
Malam tiba, saat ini kedua sahabat itu sedang bermain kartu di ruang tamu. Ini yang Raka suka jika bersama Haris, dia bisa tertawa dan melupakan kesepian nya untuk sejenak.
" Hahahaa, Lu kalah lagii. Payahh.." Ucap Haris.
" Kau hanya beruntung Ris." jawab Raka ketus.
" Beruntung beruntung, akui saja kau itu tak bisa maen kartu. Kasian." Ledek Haris.
" Tega bener lu ma gue." Ucap Raka sendu.
" Idihh baper." Ucap Haris sambil tertawa.
" Dah lah ,tidur sono." Ucap Haris lagi.
" Setelah puas ledekin gue, Sekarang Lu nyuruh gue tidur." Gerutu Raka.
" Jangan marah lah bro, Lu mah baper." Ucap Haris.
" Serah lu dah, ada makanan kagak. Laper gue." Ucap Raka.
" Ada kayaknya." Jawab Haris sambil beranjak ke dapur.
" Kok kayak nya sih?" Tanya Raka.
" Biasa nya gue sama Lita gak pernah makan malam Ka, cuma dua kali sehari itu udah untung." Jawab Haris lagi.
" Kalo laper malem gimana?"
" Tahan aja sampe pagi, baru sarapan." Jawab Haris.
" Haris, sesulit itu kah perekonomian mu? Nyesel gue tanya-tanya, pasti hati lu sakit." Batin Raka.
" Nih ada ayam goreng, gue angetin dulu ya." Ucap Haris, meski tersenyum tapi Raka bisa lihat tatapan sendu nya.
" Gak usah, gue bisa sendiri. Lu kalo cape, tidur aja." Tolak Raka.
" Yaudah makan yang kenyang, gue tidur dulu. Kalo Lu mau tidur, tidur di kamar tamu atas ya." Ucap Haris, dia melenggang pergi ke kamar nya.
" Gue harus bantu Haris, gak sangka hidup Lu sesulit ini Ris." Gumam Raka di sela-sela menggoreng ayam.
Meski pun laki-laki tapi Raka mandiri, karena terbiasa tinggal sendiri. Di apartemen, biasa nya juga dia yang memasak sendiri, walau ada bibi yang akan datang untuk membereskan apartemen, tapi dia lebih memilih masak sendiri, makan sendiri, bagaikan angka satu. Ehh! itu judul lagu ya🤭
🌻
Setelah selesai makan, Raka bergegas pergi ke kamar nya untuk beristirahat. Tapi saat akan masuk ke kamar nya, dia melihat lampu di kamar Lita masih menyala, artinya Lita pasti belum tertidur.
__ADS_1
" Lit, belum tidur?" Tanya Raka, menyembulkan sedikit kepala nya karena pintu nya tak di kunci.
Terlihat Lita sedang duduk di kursi belajar nya, kacamata baca bertengger di hidung mancung nya. Tentu dengan lampu baca yang terang.
" Ehh kak Raka, belum kak. Lita lagi membaca materi buat besok." Jawab Lita.
" Udah malam Lit, kamu harus istirahat yang cukup." Ucap Raka lalu masuk ke kamar Lita.
" Lita cuma pengen yang terbaik, Lita gak mau sia-sia in uang bang Haris cuma buat biayain kuliah Lita." Jawab Lita sendu.
" Maksudmu?" Tanya Raka kaget.
" Lita tau pekerjaan Abang, tapi Lita kekeuh pengen kuliah."
" Jadi Lita gak mau kecewain Abang, gara-gara Lita gak bener kuliah nya." Jawab Lita.
" Lita udah mau berhenti waktu itu, tapi kata Abang gak boleh. Katanya kehidupan Lita harus lebih baik dari sekarang." Terang Lita.
" Iya Lit, kamu harus tetep kuliah. Belajar yang rajin, tapi kamu gak boleh abai dengan kesehatan mu sendiri. Sekarang sudah larut, tidur ya. Belajar nya kan bisa besok sebelum dosen masuk." Ucap Raka.
" Iya kak, makasih perhatian nya." ucap Lita.
" Yaudah tidur ya, kakak keluar dulu." Ucap Raka, tapi Lita mencekal tangan Raka, dan membuat langkah nya terhenti.
" Temenin Lita tidur lagi ya?"
" Sekali ini aja kak, Lita butuh sandaran." bujuk Lita dengan mata bulat nya yang mengerjap Lucu.
" Hentikan, jangan menatap ku dengan tatapan seperti itu. Baiklah aku akan disini bersama mu." Ucap Raka, akhirnya menyerah dengan bujuk rayu Lita. Apalagi mata itu sangat menggemaskan, membuat Raka tak bisa menolak.
Sebenarnya Raka sangat senang bisa tidur dengan Lita, tapi apa ia terkesan memanfaatkan keadaan? Walau dia menyukai Lita, tapi ia tak ingin merusak Lita.
Lita langsung merangsek masuk ke dalam pelukan Raka, tentu saja Raka senang bukan main. Karena Lita yang duluan memeluk nya tanpa di minta.
" Tidurlah Lita, kakak disini." Ucap Raka sambil mengelus rambut pirang Lita.
Tak lama terdengar hembusan nafas teratur dari Lita, akhirnya dia tidur juga.
" Lita, apa kamu akan menjauhi ku jika tau semua masa lalu ku?"
" Aku ingin memberitahu semua nya pada mu, tapi aku belum siap untuk di jauhi mu."
Gumam Raka, sebelum rasa kantuk melanda. Dia pun tertidur dengan memeluk Lita.
🌻🌻
__ADS_1
Keesokan pagi nya, Raka terbangun karena ketukan lirih dari luar pintu dan seketika dia membulatkan mata nya, sadar kalau saat ini dia berada di kamar Lita.
" Litt, bangun. Abang mu sudah memanggil." Ucap Raka seraya mengguncang bahu Lita pelan.
" Hiisss, bangun dong Litt." Ucap Raka Lagi.
" Ada apa sih kak?" Tanya Lita pelan, dia masih nyaman di pelukan Raka.
" Abang mu ada di luar pintu, cepatlah." Ucap Raka.
" A-apa? Baiklah, cepat masuk ke kamar mandi. Biar aku buka pintu nya " Ucap Lita panik, lalu Raka pun menuruti perintah Lita.
Dengan cepat Lita turun dari ranjang dan mendekati pintu, dia menghela nafas pelan sebelum membuka pintu kamar nya.
" Iya kak, kenapa?" Tanya Lita dengan wajah bantal nya.
" Enggak, cuma tumben aja kamu belum bangun padahal udah pagi. Kakak juga bangunin Raka tapi dia gak ada di kamar nya, di bawah juga gak ada. Kakak takut dia disini dan berbuat macam-macam padamu." Jawab Haris.
" Kak Raka gak ada disini kak, mungkin dia sudah keluar." Elak Lita, padahal Raka sedang nongkrong di kamar mandi.
" Oke, kakak mau cari Raka dulu. Kamu segera bersiap lalu sarapan, kakak pergi dulu." Ucap Haris, untung saja dia percaya dengan apa yang di katakan adiknya itu.
Setelah Haris pergi, Lita mengusap dada nya pelan, merasa lega.
" Untung saja Abang percaya, kalo nggak bisa mati aku karena ketauan." Gumam Lita.
" Abang mu sudah pergi Litt?" Tanya Raka, setelah keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya.
Sempat-sempatnya dia mandi saat Haris sedang mengintrogasi adik nya.
Tapi di mata Lita, saat ini Raka terlihat sangat tampan. Kadar ketampanan nya bertambah berkali lipat.
" Aku tau aku tampan Litt, gak usah segitu nya juga kali natap nya." Ucap Raka dengan percaya diri nya.
" A-apaan sih kak, pede banget." Ucap Lita gugup, padahal dia sudah terciduk memerhatikan Raka.
" Ngaku aja kali, kakak gak bakalan marah kok." Goda Raka, dia senang menggoda Lita apalagi melihat rona wajah di pipi nya.
Lita mencebik kesal dan pergi ke kamar mandi, tanpa menghiraukan Raka.
🌻🌻🌻🌻
Ganteng nya kebangetan😁🤭
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️