
Sore hari nya, semua tamu undangan sudah pergi dari acara pernikahan. Termasuk juga sang CEO perusahaan, Elgar Wijaya yang turut hadir memeriahkan suasana, bagaimana tidak tiga serangkai itu mengguncang acara dengan hebat, dengan ketampanan dan pesona mereka masing-masing.
"Ma, Brandon pamit mau bawa Aca ke rumah Abang. Hanya sementara saja, sebelum aku mempunyai rumah."
"Rumah? Kau pura-pura tak tau atau memang tak tau Brand?" Tanya Raka, dia menaikan sebelah alis nya ke arah adik angkat yang sudah berubah status menjadi suami itu.
"Maksud abang apa?" Tanya Brandon balik, dia memang tak tau apa maksud dari perkataan abang nya itu.
"Terus rumah yang di samping rumah abang itu punya siapa?"
"Mana saya tau, saya kan kentang.." gurau Brandon, dia memang tidak tahu menahu siapa pemilik rumah di sebelah rumah abang nya itu.
Hanya setahu nya, rumah itu baru saja selesai dengan jumlah pegawai yang sangat banyak, mereka bekerja keras bahkan sering pulang larut, tapi hasilnya tak mengecewakan rumah nya siap hanya dalam hitungan minggu. Tapi tak di ketahui siapa pemilik yang membangun rumah sederhana berlantai dua itu.
"Itu hadiah pernikahan dari kami, jadi ayo kita pulang." Ajak Raka.
"A-apa? Apa abang bercanda, tak mungkin rumah itu milik ku, rumah itu baru saja jadi." Ucap Brandon, mata nya membulat tapi sedetik kemudian kedua mata itu terpejam dan buliran bening meluncur bebas di pipi nya.
"Abang membuatkan nya untuk mu, abang gak mau kamu pergi jauh dari abang, abang harap kamu ngerti dan gak nolak ya?"
"Kenapa Abang sebaik ini? Bermimpi pun aku tidak pernah memiliki abang yang baik seperti abang." tanya Brandon, air mata nya semakin deras mengalir.
"Jangan cengeng, malu sama istri." Ledek Raka, tapi Brandon tak menghiraukan ucapan abang nya dan langsung memeluk abang nya erat.
"Terimakasih Abang."
"Sama-sama, jadi lah suami yang baik untuk Marsya. Jadilah pria yang bisa menghargai wanita, ingat itu Brand." Nasehat Raka, dia membalas pelukan Adik nya tak kalah erat.
Brandon melerai pelukan nya, dan beralih memeluk Haris, abang angkat kedua nya.
"Terimakasih juga bang, selalu memberi solusi dari setiap masalah."
"Kau adik ku, dan aku menyayangi dirimu. Berbahagia lah Brandon, bukan kah kebahagiaan mu sudah lengkap?" Tanya Haris, dia mengusap pundak Brandon.
Brandon menjauhkan tubuh nya dari Haris ,dan mengangguk pelan.
"Aku punya tiga abang, orang tua yang lengkap, kakak ipar yang baik, sepasang keponakan, dan istri yang cantik." Celoteh nya, membuat Roberts tersenyum, begitu juga dengan Mike. Laki-laki dingin itu tak sadar menyunggingkan senyuman nya, apalagi saat melihat salah satu teman Marsya.
"Ayo pulang, bawa mertua mu. Jangan biarkan dia tinggal di rumah ini, kasian." Brandon menganggukan kepala nya, dan membujuk Ibu Asih.
__ADS_1
Karena sedari tadi dia membujuk mertua nya itu tapi beliau tetap kekeh ingin tinggal disini.
"Bu, tolong mengerti keadaan nya. Mau di apakan pun, kenangan di rumah ini takkan hilang. Tapi, ayolah demi anak ibu. Dia pasti takkan tenang meninggalkan ibu sendirian di rumah yang sudah tak layak huni seperti ini, jadi ibu ikut ya?" Bujuk Raka.
Akhirnya setelah cukup lama membujuk ibu nya Marsya, dia pun setuju dan ikut bersama anak dan menantu nya. Meski sebenarnya dia merasa tak enak, karena seperti bergantung hidup pada kakak menantu nya.
.........
Malam hari nya, rombongan pengantin baru itu baru saja sampai di rumah baru yang Raka berikan sebagai hadiah pernikahan.
Sebenarnya bukan hanya dari Raka, tapi Haris dan yang lain nya, termasuk Danu juga.
"Beristirahat lah, pasti kalian lelah." Ucap Brandon, saat keluarga Raka dan Lita sudah pulang.
"Apa Haris dan Bella tidak menginap disini?" Tanya Ibu Asih.
"Tidak, seperti nya mereka menginap di rumah bang Raka." Jawab Brandon, dia sedang membuka sepatu dan sedikit memijit kaki nya.
"Kami duluan ke kamar." Pamit Mike dan Roberts, dia bad mood karena Hanna mengacuhkan nya sedari tadi. Ya, Mike tertarik pada Hanna, sahabat adik ipar nya.
"Ibu sama Nia juga ke kamar nya, disana saja untuk sementara." Ucap Brandon menunjukan kamar untuk mertua dan adik nya.
Sedangkan di rumah Raka, mereka tengah berkumpul untuk sekedar berbincang saja.
"Apa Brandon tau kamar yang khusus kau buat untuk nya?" Tanya Haris, karena ruangan khusus itu di desain kedap suara, agar semua teriakan Marsya tak dapat di dengar orang lain, Raka memang yang terbaik!
"Dia pasti langsung tau lah, soalnya kan cuma ada satu kamar di lantai atas." Jawab Raka santai.
"Bener juga sehh."
"Makanya kalo punya otak tuh di pake, jangan cuma di bawa-bawa tapi gak ke pake." ledek Raka, yang di ledek hanya cengengesan.
"Btw bagaimana kabar Jonathan?" Tanya Haris.
"Dia udah balik lagi ke London, bisnis nya terbengkalai kalo dia lama disini."
"Lah terus pak tua itu kok masih disini?" Tanya Haris asal ceplak, hingga berhasil mendapat hadiah geplakan dari istri tercinta nya.
"Apa sih yang, dia kan memang tua."
__ADS_1
"Ya setidak nya dia orang tua jadi harus di hormati, kamu gak bisa manggil dia pak tua seperti itu, sopan dikit dong." jawab Bella.
"Lah kamu juga bilang dia orang tua kan? Udah lah, dia memang udah tua kok. Masa mau di panggil abang, kan gak nyampe sama usia nya."
Raka menggelengkan kepala nya melihat perdebatan ala sepasang suami istri itu.
"Kata Jonathan, dia memang udah pensiun dan Jo yang gantiin dia di kantor."
"Dan lagi, dia gak bakalan pulang sebelum bisa luluhin hati gue, Ris." jawab Raka.
"Lah terus elu nya gimana? Mau gimana pun ini kenyataan yang harus bisa lu terima lapang dada."
"Gue cuma kecewa aja sih, dan kecewa seorang anak tuh awet. Lu ngerti kan maksud gue?" Ucap Raka.
"Okey, gue ngerti Ka. Itu masalah hati lu sendiri, gue gak bisa apa-apa."
"Thanks ya, Lu yang paling paham tentang perasaan gue." Raka menepuk pundak sahabat plus kakak ipar nya itu.
"Sama-sama,"
"Gue duluan ke kamar ya, istri gue keliatan nya capek banget." Pamit Haris.
"Yaudah sono, gue juga mau tidur. Kangen banget sama ranjang."
"Cieee belum bisa dapet jatah ya?" Ledek Haris, tuhkan! Baru saja mereka membuat adegan sedih, sekarang sengklek lagi.
"Diam Lu, gue masih puasa." Sinis Raka. Lita hanya tersenyum simpul, dia tau suami nya sudah tak bisa lagi menahan nya, dia sudah berpuasa 2 bulan lebih.
"Aku sudah bersih Mas." Bisik Lita, membuat Raka tersenyum semringah, dan langsung menarik tangan Lita menuju kamar mereka.
🌻
MP nya Brandon besok di up ya, hari ini author ada kesibukan di dunia nyata jadi dunia halu nya terabaikan dulu. Jangan marah ya, hehee😝
jangan lupa kasih like,komen,vote, kasih hadiah dan follow akun author. Happy reading😍❤️
lagi liatin apa seh bang??🤭🤭
__ADS_1