Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kesalahan Apa?


__ADS_3

Raka melirik ke arah istri nya, mood Mama Renata selalu kacau berantakan jika bertemu dengan pria tua yang mengaku sebagai ayah kandung nya itu.


"Apa urusan mu disini sudah selesai?" Tanya Raka sinis.


"Kau mengusirku, Nak?" Tanya balik Danu.


"Sudah jelas bukan? Kenapa bertanya lagi." Jawab Raka ketus.


"Aku meluangkan waktu untuk kesini menemui nya."


"Pernahkah aku menyuruh mu untuk datang kemari?" Sejujurnya Raka sudah sangat muak dengan kehadiran pria itu, dia sudah sangat merusak mood nya.


Brandon datang dari arah dapur dengan ekspresi tenang nya, lalu dengan santai duduk di samping abang nya yang tengah menahan kesal setengah mati.


"Sudahlah bang, sindiran sepedas apapun takkan mempan pada orang yang tebal muka. Muka nya sangat tebal dan keras, seperti tembok yang di lapisi semen." Celetuk Brandon, dia masih memendam kebencian terhadap pria tua di depan nya, karena masalah Marsya waktu itu.


"Kau benar Brand, jadi tak ada guna nya. Di sindir habis-habisan pun, tak lama dia akan datang lagi kesini."


"Aku lelah Bang, aku tidur duluan ya. Abang juga gak boleh begadang, apalagi kakak ipar." Peringat Brandon.


"Oh ya, btw sudah ada waktu yang tepat untuk menikahi pujaan hati mu Brand?" Tanya Raka antusias.


"Nanti setelah kakak ipar lahiran aja, sekarang fokus sama kehamilan kakak ipar aja kak."


"Lu yang terbaik dah, oke kalau itu udah keputusan Lu. Tapi gue mohon sama Lu, jangan nyicil atau depe dulu ya kasian, Marsya itu gadis baik-baik." Raka menasihati, sedangkan Danu mematung di tempat nya, Raka terlihat seperti seorang kakak yang protektif menjaga adik laki-laki nya, agar tak merusak wanita.


"Dikit bang.." Ucap Brandon nyengir, menampilkan deretan gigi putih nya yang berderet rapih.


"Gak ada dikit-dikit Branded."


"Abang nihh, aku Brandon bukan Branded." Rengek Brandon manja.


"Sok-sok an nasehatin adek nya gak boleh depe atau nyicil, lah dia sendiri dulu kerjaan nya gitu kok. Kalau gak di kasih pasti merajuk." Celetuk Lita dari samping.


"Sayangg, jangan membuat image laki-laki baik ku hancur dong.."


"Lah fakta nya begitu kan? Gak usah ngelak, apalagi sok-sok an, dia aja kagak jauh beda kayak kamu Brand." Ucap Lita,


"Ayangg.." Rengek Raka manja.


"Gue tau kok, gue inget waktu itu kita berdebat di kampus karena tanda merah di leher kakak." Jawab Brandon santai, setelah mengingat semua ingatan nya dia berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, apalagi masalah hati dan perempuan. Dia menjadi selektif dalam memilih pasangan hidup, hingga pilihan nya itu jatuh pada gadis manis dan sederhana, Marsya Sabilla.


"Awas saja kau nanti, takkan kubiarkan tidur dengan nyenyak." Ancam Raka, hingga membuat Lita menciut seketika.

__ADS_1


"Ehhh, gak usah ngancem-ngancem kakak ipar ku begitu ya. Dia sedang hamil besar, gak boleh kecapean. Ingat itu!" Bela Brandon,


"Hisss kalian bersatu menghancurkan aku."


Danu sedari tadi hanya diam memperhatikan tanpa berniat ikut dalam obrolan ringan itu, tapi hati nya tau. Jika dia sudah bisa menyentuh hati terdalam Raka, maka dia akan sangat menyayangi nya, meskipun itu orang lain.


"Bobo manja dulu ah, besok harus jemput calon istri pagi-pagi."


"Marsya masuk pagi besok?" Tanya Raka, setau nya sift itu berlaku pada karyawan yang melakukan kesalahan.


"Iya, emang napa bang?"


"Cewek lu bikin kesalahan apa?" Tanya Raka serius.


"Gak tuh, tapi dia bilang setiap minggu nya pasti ada sift pagi." Jawab Brandon sesuai apa yang dia tau.


"Tanyain dah, setau gue yang masuk sift pagi itu yang punya salah atau jalanin hukuman."


"Whatt? Yang bener aja?" Tanya Brandon dengan wajah terkejut nya.


"Aslinya, setau gue begitu. Tanyain besok, jangan sampe lu ceroboh jagain cewek lu."


"Iya bang, thanks ya." Ucap Brandon.


"Oke sama-sama, tidur yang nyenyak." Brandon hanya menganggukan kepala nya, dan pergi ke kamar nya. meninggalkan ketiga orang yang masih dalam suasana canggung, apalagi Danu.


Hingga kantuk pun datang dan dia terlelap dengan mudah nya, karena tubuh nya sangat lelah dan membutuhkan istirahat agar kembali bertenaga esok hari.


Lain lagi di ruang tamu, Danu masih ingin disana dan mengobrol dengan anak nya, tapi terlihat Raka tak tertarik dengan arah pembicaraan nya.


"Aku mengantuk, ingin tidur."


"Baik, tidurlah.. Aku akan pulang" jawab Danu.


"Bagus, memang itu yang aku inginkan." Cetus Raka.


"Baiklah, sampai bertemu di lain hari." Danu bangkit dari duduk nya, begitu juga Lita.


Wanita hamil itu mendekat ke arah Ayah kandung suami nya.


"Paa.." Panggil Lita pelan, hingga membuat Danu membalikan badan nya.


"Iya, kenapa nak?" Tanya Danu heran, ada apa dengan menantu nya.

__ADS_1


Lita mengulurkan sebelah tangan nya, meminta salim tangan. dengan ragu, Danu memberikan tangan nya untuk di salimi oleh menantu nya. Lita menyalimi tangan ayah mertua nya dengan takzim.


Danu tak tahan, dia mengelus kepala menantu nya dengan lembut.


"Terimakasih sudah mau menghormati ku, Nak. Kamu memang istri yang baik."


"Sudah tugas ku, Pah. Hati-hati di jalan, dan jangan lupa mampir lagi kesini, rumah ini akan selalu terbuka untuk papa." Ucap Lita, tanpa menghiraukan ekspresi kesal suami nya.


Danu hanya mengangguk dan pergi ke arah mobil nya, dan segera melajukan nya menjauhi kediaman anak nya.


"Kenapa?" Tanya Lita garang. Raka hanya diam dan pergi ke kamar nya, tanpa sepatah kata pun.


"Hiisss, aku hanya menghormati nya sebagai ayah mertua kan? Kenapa harus marah, dia kan ayah kandung nya." Gumam Lita sambil menggelengkan kepala nya.


🌻


Pagi hari nya, Brandon sudah berdiri tegap di depan rumah pujaan hati nya. Marsya meminta nya menjemput pagi, karena dia masuk sift pagi.


"Sudah lama kak?" Tanya Marsya, dia tersenyum manis menatap sang pujaan hati.


"Belum, baru saja datang." Jawab Brandon, dengan senyum yang di paksakan. Beberapa pertanyaan mengelilingi kepala nya, kesalahan apa yang Marsya lakukan?


"Berangkat sekarang?" tanya Brandon, dan Marsya hanya menganggukan kepala nya.


Brandon pun melajukan motor matic kesayangan nya menjauhi rumah sederhana milik Marsya.


Hingga setengah jam kemudian, kedua nya sudah sampai di parkiran kantor. Benar, bahkan dia sampai tak sadar kalau suasana kantor masih tampak lengang, hanya ada beberapa orang pegawai yang bekerja. Padahal sudah beberapa kali dia mengantar Marsya masuk kerja pagi buta, tapi kenapa baru sadar sekarang ya? Kemarin-kemarin kemana saja!


"Sayangg.." Panggil Brandon, Marsya mendongak dan menatap serius kedua manik mata Brandon.


"Kenapa sayang?"


"Katakan padaku, apa kamu punya salah? hingga harus masuk kantor sepagi ini?" Tanya Brandon. Marsya terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan kekasih nya.


"Jawab aku sayang.." Dia tidak sabar mendengar jawaban gadis nya.


"A-aku memecahkan..."


"Marsya, ayo masuk cepatt.." Teriak rekan kerja Marsya.


"Aku masuk dulu, nanti kita bicara lagi. Dahh." Ucap Marsya, lalu dia berlari masuk ke dalam kantor.


🌻

__ADS_1


Memecahkan apa sih woee? ada-ada aja, dasar author 🤭🤭


jangan lupa tinggalkan jejak, vote, dan tap favorit ya, kalau mau ngasih hadiah juga noleh kok😁 happy reading❤️


__ADS_2