Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Sugar Baby Ala-ala


__ADS_3

Tepat tengah malam, Raka dan Brandon pulang dari Markas. Keadaan rumah sudah sepi dan lampu yang sudah padam.


"Masuk dan istirahat lah, jangan fikirkan apapun. Semua yang terjadi bukan salah mu." Ucap Raka saat mereka berdua baru saja masuk.


"Iya bang, thanks ya."


Raka hanya tersenyum simpul dan pergi menaiki tangga menuju kamar nya.


Raka membuka pintu dengan perlahan, dia tau kalau Lita sudah tertidur jadi dia tak mau mengganggu nya.


"Sudah pulang Mas?" Suara lirih dari arah ranjang.


Raka terkejut, ternyata istri nya terbangun padahal dia sudah berusaha tak bersuara.


"Sudah." Jawab Raka singkat, dan menyalakan lampu.


Lagi-lagi Raka di buat terkejut dengan penampilan istri nya yang nampak berbeda, andai saja dia tak kesal karena perkataan Lita tadi sore dia akan langsung menerkam istri nya itu.


Bagaimana tidak, Lita terlihat sexy dengan pakaian transparan yang disebut lingerie berwarna hitam. Sangat menggoda untuk di jelajahi.


"Apa urusan nya sudah selesai, kenapa pulang larut malam?" Tanya Lita.


"Ya urusan penting, kenapa belum tidur?" Tanya Raka balik, berjalan ke arah meja rias dan membuka kaos nya dan berganti dengan piyama.


"Tentu saja aku menunggu mu Mas." Jawab Lita dengan senyum manis nya.


"Untuk apa? Aku sudah bilang sama Mama agar kau tak perlu menunggu ku." Ucap Raka, datar.


"Mas masih marah kah?" Tanya Lita pelan.


"Marah? Kenapa aku harus marah, aku hanya kesal." Jawab Raka, masih sibuk dengan kegiatan nya.


"Lalu kenapa tidak pamit dulu pada ku?"


"Buru-buru." Jawab Raka singkat. Lita diam, dia tau Raka masih marah dan berusaha menghindar dari nya.


"Aku tau aku salah Mas, maaf kan aku. Aku takkan berkata seperti itu lagi, aku janji."


"Bagus lah jika kau sadar kalau itu salah, disaat banyak wanita yang berkoar-koar tak mau di madu, kau malah sebaliknya. Apakah itu wajar? Menurut ku Tidak!" Ucap Raka sinis, dia masih sibuk memeriksa laptop kerja nya. Padahal dia sudah sangat mengantuk, tapi daripada dia ke ranjang pasti akan tergoda denagn istri sexy nya itu.


Lita turun dari ranjang, dan mendekati Raka yang sedang duduk di meja kerja nya. Lita mengelus pundak suami nya, dan perlahan memeluk leher Raka.


"Suami ku terlihat tampan berkali lipat saat sedang fokus begini, aku menarik kata-kata ku tadi sore. Aku tak rela berbagi, kau hanya milik ku." Ucap Lita. Raka tersenyum samar, meski begitu dia tak ingin memperlihatkan kalau dia sudah luluh.


"Ayo lah Mas jangan mendiami ku, kau tak tergoda dengan penampilan ku? Biasa nya kau sangat bernafssu saat melihat ku, bahkan tanpa pakaian minim seperti ini."

__ADS_1


"Pergilah tidur, aku sedang bekerja." Ucap Raka, padahal dirinya mulai menegang dan juniorr nya mulai bereaksi.


"Ayo bermain Mas, jangan pura-pura tak menyukai nya."


"Aku sadar itu salah kan, jadi ayo kita usahakan. sesering mungkin. Dengan sering nya pembuahan, mungkin aku akan cepat hamil." Ucap Lita, jemari lentik nya mulai nakal menyusuri tubuh Raka yang tertutup piyama.


Hingga saat tangan nya menyentuh bagian terlarang Raka, dia langsung tersenyum, karena Raka sudah tergoda oleh nya.


"Ohh dia bangun, mau masuk sarang? Kalau begitu bujuk lah kakak mu untuk memasukkan mu pada milik ku."


"Kau mendiamkan aku sayang? Baiklah, rasakan ini." Ucap Lita lalu meremas milik Raka dengan kuat, hingga membuat Raka mendesaaahh.


"Kau kalah sayang, ayo jangan jual mahal."


"Aku menyukai kau seperti ini, kau yang menggoda ku. Jadi rasakan akibat nya, sayang." Ucap Raka menyeringai, dan langsung menggendong tubuh Lita.


Lita tersenyum, dia menang. Ya meski cara nya terlihat seperti wanita muraahan, tapi tak masalah dia menggoda suami nya sendiri.


Raka menidurkan Lita di ranjang dengan lembut.


"Mana bisa aku lama marah, jika kau seperti ini sayang." Ucap Raka, membelai wajah Lita dengan lembut.


"Aku tau kelemahan mu sayang, dan lagi kau takkan tahan lama marahan dengan ku, apalagi aku seperti ini." Jawab Lita, mengalungkan tangan nya di leher Raka.


"Lakukan lah, asalkan kau memaafkan aku." Jawab Lita santai.


Raka tersenyum dan langsung saja mencium bibir mungil istri nya, melumaat nya atas bawah bergantian.


Hingga ciuman itu mulai turun ke leher dan Raka bermain di area itu cukup lama, hingga leher Lita di penuhi tanda merah.


Raka membuka pakaian nya hingga polos, juga dengan Lita.


"Aku tak tahan, langsung saja?"


"Lakukan sesuka mu suami ku, aku milikmu." Ucap Lita manja, dan itu membuat gairah Raka meningkat.


Dengan cepat, Raka membuka kaki Lita lebar-lebar, mengarahkan milik nya ke lubangg kenikmatan Lita. Dengan sekali hentakan saja, semua nya masuk dan membuat Lita memejamkan mata nya karena sensasi nya, sedikit perih dan sakit, tapi kelamaan akan menjadi suatu kenikmatan yang tiada dua nya.


Raka mulai bergerak maju mundur dengan perlahan, milik Lita sangat sempit meski sudah basah, apalagi setelah kejadian itu membuat nya terasa seperti perawaan lagi.


..


Raka melakukan berbagai gaya dengan durasi yang lama, hingga membuat Lita kewalahan. Tapi sudah janji nya untuk memuaskan Raka dan melakukan apapun yang dia ingin kan, asal dia memaafkan dirinya.


Hingga jam di meja nakas menunjukan pukul 04:35 pagi, baru lah penyatuan itu terhenti, dan Raka yang ambruk dengan keringat yang masih mengucur dari kening nya.

__ADS_1


"Aku sangat puas dengan pelayanan mu sayang." Ucap Raka dengan nafas yang tersengal.


"Baiklah, itu nama nya pelayanan sugar baby. Jika kau menginginkan nya, aku akan siap asal aku meminta black card mu." Ucap Lita manja.


"Baiklah, ambil saja kartu itu. Aku bisa mencari uang dengan bekerja ,tapi kepuasan ini tak aku dapatkan hanya dengan bekerja."


"Benarkah? Semudah itu meminta sebuah black card?"


"Kau istri ku, dan jika aku menginginkan pelayanan seperti tadi, kau juga sugar baby ala-ala." Ucap Raka.


"Tidak, aku istri mu. Aku hanya bercanda, aku sudah memegang dua kartu mu, tidak lagi."


"Kau yang meminta nya, nanti kalau uang di kartu itu habis, kamu boleh minta lagi sayang." Ucap Raka.


"Huhh, bauklah terserah Mas aja. Ayo tidur sebentar." Ajak Lita, lalu merangsek masuk ke dalam dekapan Raka.


Mereka pun tertidur setelah lelah dengan pertempuran hebat, dengan pelayanan sugar baby.


Raka mempunyai Black card karena separuh saham di luar negeri atas nama nya di perusahaan Mama nya, dia jual dengan harga yang fantastis.


🥀


Jam di meja menunjukkan pukul 07:45 pagi, cahaya matahari sudah sangat terang menyinari bumi, cahaya nya mengintip melalui celah jendela kamar sepasang insan yang baru saja tertidur.


Mereka masih asik tidur sambil berpelukan mesra, dengan keadaan tubuh yang polos tanpa sehelai benang pun, hanya tertutup selimut saja.


Lita membuka mata nya perlahan, merasa silau dengan cahaya yang masuk, tapi kehangatan itu masih membuat nya sangat nyaman.


"Mas, kamu gak kerja?" Tanya Lita pelan, sambil mencubiti pipi Raka dengan gemas.


"Aku lelah, pulang larut dan langsung bertempur dengan mu. Aku izin hari ini, bos El pasti ngerti kok." Jawab Raka dengan suara serak nya.


"Baiklah, aku mandi duluan ya."


"Hemm, buatkan kopi dan sup rumput laut." Pinta Raka, dengan mata yang masih tertutup.


"Iya suami ku." Ucap Lita, lalu mengecup singkat bibir Raka yang memerah karena lipstick merah nya semalam.


Lita segera membersihkan tubuh nya, dan turun ke bawah sebelum mendapatkan pertanyaan dari pria menyebalkan, siapa lagi kalau bukan Brandon. Telat sebentar saja ,dia pasti akan di sidang habis-habisan, padahal Lita adalah tuan rumah disini. Menyebalkan memang.


🌻🌻🌻


Luluh juga bang akhirnya🤭🤭 harus gitu bujuk nya biar gak marahan lama,😅


Jangan lupa tinggalkan jejak☺️ happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2