
"Ampunn kakak ipar cantik, kesayangan nya abang aku.." Ucap Brandon dengan wajah memelas nya, tapi Lita tetap menjewer telinga adik nya bahkan memelintir nya hingga memerah.
Lita melepaskan tangan nya setelah puas memberikan pelajaran pada adik nya itu, tapi tanpa di sangka Brandon berlari dan memeluk Marsya. Ckk, mengadu lah tuh.
"Sayang, dia memelintir telinga ku. Lihat lah, telinga ku memerah." Adu Brandon, merengek manja pada kekasih nya itu. Padahal Marsya dari tadi kan ada disana dan melihat semua nya.
"Suruh siapa mainin ibu hamil, dengar ya sayang hormon ibu hamil itu kadang tak bisa di tebak, jadi jangan pecicilan dan jadilah adik yang baik." Marsya menasehati kekasih nya, sambil mengusap-usap kepala belakang Brandon, yang masih memeluk nya.
"Kok kamu malah belain kak Lita sih? Aku kan pacar mu." Rengek Brandon, dia memasang wajah menggemaskan ke arah gadis nya itu.
"Aku gak belain siapapun kok, tapi memang fakta nya begitu."
"Pokok nya aku merajuk." Ucap Brandon lalu melepaskan pelukan nya, dan pergi ke sofa.
Lita menggelengkan kepala nya, ternyata Brandon yang jadi incaran gadis-gadis di komplek perumahan itu bisa manja dan bersikap kekanak-kanakan seperti ini.
"Bujuk lah pria itu Marsya, aku pulang dulu. Mas Raka sudah ada di bawah menjemput ku." Marsya hanya menganggukan kepala nya pelan.
Bagaimana caranya membujuk pria yang sedang merajuk ya? Dia tak berpengalaman dengan hal semacam ini.
Marsya mendekati Brandon dan duduk di samping nya, sebagai permulaan dia memeluk pria itu dari belakang dengan erat.
"Bujuk lah aku agar tak merajuk." Marsya tercengang mendengar ucapan Brandon, kok ada ya pria semacam ini? Ya ini spesias langka, hanya ada satu di dunia halu dan itu Brandon.
"Bagaimana cara nya aku membujuk mu sayang?" Tanya Marsya, dia memang tak tau dengan apa membujuk kekasih nya ini.
"Hiss tak peka.." Ketus Brandon, dia memalingkan wajah nya dan menyedekapkan tangan nya di dada. Jujur saja, Rasa nya Marsya ingin tertawa terbahak-bahak melihat betapa kekanak-kanakan nya receptionist terdingin di kantor, tapi sekarang lihat lah tingkah nya?
"Ya terus kekasih ku ini mau nya apa, supaya gak marah lagi hm?" Tanya Marsya lagi, dia sengaja menggesekan hidung nya di punggung Brandon.
"Ngamar yuk? Nanti aku gak marah lagi kalo kamu mau."
"A-apa?" Marsya terkejut bukan main saat mendengar permintaan pria di depan nya ini. Brandon menatap nya dengan tatapan penuh minat.
"K-kamu mau merusak mahkota ku?" Tanya Marsya pelan.
"Kamu ini kok berfikiran mesoom sih, mana ada aku meminta itu." jawab Brandon sambil tersenyum, dia mengacak rambut Marsya dengan gemas.
"Ya terus ngajakin ngamar buat apa? Gak mungkin cuma ngajak tidur."
"Aku gak minta hal itu sekarang, aku mau yang lain." Ucap Brandon, dia tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Aku mohon, jangan mesoom kak."
"Loh siapa yang mesoom, kamu kali yang mesoom." Elak Brandon, tapi masih menatap Marsya dengan seringaian nya.
"Terus kenapa kamu natap aku gitu banget? Kayak mau makan orang."
"Iya mau makan kamu.." Brandon memajukan bibir nya, seperti biasa dia tukang nyosor kan. Tapi dengan cepat, Marsya menutupi bibir nya dengan tangan. Dia tak mau malu lagi seperti tadi, sudah dua kali hampir terciduk.
"Napa?"
"Tau sikon lah yang, nanti aja ya.." Tolak Marsya dengan lembut.
"Makanya ayok ngamar."
"Nggak ah, aku takut kamu ngambil itu sebelum waktu nya. Udah lah, aku disini nungguin Mama aku yang sakit, bukan buat hal-hal kayak gini yang." Ucap Marsya.
"Yaudahlah.." Jawab Brandon lesu, dia merebahkan tubuh nya di pangkuan Marsya.
"Ngantuk yang, bobo disini boleh?" Baru saja akan menjawab, tapi bunyi dari perut nya yang keroncongan membuat nya menghentikan ucapannya.
Kruyukkk...
"Hahaa, lapar ya? Makan sana.." Brandon bangun dari posisi rebahan nya dan membiarkan Marsya makan dengan opor ayam buatan kakak ipar nya.
🌻
Beralih dulu ke pasangan suami istri.
"Mas, tau gak? Tadi si Brandon manja banget sama Marsya."
"Ya terus kenapa yang? Kan wajar, mereka pasangan baru." Jawab Raka cuek, pandangan nya fokus ke jalanan.
"Aku cuma takut mereka terlalu deket Mas,"
"Aku ngerti ke khawatiran kamu sayang, tapi kita cuma bisa percaya aja sama mereka. Kamu tau sendiri kan kalo Brandon itu bukan tife pria yang suka merusak wanita sebelum halal? Itu prinsip nya." Jelas Raka.
"Aku tau, tapi tetep aja kalo deket-deketan gitu tadi aja pas aku masuk ke ruang rawat Mama nya Marsya mereka duduk nya dempetan gitu sampe gak ada jarak, padahal sofa nya kan panjang."
"Brandon itu pria normal yang punya nafsuu Mas, aku takut dia rusak Marsya. Itu aja" Ucap Lita, sebagai wanita dia juga tau betapa sulit nya mengendalikan hawa nafsuu lelaki, dia juga harus extra menahan agar dirinya tak terjerumus juga.
"Aku paham sayang, kita lihat saja dulu. Jika memang kedekatan nya sudah di batas wajar, aku akan mengambil tindakan tegas. Jangan khawatir."
__ADS_1
Lita menganggukan kepala nya mengerti, Raka pasti takan diam saja jika memang mereka sudah keterlaluan.
Raka mengemudikan mobil nya ke panti Harapan, ini adalah panti milik Elgar dan Amira. Suami istri itu membangun panti asuhan dengan tujuan agar anak-anak terlantar dapat merasakan kasih sayang, dan juga ada yang mengurus mereka.
Hingga 15 menit kemudian, mobil milik Raka sudah terparkir rapi di halaman panti.
Raka sudah sering kesini mengantar Elgar, dia selalu memberikan uang bulanan ke panti ini dengan jumlah yang banyak, hingga membuat anak-anak itu tak pernah kekurangan apapun.
"Permisi bu.."
"Ehh ada nak Raka, masuk Nak." Ucap Ibu panti,
Lita dan Raka pun melangkah masuk ke dalam, disana banyak sekali anak-anak yang sedang bermain. Ada juga yang tengah menangis karena bertengkar, ya begini lah suasana panti asuhan, selalu ramai tak pernah sepi kecuali malam.
"Ada apa nak? Ini istri mu?"
"Iya bu, ini istri saya nama nya Lita." Ucap Raka memperkenalkan istri nya pada Bu Panti.
"Wah sedang hamil besar, sudah berapa bulan? Istri mu sangat cantik Nak."
"7 bulan bu, terimakasih." Jawab Lita dengan senyum manis nya.
"Jadi ada apa perlua apa kesini nak? Tanpa Pak Elgar lagi."
"Saya ingin mengadakan acara syukuran tujuh bulanan kehamilan istri saya Bu, dan kami berdua sepakat ingin mengundang semua anak panti ke rumah kami." Ucap Raka, mengatakan tujuan nya datang kemari.
"Tentu saja kami semua akan datang, kapan nak?"
"Hari rabu sore Bu, kami tunggu." Ucap Raka.
"Kami merasa tersanjung dengan undangan nya."
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu." Pamit Raka, Ibu Panti hanya menganggukan kepala nya. Lalu sepasang suami istri itu pun pergi, tentu dengan Raka yang menggandeng mesra tangan istri nya ke arah mobil mereka.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Raka segera melajukan mobil nya, setelah membunyikan klakson nya. Ibu Panti melambaikan tangan nya, dan setelah mobil menghilang beliau pun masuk kembali.
🌻
Si Brandon lagi ngapain ya sama Marsya?🤭🤭
jangan lupa tinggalkan jejak dan tap favorit, kasih semangat buat author.☺️🙏 jangan di unfav ya pleasee😁
__ADS_1