Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kehidupan Marsya


__ADS_3

Sore hari, semua karyawan sudah hampir pulang semua. Tinggal beberapa petugas kebersihan yang harus menyelesaikan tugas nya sebelum pulang, disana lah Brandon termenung di kursi tunggu, menunggu kekasih nya yang masih harus menyelesaikan tugas nya.


"Apa ayah menyayangi ku? Seperti nya tidak."


"Kalau dia sayang padaku, dimana dia saat aku kecelakaan? Kalau pun dia tak tau aku kecelakaan akibat ulah anak kesayangan nya, setidaknya mencari atau menyusul ku kemari kan?"


"Aahhh, entahlah biarkan saja." gumam Brandon, tapi itu masih bisa terdengar oleh Marsya yang baru saja datang mendekati kekasih nya.


"Sayang.." Panggil nya, aneh panggilan selembut itu tapi mampu membuat Brandon yang tengah melamun itu terkejut.


"Kamu mengagetkan aku sayang."


"Mengagetkan bagaimana? Aku hanya memanggil mu saja, karena dari tadi kamu melamun aja. Kamu kenapa, ada masalah?" Tanya Marsya.


"T-tidak sayang, ayo pulang.."


"Ayolah, jangan menutupi apapun dari ku sayang." bujuk Marsya, dia tau lelaki nya sedang tak baik-baik saja.


"Ngebakso lagi yuk atau nyeblak gitu, nanti aku sambil cerita." Ajak Brandon, Marsya mengangguk mengiyakan.


Mereka pun pergi ke parkiran dengan tangan yang saling bertaut, menggenggam satu sama lain.


"Sejak hari itu, aku tak pernah melihat Adi lagi. Kemana pria itu?" Tanya Brandon, tangan nya sibuk memakaikan helm di kepala Marsya.


"Sudah satu minggu dia gak masuk kerja, katanya sakit di rawat."


"Sakit opo toh yang?" Tanya Brandon.


"Tifus katanya, tapi gak tau deh." Jawab Marsya, lalu naik perlahan ke atas motor matic Brandon dan memeluk pria itu.


"Ohh, kirain keluar yang.."


"Enggak tuh, tapi gak tau soalnya belum ada pemberitahuan lagi dari ibu Marina. Kalau pun keluar, menurut aku dia bodohh banget." Ucap Marsya.


"Kenapa memangnya?"


"Mau masuk ke perusahaan sebesar AM Group itu bukan hal yang mudah yang, bahkan gaji OB nya aja bisa buat dua bulan kedepan, padahal cuman petugas kebersihan, belum lagi kalau dapet tips." Jawab Marsya.

__ADS_1


"Iya, atasan kita tuh royal sama pegawai nya. Susah nyari yang kayak gini di jaman yang serba modern kayak gini."


Marsya hanya menganggukan kepala nya di punggung Brandon, dia sangat beruntung ada di antara orang paling beruntung yang bisa masuk perusahaan sebesar AM Group, milik Elgar Wijaya.


Cukup lama berkendara, akhirnya mereka sampai di warung bakso yang kemarin.


"Ayang ketagihan ya?" Tanya Marsya jahil, melihat Brandon begitu antusias saat memesan.


"Iya yang.." jawab nya sambil nyengir. Marsya hanya menggelengkan kepala nya, pria itu berubah jadi malu-maluin sejak bersama nya.


"Jadi sebenarnya kamu kenapa?" Tanya Marsya lagi.


"Bapak aku hilang tanpa jejak yang, aku gak tau beliau masih hidup atau nggak."


"Bahkan anak buah bang Raka sama Pak El udah nyari ke USA, tapi hasilnya nihil. Gak ada informasi apapun, Bapak hilang." Jelas Brandon.


"Tadi pagi aku mimpi buruk yang, aku lihat bapak lagi lari di tengah hutan terus di belakang nya banyak orang-orang berpakaian kayak tentara atau mafia gitu lagi ngejar bapak."


"Oh jadi ini yang buat kamu planga-plongo dari tadi yang?" tanya Marsya.


"Hooh yang, aku gak tau harus gimana lagi. Jadi nya kepikiran terus."


"Aku tau hal ini takkan mudah, semudah mengucapkan nya. Tapi, percaya atau tidak aku mengalami nya sendiri. Dimana aku melihat dengan mata kepala sendiri ayah ku sedang berbuat laknat dengan janda yang tinggal di kampung sebelah, tanpa modal. Mereka berbuat menjijikan seperti itu di kandang sapi milik tetangga." Marsya menghela nafas nya berat.


"Kamu bisa bayangkan sendiri bagaimana kecewa dan sakit nya hati aku, saat itu? Ayah yang harus nya jadi panutan untuk anak-anak nya malah berbuat nista yang sangat memalukan, bahkan Nia masih berusia tiga tahun saat itu."


"Setelah itu ayah pergi, sampai sekarang gak tau kemana. Entah masih hidup atau sudah mati, aku tak tau tak ada informasi apapun. Tapi semua nya belum selesai, setelah berbuat yang memalukan, ayah pergi dan meninggalkan hutang yang begitu besar, hingga membuat Mama sakit-sakitan sampai saat ini."


"Jadi intinya, hidup harus di jalani sayang. Jangan terpaku pada suatu masalah, setiap masalah ada solusi untuk memecahkan nya, jangan menyerah, terus mencari." Ucap Marsya sambil tersenyum kecut.


Raut wajah kekecewaan nya masih begitu kentara di wajah cantik nya, dia sudah berusaha melupakan semua nya, tapi tetap saja semua datang membayangi nya. Apalagi penghianatan ayah pada ibu nya, membuat nya benci akan sosok laki-laki.


"Maafkan aku sayang, aku tak tau ternyata kisah hidup mu lebih pahit."


"Tak apa, hidup mengajarkan aku untuk terus maju, karena tak ada kata mundur. Terus jalani hidup." jawab Marsya. Brandon memegang tangan Marsya, dia tau kekasih nya itu terlihat kuat di luar, tapi di dalam dia sangat rapuh.


Hingga pegangan itu harus terlepas saat pesanan bakso nya datang.

__ADS_1


"Maaf lama, ngantri soalnya." Ucap abang bakso itu.


"Gapapa kali bang, santai aja."


"Pacar nya ya Sya?"


"Ralat bang, saya tunangan nya Marsya." Kali ini Brandon yang angkat bicara.


"Wahh udah tunangan ya? Selamat, semoga langgeng hubungan nya dan cepat naik pelaminan ya." Ucap abang tukang bakso mendoakan, warung ini adalah langganan Marsya jadi abang tukang bakso nya sudah akrab dengan Marsya.


"Makasih doa nya bang."


"Sama-sama, selamat menikmati.." abang tukang bakso pun pergi karena ada yang membeli lagi.


Brandon dan Marsya pun segera memakan bakso dengan kuah merah yang masih mengepul itu dengan lahap nya.


Hanya beberapa menit saja kedua mangkuk itu sudah tandas, bersih dengan kuah-kuah nya. Brandon membayar bakso nya, dan pergi mengantar kekasih nya pulang.


Brandon menghentikan laju sepeda motor nya di halaman rumah gadis nya dengan rapi. Seperti biasa, dia juga akan mampir sebentar di rumah kekasih nya, sekedar mengobrol bersama calon ibu mertua nya atau calon adik ipar nya.


Baru saja Brandon mendudukan bokongg nya di kursi, ponsel nya sudah berdering ramai.


Brandon mengambil ponsel dari saku celana nya, dan melihat siapa yang menelpon nya, mengacaukan suasana.


Bang Raka.


"Ngapain nih abang telponin mulu, kenapa ya?" Gumam Brandon, membuat Marsya yang baru datang membawakan secangkir teh mengernyit heran. Bagaimana tidak, Brandon memegang ponsel nya tapi berdering, tapi tidak di angkat.


"Itu ponsel nya bunyi, angkat dong kali aja penting."


Brandon menggeser ikon hijau, dan suara di seberang telpon langsung membuat Brandon terlonjak kaget.


"A-apa? Abang dimana?"


.......


🌻🌻🌻

__ADS_1


Kenapa ya? Ada apa sama Raka?


jangan lupa tinggalkan jejak, dan tap favorit, kalau mau ngasih hadiah juga gapapa deng😁 happy reading❤️❤️


__ADS_2