
Saat pagi hari Raka terbangun dengan malas, karena ada yang sudah mengetuk pintu kamar. Dengan langkah gontai, Raka membuka pintu dengan perlahan.
" Apaan sih Ris, masih pagi dah berisik aja" Gerutu Raka, dengan wajah bantal nya.
" Lu kok ada di kamar Lita?" Tanya Haris dengan tatapan menyelidik, seketika Raka membulat kan mata nya. Rasa kantuk nya hilang seketika, kenapa dia bisa lupa kalau dia ada di kamar Lita.
" Ehhh, ituu... "
Dengan emosi Haris merangsek masuk ke dalam kamar Lita, sontak saja Lita yang masih terlelap, terbangun karena kebisingan.
Lita sama terkejut nya dengan Raka, melihat abang nya memindai tubuh nya. Dia langsung menaikan selimut ke tubuh nya, sadar bahwa tubuh bagian atas nya masih polos seperti tadi malam.
" Mampus aku, abang pasti mikir aku udah melakukan nya. Duhhh, kenapa semalem gak pake baju dulu sihhh. Abang bisa marah besar" Batin Lita, dia hanya menunduk tak berani menatap kedua pria yang sedang terlibat perdebatan.
" Lu apain adek gue hah? Brengsekk!" Teriak Haris dengan emosi.
" Dengar penjelasan gue dulu bro.. " Belum sempat Raka menjelaskan pada Haris, Haris sudah menghadiahi Raka dengan bogeman mentah tepat di wajah nya.
" Gak ada yang perlu di jelasin lagi, gue udah cukup ngerti apa yang Lu lakuin ke adek gue itu sebuah kesalahan fatal."
" Gue berani sumpah Ris, gue gak ngapa-ngapain Lita. Percaya ama gue." Ucap Raka, tapi Haris masih di liputi emosi malah mencengkram kerah kemeja Raka.
" Dengan begini Lu udah buktiin ke gue , Lu gak baik buat adek gue. Pergi, jangan pernah Lu deketin adek gue lagi."
" Gue kecewa ama Lu, gue percaya tapi ini balasan nya." Ucap Haris, wajah nya memerah karena emosi yang meledak-ledak dalam diri nya.
" Gue gak ngerusak adek Lu Ris, gue berani sumpah." Ucap Raka dengan nada serius.
" Gak ngerusak Lu bilang, terus itu apa hah? Baju adek gue berserakan di lantai, terus Lu nganggap itu apa hah?"
" Lu tau sendiri adek gue adalah orang yang paling gue jaga selama ini."
" Cukup selama ini gue bodoh karena nganggap Lu udah berubah demi adek gue, tapi bukti nya Lu masih pria brengsek. Lebih baik kalian putus!"
" Ris, Lu gak bisa gitu lah. Lu bisa salah paham sama gue, tapi adek Lu tau kalo gue gak lakuin hal yang di luar batas." Ucap Raka, dia masih mencoba menjelaskan semua yang terjadi, meski yang terlihat memang sangat meyakinkan bahwa Raka sudah melakukan nya dengan Lita.
" Cukup Raka, gue kecewa ama Lu. Sekarang Lu pergi dari rumah gue, jangan deketin adek gue lagi." Ucap Haris tegas, keputusan nya tak bisa di ganggu gugat lagi.
Raka menunduk, dia melirik Lita yang sudah terisak di ranjang nya. Dia juga pasti tak setuju dengan keputusan Haris, tapi dia tak bisa melawan keputusan Abang nya.
__ADS_1
" Jaga dirimu baik-baik sayang, aku harus pergi. Maafkan aku." Ucap Raka, dia mengelus kepala Lita dengan sayang.
Kemudian berbalik ke arah pintu, tapi Lita mencekal tangan nya.
" Jangan pergi kak, Lita gimana?" Ucap Lita dengan terisak.
" Lu gak butuh cowok brengsek kayak dia Lita. Ada abang yang jaga kamu." Ucap Haris, dia menyeret tangan Raka dan mendorong nya keluar pintu.
" Ya tuhan, dalam semalam semua nya berubah." Gumam Raka, dia menyandarkan tubuh nya di sisi mobil nya.
Tak terasa air mata nya kembali menetes, dia tak sanggup jika harus di benci sahabat nya dan berjauhan dengan gadis kecil nya.
Lita menatap Raka dari jendela kamar nya, dia menangis sendu melihat kekasih nya di luar sana. Mengapa harus secepat ini, baru saja mereka berkomitmen untuk sama-sama berjuang. Tapi kali ini mereka di pisahkan oleh sebuah kesalah pahaman.
" Kak Raka." Gumam Lita, dia terus menatap Raka dari kejauhan. Hati nya sangat sakit melihat keadaan kekasih nya.
" Lita.. " Panggil Haris dari belakang, sebelum nya Lita sudah memakai kembali pakaian nya.
" Raka bukan yang terbaik untuk mu, kalian harus berpisah." Ucap Haris tegas.
Lita hanya diam tak menjawab atau sekedar menolak perintah abang nya, dia masuk ke kamar mandi dan membanting pintu dengan keras hingga membuat Haris terlonjak kaget.
🌻🌻
Saat sampai di gerbang kampus, Lita keluar tanpa berpamitan sedikit pun, dia juga membanting pintu mobil dengan kasar.
Haris menatap kepergian adik nya dengan sendu, tak ada Lita yang ceria seperti dulu.
" Kakak melakukan ini demi kebaikan mu, Lita. Raka bukan pria yang cocok dengan mu." Gumam Raka, dengan berat hati dia kembali melajukan mobil nya ke perusahaan.
Sedangkan Lita, dia melamun di kantin. Bella yang mengamati perubahan mood Lita, hanya bisa menemani nya saja. Karena dari tadi dia mogok bicara dengan siapa pun.
" Litt, kamu gapapa kan? Kamu sakit? Wajah kamu pucat loh, udah makan?" Tanya Bella. Tapi Lita tak menjawab sedikit pun, dia hanya bengong dengan pandangan kosong.
" Lit, kamu punya masalah? Bicara sama aku."
Lita melirik dengan ujung mata nya, dia takut Bella takkan percaya dengan nya.
" Apa jika aku bicara, kamu akan percaya?" Tanya Lita lirih.
__ADS_1
" Tentu saja, kita kan Sahabat Lit." Jawab Bella antusias, karena Lita sudah mau berbicara dengan nya.
Lita pun menjelaskan semua nya dengan detail, tak ada yang terlewat sedikit pun.
" Sumpah demi apapun, gue gak ngelakuin hal lebih sama Kak Raka." ucap Lita
" Gue percaya ama Lu Lit, gue percaya Lu takkan semudah itu kasih hal yang berharga buat Lu."
" Tapi gue juga ngerti kalo abang Lu salah paham, karena saat dia mergokin Lu sama Kak Raka, kondisi Lu gak pake baju." Jelas Bella.
" Itu titik permasalahan nya bell." Jawab Lita.
" Terus hubungan Lu sama Kak Raka gimana?" Tanya Bella lagi.
" Gue gak tau, gimana ke depan nya. Bang Haris nyuruh gue putus sama Kak Raka," Jawab Lita.
" Yang sabar ya beb, gue doain supaya hubungan Lu sama Kak Raka baik-baik aja." Ucap Bella.
" thanks ya, Lu emang yang terbaik."
" Tapi, menurut Lu gue harus gimana? Berjuang sama Kak Raka, atau pasrah sama keadaan?" Tanya Lita.
" Turutin apa yang hati Lu bilang Lita, yang nentuin hidup lu bahagia atau enggak nya ya itu lu sendiri. Tapi menurut gue, Lu harus berjuang sama kak Raka." Saran Bella.
" Hati gue juga bilang gitu Bell, cuma gue kurang yakin aja karena abang gue orang nya tegas, gak suka di bantah." Keluh Lita.
" Lu yakin sama Kak Raka gak?" Tanya Bella, Lita mengangguk cepat.
" Kalo lu udah bener-bener yakin sama Kak Raka, maka gak ada alesan apa pun lagi. Lu harus perjuangin kak Raka."
" Thanks ya beb." ucap Lita, tersenyum palsu.
" Jangan tunjukin senyum palsu Lu depan gue, gue tau hati Lu lagi nangis kejer sekarang." Ledek Bella. Lita hanya mencebik sebal ke arah sahabat nya itu.
🌻🌻🌻
Maaf kalau banyak typo, harap di maklumi🤭
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️