Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
The Wedding


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh Brandon dan Marsya, tepat tanggal 13 april mereka akan mengikat janji suci pernikahan.


Saat ini Brandon dan rombongan nya masih di perjalanan menuju rumah sederhana milik Marsya yang di sulap oleh WO menjadi pelaminan megah, juga sepanjang jalan di gelar karpet merah agar menambah kesan mewah.


Di dalam rumah, Marsya tengah di rias oleh MUA khusus yang Raka sewa untuk membuat Marsya cantik bak putri dongeng di hari bahagia nya.


Riasan yang flawless yang sederhana, tapi terlihat sangat berkelas dan menambah kecantikan Marsya. Dengan siger sunda yang melekat cantik di kepala nya, juga kebaya putih dan kain jarik yang menjadi bawahan nya.


Sedari tadi, Hanna tak berhenti untuk memuji kecantikan sahabat nya. Dia sangat kagum dengan kecantikan Marsya saat ini, tanpa make up saja gadis itu sudah sangat cantik, apalagi ini di tambah dengan make up membuat kecantikan nya semakin sempurna.


"Cantik banget bestie nya aku." Puji Hanna, dengan senyum manis nya.


"Iya nih, nanti kak Brandon pasti gak bisa ngedip deh kayak nya." Celetuk yang lain.


Marsya hanya tersenyum malu-malu, padahal hati nya sudah berdebar tak karuan.


"Ini beneran kamu Sya? Kelihatan beda banget, ohh god aku akan menyesal karena merelakan dirimu." Ucap Adi yang baru datang dengan kemeja batik berwarna merah maroon.


"Percayalah kak, banyak wanita yang lebih baik dari aku. Kakak hanya perlu membuka hati kakak." Ucap Marsya.


"Aku akan mencoba nya," Jawab Adi dengan senyum yang di paksakan.


Tak lama, seketika di dalam rumah nya menjadi riuh dengan teriakan heboh, seperti nya rombongan Brandon sudah datang.


"Sya, calon suami kamu udah dateng tuh.. Ciee, salting." Ledek Hanna, dia melihat wajah Marsya yang tersipu.


"Temenin aku ya, jangan jauh ya my bridesmaid ku.." Ucap Marsya.


Brandon duduk di kursi yang akan menjadi saksi bisu nya menghalalkan Marsya menjadi istri nya. Sedari tadi, keringat nya tak berhenti mengucur deras dari dahi nya. Dia merasakan gugup yang sangat luar biasa.


Raka bisa melihat itu dengan jelas, dia memberikan tissu pada adik nya.


"Netralkan kegugupan mu Brand, ingat ini adalah impian mu sejak lama." Ucap Raka


Brandon menatap abang nya dengan mata berkaca-kaca, tak dapat di ucapkan betapa banyak yang sudah dia lalui dengan keluarga angkat nya ini, juga Mama Renata yang sangat menyayangi nya seperti anak kandung nya.


"Sudah siap melaksanakan ijab sekarang?" Tanya petugas dari kantor agama.


"Sudah pak.." Jawab Brandon lugas.


"Baiklah, panggilkan pengantin wanita nya." Ucap pak penghulu.

__ADS_1


"Syaa, ayo udah di panggil tuh.." Ucap Hanna.


"Duhh gimana ya, apa make up baik-baik saja?" Tanya Marsya.


"Udah cantik banget, ayo jangan biarkan pangeran mu terlalu lama menunggu Sya."


Hanna dan Mita menggenggam tangan Marsya yang terasa sangat dingin, mereka membawa Marsya keluar dari rumah nya dan membuat semua pandangan orang-orang tertuju pada pengantin wanita yang terlihat anggun.


"Cieee, calon istri nya cakep bener.." Ucap Raka menggoda Adik nya.


Benar kata Mita tadi, Brandon menatap nya tanpa berkedip.


"Bisa kita mulai?" Tanya pak penghulu saat Marsya sudah duduk di kursi samping Brandon.


"Kakak, jangan liatin aku terus. Tuh di tanya pak penghulu." ucap Marsya mencubit sedikit lengan Brandon, agar sadar dari lamunan nya.


"A-ah iya maaf pak, apa tadi?" Tanya Brandon, membuat Haris dan Raka geleng-geleng kepala, bahkan Lita menepuk kening nya, bisa-bisa nya bengong di saat mau ijab kabul, ada-ada saja kelakuan pria itu.


"Sudah bisa di mulai sekarang?" tanya pak penghulu sekali lagi.


"Bisa pak.." Jawab Brandon.


Brandon menjabat tangan pria yang akan menikahkan nya dengan Marsya, Pria itu menyentak tangan Brandon saat mengucapkan ijab.


Saya terima nikah dan kawin nya Marsya Sabilla binti....." dengan satu tarikan nafas, Brandon begitu lancar mengucapkan ijab kabul nya.


"Para saksi sah?" Tanya pak penghulu.


"SAHHHHH!!" Teriak semua orang dengan tepukan tangan yang riuh. Akhirnya mereka sah menjadi suami istri.


Brandon dan Marsya menengadahkan kedua tangan mereka berdoa, agar pernikahan mereka menjadi ladang pahala yang tiada habis nya, juga pernikahan yang langgeng sampai tua bersama.


Tanpa di sadari semua orang, dua orang pria berpakaian rapi dengan setelan jas nya menatap sepasang suami istri itu dengan tatapan yang tak dapat di artikan.


Brandon memasangkan cincin ke jari manis Marsya, cincin berlian yang di desain khusus hanya untuk istri nya. Marsya juga memasangkan cincin nya ke jari manis Brandon.


Mereka saling tatap dengan senyum yang tak pernah surut dari kedua bibir kedua nya. Hingga Brandon mendekatkan wajah nya dan mengecup kening Marsya dengan lembut. Setelah nya mereka menanda tangani surat pernikahan nya.


Satu persatu sahabat dan teman Brandon naik ke pelaminan megah itu untuk mengucapkan selamat bagi pasangan baru itu.


"Bestiee, selamat sayangku. Temen kita udah sold out satu, jangan lupain kita ya." Ucap Hanna.

__ADS_1


"Jadi istri yang baik dan segera buat dede bayi yang lucu ya, Sya." Celetuk Mita, diantara teman yang lain Mita adalah yang paling konyol.


"Lupa, semoga langgeng sampe kakek nenek ya. Kami turun dulu, mau nguah." Pamit kedua nya, lalu turun dari pelaminan.


Kini giliran Bima yang naik, pria yang selama ini menjadi sahabat Brandon yang paling baik, meski Brandon sering mengatai nya bulat seperti bola sepak ,tapi mereka tetap berteman baik.


"Selamat ya Brand, semoga langgeng menua bersama. Gue sebagai temen cuma bisa doain kebahagiaan lu aja, happy ya bro." Ucap Bima.


"Makasih Bim, thanks udah mau jadi temen gue yang paling baik." Jawab Brandon, mereka berpelukan ala laki-laki.


"Cepet kasih gue kabar baik ya." Ucap Bima, lalu menyelipkan beberapa jamu.


"Lu yang terbaik." Brandon menepuk punggung sahabat nya pelan. Bima pun turun.


"Widih adik tengil abang kawin juga, selamat ya. Jadi suami yang baik, bertanggung jawab sama istri, ingat hargai istri mu." Ucap Raka, Brandon dan tak sanggup menahan air mata nya. Dia memeluk abang nya dengan erat, beruntung nya dia punya abang sebaik ini.


"Makasih abang udah mau ngurusin aku selama ini," Ucap Brandon, pria itu masih menumpahkan tangis nya di pelukan abang nya.


Raka juga tak bisa menahan air mata nya, sejujur nya dia belum sanggup melepaskan adik nya, tapi dia juga harus mampu melakukan nya demi kebahagiaan sang adik.


"Udah ya, Abang sayang sama kamu Brand. Ingat nasehat abang tadi, jangan menyakiti istri mu." Ucap Raka lagi, dia melerai pelukan nya dan Brandon hanya mengangguk mengiyakan.


Raka dan Lita turun setelah menyalami kedua nya.


"Selamat ya Brand, gak ada yang harus gue katain sih, semua udah terwakilkan sama Raka tadi, intinya Lu harus sayang sama istri,"


"Iya bang, makasih udah mau di repotin juga." Ucap Brandon, memeluk Haris dengan erat.


"Kita keluarga, gue turun dulu laper."


Marsya hanya tersenyum melihat kedekatan Brandon dan para abang nya, hingga pandangan mata mereka teralihkan oleh dua orang berpakaian formal, setelan jas rapi dengan sepatu pentopel.


Mereka berdua naik ke pelaminan, dan saat ini berdiri di hadapan Brandon.


"Kamu tak merindukan aku Brand?"


🌻🌻


Kalian udah tau kayak nya itu siapa😁 nah, udah wedding pasti nagih MP nya Brandon sama Marsya ya kan? Hayo loh ngaku🤭🤭


jangan lupa jejak nya, vote, tap favorit, kasih hadiah juga deng, happy readingg❤️😍

__ADS_1


__ADS_2