Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Baby Dev


__ADS_3

Brandon sampai di rumah sakit saat petang, perjalanan nya sempat tertunda karena menolong anak kecil yang ternyata adik dari gadis pujaan nya.


Brandon menyapa satpam yang berjaga di parkiran.


"Sore Mas." Sapa satpam yang berjaga.


"Sore juga Pak, ini kue buat bapak." ucap Brandon, dia memberikan sekantong kue yang dia beli dari Marsya tadi.


"Terimakasih Mas nya, kebetulan lagi pengen nyemil." Ucap sang satpam sambil tersenyum.


"Sama-sama, saya masuk dulu." Pamit Brandon, dan langsung pergi setelah mendapat anggukan dari satpam itu.


Dia masuk ke dalam rumah sakit dengan dua kantong kue yang dia tenteng, bayangin aja beli bermacam-macam kue basah hingga ratusan ribu, gak mungkin di makan sendiri ya kan?


Brandon juga sudah tau di ruangan mana Bella di rawat, karena bayi nya sudah lahir kata Lita.


Dia segera masuk dan langsung di hadiahi tatapan heran dari semua orang yang ada di ruangan itu. Tak terkecuali Haris dan Raka.


"Perasaan dari rumah kesini tuh cukup satu jam, kalau pake motor bisa lebih cepet. Tapi ini hampir tiga jam, kemana aja? Keluyuran?" Celetuk Raka. Brandon menggaruk tengkuk nya yang tiba-tiba saja terasa gatal.


"Tadi nolongin pedagang dari preman bang, mana yang jualan nya anak kecil lagi. Kasian kena palak, yaudah tolongin dulu." Jawab Brandon sambil tersenyum canggung.


"Bagus dong, jiwa sosial lu tinggi Brand. Btw itu apaan ya?" Tanya Lita, menunjuk kantong kresek di tangan Brandon.


"Gue kasian lah, jadi gue beli semua kue nya."


"Wihhh, jadi pahlawan kesiangan nih ceritanye?" Sindir Haris. Dia meraih kresek dari tangan Brandon dan membuka nya.


"Buatan siape nih?" Tanya Raka.


"Mana gue tau bang, gue cuma beli gak nanya-nanya, kepo aja."


Raka mencebik sebal setelah mendapat jawaban dari Brandon, menyebalkan ternyata.


"Boleh di makan?" Tanya Haris. Dia mengeluarkan sebuah kue putu berwarna hijau dengan taburan parutan kelapa di atas nya.


"Makan aja, tenang aja gak gue kasih racun kok. Jadi bisa di pastiin tuh kue kagak bakal bikin lu mati bang. Gitu aja pake nanya." Ketus Brandon.


"Sensi banget, kayak anak gadis lagi dateng bulan ya Ris?"


"Hooh, jangan-jangan.."


"Jangan-jangan apa? Mau makan kue aja pake berbagai persepsi, makan aja tinggal caplok. Udah sukur gue bawain kue." Sinis Brandon, jangan lupakan wajah kesal nya.


Mereka pun memakan kue yang di bawa Brandon.


"Bayi nya mana?" Tanya Brandon. Setelah cukup lama dia hening, setelah berdebat dengan kedua abang somplak nya.


"Di ruang bayi." Jawab Mama Renata.


"Cewek apa cowok Mam?"

__ADS_1


"Jagoan dong." Bangga Bella dari atas kasur.


"Hebat dong, bisa di ajakin maen bola atau balapan liar." Cetus Brandon, yang seketika membuat Bella menatap nya tajam, dan Haris yang tersedak kue.


"Awas ya Lu nanti ajarin anak gue yang nggak-nggak, gue hantam pala Lu." Ancam Bella.


"Mom, takutt.."


"Udah ah, jangan berisik. Bella masih perlu istirahat, tadi dia habis bertarung nyawa." Ucap Mama Renata.


"Sukurin, kagak di belain." Ledek Raka, dengan senyum jahil nya.


🌻


Malam hari nya, Raka dan Lita memutuskan untuk pulang. Hanya tiga orang saja yang menemani Bella di rumah sakit, Haris, Mama Renata dan mama nya Bella.


🌻


Keesokan pagi nya, Raka bersiap pergi bekerja dan Lita yang akan pergi ke rumah sakit, mengunjungi Bella.


"Brand, gue duluan. Jangan lupa kunci pintu." Ucap Lita.


"Iya kak, hati-hati di jalan." Lita hanya menjawab dengan menganggukan kepala nya.


Pukul delapan, Brandon berangkat dengan motor nya. Btw Brandon punya motor itu hadiah dari CEO, karena kinerja nya yang memuaskan. Jadi gaji bulanan nya, dia tabung.


Tak ada lagi Brandon yang boros dan suka keluyuran apalagi poya-poya, yang ada sekarang hanya Brandon yang mau bekerja keras, penyabar, dan rajin menabung.


"Marsya, ngapain lari gitu? Kenapa ya?" Gumam Brandon. Dia pun menghentikan motor nya tepat di depan Marsya.


"Heii, kenapa kok lari-lari?" Tanya Brandon.


"Takut telat kak, aku harus nya masuk pagi." Jawab Marsya, dengan nafas yang tersengal karena baru saja berlari.


"Yaudah bareng yuk." Ajak Brandon, Marsya terlihat berfikir saat Brandon menawari nya tumpangan.


"Gak usah mikir kelamaan, keburu telat." Ucap Brandon, menyodorkan helm ke tangan Marsya.


Dengan senyum yang terlihat di paksakan, Marsya memakai helm itu dan naik ke atas motor Brandon.


Baru saja duduk dan belum nyaman dengan duduk nya , tiba-tiba saja Brandon melajukan motor nya. Sontak saja, Marsya yang belum siap langsung memeluk pinggang Brandon, juga helm mereka yang berbenturan.


"Maaf kak."


"Gapapa, tetap gini aja biar aman." Pinta Brandon, padahal hati nya menginginkan hal ini. Berada sangat dekat dengan gadis pujaan, pasti membuat mood sangat membaik.


Hingga akhirnya mereka sampai di parkiran kantor, dan sukses membuat heboh di kalangan pegawai.


Bagaimana tidak, Brandon sang receptionist ganteng membonceng gadis cantik yang memeluk pinggang nya dengan nyaman.


"Makasih ya kak, maaf ngerepotin."

__ADS_1


"Ngerepotin apa nya? Nggak kok, tujuan kita kan sama. Udah sana masuk, nanti pulang nya aku anter, aku tunggu disini." Ucap Brandon. Rasa ingin memiliki gadis itu semakin besar, apalagi setelah gadis itu memberi respon yang baik.


"Tapi kak.."


"Gak ada penolakan, saya tunggu disini nanti ya. Selamat bekerja, semangat!" Ucap Brandon memberi semangat, membuat pipi Marsya merona.


Dia pergi dengan menunduk, menyembunyikan rona kemerahan di wajah nya. Padahal Brandon sudah melihat nya dengan jelas tadi.


Setelah mendapat vitamin dari gadis pujaan nya, Brandon seolah mendapat semangat untuk bekerja lebih keras lagi. Siapa tau kan, dia naik jabatan? Rezeki gak ada yang tau.


🌻


Di rumah sakit, keadaan Bella sudah sangat membaik. Selera makan nya juga sangat baik.


"Ponakan Aunty ganteng banget.." Ucap Lita, mencolek-colek pipi gembul keponakan nya.


"Ini pipi nya menggembung kayak bolu kukus yang mekar."


"Iya dong, dia sehat. Lahirnya aja 3,8 kg." Ucap Bella.


"Wahh, pantesan aja. Jadi anak yang kuat ya nak, panjang umur dan sehat selalu."


"Iya aunty.." Jawab Bella, menirukan gaya bicara anak kecil.


"Oh iya Lit, pengen makan bubur kacang ijo." Pinta Bella, padahal kue bolu di tangan nya masih tersisa cukup banyak.


"Kamu jadi rakus Bell." Ketus Lita, dia mengambil mangkuk di meja nakas yang berisi bubur kacang ijo.


"Gak tau, pengen ngemil mulu. Terus pengen yang manis-manis." Jawab Bella.


"Justru bagus, dengan begitu tenaga nya akan lebih besar. Apalagi ini kan ibu menyusui, biasa nya suka begadang, kurang tidur." Ucap Mama Renata.


"Ohh yaudah deh, makan yang banyak ya kak ipar. Setelah itu kembali sehat dan main ke rumah aku."


"Ehh, ini keponakan ku udah di kasih nama belum sih?" Tanya Lita.


"Udah, abang mu yang ngasih nama kemaren."


"Siapa?"


"Devanno Danendra." Jawab Bella, sambil tersenyum.


"Panggil nya baby Dev ya.." ucap Lita, dia kembali gemas dengan keponakan nya itu. Mencolek-colek pipi cabi nya, hingga tidur nya terganggu dan menangis meminta susu.


Sontak saja Mama Bella yang sedang tidur di sofa, langsung terbangun mendengar tangisan nyaring cucu nya itu.


🌻🌻


Horee, bang haris udah jadi ayah. Yoo tinggal bang Raka, sama Brandon😁


jejak nya jangan lupa😘❤️

__ADS_1


__ADS_2