Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Lalat Menyukai Sampah


__ADS_3

Siang hari, Lita sangat bosan. Dia pun memutuskan untuk ke perusahaan tempat Raka bekerja sekalian membawa makan siang lagi.


Setelah beberapa menit, akhirnya dia sampai di pelataran kantor. Lita menghela nafas, dan menghembuskan nya pelan. Dia sudah bertekad bulat untuk menemui Raka.


Resepsionis mun membiarkan saja Lita masuk, karena dia tau kalau Gadis itu adalah kekasih atasan nya.


Dia juga menyempatkan mengantar makan siang untuk abang nya, setelah itu baru lah dia masuk ke ruangan Raka.


Terlihat Raka sedang fokus dengan laptop nya, dahi nya mengernyit.


" Litaa, seperti nya aku berhalusinasi hingga mencium bau parfum mu disini. Aku sangat merindukan mu." Gumam Raka, dia mengalihkan mata nya dari laptop itu dan memejamkan mata nya sejenak.


Lita tersenyum simpul, ternyata Raka sangat merindukan dirinya.


" Kakak tidak berhalusinasi aku memang disini." Ucap Lita, lalu meletakan bekal di meja dan duduk di depan Raka.


Raka membuka mata nya, dan melihat Lita dengan tatapan rindu nya. Dia berdiri dan menghambur memeluk erat tubuh Lita.


" Maafkan aku sayang, aku berjanji takkan melakukan nya lagi. Aku takkan menyakiti mu lagi." Ucap Raka, masih memeluk Lita.


" Sudahlah kak, lupakan saja. aku sudah memaafkan kesalahan mu" Jawab Lita lirih, dia memang tak bisa lama marah dengan Raka.


" Benarkah? Terimakasih sayang." Ucap Raka sumringah, dia menciumi pucuk kepala Lita dengan sayang.


" Makan dulu yuk? Jangan terlalu fokus, hingga mengabaikan kesehatan mu kak." Ucap Lita, dia mengelus rahang tegas milik kekasih nya.


" Rasa nya seperti mimpi, kamu kembali memperhatikan aku yang." Ucap Raka lagi. Lita hanya mengulum senyum, Raka nya sangat lebay.


" Lebay."


" Gapapa disebut lebay, yang penting rasa ku ke kamu gak main-main kok." Ucap Raka lagi, dia tersenyum lalu mencuri ciuman di pipi kanan Lita.


Lita hanya menggelengkan kepala nya melihat sikap kekanakan Raka. Tapi tak bisa di bohongi, Lita menyukai Raka yang seperti ini.


Lita duduk di samping Raka, dan mulai membuka wadah makan siang nya.


" Suapin dong." Ucap Raka manja.


" Manja banget." Gerutu Lita, tapi dia tetap melakukan permintaan Raka.


" Setelah kakak makan, Lita mau pergi ke rumah Bella." Ucap Lita lirih.


" Mau ngapain yang?" Tanya Raka, tangan nya sibuk memainkan ujung rambut Lita.


" Main aja, di rumah Lita bosan gak ada temen nya." Jawab Lita santai.


" Nemenin kakak aja disini ya?" Tawar Raka.

__ADS_1


" Bosan juga, cuma liatin kakak maen laptop gitu?"


" Daripada kelayapan gak jelas." Ucap Raka lagi.


" Yaudah lah, Lita bisa tidur disini." Jawab Lita sambil tersenyum.


Saat sedang menyuapi Raka, tiba-tiba ada seseorang masuk dengan wajah pias nya.


" Ehh, maaf pak."


" Bisa gak ketuk pintu dulu?" Sahut Raka ketus, Lita menatap Raka. Ternyata benar, jika pada orang lain dia menjadi dingin.


" Maaf pak, saya terburu-buru."


" Ada apa memang nya?" Tanya Raka lagi.


" Ada Nona Helena di luar, dia membuat keributan. Dia ingin bertemu dengan anda, Pak." Ucap nya. Seketika wajah Raka berubah menjadi merah padam, dia sangat marah sekarang.


" Kamu tunggu disini yang, aku keluar dulu." Ucap Raka, dia tak ingin menyakiti Lita lagi karena emosi nya.


" Iya sayang." Ucap Lita, Raka tersenyum. Jika keadaan nya tidak seperti ini, Raka pasti sudah bermanja dengan Lita.


Raka keluar dari ruangan nya di ikuti bawahan nya, meninggalkan Lita sendiri.


" Aku harus bagaimana?" Gumam Lita.


" Jika menjadi kekasih Raka adalah kebahagiaan mu, kakak akan mendukung mu. Tapi ingat, Raka selalu di hantui masa lalu nya. Sekarang, Helena selalu berusaha merebut Raka lagi. Dan kamu sebagai kekasih nya, kamu harus kuat, harus berani, jangan mau di tindas."


Itulah pepatah Haris, menjadi kekasih Raka adalah pilihan nya. Jadi dia harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi, seperti saat ini.


Dengan langkah yakin, Lita keluar dari ruangan Raka dan menyusul nya.


Lita melihat Helena sedang bersimpuh di kaki Raka, tentu dengan air mata yang membasahi kedua mata nya.


Lita maju ke arah Raka dengan berani, dia langsung menggenggam tangan Raka, menunjukan bahwa saat ini Raka adalah milik nya.


" Kau gadis kecil yang merebut kekasihku." Teriak Helena.


" Aku tak merebut siapa pun, aku menjadi kekasih seorang Raka setelah dia di tinggalkan oleh tunangan nya."


" Tetap saja kau merebut Raka ku."


" Kita sama-sama perempuan, aku bisa merasakan apa yang kau Rasakan. Tapi bisa kah jangan mengganggu kekasih ku lagi? Dia memilihku sekarang." Ucap Lita tegas.


" Berikan Raka padaku."


" Silahkan ambil saja, jika dia mau!" Ucap Lita dengan senyum nya.

__ADS_1


Helena bangkit, dia mengepalkan kedua tangan nya. Dia geram dengan Lita yang berani mennjawab dirinya.


Tangan Helena melayang ingin menampar Lita, tapi dengan cepat Lita menangkis tangan Helena, bahkan mencengkram nya dengan kuat hingga Helena meringis kesakitan.


" Kau pikir aku gadis lemah? Kau salah besar jika berpikir seperti itu, menjadi kekasih Raka Perwira adalah impian semua gadis. Jadi aku harus menyesuaikan diri untuk menghadapi para cecunguk yang ingin merebut Raka ku, seperti kau." Ucap Lita.


Raka yang melihat itu menganga, dia tak menyangka Lita yang lemah lembut bisa setegas dan sekuat ini.


" Kau yang merebut Raka dari ku." Teriak Helena.


" Jangan bodoh Tante, kau sendiri yang meninggalkan Raka. Sekarang kau ingin kembali? Maaf tapi seperti nya kekasih ku Raka takkan menyukai barang bekas."


" Kauuu.."


" Apa? Aku? Kau marah karena perkataanku? Mau apa kau?" Ucap Lita dengan sombong nya.


" Tante, lupakan Raka. Jalani hidupmu, kau takkan pernah mendapatkan Raka lagi, terutama kepercayaan nya. Kita sama-sama korban penghianatan, jadi kita lebih waspada dalam menjaga pasangan." Ucap Lita tegas.


" Seberapa besar pun kamu berusaha, jika yang di usahakan ternyata tidak berusaha juga untuk menerima itu akan menjadi sia-sia"


" Usaha ku takkan sia-sia jika kau pergi meninggalkan Raka untukku." Helena menatap Lita dengan tajam.


" Kau punya hak apa untuk memerintah ku, siapa kau? Kenapa juga aku harus meninggalkan laki-laki sebaik Raka, aku tak sebodoh kau. Membuang permata demi sebutir kelereng dalam kubangan lumpur hina."


Lita menghempaskan tangan Helena kasar, dia sudah puas mengata-ngatai wanita tak tau malu itu.


" Raka, kau lihat? Kekasih mu itu ternyata tak lebih baik dari aku."


" Kau lebih baik dalam hal apa? Kau pantas mendapatkan nya! Semua yang Lita katakan adalah benar. Kau yang menghianati ku, sekarang kau juga yang memohon untuk kembali " Jawab Raka, kena mental gak tuh?


" Bangunlah dari mimpi mu Tante, sebelum terbang terlalu tinggi lalu di jatuhkan dengan keras ke dasar jurang curam. Kau begitu percaya diri, kalau Raka akan bisa kau dapatkan kembali."


" Tapi sepertinya Raka tak tertarik lagi dengan mu."


Helena diam, tak bicara sedikit pun.


" Pergi Helena, jangan menunjukan wajah lagi di depan ku" Ucap Raka dingin.


Perlahan Helena melangkah meninggalkan sepasang kekasih itu.


" Ckk, hanya lalat yang menyukai sampah." Ucap Lita berdecak.


🌻🌻🌻



maaf kalo banyak typo, harap di maklumi🤭

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️


__ADS_2