Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Sebuah Kejutan


__ADS_3

Tak terasa, seminggu sudah berlalu.


Sudah seminggu pula, Raka tak bertemu dengan Lita. Karena alasan pekerjaan yang mengharuskan nya lembur, dan Haris juga sama.


Seminggu ini juga, Lita selalu uring-uringan karena rindu pada Raka dan kesal juga karena Brandon, selalu mendekati nya. Bahkan terkesan mengganggu nya, menyebalkan memang.


Hari ini weekend dan Raka libur, saat ini dia sudah berdiri di halaman rumah Haris, menunggu Lita keluar menyambut nya.


Tak lama menunggu, akhir nya Lita keluar dari rumah dengan berlari dan senyuman yang sangat manis ke arah Raka, dia juga langsung menghambur memeluk Raka dengan Erat. Menumpahkan semua kerinduan yang tertahan selama satu minggu ini.


" Lita rinduu." Ucap Lita lirih, dalam pelukan Raka.


" Aku juga sangat merindukan mu sayang, tapi tuntutan pekerjaan yang membuat kita harus menahan rindu."


" Iya Lita ngerti kok, lagian kakak kerja kan buat halalin Lita." Jawab Lita sambil tersenyum.


" Nah itu tau, mumpung weekend kita pergi yuk?" Ajak Raka.


" Kemana kak?"


" Ada deh, pamit dulu gih sama Abang mu." Ucap Raka, dengan senang hati Lita menurut dan segera masuk.


" Mau ngajakin Lita kemana?" Tanya Haris, yang baru saja keluar dari rumah.


" Ada lah, surprise." Jawab Raka santai.


" Oke deh, gue juga kangen sama Bella." Ucap Haris.


" Ajakin maen atau jalan-jalan gitu, jangan pelit jadi cowok." Ledek Raka.


" Heh, Lu nyindir gue yak?"


" Enggak tuh, Lu aja yang kesindir karena merasa kali." Raka tersenyum jahil, melihat kekesalan Haris.


" Gue gak izinin Lita pergi, baru tau rasa Lu."


" Ehh jangan gitu lah bang." bujuk Raka.


" Terserah gue lah." Jawab Haris, dia juga tersenyum jahil ke arah Raka, dia sukses membalas kejahilan Raka.


" Yaelah bang, tadi cuma becanda. Kagak serius kok."


" Hahaha, rasain Lu gue balas juga." Haris tertawa melihat ekspresi memohon Raka.


🥀

__ADS_1


Lita keluar dengan mini dress hijau, dia sangat cantik dengan dress yang Raka belikan seminggu yang lalu, saat mereka terakhir bertemu dan kencan di mall.


Raka melongo melihat Lita, hingga jitakan di kepala membuat nya sadar.


" Sakitt gila." Gerutu Raka sambil mengusap-usap kepala nya.


" Lah elu, bukan nya di bawa pergi malah bengong kayak orang beg*."


" Dahlah, males." Jawab Raka malas, dia mendekati Lita dan menggenggam tangan nya.


" Bang, Lita pergi dulu. Abang jangan lupa ngapel ke rumah Bella yak." Ucap Lita.


" Sana pergi buruan." Usir Haris, dia kesal gak Raka gak Lita kedua nya sangat suka menjahili nya.


Raka dan Lita terkekeh geli melihat ekspresi kesal Haris, wajah nya memerah. Entah karena marah atau malu, hanya Haris yang tau.


Raka mengemudikan mobil nya ke sebuah tempat, dengan views yang sangat bagus. Disini dia akan memberikan sesuatu kepada Lita nya.


Sekitar setengah jam kemudian, Mobil yang di kendarai Raka sampai. Lita langsung keluar dari mobil nya, dan dia merentangkan tangan nya menikmati udara segar.


" Kamu suka?" Tanya Raka, dia sudah memeluk Lita dari belakang dan menumpu kan dagu nya di bahu Lita.


" Sangat kak, aku sangat menyukai nya." Jawab Lita.


" Bahagia itu tak selalu dengan harta dan tahta kak, bahagia itu saat kita bersama orang yang kita cinta. Itu sudah cukup untuk ku kak " Jawab Lita, Raka tersenyum bahagia dan mengeratkan pelukan nya di pinggang Lita.


Lita juga mengusap tangan besar Raka yang melingkar erat di perut nya, dia sangat bahagia saat ini. Meski sederhana, tapi tak mengurangi rasa bahagia dan cinta yang semakin hari semakin bertambah besar untuk Raka.


" Sudah puas menikmati udara nya sayang?" Tanya Raka.


Lita hanya mengangguk, dia juga mengelus rahang tegas milik Raka.


" Kita pergi yak." Ajak Raka, mereka berjalan beriringan dengan tangan yang saling bertautan.


" Mau kemana lagi?" Tanya Lita.


" Ayang mau kemana?" Tanya Raka balik.


" Isss, gak punya pendirian banget sih. Di tanya malah balik tanya." Ucap Lita ketus.


" Ya kakak terserah ayang aja, mau kemana kakak ngikut." Jawab Raka, tanpa melirik ke arah Lita karena fokus menyetir.


" Ke mall juga boleh, tapi Lita mau naik wahana."


" Tapi jangan yang ekstrim ya." Raka menciba bernegosiasi, walau dia dingin dan arogan tapi dia cukup penakut jika harus naik roller coaster.

__ADS_1


Lita mengangguk saja, dia juga tak ingin membuat Raka kesal dengan memaksakan kehendak nya.


🥀


Raka dan Lita sudah sampai di dalam mall, dan sedang bermain bola basket yang di lempar dan harus masuk ke keranjang nya.


Lita terlihat sangat senang, bahkan dia tak sadar bahwa Raka sudah tak di samping nya.


Setelah puas bermain, baru lah dia sadar Raka tidak ada kesana.


" Ehh, kak Raka kemana yak?" Gumam Lita, dia celingak celinguk mencari keberadaan Raka.


Hingga saat mata nya melihat kerumunan para gadis yang mengelilingi sesuatu.


Lita yang penasaran pun mencoba mendekati kerumunan itu, dan melihat apa yang di kerumuni mereka.


Raka duduk dengan memegang gitar dan memainkan nya, petikan gitar nya sangat merdu hingga membuat gadis yang berkerumun itu menjerit histeris.


Raka menyanyikan lagu berjudul Still With You, by Jungkook BTS. Lagu favorit Lita.


Lita tersenyum manis saat mendengar kata demi kata yang menyatu menjadi sebuah lirik yang sangat indah untuk di dengar ,dan suara Raka yang sangat mewakili lagu nya.


Lita maju ke depan dan menerobos kerumunan, dia ingin melihat jelas Raka bernyanyi.


Raka bangkit dari kursi nya, dia meletakan gitar nya dan membawa buket bunga mawar yang cukup besar. Dia mendekati Lita, dengan senyum yang merekah indah terlukis di wajah tampan nya.


Raka memberikan buket bunga itu ke tangan Lita, tapi tiba-tiba dia berjongkok di depan Lita. Lita menutup mulut nya saat melihat Raka mengeluarkan cincin bertahta kan berlian.


" Aku Raka Perwira, seorang pria biasa yang mencintai gadis sederhana namun cantik dari luar dan dari dalam. Gadis yang selalu menemani ku dalam keadaan apapun."


Raka menjeda ucapan nya, dia menghela nafas pelan.


" Dia mau menerima ku apa adanya, mencintai ku tanpa syarat. Memberikan cinta yang begitu besar untuk ku, hingga tak dapat aku ungkapkan bagaimana aku mengagumi mu, aku mencintaimu Arlita."


" Mungkin ini terlalu cepat atau sebaliknya, tapi dengan segenap rasa yang membuncah dalam dada, aku memberanikan diri untuk melakukan ini."


" Arlita, mau kah kau menjadi istri ku? Menjadi Ibu dari anak-anak ku kelak?" Tanya Raka, dengan serius.


Lita tak bisa lagi menahan air mata nya, dari tadi dia sudah mencoba menahan nya. Tapi akhirnya bulir air mata lolos dari mata nya, dan mengalir deras.


🌻🌻🌻


Diterima gak?🤭 maafin kalo garing yee😁


jangan lupa tinggalkan jejak, dan tap pavorit. Happy reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2