
Raka menatap istri nya yang sedang asik dengan ponsel nya, dan sesekali tertawa. Entah apa yang lucu dan membuat nya sebegitu bahagia nya, tapi sejak berpisah dengan tiga istri sultan tadi, istrinya mendadak jadi suka senyum-senyum dengan ponsel nya.
"Berasa jadi patung aku disini." Lita melirik ke arah Raka, bahkan dia tidak sadar kalo suami nya sudah berdiri di ambang pintu dari tadi.
"Sudah lama disitu Mas?" Tanya Lita sambil cengengesan.
"Tentu saja, dua abad aku berdiri disini sambil menyaksikan istri ku senyum-senyum sendiri seperti orang kesambet." Gerutu Raka lalu mendekati istri nya itu.
"Maafin deh ya, aku asik chat an sama istri sultan." Ucap Lita sambil tersenyum.
"Sejak kapan kalian akrab?" Tanya Raka penasaraan.
"Heemmm, sejak tadi seperti nya. Ternyata selera mereka dalam makan, sama seperti aku Mas."
"Sama apa nya? Porsi nya?"
"Hehee iya mas, mereka istri sultan yang bar-bar." Jawab Lita.
"Syukurlah kalian dengan cepat bisa akrab. Mas senang kamu bisa menyesuaikan diri dan mengakrabkan diri dengan istri-istri bos Mas di kantor." Ucap Raka sambil mengusap puncak kepala Lita.
Mereka masih di rumah Haris, sedangkan Ibu Renata dia sudah pulang sejak tadi ke apartemen. Alasan nya, dia tak nyaman terus menginap di rumah Haris. Dengan terpaksa, Lita mengizinkan Ibu mertua nya pulang.
"Sayangg.." Panggil Raka lagi.
"Apa lagi sih Mas?" Tanya Lita dengan nada kesal, karena dia sudah bosan menjawab pertanyaan Raka.
"Mas udah puasa selama dua hari loh." Goda Raka.
"Enak aja mau gituan, aku gak mau."
"Kenapa? Mas udah mandi kok, udah bersih gak bau ulat keket lagi." Ucap Raka manja, dua hari sudah cukup dia berpuasa.
"Lagi gak mood." jawab Lita.
"Tega banget, dosa loh nolak suami." Peringat Raka, apapun cara nya dia harus mendapatkan jatah malam nya.
Terlihat Lita menghela nafas nya pelan, lalu menatap wajah Raka yang masam, dengan bibir yang mengerucut.
"Oke, satu ronde aja." Ucap Lita lirih.
"Yahh, kok gitu? Dua aja ya?" Tawar Raka.
"Satu ronde atau gak sama sekali." ucap Raka sambil menatap Raka dengan kesal.
"Yaudah lah, dari pada enggak." Ucap Raka dengan lemas, gagal sudah dia bernegosiasi dengan Istri nya.
__ADS_1
Raka mulai mendekat ke arah Lita, sebagai permulaan dia memeluk Lita dengan erat. Dan mengecupi puncak kepala Lita.
Raka mulai menciumi seluruh wajah Lita, tak ada yang terlewat. Hingga saat mencium bibir Lita, dia bermain-main disana menghisap dan melummat nya dengan penuh naf*u.
Tangan Raka juga tak tinggal diam, dia mulai membuka satu persatu kancing piyama yang di pakai Lita dengan cekatan ,tanpa melepas tautan bibir nya.
Puas dengan bibir, sekarang Raka turun ke leher jenjang Lita, dia menyesap nya hingga meninggalkan bekas kemerahan.
Lita melenguh pelan, saat tangan Raka mulai memainkan pucuk dada nya dengan sensual. Raka mulai bermain ke area dada, dia menenggelamkan wajah nya di antara dua bukit kembar itu.
Raka menyusu seperti bayi yang kehausan, dia melahap pucuk dada Lita bergantian, tangan nya juga aktif meremmas dan memilin pucuk nya hingga membuat Lita kelabakan karena sensasi yang membuat nya keenakan.
Hingga Raka berhenti, dan mulai melebarkan kedua kaki Lita. Dan mulai memasukkan miliknya yang sudah mengeras sejak melihat Lita.
Lita memejamkan mata nya saat merasakan benda tumpul dan panjang itu perlahan masuk ke dalam inti tubuh nya.
Dia meremmas seprai dengan kuat, saat milik Raka sudah terbenam sempurna ke dalam inti tubuh nya yang sudah basah.
Meski sudah basah, tapi milik Lita sangat sempit. Sehingga Raka harus membiarkan nya dulu, untuk menyesuaikan ukuran nya yang tak main-main.
"Bergerak Mas." Pinta Lita dengan suara lirih nya.
Raka menurut dan mulai bergerak naik turun di atas tubuh polos Lita dengan tempo yang pas.
"Ahhh.. Mas... " Desahh Lita saat Raka mulai bermain lagi di dada nya, mengulumm puncak nya yang sudah memerah.
Raka terus memacu tubuh nya, dengan kecepatan yang terus bertambah tempo nya. Dia ingin segera mencapai puncak pelepasan nya.
"Mass.. Jangan terlalu cepat, tubuh ku terguncang." Ucap Lita terbata karena tubuh nya terguncang hebat.
"Aku sampai sayang.." Raka menggeram tertahan saat merasakan gelombang kenikmatan yang datang menghampiri nya.
Raka ambruk di atas tubuh Lita, tubuh mereka basah karena keringat, dan keadaan inti tubuh mereka yang masih menyatu, karena Raka tak ingin kehilangan moment milik Lita yang berdenyut nikmat saat menerima lahar panas yang menyembur deras dari milik Raka.
Tapi tak lama kemudian, milik Raka kembali on dan mulai mengeras kembali di dalam milik Lita.
"One more Baby?" Tanya Raka.
"Baiklah, satu lagi." Jawab Lita lemas. Dia sudah kelelahan tapi suami nya masih menginginkan tubuh nya.
Tak ada pilihan lain, selain memberikan nya ronde kedua.
Raka menarik tangan Lita, dan mendudukan nya di pangkuan.
"Mau memimpin?" Tanya Raka sensual, dengan lesu Lita mengangguk.
__ADS_1
Perlahan Lita menduduki milik Raka, dan memasukkan nya. Raka menggeram, saat milik nya terasa di jepit oleh milik Lita yang sangat sempit.
"Kau sempit sekali baby." Racau Raka, sambil memainkan buah dada Lita yang menggantung indah dan terguncang karena pergerakan nya.
Tepat tengah malam, akhirnya mereka selesai dengan kegiatan mereka. Setelah beberapa saat menikmati pelepasan nya, mereka tertidur dengan tubuh polos dan saling berpelukan. Bahkan mereka belum sempat membersihkan diri, saking lelah nya.
🥀
Keesokan pagi nya, Lita terbangun lebih dulu dari Raka. Dia menatap wajah tampan Raka, dia tersenyum saat mengingat ekspresi sexy Raka saat pelepasan nya tiba.
Perlahan, Lita turun dari ranjang nya dan berjalan pelan ke kamar mandi. Semalam dia tak sempat membersihkan diri karena kelelahan, Raka benar-benar melampiaskan dua hari puasa nya malam tadi.
Merasakan sisi ranjang nya kosong, Raka segera membuka mata nya. Dia celingukan mencari keberadaan Istri nya, yang sudah memuaskan nya semalam.
Hingga pencarian nya terjawab, saat mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.
Raka menyeringai, dia ingin mengerjai istri kecil nya itu. Dia membuka pintu, dan masuk ke dalam bilik shower, dimana istri nya itu sedang membilas tubuh polos nya.
Raka langsung memeluk nya dari belakang dan membuat Lita terlonjak kaget.
"Mas, kau membuat ku jantungan." Gerutu Lita, wajah nya di tekuk hingga terlihat menggemaskan di mata seorang Raka.
"Ahhh tidak, jangan lagi Mas. Aku lelah, semalam kau menghajarku habis-habisan." Keluh Lita saat merasakan tangan Raka sudah merayap kemana-mana.
"Sebentar saja sayang."
"Tidak, aku harus kuliah. Cepat lah mandi, dan antar aku ,jangan lupa hari ini kamu kerja." Peringat Lita, mampuss. Hampir saja Raka melupakan nya.
Bahkan kemarin pagi Pak El sudah memperingati nya agar masuk kantor lebih pagi karena ada klien dari korea, yang ingin menjalin bisnis bersama perusahaan nya.
"Shitttt." Umpat Raka, dan berlalu dari tempat Lita berdiri.
"Kalau saja aku gak kerja, ku pastikan dia gak bisa jalan hari ini. Sial." Gerutu Raka, lalu segera masuk ke dalam bath up , berendam sebentar sebelum pergi bekerja. Merileks an tubuh nya yang cukup lelah, setelah menghajar Lita habis-habisan tadi malam.
Sedangkan Lita, dia sudah selesai dan segera keluar dari kamar mandi. Dia segera berpakaian dan juga menyiapkan pakaian kerja untuk suami nya, setelan jas berwarna biru navy lengkap dengan dasi dan sepatu nya.
Lita tersenyum, saat melihat pantulan dirinya di cermin ruang ganti. Leher nya penuh dengan tanda kemerahan hasil karya Raka semalam, Lita mengambil concealer untuk menutupi tanda itu.
Bisa malu setengah mati dia, jika tanda itu terlihat di kampus. Meski semua orang tau kalau dia sudah menikah.
Lagi-lagi, saat Lita keluar dari ruang ganti sekilas dia menatap ranjang yang sudah dia rapi kan. Dia mengingat pertempuran hebat nya semalam bersama Raka, mengingat itu semua saja membuat Lita tersipu hingga wajah nya memerah.
🌻🌻🌻
HEyoooo, author is back🤭 maaf kemarin cuma up satu bab, karena author lupa isi kuota, hehe 😂
__ADS_1
jangan lupa jejak nya ya wakk😘😘