Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Harta Satu-satunya


__ADS_3

Setelah merasa tenang, Lita memutuskan pulang dan meminta izin dengan alasan tak enak badan.


Dia pulang dengan langkah gontai, kejadian tadi membuat nya bahagia sekaligus kesal karena dia menjadi bahan gosip empuk untuk orang yang membenci dirinya.


" Apa aku harus menyerah atau berjuang untuk tetap dekat dengan kak Raka?"


" Aku hanya takut suatu saat ternyata dia hanya menganggap ku adik." Gumam Lita, lalu memejamkan mata nya sejenak.


" Aku sudah memikirkan tentang berjuang, padahal aku tak tau bagaimana perasaan Kak Raka padaku." Gumam nya lagi.


" Apa aku harus menanyakan nya? Bagaimana jika aku yang baper dan salah menafsirkan perhatian nya pada ku selama ini?"


" Ahh, aku pusing lebih baik tidur." Ucap Lita lagi, dia pun merebahkan tubuhnya. Aroma parfum Raka masih jelas menempel di sprei dan aroma pomade nya menempel di bantal.


Itu membuat tidur Lita semakin nyenyak karena merasa Raka ada di samping nya, memeluk nya seperti semalam.


" Apa aku terlihat murahan dengan meminta Kak Raka menemaniku tidur?" Batin Lita, mata nya masih terpejam dan tak lama dia tertidur pulas.


🌻🌻🌻


Sore hari, Raka kembali ke rumah sahabat nya dengan wajah panik. Dia menjemput Lita ke kampus, tapi jawaban teman sekelas nya membuat dia khawatir.


" Setau saya, Lita gak masuk hari ini. Dia izin karena sakit, kak."


" Gak mungkin saya yang mengantar nya tadi." Ucap Raka.


" Dia memang datang kak, tapi tadi ada sedikit cekcok di kantin dan Lita pulang." Jawab gadis itu.


Jawaban itu terus terngiang-ngiang di telinga nya, kenapa dengan Lita nya? Apa dia punya masalah, atau dia di usik?


Tapi kenapa Lita tak menghubungi nya, andaikan itu benar terjadi. Padahal dia sudah memperingatkan pada Lita, jika terjadi sesuatu dia harus menelpon pada nya.


" Aku sangat marah, siapa yang menyakiti gadis kecilku." Gumam Raka, sambil berjalan cepat menuju kamar Lita. Kebetulan, Haris belum pulang dari toko.


Raka membuka pelan pintu kamar Lita, dia melihat Lita meringkuk dengan mata sembab.


" Siapa yang membuat mu menangis sayang?" Ucap nya, lalu mengelus rambut panjang Lita.


" Aku gagal menjaga mu Lita, maafkan kakak." Gumam Raka.


Merasa terganggu, akhirnya Lita membuka kedua mata nya. Dia sangat bahagia orang yang dia tunggu, ada di hadapan nya sekarang.

__ADS_1


" Kakak, kapan pulang? sudah lama?" Tanya Lita, dia langsung mendudukan tubuhnya di samping Raka.


" Kenapa bolos kuliah?" Tanya Raka langsung.


" Maksud kakak?" Tanya Lita pura-pura tak mengerti.


" Kakak menjemput mu di kampus, dan mereka bilang kamu izin karena tak enak badan. Kamu sakit?" Tanya Raka datar.


" I- iya kak, Lita demam." Jawab Lita gelagapan. Raka meletakan punggung tangan nya di kening Lita, dia mengernyit..


" Suhu tubuhmu normal, jangan berbohong denganku." Ucap Raka lembut namun tegas.


" Aku tidak apa-apa kak, sungguh." Jawab Lita, dengan senyum yang di paksakan.


" Kau punya masalah? Atau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku?" Tanya Raka lagi.


" Tidak kak, aku tak menyembunyikan apa pun dari kakak." Jawab Lita.


" Heemm, baiklah kakak percaya padamu. Sudah makan?" Tanya Raka, Lita hanya menggeleng.


" Turun, makan dulu ya. Kakak bawain bakso favorit kamu." Ajak Raka, dia memang paling tau apa yang membuat Mood Lita kembali baik.


" Akan ku temukan, siapa orang yang sudah menyakiti mu Lita. Aku takkan percaya semudah itu, mata mu menunjukan luka. Takkan ku ampuni, siapa pun dia" Batin Raka, dia tersenyum smirk.


" Pelan-pelan makan nya Lit, kakak gak akan minta kok." Ucap Raka, melihat Lita sangat lahap memakan bakso.


" Enak kak, Lita laper." Jawab nya sambil nyengir, menampilkan deretan gigi putih nya.


Tak lama Haris datang dengan wajah kuyu nya, sudah di tebak dia kelelahan.


" Ris, dah pulang." Tanya Raka basa-basi.


" Buta Lo, Mata Lo? Kalo liat gue dah disini, ya berarti gue dah pulang bangsat." jawab Haris ketus.


" Yaelah, Lu mah di tanya gitu doang nge gas." Gerutu Raka.


Haris hanya diam tak menjawab ocehan Raka, dia melamun.


" Melamun bae, makan dulu sono. Gue beliin bakso " Ucap Raka.


" Ehh, iya. Thanks ya bro, lu yang paling ngerti." Ucap Haris, menepuk pelan bahu Raka.

__ADS_1


Haris pun duduk di depan Lita dan mulai memakan bakso nya.


" Bang, uang kuliah belum di bayar." Ucap Lita, setelah lama hening. Lita berkata dengan ragu-ragu.


" Maaf ya dek, kalo sekarang abang belum punya uang. Nanti kalo udah ada, abang kasih ya?" Jawab Haris, menatap Lita dengan sendu.


" Apa Lita berhenti kuliah aja bang?" Ucap Lita.


" Jangan Dek, kamu punya masa depan yang masih panjang." Jawab Raka, melarang keinginan adiknya.


" Tapi Lita gak mau bikin abang tertekan, terus kecapean kerja gara-gara uang kuliah Lita." Ucap Lita.


Sebenarnya dia sangat senang bisa kuliah, tapi melihat Abang nya yang kelelahan dia harus rela mengubur mimpi nya, asalkan abang nya sehat selalu.


" Selagi Abang mampu, Abang pasti perjuangin pendidikan kamu dek. Tugas kamu cuma fokus aja, urusan biaya itu kakak yang nanggung."


" Kamu pikir selama ini abang kerja keras itu buat siapa dek? buat kamu, buat kuliah kamu dek." Jawab Haris tegas.


" Tapi Lita gak mau bebanin abang terus, kalo Lita gak kuliah, Lita bisa kerja."


" Kamu gak pernah jadi beban buat abang, kamu harta abang satu-satunya. Udah, jangan di bahas lagi. Pokok nya kamu harus lanjutin kuliah." Ucap Haris Tegas, dan Lita tak bisa membantah.


Raka hanya diam mendengarkan perdebatan abang dan adiknya ini, dia tak berniat menyela. Memberikan mereka waktu untuk menyampaikan hal yang mengganjal dalam pikiran masing-masing.


" Diem-diem bae Lu, nape?" Tanya Haris, karena melihat Raka hanya bengong dari tadi.


" Kagak nape-nape Ris." Jawab Raka sambil cengengesan.


" Abisin tuh bakso, keburu dingin nanti gak enak." Perintah Haris, walaupun mereka terlihat tak akur. Tapi tali persahabatan di antara mereka sudah terajut rapih, dan kuat.


Mereka saling memahami, dan selalu memberi nasehat atau support, saling membantu jika ada yang kesulitan. Itu lah persahabatan yang sebenarnya, bukan yang pas ada butuhnya baru nongol, Ehh pas udah gak butuh ngilang bak di telan bumi.


🌻🌻🌻


Di usahain up 3 bab sehari ya☺️😘



**Maaf kalo banyak typo☺️


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading😘**

__ADS_1


__ADS_2