Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Wanita Mandul?


__ADS_3

Siang hari nya kedua wanita itu duduk-duduk santai di teras rumah sambil bercengkrama, sesekali bercanda hingga mereka tertawa.


Lita tak jadi pergi ke rumah kakak nya, karena khawatir Farhan akan datang lagi dan menyakiti Mama mertua nya.


"Raka tuh dulu, kalo sekolah selalu pengen bawa bekal." Ucap Mama Renata.


"Meski Mama gak terlalu dekat dengan Raka, tapi sedikit-sedikit Mama tau apa kebiasaan anak Mama itu."


"Dulu, Raka adalah anak yang lemah karena lahir prematur. Dia lahir saat kandungan Mama masih tujuh bulan, karena Mama jatuh dari tangga."


"Kenapa bisa jatuh Ma?" tanya Lita.


"Ayah Farhan membawa wanita yang mengakui istri muda nya, Mama tak terima dan menyusul nya ke kamar di lantai dua. Terjadi perdebatan waktu itu, dan puncak nya Mama di dorong oleh wanita itu."


"Dan kamu tau sayang? Bagaimana reaksi Farhan saat itu? Dia tidak peduli, membiarkan Mama berdarah-darah, pergi ke rumah sakit sendirian, untung saja bibi pembantu sangat baik dan menemani Mama."


"Saat Mama pulang pun sama, tak ada sambutan. Padahal Mama baru saja berjuang nyawa melahirkan darah daging nya, Lita tau sakit nya seperti apa? Bahkan dia tak melirik sedikit pun saat Mama pulang, dia asik dengan wanita itu." Ucap Mama Renata, dengan mata berkaca-kaca.


"Lalu kenapa Mama memilih bertahan?" Tanya Lita.


"Entahlah, mungkin rasa cinta Mama terlalu besar untuk pria itu. Katakan lah Mama bodohh, atau lemah, tapi itu yang Mama rasakan."


"Saat dia di tinggalkan wanita itu, barulah dia meminta maaf. Setelah cukup lama, Raka sudah berjalan dia menikah lagi dan membawa wanita lagi ke rumah. Jadi saat pria itu membawa Catherine, Mama sudah terbiasa."


"Tapi Mama tetap bertahan, entahlah Mama pun tak tau alasan nya apa." Ucap Mama Renata lirih.


"Itu membuktikan bahwa Mama tulus, dan Mama adalah wanita yang kuat." Lita tersenyum menatap Mama mertua nya.


Tapi senyuman itu seketika hilang saat melihat siapa yang berdiri di belakang Mama nya. Kenapa dia tak sadar dari tadi, kalau Farhan ada disini.


"Renata, kau mencintaiku kan? Jadi ayo ikut aku, jangan tinggal dengan anak durhaka mu." Ucap Farhan dengan raut wajah kesal nya.


Mama Renata berdiri dan menatap tajam pria paruh baya yang berdiri sambil bersedekap dada dengan angkuh nya.


"Kenapa harus?" Tanya Renata.


"Karena kau istri ku dan ingat, kau mencintai diriku." Jawab Farhan dengan percaya diri nya.

__ADS_1


"Selama ini aku bertahan karena cinta, tapi sekarang rasa nya tak ada lagi yang harus di pertahankan lagi, Farhan."


Farhan membulatkan mata nya, selama ini Renata selalu diam dan menuruti segala perintah nya. Termasuk menjual keperawanann nya dulu.


"Cukup perempuan ini membuat Raka ku berubah, jangan dirimu Renata. Di beri mantra apa kau hingga bisa berkata begitu hah?" Tanya Farhan dengan wajah penuh amarah nya.


"Aku hanya baru sadar, ternyata aku mencintai orang yang salah." Jawab Renata tegas.


"Ckkk, aku yakin perkataan mu ini ada hubungan nya dengan gadis kampung itu." Ucap Farhan, menatap tajam Lita yang sedari tadi diam menyaksikan perdebatan suami istri itu.


"Kau, apa yang kau katakan pada Renata hingga dia berani mengatakan itu hah?" tanya Farhan.


"Berhenti menyalahkan orang lain atas kesalahan mu sendiri Farhan, aku berkata begini karena aku sudah tak sanggup lagi. Sudah terlalu banyak luka yang kau toreh, aku tak bisa lagi." Teriak Mama Renata.


"Sadarlah Farhan, kau menyakiti diriku. Fisik dan batin ku sudah terluka semua, jadi tolong jangan ganggu aku lagi. Aku akan mengurus perceraian kita."


"Tidak, kau tak bisa melakukan itu padaku Renata!" Teriak Farhan.


"Kenapa tak bisa hah? selama ini kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan, dan aku diam. Lalu kenapa aku tak bisa berpisah dengan mu?"


Farhan diam, seperti nya dia mulai menyadari dimana kesalahan nya. Tapi seperti nya tidak,


"Cukup Pa, jangan selalu menyakiti Mama karena dia melawan." Ucap Lita, sambil memeluk mama mertua nya.


"Kau tau apa hah? Wanita mandul, membuat anak saja tak becus!" Ucap Farhan menghina Lita.


"Apa itu keinginan ku? Jika aku bisa menawar pada takdir, aku pasti sudah melakukan nya. Dan seperti nya Papa lupa, siapa yang sudah membuat ku begini, itu ulah istri muda mu." Ucap Lita, silahkan hina dirinya sepuas nya. Tapi jangan menyalahkan dirinya karena susah hamil ,ini bukan keinginan nya.


Farhan mendekati Lita dan menampar Lita dengan keras juga, hingga sudut bibir nya terluka dan langsung membiru.


"Kau sudah berani menjawab ku ya, istri muda ku memang yang terhebat, tapi sayang nya dia menghilang."


"Bukan menghilang, tapi dia sudah mati." Ucap Lita dengan menekan kan kata Mati.


"Ckk, kau fikir aku percaya dengan omong kosong mu itu hmm? Mimpi."


"Terserah Papa saja, jika tak percaya. Tapi tanyakan pada Brandon adiknya, dia juga hadir dalam upacara kremasi Catherine." Ucap Lita, dia memang sudah tau kematian Catherine dari Raka.

__ADS_1


Farhan mengepalkan kedua tangan nya, dia menarik Lita dan menjambak rambut nya dengan keras.


"Menantu sialan, wanita mandul. Enyah kau dari sini, pergi atau mati sekalian." Ucap Farhan, dia melepaskan tarikan rambut nya dan beralih mencekik leher Lita, hingga membuat nya terbatuk.


Mama Renata histeris melihat menantu nya kesusahan bernafas, wajah nya memerah dan berkeringat.


Dorr..


Arghhhhh..


Peluru menembus betis Farhan, hingga membuat nya berteriak dan melepaskan tangan nya dari leher Lita.


Lita terkulai lemas tak sadarkan diri, Mama Renata memeluk menantu nya dengan derai air mata yang membanjiri wajah tua nya.


Anak buah Raka langsung menangkap Farhan yang berusaha melarikan diri dengan terpincang-pincang karena betis nya tertembak.


"Tolong, bawa menantu ku ke rumah sakit. Cepat." Ucap Mama Renata, masih dengan tangis nya.


Salah satu pria yang berbadan tinggi atletis, mendekati dan segera membopong tubuh Lita dan memasukan nya kedalam mobil.


🥀


Setengah jam kemudian, mobil sudah sampai di rumah sakit dan Lita langsung di tangani di ruangan ICU.


Mama Renata duduk di kursi tunggu dengan tatapan kosong nya, andai saja dia tak mengatakan itu, mungkin Lita takan seperti ini.


"Tissu Nyonya.. "


"Terimakasih, terimakasih sudah menolong menantu ku." Ucap Mama Renata.


"Sudah tugas saya Nyonya, maafkan saya terlambat."


"Tak masalah, pergi lah. Dan tolong hubungi Raka, saya tak membawa ponsel." Ucap Mama Renata. Pria itu mengangguk dan pergi dari hadapan Renata.


🌻🌻


Konflik lagii😭 semoga gpp ya Lita😥

__ADS_1


tinggalkan jejak😘😘


__ADS_2