
" Yang buta disini adalah kau! Apa kau tau sikap mu terhadap Lita itu salah hah?" Tanya Raka dengan sinis.
" Berhenti membuat masalah dengan ku, atau jika kau bosan hidup maka lakukan saja."
" Satu hal yang perlu kau tau, aku tak pernah main-main dengan ucapan ku!" Ucap Raka pelan namun terdengar menakutkan bagi orang yang mendengar nya.
Seketika aura dingin menguar dari Raka, Dia menunjukan sifat asli nya. Hingga membuat Fera merinding ketakutan.
" Kau takut? Bagus, berhentilah mengusik Lita. Jika kau masih ingin hidup." Ucap Raka.
" Lakukan saja, orang tua ku kaya. Bahkan aku bisa membeli harga diri anak miskin itu."
" Kita buktikan, dalam waktu seminggu kau akan mendapatkan balasan dari ku."
" Aku ingin Lihat, setelah itu apa kau masih akan punya muka untuk pergi ke kampus, dan bersikap sombong seperti ini lagi. Atau mungkin kau akan di keluarkan dari kampus secara tidak hormat!" Ucap Raka tegas.
Setelah mengatakan itu Raka menggandeng tangan Lita meninggalkan kerumunan di kantin.
" Kakak kenapa bisa ada disini?" Tanya Lita.
" Lita, sebaiknya kamu melawan sayang. Jangan diam saja, kekasih Raka Perwira harus kuat. Seperti kemarin saat kamu melawan Helena." Ucap Raka.
" Aku fikir dia akan berubah, dan aku menganggap nya teman kak."
" Berteman lah dengan orang baik, bijak lah dalam memilih teman sayang." Ucap Raka menasehati.
" Carilah teman seperti Bella, dia membela mu saat kesusahan dan saat senang pun dia selalu ada untuk mu."
" Iya kak, lain kali akan Lita balas." Ucap Lita.
" Tak perlu sayang, biar kakak yang membalas nya." Jawab Raka, dia menyeringai.
Selama sebulan belakangan ini, Raka memata-matai Fera. Siapa orang tua nya, bagaimana kelakuan nya dan Raka tau rahasia nya, dia akan membongkar semua nya nanti.
" Kakak akan melakukan apa?" Tanya Lita.
" Kamu lihat saja nanti sayang." Ucap Raka, dia mengusap pelan pucuk kepala Lita.
" Mau pulang atau ikut lagi ke kantor?" Tanya Raka.
" Ikut kakak saja." Jawab Lita lirih, ini sudah ke berapa kali nya dia ikut ke kantor.
" Tapi, apakah Pak El tidak akan marah jika aku ikut ke kantor lagi?" Tanya Lita
__ADS_1
" Tidak, selama pekerjaan beres." Jawab Raka sambil tersenyum manis.
🥀
Hari ini tepat hari ke lima setelah perdebatan Lita dan Fera. Saat ini di kampus sedang viral karena foto-fotonya vulgar yang di pajang di mading.
Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah Fera yang baru datang, tentu dengan penampilan berkelas nya.
" Ngapain lihat-lihat, baru nyadar ya gue cantik?" Tanya Nya, masih bisa bersikap sombong. Tunggu saja sampai dia melihat foto-foto yang seseorang pajang di mading.
Saat melewati mading, Fera langsung terbelalak kaget. Mata nya membulat sempurna, saat melihat siapa yang ada dalam foto itu.
Itu foto-foto dirinya yang sedang melayani om-om di hotel, bahkan disitu terlihat jelas wajah Fera, sehingga dia tak bisa mengelak.
" Kelakuan anak orang kaya, ternyata gak lebih seperti jal*ng." Bisik-bisik orang yang berkerumun itu.
" Iya, dia ngatain Lita jal*ng. Ehh ternyata dia sendiri, menjijikan."
Tak tahan mendengar bisik-bisik orang-orang di sekitar nya, Fera sangat marah. Dia mengepalkan tangan nya geram, dia tau siapa yang melakukan ini, Raka.
Dengan emosi yang meledak-ledak, dia menarik semua foto-foto itu dari mading dan merobek nya hingga menjadi kepingan kecil. Lalu pergi dari kerumunan, semua orang yang ada disana pun menyoraki Fera yang sudah pergi dengan marah.
Lita yang sedang makan di kantin dengan tenang, seketika di kejutkan dengan gebrakan di meja di depan nya.
" Mempermalukan siapa? Bukan kah kau mempermalukan dirimu sendiri? Dengan menggangguku, semua rahasia mu terbongkar. Siapa suruh mengusik ku." Ucap Lita santai.
Dia tau ini semua perbuatan Raka, kekasihnya adalah orang berada dan mampu membayar mata-mata untuk mengintai Fera.
" Kekasihku takkan membuka rahasia mu jika kau berhenti mengganggu ku, lalu apa alasan mu tak menghiraukan ucapan Kak Raka?" Ucap Lita, dia berdiri dan berhadapan dengan Fera.
" Jadi semua ini salah siapa?" Tanya Lita lagi, dia memainkan alis nya naik turun.
" Tentu saja salah mu dan Raka." Jawab Fera ngeyel.
" Ckkk, selama kau tak menyadari dimana letak kesalahan mu, maka kau takkan pernah mengerti apa pun."
" Dengar Fera, selama ini aku menganggap mu sebagai teman, aku tak ingin punya musuh, meski kau sendiri yang memusuhi ku tanpa alasan jelas."
" Apa kau cukup malu sekarang Fera?"
Fera diam, dia sudah tak punya keberanian lagi untuk berbicara angkuh dan sombong seperti biasa nya.
" Fera, kau di panggil oleh ketua dosen ke ruangan nya."
__ADS_1
" Ckk masalah baru." Gerutu Fera, lalu melenggang dari kantin.
" Cihhh, dia sendiri yang membuat masalah." Ucap Lita kesal, sedangkan Bella dia hanya terkekeh melihat ekspresi Fera yang murung.
" Good job beb, kau sudah mematahkan kesombongan gadis itu. Gadis atau wanita ya?"
" Gadis itu kan yang masih punya mahkota, kalau dia kan udah nggak punya jadi wanita kali ya?" Oke, Bella meloading. Harap di maklumi.
" Masalah gitu aja Lu bingung." Lita menjitak kepala Bella pelan, dia gemas dengan Bella.
" Sakit dong Lit, lu mah suka banget jitak kepala gue." Gerutu Bella, sambil mengusap-usap kepala nya.
" Biar otak lu mencar Bell, jadi nya cepet mikir." Jawab Lita santai.
" Bener juga deng, boleh lah Lu jitak kepala gue. Tapi gak boleh sering-sering ya." Ucap Bella, Lita tersenyum geli mendengar ucapan yang terlontar dari sahabat baik nya.
🥀
Di ruangan kepala dosen, Fera sedang di sidang. Semua dosen berkumpul mengambil keputusan terbaik untuk Fera. Orang tua Fera juga hadir, setelah di panggil oleh ketua dosen.
" Saya tau, kamu anak penyumbang terbesar bagi kampus ini."
" Tapi bukan berarti kami akan bersikap membela salah satu siswi yang melakukan kesalahan. Kesalahan mu kali ini sangat fatal, kualitas kampus ini di pertanyakan."
" Dengan sangat, saya meminta maaf. Fera harus di keluarkan dari kampus ini, kasus Fera mencoreng nama baik kampus ini." Ucap Ketua Dosen dengan tegas.
" Apa tidak ada toleransi lagi pak?" Tanya Ibu Fera.
" Maaf Bu, selama ini Fera sangat sering berbuat onar di kampus. Saat itu kami masih ada toleransi, mengingat korban yang di bully terlihat baik-baik saja."
" Tapi kali ini, kesalahan Fera sangat fatal. Hal ini bisa saja bocor ke publik dan membuat nama kampus ini menjadi tercemar. Sekali lagi, dengan ini Saudari Fera kami keluarkan dari kampus ini."
Fera menunduk, kesalahan nya kali ini memang sangat fatal. Bukan hanya untuk kampus tapi untuk keluarga nya juga. Selama ini orang tua Fera tak tau, apa yang di lakukan anak nya di belakang mereka.
Karena mereka fokus bekerja, hingga lupa memerhatikan bagaimana pergaulan anak mereka. Mungkin juga karena kurang kasih sayang dari orang tua, Fera mencari kasih sayang laki-laki lain dengan cara yang tak terduga.
🌻🌻🌻
Raka menepati janji nya😁
**Maaf kalo banyak typo😁
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**