
"Apa kau tak merindukan ayah mu, Brand?" Tanya pria itu, Brandon mematung menatap pria di depan nya tanpa berkedip. Bagaimana tidak, sosok yang selama ini dia cari, yang paling dia tunggu kedatangan nya setelah dia mengingat semua nya, kini berdiri tegak di hadapan nya. Bersama seorang pria dewasa yang dia tak pernah melihat wajah itu.
Brandon bergeming, tapi mata nya berkaca-kaca menatap sendu pria di depan nya.
Mike memalingkan wajah nya, dia tau moment sad ini akan datang juga. Dia harus kuat, meski sebenarnya saat ini dia ingin sekali memeluk dan mengatakan betapa dia berusaha mencari adiknya itu.
"Papa.." Panggil Brandon pelan, sedetik kemudian Brandon menghambur memeluk Roberts dengan erat, dia menumpahkan semua kegundahan nya selama ini di bahu sang ayah.
"Iya, ini papa sayang.." Jawab Tuan Roberts, suara nya bergetar.
"Kemana saja selama ini Pa, kenapa sangat sulit menemukan papa. Aku merindukan papa, sungguh." Ucap Brandon, dia mengatakan semua yang dia rasakan semenjak kecelakaan yang di alami nya hingga saat ini.
"Papa sakit, dan berobat ke korea sayang."
"Apa papa baik-baik saja?" Tanya Brandon, mereka masih berpelukan erat, menyalurkan kerinduan yang menggebu.
Para tamu undangan ikut terharu dengan suasana melow ini, mereka terlihat beberapa kali mengusap ujung mata nya dengan tisu.
Raka merangkul bahu Lita, Lita sudah menangis terisak, dia tentu tau bagaimana keadaan Brandon selama ini, bagaimana dia sering melamun karena merindukan sosok ayah nya.
"Kebahagiaan nya lengkap sudah sayang, jangan menangis. Ini saat nya dia berbahagia, setelah semua yang dia alami." Lita menganggukan kepala nya, sudah cukup selama ini Brandon merasakan sakit terpisah dari satu-satunya orang tua yang dia punya.
Begitu juga dengan Haris dan Bella, Bella tak kuasa menahan tangis nya saat melihat Brandon menangis, menumpahkan air mata yang selama dua tahun ini tertahan.
"Mas,"
"Ya sayang, sudah jangan menangis." Ucap Haris, mengelus punggung istri nya pelan.
Brandon melerai pelukan nya, dia menatap sang papa dengan mata sembab. Rasanya belum cukup dia memeluk nya lama.
"Apa papa baik-baik saja?" Tanya Brandon,
"Tentu saja, papa sudah baik sekarang. Kalau tidak, pasti papa takkan menyaksikan anak bungsu papa menikahi gadis pujaan nya." Jawab Roberts.
__ADS_1
"Ini istri mu Brand? Wahh, kau pintar memilih wanita." Puji Robert, dia melirik Mike yang masih berdiri kaku di samping nya.
"Iya Pa, nama nya Marsya Sabilla."
"Papa tau, kan tadi papa dengerin kamu ngucap ijab."
"Brand, kenalkan ini Mike." Ucap Robertson. Karena sebelum nya kedua nya tak pernah bertemu sekali pun.
"Ohh hallo Mike, aku Brandon." Brandon mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
Tapi tanpa di sangka, Mike malah memeluk Brandon erat.
"Aku sangat kesulitan mencari dirimu, dek. Sangat sulit sekali mencari petunjuk tentang dirimu di negara ini."
"T-tunggu, dek? maksudnya apa ini?" Tanya Brandon, belum paham dengan situasi nya.
"Kamu adik ku Brandon, kamu adik ku. Maafkan kakak mu gagal menjaga mu." Jawab Mike, dia masih memeluk Brandon.
"Ya, dia Mike Robertson. Anak sulung papa." Ucap Robert menjelaskan.
Setelah mengetahui fakta nya, kembali tangis Brandon pecah, dia memeluk erat Mike.
"Kakak kemana saja, kenapa tak pernah mencari atau menemui aku."
"Kakak sibuk dengan pekerjaan kakak dek, maaf ya." Ucap Mike penuh penyesalan.
Marsya kembali terharu dengan moment ini, ada banyak kejutan hari ini, dari mulai pernikahan nya yang megah, pertemuan ayah dan anak, juga pertemuan adik dan kakak.
"Terimakasih sudah membuat moment ku jadi lebih berarti Pa, kak."
"Tentu nya semua ini takkan terjadi, kalau tanpa campur tangan kedua kakak hebat ku." Ucap Brandon membanggakan kedua kakak nya.
"Kemarilah bang.." Panggil Brandon, Raka dan Haris saling lirik dan berjalan pelan mendekati pelaminan.
__ADS_1
"Ini Raka Perwira Pa, selama ini Brandon tinggal bersama nya. Ini Haris Atmaja, abang kedua Brandon, kalau bang Raka sibuk Brandon pasti nyusahin bang Haris." Celoteh Brandon. Raka dan Haris hanya tersenyum canggung, apalagi Raka, dia sebelum nya pernah bertemu dengan Roberts saat penjebakan waktu itu.
"Saya mengenal kamu Raka, terimakasih sudah baik terhadap anak saya, maaf kalau anak saya sering merepotkan kamu."
"Tak apa pak, Brandon sudah saya anggap adik saya sendiri. Saya menyayangi nya." Jawab Raka dengan senyum nya.
"Terimakasih juga untuk mu, Nak." Ucap Tuan Roberts pada Haris.
"Sama-sama pak, jangan sungkan dan berbicara formal pada saya. Saya hanya orang biasa." Jawab Haris.
Mereka pun berbincang-bincang, meninggalkan sejenak pengantin baru yang masih menerima banyak sekali ucapan selamat.
"Aku harus memanggil mu apa, setelah ini?" Tanya Brandon.
"Sayang saja, aku akan memanggil mu dengan sebutan Mas." Jawab Marsya pelan.
"Berasa tua aku di panggil Mas, gimana kalo honey?" Tanya Brandon.
"Sudahlah, jangan memikirkan hal itu dulu. Sekarang kaki ku pegal." Keluh Marsya ,kaki nya pegal karena terlalu lama berdiri.
Brandon berjongkok dan membuka high heels di kedua kaki cantik istri nya, bahkan lebih cantik kaki nya dari pada sendal nya. Seperti nya ini sendal itu insecure dengan kaki Istri nya.
🌻🌻
garing ah buntu😂 tapi aslinya ini adegan bikin author yang nulis ini termehek-mehek 🤭
pengantin kita hari ini, dari samping aja ganteng bangett suer😁🤭
jangan lupa tinggalkan jejak, vote, follow akun author, tap favorit, kasih hadiah deh. Happy reading❤️
Note: author banyak mau nya😂
__ADS_1