Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kehilangan


__ADS_3

Setelah puas mengata-ngatai Sonia hingga dia terpojok, sekarang Lita dan Bella tengah fokus memerhatikan dosen yang sedang mengajar.


"Duhh Lit, perut aku kok sakit ya?" Ucap Bella, meringis.


"Kenapa?" Tanya Lita lirih, seketika wajah nya panik.


"Gak tau nih, aduhh sakit Lit." Ringis Bella lagi, sambil memegangi perut nya.


Saat melihat ke bawah Lita melihat darah yang merembes di sela kaki Bella, seketika Lita memekik hingga membuat dosen yang sedang mengajar menoleh.


"Ada apa Lita?" Tanya Dosen.


"Pak saya izin, kakak saya perut nya sakit." Ucap Bella, sambil menunjuk Bella. Dengan wajah khawatir nya.


Pak dosen melirik ke arah Bella yang wajah nya sudah pucat pasi, dia menghampiri nya dan terkejut saat melihat paha Bella berdarah.


"Cepat bawa ke rumah sakit." Teriak Pak Dosen dengan kalang kabut, juga dengan para siswa dan siswi nya juga.


Lita mencoba membopong tubuh Bella, tapi Bella sudah lemas dan tak kuat menyeimbangkan tubuh nya, hingga akhirnya dia tergeletak tak sadarkan diri.


"Kakak.. " Teriak Lita, semua siswa menghampiri Bella dan segera membawa nya ke rumah sakit dengan mobil kampus.


🥀


Sudah setengah jam Bella masuk ke ruangan ICU, tapi belum ada tanda-tanda dokter akan keluar. Dalam kekalutan nya, dia baru teringat abang nya. Gegas dia merogoh tas nya dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi Haris di kantor nya.


Setelah cukup lama berdering, akhirnya di panggilan kedua baru lah Haris angkat.


"Hallo, kenapa Dek? Abang lagi meeting." Ucap Haris tanpa basa-basi.


"Kak Bella pendarahan Bang, sekarang di rumah sakit xxx."


"A-apa? Kenapa bisa dek?" Tanya Haris, nada suara nya berubah menjadi panik.


"Cepat lah kesini, nanti Lita jelasin. Buruan ya."


"Oke, abang kesana sekarang." Ucap Haris, dan mematikan sambungan telpon nya sepihak.


Setelah mendapat telpon dari adik nya bahwa Istrinya pendarahan, seketika Haris menjadi khawatir, takut terjadi apa-apa pada Bella dan anak dalam kandungan nya.


Haris keluar ruangan nya dengan tergesa-gesa, dia sudah ingin pergi.


"Kenapa Ris, kok keliatan panik gitu?" Tanya Raka yang kebetulan baru keluar juga dari ruangan nya.


"Istri gue pendarahan, gue mohon sama Lu gantiin gue meeting ya."

__ADS_1


"Apa? Kenapa bisa? Yaudah pergi cepetan, istri Lu butuhin Lu." Ucap Raka tak kalah terkejut nya.


"Gue pamit, thanks ya bro." Ucap Haris, segera berlari keluar dari kawasan kantor.


"Aku harap kamu baik-baik saja sayang, maaf kan aku gagal menjaga mu dan anak kita." batin Haris.


Sepanjang perjalanan, dia terus merutuki kebodohan nya. Sudah tau istri nya sedang hamil muda, tapi dia malah mengizinkan nya pergi kuliah.


"Lagi buru-buru malah lampu merah, sialan." Umpat Haris, dia memukul setir karena kesal. Bisa-bisa nya disaat genting begini, dirinya malah terjebak lampu merah.


Satu jam kemudian, Haris sampai di rumah sakit. Dia berlari mencari ruangan dimana istri nya berada.


Saat melewati suatu ruangan, dia melihat Lita yang tengah menunduk.


"Dek.. " Panggil Haris.


"Abanggg... Maafin Lita gagal jagain Bella." Ucap Lita terisak di pelukan Haris.


"Sudah jangan menangis ,bagaimana keadaan kakak mu sekarang?" Tanya Haris.


"Dokter masih belum keluar, padahal udah satu jam setengah." Jawab Bella sesenggukan.


Haris mengusap wajah nya kasar, dia ikut mendudukan tubuh nya di samping Lita.


"Keluarga Nyonya Bella?"


"Saya suami nya dokter, bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Haris dengan wajah khawatir nya.


"Maafkan saya pak, kandungan Nyonya sangat lemah. Janin nya tak dapat di selamatkan, kami terpaksa melakukan operasi kuret karena jika pun di biarkan itu akan membahayakan bagi hidup Nyonya."


"Kandungan Nyonya sangat lemah Pak, seperti nya dia kelelahan dan tertekan, mungkin stress atau punya pikiran yang memberatkan."


Haris melongo mendengar jawaban Dokter Mita, dia luruh ke lantai bersamaan dengan air mata yang meluncur dari kedua mata nya.


"Saya turut berduka cita ya Pak, Nyonya bisa di jenguk setelah di pindahkan ke kamar inap. Saya permisi." Pamit dokter Paramita. Lita hanya mengangguk, dia masih shock dengan apa yang menimpa kakak nya.


"Ya tuhan apa salah ku, hingga kau mengambil kembali anak yang bahkan belum sempat lahir ke dunia, bahkan kami belum sempat melihat nya." Gumam Haris ,dia menutup wajah nya dengan kedua tangan.


Rasa nya belum siap untuk kehilangan janin yang sudah dua bulan ini menghuni rahim istri nya, di sangat bahagia ketika mengetahui Bella hamil, meski karena kesalahan dan Bella hamil di luar nikah. Tapi kehadiran nya mampu membuat mood seorang Haris menjadi sangat baik, dia sangat menyayangi anak nya.


Tapi takdir berkata lain, dia harus merasakan pahit nya kehilangan bahkan sebelum bisa melihat wajah anak nya, apa jenis kelamin nya, bagaimana wajah nya. Mengingat hal itu membuat Haris sangat terpukul.


"Abang.. " Panggil Lita, dia menepuk pundak abang nya pelan. Dia tau, saat ini abang nya sedang terpuruk karena baru saja kehilangan malaikat nya.


"Abang harus kuat, bagaimana abang menguatkan Bella jika abang saja terlihat rapuh? Aku tau sakit nya kehilangan, tapi kita tak bisa melakukan apa-apa kecuali ikhlas." Ucap Lita menguatkan Haris.

__ADS_1


Haris menatap Lita, yang juga sedang menangis seperti dirinya. Entah bagaimana dia harus menghadapi Bella nanti nya, dia tau Bella sangat antusias dengan kehamilan nya.


"Abang harus bagaimana Dek, Abang gak tau gimana hadapin Bella nanti."


Lita diam, dia juga tak tau apa yang harus dia katakan.


🥀


Malam hari nya, Haris sedang menunggui Bella yang masih belum sadar karena efek obat bius.


Raka juga datang menemani dan sekedar menguatkan sahabat nya yang sedang berduka itu.


"Lu yang sabar ya Ris, setiap kejadian pasti ada hikmah nya." Ucap Raka, dia menepuk bahu pria itu.


Saat ini Haris masih diam, dia tak bicara sepatah kata pun. Hati nya masih begitu sakit saat melihat Bella terkulai lemas di brankar, dengan selang oksigen dan jarum infus di punggung tangan nya.


"Sayang, kenapa bisa seperti ini?" Tanya Raka.


"Ini semua gara-gara Sonia, kalau aja dia gak ngata-ngatain Kak Bella dengan perkataan pedas dan mengejek nya, semua ini gak bakalan terjadi Mas."


"Sonia?" Tanya Haris.


Lita pun menceritakan semua nya dengan detail, tanpa ada yang terlewat sedikit pun agar tak menimbulkan kesalah pahaman.


Haris mengepalkan kedua tangan nya, dia merasa sangat marah saat ini. Wanita itu kembali berulah, setelah dulu dia mendekati dirinya hanya karena sebuah taruhan, sekarang dia berani menyakiti istri nya.


"Wanita itu memang harus di beri pelajaran." Ucap Haris dengan amarah yang sudah memuncak, hingga wajah nya memerah.


"Apa perlu di basmi?" Tanya Raka.


"Lakukan apa yang menurut mu baik, Ris. Jika tidak di beri pelajaran, wanita itu takkan pernah jera dan nanti dia akan kembali berulah." Ucap Raka lagi.


"Lakukan Raka, aku minta tolong pada mu." Ucap Haris dengan nada memohon.


"Oke, aku akan melakukan nya. Kau tenang saja, terima beres." Ucap Raka, sudah lama dia tak bermain-main dengan aksi penculikan.


"Jangan bunuh dia Mas."


"Tidak, aku hanya senang menculik wanita biang masalah." Jawab Raka santai, dengan senyum jahat yang terukir di wajah nya.


🌻🌻🌻


Nah loh Sonia, gimana nasib mu nanti? Tunggu saja, bang Raka beraksi😁


tinggalkan jejak, dan tap favorit ya wak😘😘

__ADS_1


__ADS_2