


"Maksud kakak?"


"Kau tampil apa adanya, tanpa melebihkan apapun. Dan hal itu yang membuat aku menyukai dirimu, Marsya." Ucap Brandon dengan serius.


Degg...


Seorang Brandon menyukai gadis miskin seperti dirinya? Ohh, apakah ini mimpi? Tapi ini kenyataan, Marsya!


"Jangan membuat aku terlalu berharap kak, kakak terlalu baik untuk ku."


"Aku bisa jadi jahat demi melindungi dirimu," Jawab Brandon mantap, tanpa sedikit pun keraguan dalam ucapan atau pun tatapan nya.


Marsya diam, baru kali ini ada pria yang berterus terang menyukai sikap nya yang sederhana. Sangat jauh berbeda saat dia menjalin hubungan dengan pria sebelum nya, mereka menginginkan Marsya menjelma menjadi orang lain. Dan saat Marsya menolak, mereka pergi.

__ADS_1


Ada yang mundur perlahan, ada juga yang bar-bar hingga mengucapkan kata-kata kasar, kampungan lah, gadis miskin lah, dan banyak lagi. Itu alasan nya, mengapa dia tak mau terlalu mudah untuk jatuh cinta. Semua hanya manis di awal.


Laki-laki hanya berjuang di awal, setelah dia mendapatkan hal yang mereka inginkan, mereka akan pergi dengan kebanggan tersendiri karena sudah berhasil menaklukan wanita. Bukan begitu? Oke, author pernah ngalami sendiri😁


"Jadi, apa perhatian kakak selama ini alasan nya itu?"


"Ya, aku menyukai mu. Bahkan di awal pertemuan kita saat berkumpul di ruang pegawai." Jawab Brandon. Marsya kembali terdiam, benar kata ibu nya. Tak ada sepasang manusia yang murni 100% hanya berteman, pasti ada salah satu nya yang mengharapkan hubungan lebih.


"Apa kau mau menjadi kekasih ku, Marsya?" Tanya Brandon, memberanikan diri. Meski dia tak pernah menembak wanita, karena dari dulu wanita yang selalu mengungkapkan perasaan nya lebih dulu.


Dan jiwa fucekboy Brandon tumbuh dengan subur, hingga dia menjadi playboy kelas teri. Bahkan di sekolah nya dulu, dia di juluki 'King Archer' oleh anak-anak lain. Karena hobi nya berganti wanita dan seringkali membuat mereka menangis dengan panah pesona nya. Meski hanya sebatas bersenang-senang tanpa merusak, tapi tetap saja.


"Aku akan memikirkan nya Kak, aku trauma dengan sebuah hubungan. Aku sering di kecewakan, apalagi dengan keadaan ku sekarang."


"Jadi, aku butuh waktu untuk kembali menata hati ku kak." Jawab Marsya.


"Jangan beralasan butuh waktu, padahal kau ingin menolak ku Marsya. Aku tulus, aku menerima mu apa ada nya."


"Apa kakak akan tetap bertahan jika seandainya aku tak punya hal yang berharga untuk ku persembahkan pada mu?" Tanya nya.


"Maksud mu?"


"Aku mabuk, yang ku ingat aku di bawa ke hotel dan seorang pria datang ke kamar. Setelah nya aku tak ingat lagi." Jelas Marsya, ketakutan sangat kentara di wajah nya.


"Kau suci sayang, aku berani jamin om-om itu tak berhasil meniduri mu."


"Kenapa kakak bisa seyakin itu?" Tanya Marsya.


"Karena anak buah Pak El menyelamatkan dirimu, dan membawa mu kesini. Jika pun dia berhasil melakukan nya, aku tanya apa area inti mu sakit atau perih?" Tanya balik Brandon.


"Tidak."


"Lalu apa yang kamu khawatirkan sayang?" Tanya Brandon sekali lagi.


"Tetap saja, aku membutuhkan waktu untuk memikirkan semua nya."


"Huhh baiklah, aku akan menunggu jawaban mu sayang." Ucap Brandon lesu, sudah beberapa kali dia menghela nafas karena kegugupan nya, dan penasaran dengan jawaban Marsya, tapi jawaban nya sama. Dia meminta waktu untuk memikirkan semua nya.


Sungguh itu membuat seorang Brandon merasa di gantung perasaan nya!


Karma kali ya, dulu kan doyan mainin cewek😂


🌻🌻🌻


Tinggalkan jejak, dan tap favorit. Kalau mau ngasih kopi atau bunga mawar juga boleh, kebetulan author belum ngopi seharian ini🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2