
Tak terasa waktu sangat cepat berlalu, kini Lita dan Raka sedang menghadiri acara syukuran tujuh bulanan Bella di rumah nya.
"Duhh, gak sabar banget pengen liat ponakan aku." Ucap Lita sambil mengelus perut kakak ipar nya yang sudah membuncit.
"Dua bulan lagi kita ketemu, Aunty." Ucap Bella, menirukan suara anak kecil.
"Semoga setelah kamu lahir, Aunty segera di beri kepercayaan lagi buat mengandung ya." Ucap Lita, tersirat sebuah kesedihan dalam kata-kata nya.
"Pasti aku doain kok Aunty, Aunty yang sabar ya. Suatu saat nanti pasti Aunty hamil lagi kok." Jawab Bella. Dia mengusap kepala Lita yang saat ini berjongkok menciumi perut buncit nya.
"Ohh jagoan Aunty, kau mendengarku? Kau menendang boy." Ucap Lita heboh.
"Bagaimana kau tau ini laki-laki atau perempuan dek?" Tanya Haris yang baru saja datang.
"Katakan pada Aunty, kau laki-laki kan? Jika benar, ayo tendang lagi." Ucap Lita excited.
Dan benar saja bayi dalam kandungan Bella menendang lagi dengan kuat, hingga membuat Bella meringis.
"Terlalu kuat sayang, pelan-pelan ya. Kasian Momy." Ucap Lita. Bella dan Haris saling pandang, begini lah jika Lita berdekatan dengan Bella. Dia akan selalu membawa bicara ponakan nya itu, entah kebetulan atau apa, bayi itu juga selalu merespon jika Lita membawa nya bicara.
Raka hanya bisa melihat betapa excited nya Lita dengan kehamilan kakak ipar nya itu, meski dia tau pasti ada rasa sakit yang Lita rasakan. Mengingat sudah setahun lebih sejak tragedi itu, tapi dia belum kunjung hamil juga.
Meski begitu, Raka selalu menghibur Lita dengan kekonyolan nya agar Lita tak terbebani dan kepikiran dengan hal itu. Karena Raka yakin, suatu saat Lita pasti bisa hamil lagi, meski entah kapan waktu itu datang.
🥀
Sore hari nya setelah acara selamatan itu selesai, Lita dan Raka langsung pulang ke rumah nya. karena Mama Renata tak ikut, jadi Lita khawatir dia akan kesepian di rumah, soalnya Brandon juga kekeh ingin ikut.
Saat di perjalanan, Lita merengek ingin membeli cemilan padahal hari sudah cukup gelap dan sebentar lagi pasti turun hujan. Dengan terpaksa Raka menuruti keinginan Lita, Lita tersenyum dan turun dari mobil dengan langkah ceria nya di temani Brandon yang kata nya ingin beli baso ikan lagi, karena yang kemarin gagal.
Brandon menggelengkan kepala nya melihat apa saja yang di beli Lita, benar kata Raka. Lita penggila makanan pinggir jalan.
"Lu yakin tuh perut bakal muat? Banyak banget." Ledek Brandon.
"Siapa Lu? Suami gue aja gak ngelarang, udah ah pulang keburu hujan." Ajak Lita, mereka pun masuk kembali ke mobil dan Raka segera melajukan nya dengan kecepatan sedang, keburu hujan turun.
__ADS_1
🥀
Setengah jam kemudian, mereka bertiga sampai tapi di kejutkan dengan teriakan melengking dari arah dalam, terdengar seperti tengah berdebat.
"Huluhhh, apalagi ini? Orang cape juga, masih aja bikin onar." Gerutu Raka, dia melangkahkan kaki nya masuk dengan terburu-buru, takut kalau orang itu akan menyakiti Ibu nya lagi.
"Bilang pada anak mu, pulihkan kembali kartu-kartu ku yang dia bekukan."
"Dia tak bisa melakukan hal ini pada ku, aku ayah nya!" Teriak Farhan dari dalam.
Raka emosi, dia berjalan ke arah mobil Farhan dan mencabut tutup pentill ban mobil nya. Hingga semua ban nya kempes.
"Rasakan kau tua bangka, sudah untung masih di kasih hidup tenang, ehh malah ngelunjak." Gumam Raka sambil tersenyum menyeringai.
"Itu pelajaran untuk mu Farhan, kau selalu berfoya-foya dengan wanita malam. Tak sadar kah yang kau lakukan itu menyakiti aku, hah?" Ucap Mama Renata. Dengan bercucuran air mata.
"Kau sudah tak menarik lagi bagi ku, Renata. Kau sudah tua, dan tak bisa bergoyang selincah wanita-wanita itu. Apa bagus nya dirimu sekarang, wajah mu di penuhi keriput, dan uban yang memenuhi kepala mu. Kau tak bisa menjaga penampilan mu, wajar saja aku berpaling." Ucap Farhan dengan angkuh nya. Padahal dirinya juga tak jauh berbeda dengan keadaan Mama Renata, bahkan gigi nya juga sudah banyak yang tanggal.
Prok.. prokk.. prokk..
Raka bertepuk tangan melihat perdebatan Farhan dan Mama Renata.
"Ayah mohon, pulihkan kartu-kartu ayah. Agar ayah bisa bersenang-senang." Ucap Farhan mengiba.
"Mana Farhan yang angkuh, yang mengatai Ibu ku dengan kejam? Sekarang berubah menjadi itik yang seolah tak punya dosa?"
"Apa dirimu masih belum sadar? Apa kau tak takut ketularan penyakit kelamiinn? Kau bisa jamin wanita malam itu sehat dan bersih? Mereka di jamah banyak pria." Ucap Raka.
"Dan satu lagi, aku takkan memulihkan apapun. Biar saja kau jadi gelandangan, aku tak peduli lagi." Ucap Raka dengan nada mengejek.
"Jangan begini Raka, walau bagaimanapun aku tetap ayah mu." Farhan mengingatkan.
"Oyah? Benarkah? Ckkk, aku tak mau mengakui nya. Aku malu mengakui mu sebagai ayah ku, apalagi di depan istri ku dan abang nya."
"Kau benar-benar di butakan cinta Raka." Teriak Farhan.
__ADS_1
"Biarlah aku di butakan cinta dan itu terbalas, tapi aku tak di butakan harta dan kekuasaan, apalagi obsesi seperti dirimu." Ucap Raka datar.
Farhan mengepalkan kedua tangan nya, dan berjalan ke arah Lita. Dia masih menyalahkan Lita dengan berubah nya sikap Raka.
Tangan nya siap melayangkan tamparan ke arah Lita ,tapi dengan sigap Brandon menahan nya dan memelintir tangan Farhan ke belakang.
"Berani nya kau, bocah kecill.. "
"Kau yang sudah menjebak kakak ku dalam pesona mu kakek tua, aku tau semua kebusukan mu. Kau tau? Kakak ku mati membawa penyesalan nya telah mengenal dirimu." Ucap Brandon, memperkuat cekalan tangan nya.
"Lepaskan aku.. "
"Tidak akan! Sebelum aku puas menyiksa mu, aku tau kau meninggalkan luka batin yang teramat besar pada kakak ku, apa itu? Kau tau?" Tanya Brandon.
"Aku tau kau punya penyakit akibat ketergantungan obat, kau akan menggagahii kakak ku semalaman suntuk. Kau fikir itu tak menyakitkan?"
Mama Renata menganga mendengar ucapan Brandon yang tepat sasaran, dia tau penyakit suami nya. Dia juga sering di perlakukan bak binatang saat mereka berhubungan.
"Aku tau kau itu gila Kakek, tapi kau merusak kakak ku dan membuat nya terluka."
"Harus nya aku menghajar mu hingga mati jika perlu, tapi aku menghormati Kak Raka dan Mama Renata yang sudah baik pada ku, jadi aku takkan membiarkan mu mati secepat dan semudah itu." Ucap Brandon, melepaskan pilintiran nya dan menendang bokong Farhan dengan keras, hingga dia terhuyung ke depan membentur keramik.
"Padahal aku juga berfikiran sama dengan mu Brand, kita kuliti dia saja ya. Kau setuju?"
"Aku setuju kak, ayo.." Jawab Brandon membuat Farhan bergidik ngeri dan berlari kocar kacir keluar dari rumah.
Tapi saat akan mengendarai mobil nya, dia baru sadar kalau ban mobil nya kempes semua. Dengan tergesa dia berlari dengan cepat meninggalkan halaman rumah Raka.
"Cihh, berlagak jagoan tapi mental barbie. Baru gitu aja dah ketakutan setengah mati." Ucap Raka sambil tertawa.
🌻🌻🌻
Abang Raka keliatan puas banget ngetawain bapak nya😂
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak dan tap favorit 😘
salam hangat dari Raka&Lita❤️❤️