
Hanna beberapa kali melirik Mike yang asik makan, dia hanya takut kalau bule itu tak suka tapi dari cara nya memakan seblak di mangkuk, Hanna menyimpulkan bahwa Mike menyukai nya.
"A-apa enak kak?" Tanya Hanna.
"Enak kok, kenapa?" Balik tanya Mike.
"Gapapa sih, cuma takut gak suka aja soalnya kakak kan bule."
"Ibu ku orang Indonesia kok, makanya aku bisa bahasa indo." Jawab Mike di sela makan nya.
"Benarkah?" Mike menganggukan kepala nya.
"Tapi sayang Mama udah meninggal saat aku masih kecil, karena pendarahan hebat saat melahirkan Brandon. Itulah alasan nya, kenapa aku sangat menyayangi adik bungsu ku itu."
Hanna melihat tatapan penuh kesedihan di kedua mata Mike, tak sangka pria dingin dan kaku itu ternyata juga pernah merasakan kesedihan.
"Jangan sedih dong kak, mama kakak udah bahagia di alam nya dan beliau pasti bangga sama kakak, karena kakak menyayangi Brandon." ucap Hanna.
"Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membuktikan kalau aku sangat menyayangi ibu, kamu tau Han? Hubungan ku dengan Ibu tak baik-baik saja saat itu."
"Kenapa kak?" Tanya Hanna lirih.
"Mungkin kamu takkan percaya dengan apa yang aku ceritakan, tapi sebaiknya aku tak bercerita sejauh itu." Ucap Mike, dia mengusap pelan puncak kepala Hanna.
"Lho kok gitu.." Hanna mengerucutkan bibir nya lucu, hingga mampu membuat laki-laki dingin itu tersenyum dan beralih mencubit gemas kedua pipi Hanna yang menggembung.
"Pipi kamu kok bisa menggembung gini sih, kayak balon."
"Sakit kakak ih, kok sama aku jadi nyebelin gini sih? Biasa nya kan jarang ngomong." Gerutu Hanna, dia mengusap-usap kedua pipi nya yang memerah karena ulah tangan nakal Mike.
"Apa kamu merasa aku menyebalkan?"
"Iya, aku paling gak suka kalo pipi aku di cubitin." Ketus Hanna.
"Tapi lucu, kamu kelihatan imut banget lho."
"Jangan memujiku, aku tau kakak cuma modus." Ucap Hanna, masih dengan suara ketus nya.
"Modus tuh apa ya?" Hanna melirik sebal ke arah Mike, dia lupa kalau pria di samping nya itu adalah bule. Mana mungkin dia mengerti kata gaul anak jaman sekarang ya kan?
"Udah lupain aja, kenyang belum? Aku mau pulang, emak nelponin mulu."
"Ehh, yaudah aku anterin." Ucap Mike segera menyelesaikan makan nya, lalu membayar dan mengantarkan Hanna pulang ke rumah nya.
Cukup lama menempuh perjalanan, akhirnya mobil sedan milik nya berhenti di depan rumah bergaya minimalis namun masih terlihat sederhana.
__ADS_1
"Hann, gak nawarin mampir dulu gitu?"
"Mama aku galak, bisa-bisa kakak di sidang dua hari dua malam, gimana?" Tanya Hanna.
"Gapapa kok, kalau kamu izinin aku mampir." Ucap Mike sambil cengengesan. Mike sudah bertekad untuk bisa meluluhkan hati Hanna, baru kali ini dia merasakan ketertarikan pada seorang gadis itu adalah Hanna, sahabat adik ipar nya.
"Yaudah deh, ayo masuk.." Ajak Hanna pelan, dia belum yakin apa ibu nya akan menyukai Mike atau tidak, dia cukup trauma dengan kejadian sebelumnya, dia membawa pria dan berakhir dengan pengusiran karena ibu nya sudah menjodohkan nya dengan anak teman arisan nya.
Jaman gini masih main jodoh-jodohan, hello ini bukan zaman siti Nurbaya ya!
Hanna berjalan masuk ke rumah nya dengan Mike yang mengekor di belakang Hanna.
Ibu Hanna sudah berdiri bersedekap dada di depan pintu, apalagi saat melihat Pria matang yang berjalan di belakang putri nya.
"Ma.."
"Siapa dia Hanna?" Tanya nya ketus.
"Saya Mike Nyonya, saya kakak dari Brandon." Ucap Mike, memperkenalkan diri.
"Masuk." Ucap nya tegas saat menyuruh Mike dan Hanna masuk. Tapi Mike tak takut sama sekali, menurut nya sikap galak nya ibu Hanna hanya bentuk kasih sayang orang tua pada anak nya.
Mike membuka sepatu nya, dan masuk mengikuti langkah Hanna yang berhenti di suatu ruangan dengan sofa dan televisi yang sedang menyala.
"Apa kalian punya hubungan, semacam pacaran?"
"T-tidak Ma.."
"Sekarang masih belum nyonya," Mike menjawab, membuat mata Hanna melotot dan hampir saja keluar dari tempat nya.
"Kamu tertarik dengan anak saya, Tuan Bule?"
"Sejak pertama kali bertemu di nikahan adik saya, tapi Hanna terlalu cuek dan malah mengacuhkan saya waktu itu." Jawab Mike, membuat Hanna mencubit tangan Mike.
"Awwsshhhh, Hanna sakitt.." Ringis Mike, sambil mengusap tangan nya.
"Hanna memang begitu, tapi seiring berjalan nya waktu dia pasti akan luluh. Lanjutkan perjuangan mu,"
Wajah Mike berbinar cerah, Ibu nya Hanna ternyata menyukai nya.
"Terimakasih Nyonya.."
"Panggil Mama saja, saya pamit mau arisan dulu. Kalian ngobrol saja dulu, tapi jangan macam-macam dengan anak saya." peringat nya. Mike hanya menganggukan kepala nya.
Ibu Hanna pergi dengan menenteng tas kecil sederhana, yang bisa Mike tebak harga nya tak sampai ratusan ribu. Ternyata meski pun doyan ikut arisan, tapi Ibu nya Hanna sangat sederhana.
__ADS_1
"Ibu mu arisan dimana Hann?" Tanya Mike pelan, karena Hanna masih terlihat kesal dengan nya.
"Di rumah seberang jalan,"
"Kakak ini kenapa ngomong gitu sama Mama sih? Hanna kan gak ada hubungan apapun sama kakak.." Gerutu nya dengan wajah yang di tekuk.
"Sekarang memang gak ada, tapi nanti pasti ada. Kamu tau gak, kakak lagi perjuangin kamu."
"Perjuangin buat apa? Jangan bikin baperr." Ketus Hanna.
"Siapa yang modus sih Hann, aku serius ini."
"Jadi?" Tanya Hanna.
"Ya, aku suka sama kamu.." Jawab Mike mantap, tak ada keraguan dari sorot mata nya.
Blushhh...
Pipi Hanna merona, saat mendengar ungkapan dari pria di samping nya. Yang dia hanya anggap sebagai kakak dari suami sahabat nya, tapi tak sangka pria itu malah menyukai nya. Terus dia harus apa sekarang?
"Mau gak? Aku gak mau pacaran, aku mau langsung nikah aja." Ucap Mike.
"Ini terlalu cepat kak, kita belum saling mengenal. Kita baru bertemu beberapa kali, bagaimana bisa itu disebut suka?"
"Kasih aku waktu, jalanin aja dulu. Jangan menjauh hanya karena jawaban aku, kita perlu waktu untuk saling mengenal satu sama lain."
"Jangan terlalu terburu-buru kak, aku takut kakak menyesal setelah mengetahui bagaimana sifat aku." Ucap Hanna. Baru saja dua kali bertemu, tapi pria itu sudah bilang dia menyukai nya? Dia hanya takut kecewa lagi seperti yang sudah-sudah. Usia nya tak muda lagi, dia mencari yang serius. Tapi meski pun begitu, dia tak mau terlalu buru-buru.
"Aku bakalan nunggu kamu, Hann. Gak masalah." Jawab Mike, membuat Hanna yang sedari tadi menunduk, kini mendongak menatap wajah tampan Mike.
"Kakak serius?"
"Dari tadi aku serius Hanna, siapa yang bercanda disini, aku atau kamu?"
"Aku hanya belum siap kak, ini terlalu cepat dan mendadak." Ucap Hanna lirih, dia malu setengah mati saat ini.
"Aku tunggu sampai kamu siap, kapan pun itu Hanna."
🌻
Mikeee😞
suka gak visual Mike? Gak suka, ya gapapa juga sih.. Readers bayangin visual sendiri aja ye, hehee😁🤭🤭
__ADS_1