Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kemarahan Dani


__ADS_3

"Ayolah Marsya, kaki ku kram." Batin Brandon, sudah cukup lama dia berjongkok di depan gadis nya, tapi Marsya masih berusaha menetralkan emosi nya dengan susah payah.


Marsya menghela nafas nya dan mengedip-ngedipkan mata nya agar air mata nya tak terlalu banyak menetes.


"Ya, aku mau!" Gotcha, jawaban yang sangat di inginkan semua orang termasuk abang Brandon dan ibu nya Marsya. Ibu Asih bahkan tak bisa menahan air mata nya, dari tadi dia sudah menangis hingga terisak.


Pria itu menepati janji nya! Ya sebuah janji akan mengusahakan yang terbaik untuk masa depan mereka.


Brandon bangkit dan memasangkan cincin emas dengan ukiran nama di dalam nya, lalu memeluk gadis nya dengan erat. Brandon juga terlihat emosional setelah mendengar jawaban Marsya, meski sudah sangat yakin Marsya akan menerima nya, tapi tetap saja kemungkinan Marsya menolak juga ada.


"Terimakasih sudah menerima lamaran ku sayang, aku berjanji akan membahagiakan dirimu semampu ku."


"Terimakasih juga sudah mencintai gadis sederhana seperti aku.." Jawab Marsya, mereka berpelukan dengan haru. Tangis dari kedua membuat suasana berubah menjadi melow, apalagi melihat keadaan Ibu Asih yang sesenggukan karena bahagia, sebentar lagi anak gadis nya akan berubah status menjadi istri.


Raka memalingkan wajah nya, jujur saja ini hal terberat bagi nya. Bagaimana pun, dia harus siap membiarkan Brandon mandiri, dia punya tanggung jawab menjaga anak orang, meski status nya baru tunangan. Ini benar-benar sebuah kejutan untuk nya, pasalnya Brandon tak berbicara apapun tentang niatan nya melamar Marsya. Tapi lihatlah sekarang, adik nya begitu gentle.


Lita memegang tangan suami nya, dia tau perasaan suami nya. Rasa bersalah nya pada Brandon bahkan belum terlunaskan, tapi sebentar lagi pria itu akan menikah dan pasti akan memilih hidup mandiri bersama istri nya.


"Selamat ya Brandon, udahan pelukan nya.." Celetuk Haris dari belakang, di lihat dari mata nya yang memerah bisa di pastikan dia juga mewek bombay.


Dia menyayangi Brandon seperti adik nya sendiri, apalagi setelah kejadian pahit itu. Membuat Raka membulatkan tekad nya untuk terus memberi Brandon kenyamanan, tapi sekarang dia sudah punya pasangan. Meski berat, mereka harus rela melepas Brandon.


Terdengar seperti punya adik perempuan, abang yang harus rela melepas adik nya untuk suami nya. Tapi meski Brandon adalah pria, tapi tetap saja rasa nya berat.


Brandon melerai pelukan nya, dia mengusap air mata di wajah cantik kekasih nya.


"Jangan menangis, bukankah ini moment bahagia kita? Setelah ini aku ingin segera menikahi mu."


"Aku tunggu sayang." Jawab Marsya sambil tersenyum manis.


"Selamat untuk kalian, Mama senang kalian sudah resmi secara keluarga. Semoga selalu bahagia hingga maut memisahkan." ucap Ibu Asih.


"Terimakasih Ma." Jawab Marsya, dia memeluk ibu nya dengan erat.

__ADS_1


"Ciee Brandon, sebentar lagi jadi suami ya." Ledek Lita.


"Jangan meledek nya seperti itu sayang, lihat lah dia salah tingkah." Ucap Raka,


"Huhh kalian ini sama saja, pantasan saja kalian berjodoh." Gerutu Brandon, dia menggelengkan kepala nya heran dengan kelakuan sepasang suami istri itu.


Belum lagi pasangan Haris dan Bella yang pasti akan meledek nya juga, jadi sebelum itu terjadi dia segera pergi ke kamar nya.


🌻


Pukul 8 malam, semua nya sudah berkumpul dan acara syukuran pun berjalan dengan lancar.


Satu persatu anak dari panti mulai bubar dan kembali ke panti, saat itu juga sebuah mobil sedan mewah yang Raka tau itu lah mobil ayah nya, Danu.


Dia turun dengan menenteng beberapa paperbag, entah apa isi nya. Tapi hal itu membuat Raka mencebikan bibir nya kesal.


"Maaf ayah terlambat menghadiri acara nya, Nak."


"Tidak masalah, tidak datang pun aku tak apa. Lagi pun kalau bukan karena istri ku yang membujuk agar mengundang mu, aku takkan pernah mau melakukan nya." sinis Raka.


"Ayah? Maksudnya, apa ini?" Tanya Dani, dia melihat mobil adik nya parkir tepat di halaman rumah ini, dia keluar dan tak sengaja mendengar ucapan Danu yang menyebut dirinya sebagai ayah.


"Dani, kau disini? Tapi kenapa, apa kau mengenal Raka?" Tanya Danu, yang memang tak mengetahui kalau Raka adalah asisten menantu nya.


"Raka adalah asisten Elgar menantu ku."


Jederrr...


Terbongkar sudah aib nya, bagaimana jika kakak nya memberitahu Sinta atau anak nya Anita? Bisa-bisa Sinta pergi lagi..


"Jawab, ada hubungan apa kau dengan asisten menantu ku Danu!" Ucap Pak Dani pelan tapi sangat tegas. Elgar dan Amira pun mematung melihat keadaan yang mencekam, Papa nya menatap Danu dengan tajam.


"Raka adalah anak ku bersama Renata." Jawab Danu pelan.

__ADS_1


Ketiga orang itu melongo mendengar jawaban Danu.


"A-apa? Bagaimana bisa?" Tanya Dani dengan emosional.


"Aku membeli mahkota nya dari Farhan, tapi tak sangka benih ku tumbuh di dalam rahim Renata kak." Jelas Danu, membuat wajah Dani memerah menahan amarah yang siap meledak.


Dani berjalan mendekati Danu dan memberikan nya tinjuan hingga adik bejatt nya itu, hingga terhuyung dengan darah segar yang mengalir dari sudut bibir nya.


"Masuk, aku belum puas memberimu pelajaran atas kebejatann mu di masa lalu." Perintah Dani, dia masuk lagi ke rumah Raka dan duduk di sofa ruang tamu dengan menyilangkan kaki nya.


Dani memijit pelipisnya, dia pusing dengan adik nya itu. Dulu, sering datang gadis yang mengaku hamil anak nya Danu, bahkan ada juga yang sudah menggendong anak nya menanyakan keberadaan adik nya itu.


Danu datang dengan langkah gontai, tak ada yang menolong nya. Lita sempat ingin membantu nya berdiri, tapi tangan nya keburu di tarik oleh suami nya.


"Sebenarnya kau punya anak dari berapa wanita hah? Dari dulu sudah banyak yang datang ke rumah ku mengaku kekasih mu, sekarang fakta terbaru, asisten menantuku adalah anak kandung mu, begitu?"


"Ya tuhan, dosa apa yang sudah aku perbuat di masa lalu hingga aku punya adik brengsekk seperti dirimu, aku bahkan malu mengakui mu sebagai adik ku."


"Terlebih Renata adalah teman ku, aku harus bicara apa dengan nya hah? Hah ya ampun, ampuni aku tuhan!"


Dani mengusap wajah nya kasar, dia sangat marah dengan fakta yang baru saja dia ketahui.


Danu menunduk, tak berani menegakan kepala nya. Dia selalu takut dengan kakak nya, apalagi saat ini dia tengah marah besar.


"Maafkan aku membuat kekacauan di rumah mu Raka, aku tak tau harus memberi nya pelajaran dengan cara apa."


"Bermimpi apa aku semalam akan di permalukan seperti ini oleh adik ku sendiri, ckkk seperti nya dia memang bukan adik ku."


"Pantas saja Anita berbakat jadi pelakor, ternyata dia belajar dari bapak nya sendiri." Sindir Dani.


🌻🌻


Mati kutu dah tuh..😂

__ADS_1


jangan lupa jejak, komen, vote, tap favorit juga ya wehh❤️


__ADS_2