Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Berjuang


__ADS_3

" Lu pulang atau nginep lagi Bro?" Tanya Haris serius di sela makan nya.


" Hari ini gue mau pulang, tidur di apartemen." Jawab Raka, seketika wajah Lita berubah masam. Dia berharap Raka menemani nya tidur lagi seperti semalam, pelukan Raka sangat nyaman dan hangat. Selain itu wangi tubuh Raka sangat menenangkan.


" Kenapa gak nginep lagi aja kak?" Tanya Lita, dari tadi dia hanya diam.


" Apartemen udah lama gak di tidurin, kasian nganggur." Jawab Raka sambil terkekeh.


" Yaelah, lu kan kaya bro? Lu nginep aja disini lagi, senyaman nya. Ngapain di apartemen, toh disana Lu sendiri,palingan bengong." Ucap Haris sambil tertawa.


" Gue emang nyaman disini, setidaknya gue gak sendiri dan ada yang bisa di ajak ngobrol. Tapi gue gak enak sama tetangga Lu Ris."


" Tetangga apaan?" Tanya Haris dengan mengernyitkan dahi nya.


" Disini ada anak gadis Ris, terus gue nginep mulu disini. Apa gak jadi bahan gosip? Gue gak enak, kalo sampe tu terjadi." Jawab Raka.


" Jaman sekarang masih dengerin apa kata orang? Biarin aja, gak lama nanti juga mati berdiri. Jan dengerin kata orang Ka, dengerin nyinyiran mereka mah gak bakal ada habis nya. Kalo lu nyaman disini, yaudah disini aja." Ucap Haris panjang lebar.


" Lu bener juga sih Ris." Gumam Raka.


" Jelas gue bener Raka." Ucap Haris dengan bangga nya.


" Yaudah lah, gue mandi dulu." Ucap Raka, lalu pergi ke kamar nya.


" Bang, kalo misalkan Lita naksir sama Kak Raka gimana?" Tanya Lita dengan hati-hati, setelah cukup lama dia diam


" Dek, Lu suka ama dia?" Tanya Haris balik.


" Ehh enggak bang, kan Lita cuma nanya seandainya." Bela Lita, padahal hati nya mengiyakan.


" Ya abang mah serah lu aja, saran abang jangan di bawa hati tuh perhatian si Raka. Dia pria dewasa, cewe yang ngantre pengen jadi pacar si Raka tuh banyak."


" Mana saingan Lu tajir-tajir Dek, abang cuma takut lu sakit hati."


Jelas Haris, dia persis tau bagaimana kehidupan seorang Raka, sahabatnya. Wanita bahkan rela memberikan tubuhnya secara suka rela, tapi Raka tak pernah melakukan nya dengan sembarang perempuan. Dia hanya akan melakukan nya, jika bersama orang yang di cintai.


Haris jelas tau bagaimana frustasi nya Raka saat tau tunangan nya bermain di belakang nya, apalagi dengan sahabatnya. Setelah itu, Raka menjelma menjadi pria dingin dan arrogan.


Tapi saat melihat perhatian Raka pada adiknya, Lita. Dia curiga apa Raka menyukai adiknya? Tatapan matanya juga berbeda saat menatap Lita, tatapan lembut dan penuh cinta.


" Tapi kalo pun Lu suka sama Raka, abang cuma bisa dukung. Perjuangin tuh si Raka, dek." Ucap Haris lagi setelah dia menghela nafas panjang.


" Bagi abang, kebahagiaan adek adalah yang utama. Kalo kamu nyaman sama Raka, kakak akan dukung. Dia pria baik, ya walau abang tau masa lalu Raka bagaimana. Tapi dia juga bilang, dia siap berubah jika ada gadis yang bisa bikin dia jatuh cinta."

__ADS_1


" Emang gimana masa lalu kak Raka bang?" Tanya Lita lagi.


" Abang gak berhak jelasin semua nya, suatu saat lu bakal tau semua nya. Udah abang mau mandi dulu." Ucap Haris. Lalu dia pergi ke kamar nya.


" Apa masa lalu kak Raka? Apa dia seorang pemain?" Gumam Lita.


" Kalo iya pun Lita gak masalah, dia pasti bisa berubah." ucap Lita, lalu pergi ke wastafel membersihkan mangkok bekas makan bakso bersama tadi.


" Litt.. "


" Ehh monyettt.." Teriak Lita, dia terkejut karena sedang asik melamun, tiba-tiba ada yang memanggil.


" Jahat Lu ye sama kakak, orang ganteng gini di bilang monyet." Gerutu Raka.


" Ya maafin kak, Lita kan kaget." Ucap Lita.


" Yaudah lah, ada kopi gak Litt?" Tanya Raka.


" Kopi hitam?" Tanya Lita lagi. Raka hanya mengangguk mengiyakan.


" Ada kak, Lita buatin ya." Tawar Lita.


" Jangan di kasih gula ya." Ucap Raka, dia penikmat kopi tanpa gula. Lita hanya memberi isyarat OK dengan tangan nya.


Dia semakin yakin untuk bisa mendapatkan Raka, dia akan berjuang, dimulai dengan hal-hal sederhana.


Padahal, tanpa Lita tau Raka sudah lebih dulu memperjuangkan dirinya.


" Ini kak." Ucap Lita sambil meletakan secangkir kopi hitam di depan Raka.


" Makasih Litt." Jawab Raka, dia fokus pada ponsel nya.


" Lagi ngapain sih kak, fokus banget." Tanya Lita, jiwa kepo nya mulai keluar.


" Ini lagi nge cek email yang masuk, buat meeting besok Litt." Jawab Raka apa ada nya.


" Padahal udah pulang, tapi tetep kerja." Gumam Lita pelan.


" Ya nama nya juga asisten Lit, kalo jadi CEO mah bebas." Jawab Raka sambil tersenyum manis.


Lita terkejut karena gumaman nya terdengar oleh Raka.


" Kalau mau jadi CEO kenapa gak kerja sama nyokap lu aja Ka?" Tanya Haris yang baru turun dari kamar nya.

__ADS_1


" Cihh, gue gak mau kerja tuh sama orang tua yang suka ngatur. Gue lebih nyaman kerja ama Pak El." Jujur Raka, dia sangat nyaman bekerja bersama Elgar.


" Iya sih, Lu beruntung banget bisa kerja ama bos muda." Ucap Haris.


" Ngiri Lu?" Ledek Raka.


" Banget, andaikan aja gue yang kerja ama pak El." Goda Haris.


" Pak El dah milih gue jadi asisten nya, jadi jangan harap Lu mau gantiin posisi gue."


" Enggak lah, Lu tenang aja kali. Selow bro." Ucap Haris santai.


" Dek, bikinin abang kopi. Biasa ya gula nya dikit aja." Perintah Haris pada Lita, Lita hanya memutar mata nya malas, tapi dia tetap melakukan permintaan Abang nya.


Beda sekali saat Raka meminta kopi, Lita dengan semangat membuat nya. Tapi ketika Abang nya sendiri yang meminta, dia cemberut dan malas-malasan.


Dari situ saja sudah terlihat kalau Lita sedang berusaha mendapatkan perhatian dari Raka. Orang yang sedang dia perjuangkan.


" Seperti nya Lita serius dengan pertanyaan nya tadi, jadi benar dia menyukai Raka? Aku ingin lihat, sampai mana dia berjuang mendapatkan Raka. Kakak mendukung mu, Lita." Batin Haris, memang seorang abang selalu ingin yang terbaik untuk adik nya.


Raka yang memperhatikan Haris, dia seperti tau apa yang dia pikirkan tentang Lita.


" Ris, adek Lu berhak bahagia dengan pilihan nya." Ucap Raka.


" Maksud lu ape?" Tanya Haris.


" Ehh, enggak Ris. Gue cuma becanda." Jawab Raka sambil terkekeh.


" Becanda Lu garing." Ucap Haris ketus.


" Garing? Gapapa lah, kriuk-kriuk."


" Keripik emang Lu ya." Jawab Haris, mereka berdua pun sama-sama tertawa.


Hati Lita menghangat melihat kedua pria di depan nya, yang satu nya abang yang sangat dia sayangi, satu lagi pria yang ingin dia perjuangkan.


🌻🌻🌻



**Maaf kalo banyak typo☺️


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**

__ADS_1


Note: kalau yang gak tau Elgar itu siapa, baca karya pertama author ya, Berondong Selingkuhanku☺️😘


__ADS_2