Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Gadis Manis Brandon


__ADS_3

"Ya tuhan, aku tak siap kehilangan Sinta dan anak-anak ku sekarang." Gumam Danu. Dia mengusap wajah nya kasar, merutuki kebodohan nya di masa lalu.


"Tunggu, apa Raka anak ku?" Gumam nya lagi,


"Kalau benar, berarti dia kakak nya Anita dong. Ahh ya tuhan.." Teriak nya frustasi.


"Sebaik nya aku mengobrol bersama Renata, agar lebih pasti." Putus Danu, tapi entah lah wanita itu akan bersedia atau tidak. Mengingat pertemuan mereka yang menakutkan bagi Renata.


Ingat kan percintaann mereka di bath up? Renata tak bisa melakukan nya, dan mendapat hadiah pukulan dari Danu. Itulah yang membuat Renata takut dengan Danu, dan kenapa dia melupakan Danu, karena Renata mengalami depresi dan melupakan wajah serta nama pria yang sudah mengambil mahkota nya. Meski kelamaan, dia mengingat nya juga.


🌻


Dua bulan kemudian, Raka sudah tak mengalami morning sickness lagi karena kandungan Lita sudah menginjak 4 bulan.


Selama itu juga Renata menjadi pendiam, apalagi setelah pertemuan nya dengan Danu. Perlahan dia mengingat pria itu, dan peristiwa 27 tahun lalu.


"Sayang, aku bekerja dulu. Hati-hati di rumah ya." Pamit Raka, mengecup kening Lita dan mengusap perut buncit istri nya.


"Baik-baik sama Mama ya, gak boleh nakal kasian Mama. Papa kerja dulu.." Ucap Raka di depan perut istri nya,


"Iya papa.." Jawab Lita, menirukan gaya bicara anak kecil.


Raka pun pergi dengan Brandon setelah mengusap puncak kepala istri nya, semakin lama Lita terlihat semakin cantik. Apalagi dengan perut buncit nya, yang semakin membuat nya terlihat dewasa.


🌻


Di kantor, Raka di sibukan dengan berbagai macam meeting hingga mengharuskan nya pulang pergi kantor mengantar atasan nya, Elgar.


Sedangkan Brandon, dia juga sibuk bekerja karena banyak sekali orang yang berdatangan ke kantor, apalagi setelah mengetahui orang-orang yang bekerja di kantor ini ganteng-ganteng, membuat perusahaan-perusahaan ingin bekerja sama dengan AM Group dan megirim utusan wanita.


Sebegitu efektifnya pengaruh orang ganteng bagi kesehatan jantung, hingga membuat orang-orang berbondong-bondong meminta bekerja sama.


Saat sedang fokus bekerja, Brandon mendapat telepon dari abang nya, Raka.


"Iya bang, napa?"


"Pulang duluan ya, pake mobil abang. Abang lembur, bilangin sama Lita abang pulang malem." Ucap Raka di seberang telepon.


"Iya bang, hati-hati di jalan."


"Kunci nya di ruangan abang." Ucap Raka.


"Oke bang." Jawab Brandon, Setelah mendapatkan jawaban yang dia inginkan, Raka pun mematikan ponsel nya.


Dia pun fokus lagi bekerja dengan giat. Dia tak mau bergantung pada abang angkat nya, sudah cukup dia membiayai nya selama di Rumah sakit, dan sekarang dia tak mau menyusahkan nya lagi, meski Raka tak pernah keberatan jika pun dia meminta uang pada nya.


Hingga jam pulang kantor pun datang, dan Brandon sudah selesai dengan pekerjaan nya. Dia pergi ke lantai atas dengan lift dan memasuki ruangan Raka, mengambil kunci mobil nya.


"Eh, Brand. Kenapa disini?" Tanya Haris, dia baru saja keluar dari ruangan nya, bertepatan dengan Brandon yang baru keluar juga dari ruangan Raka.


"Abang kerja lembur, jadi gue di suruh pulang duluan bawa mobil nya." Jawab Brandon.


"Ohh yaudah, pasti Raka sibuk nganterin Pak El meeting. Soalnya klien nya cewek bro, dia takut sama bini nya."

__ADS_1


"Pak El takut sama Bu Mira?" Tanya Brandon.


"Takut salah paham maksud nya, gue gak tau kalau masalah dia takut istri atau enggak. Tapi menurut gue sih, iya.." Ucap Haris nyeleneh.


"Kata nya gak tau ,tapi bilangin pendapat nya." Cibir Brandon, dengan tatapan mengejek nya.


"Ya itu kan pendapat gue, Brand." Ucap Haris membela diri.


"Cihh, alasan lu mah."


"Jangan bikin gue kesel lah wee, kerjaan gue numpuk njirr." Keluh Haris, merangkul pundak Brandon.


"Ututu, kasian. Mau di pijet?" Tawar Brandon dengan senyum jahil nya.


"Ogah lah, mending minta sama Bella."


"Btw Bella sebentar lagi lahiran ya bang?" Tanya Brandon.


"Iya Brand, menurut perkiraan dokter tinggal beberapa hari lagi. Tapi rencana nya mau lahiran normal, jadi nunggu kontraksi aja." Jawab Haris.


"Kata dokter boleh gitu? Kan Bella baru 22 tahun, masih muda."


"Boleh dong, justru karena masih muda jadi tenaga buat neden nya masih maksimal Brand. Maka nya lu cepetan kawin, biar rasain bahagia nya pas istri lu bunting." Sindir Haris.


"Males lah gue.." Ucap Brandon kesal dan berjalan cepat mendahului Haris.


"Eehh, maafin gue Brand. Gue becanda doang."


🌻


Setelah perdebatan nya dengan Haris, Brandon segera pulang sebelum kemalaman dan terlambat memberitahu Lita tentang Raka yang lembur hari ini.


Tapi di jalan, dia melihat seorang perempuan yang tengah di kerumuni para pria berandalan.


Insting kemanusiaan nya menuntun dirinya untuk menolong gadis itu.


Brandon menghentikan mobil nya, dan turun dari mobil. Mendekati para pria itu perlahan.


"Ayo lah Manis, ini hanya akan sebentar saja. Kami membutuhkan kehangatan."


"Tentu saja dia pasti mau, tak ada pilihan lain. Dia takkan bisa kabur." Ucap salah satu pria dengan tatto yang memenuhi satu tangan nya.


"Tolongggg... Siapapun tolongg akuuu!!" Teriak gadis itu di sela ketakutan nya.


"Hhahaa, berteriak lah sekeras yang kau bisa cantik. Takkan ada yang menolong dirimu."


Mereka tertawa terbahak, melihat gadis itu yang semakin terpojok di tembok.


Tapi seketika tawa itu terhenti, saat kepala nya di timpuk oleh batu.


Siapa pelaku nya? Brandon. Mereka menoleh serentak, dan menatap tajam Brandon yang sedang memainkan batu di tangan nya.


"Siapa kau? Berani-beraninya mengganggu kesenangan ku." Ucap pria yang terkena lemparan batu di kepala nya.

__ADS_1


"Aku manusia, apa kau buta?" Jawab Brandon datar, tangan nya masih sibuk dengan batu yang di lempar dan di tangkap lagi.


"Seperti nya kalian memang buta, masih sore tapi sudah mencoba melecehkan seorang gadis lemah." Cibir Brandon.


Para pria yang berjumlah 4 orang itu mengepalkan tangan nya, hingga baku hantam pun tak dapat di hindari lagi.


Tapi dalam sekejap saja, mereka sudah tumbang karena Brandon. Siapa yang tau, pria yang terlihat manis dan imut itu adalah pemegang sabuk hitam bela diri karate.


"Cihh, lemah sekali. Lain kali mikir dulu kalo mau berbuat bejatt, malu-maluin."


"Pergi sono Lu, atau mau gue hajar lagi?" Tanya Brandon, sontak saja mereka semua menggelengkan kepala nya dan kompak berlari tunggang langgang.


"Kamu baik-baik saja, Nona?" Tanya Brandon.


"Tolong, jangan sakiti saya.." Ucap gadis itu, tangan nya bergetar.


"Mereka sudah pergi, Nona."


Gadis itu mendongak dan tatapan mata mereka bertemu. Brandon mematung, saat menyadari gadis yang dia tolong adalah gadis OG yang dia incar selama ini.


"Tuan Brandon? Anda menyelamatkan saya? Terimakasih tuan."


"Gadis manis.." Batin Brandon, tapi di luar dia tetap berusaha tetap cool.


"Jangan formal, panggil Brandon saja. Lagi pula seperti nya usia kita tak berbeda jauh, dan ini di luar kantor." Jawab Brandon.


"Kau baik-baik saja?" Gadis itu mengangguk.


"Mau pulang? Aku antar ya?" Tawar Brandon.


"Tak usah tuan, ehh Brandon. Rumah saya disana, dekat. Tak perlu repot-repot." Tolak nya dengan senyuman manis nya, hingga mata nya yang sipit tertutup.


"Ahh jantung ku jedag jedug..". batin Brandon.


"Saya permisi Brand, saya harus segera pulang. Ibu menunggu." Pamit gadis itu dan pergi berlari dari hadapan Brandon yang masih berusaha menetralkan degupan jantung nya.


Hingga saat dia tersadar, gadis itu sudah menghilang dari pandangan nya.


"Cepat sekali gadis itu menghilang, ahhh sialan. Mana belum tau nama nya lagi." Kesal Brandon, berteriak-teriak tak jelas.


Hingga mengundang perhatian para pejalan kaki yang kebetulan lewat.


"Kasian ya, ganteng-ganteng kok otak nya miring.."


"Sialan, gue di katain miring? Gue masih sehat wal afiat keles." Ucap Brandon, lalu kembali masuk ke dalam mobil nya, melanjutkan perjalanan pulang nya yang sempat tertunda.


🌻🌻🌻



Noh di kasih visual, biar nampol🤭


jejak nya jangan lupa, biar semangat up lagi😁 happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2