Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Syafira Alfia Robertson


__ADS_3

Brandon membuka mata nya, mata nya menyipit menahan silau dari cahaya matahari. Bau obat-obatan menyeruak memenuhi indra penciuman nya.


"Dimana aku? Kenapa aku disini." Gumam Brandon dia menggelengkan kepala nya mengusir rasa pusing yang masih begitu terasa.


"Kamu sudah bangun Brand?" Tanya Lita, dia masuk dengan suami nya.


"Memang nya aku kenapa? Dimana Marsya?"


"Dia masih di ruangan perawatan bersama ibu nya dan Nia." Jawab Lita.


"Apa dia sudah bangun kak? Bukan kah kemarin kakak bilang istri ku koma?" Tanya Brandon dengan suara lirih yang hampir tak terdengar.


Lita mengerutkan kening nya, juga dengan Raka. Mereka malah saling pandang beberapa saat dan kompak menggelengkan kepala nya.


"Apa kamu bermimpi? Bahkan kita belum bicara apapun setelah kamu pingsan di pemakaman papa mu." Jawab Lita dengan senyum manis nya.


Brandon mematung, sudah jelas-jelas dia pingsan karena mengetahui istri nya koma karena pendarahan kan?


"Aku yakin kemarin kakak bilang Marsya koma, aku menangis dan tak sadarkan diri." Kekeh Brandon.


"Kapan sih? Bahkan kamu baru sadar lho." Ucap Lita, dia heran ada apa dengan adik nya? Dia baru saja bangun dari pingsan nya dan dia bertanya dengan pertanyaan yang menurut nya aneh.


"Kakak jangan bercanda, jelas-jelas kemarin kakak yang bilang sendiri kalo Aca koma karena pendarahan kan? Bercandaan kakak gak lucu tau gak!"


"Lho siapa yang bercanda sih, kamu tau sendiri kakak gak suka becanda itu bukan kebiasaan kakak." Ucap Lita.


"Jadi semua itu mimpi? Aku ingin menemui istri ku kak, aku mohon."


"Tak perlu memohon, ayo." Kali ini Raka yang menyahut. Dia membantu Brandon bangkit dari posisi tiduran nya, dia tau kalau adik nya itu masih lemas.


...


Marsya sedang makan di suapi mama nya, setelah melahirkan dia memang sempat tak sadarkan diri beberapa menit karena pendarahan dan kelelahan, tapi tak parah seperti apa yang di mimpikan Brandon.


"Sayang.." Panggil Brandon dengan langkah pelan nya, jujur dia merasa lega kalau yang dia tangisi semalam hanya lah mimpi belaka. Nyata nya istri nya sehat dan kini menyambut nya dengan senyuman yang terkembang di wajah cantik nya.

__ADS_1


Brandon menghambur memeluk Istri kesayangan nya, dia menangis di dalam pelukan Marsya, entah kenapa tapi air mata nya tiba-tiba saja meluncur bebas.


"Kenapa menangis sayang? Kamu harus ikhlas, papa sudah tenang di alam nya. Dia sudah tak merasakan sakit lagi, kamu harus kuat. Aku dan anak kita membutuhkan kamu." Ucap Marsya, dia mengelus pelan rambut suami nya.


"Jangan menangis sayang ,kamu biasa nya kuat." Brandon melerai pelukan nya, dia menciumi wajah istri nya tanpa ada yang terlewat, membuat Ibu Asih tersenyum kecil sambil menutup kedua mata Nia, dia masih belum cukup umur untuk melihat adegan romantis sepasang suami istri itu.


"Kamu kenapa sayang? kok gini, malu di lihatin ibu sama abang kamu. Mana ada Nia lagi."


"Dia aneh Sya, masa katanya kakak bilang kamu koma kemarin. Padahal kan kakak baru ketemu dia hari ini, kemaren kan dia pingsan saat di pemakaman." Celetuk Lita.


"Aku baik-baik saja, lihat. Hanya saja aku mendapat bonus jahitan di lubang kesukaan mu itu, mungkin nanti setelah sembuh akan menjadi lebih sempit ya?"


"Sya, kamu itu ngomong gak di saring dulu. Ada Nia." Ucap Lita, sedangkan Brandon masih diam. Dia menatap wajah istri nya lekat, tanpa berniat memalingkan pandangannya dari wajah cantik istri nya.


"Kenapa memandangi aku seperti itu terus sayang? Apa ada yang aneh dengan penampilan ku?" Tanya Marsya, Brandon hanya menggeleng dan tetap menatap wajah istri nya.


"Bicara dong."


Brandon menghela nafas nya berat, dia sebenarnya hanya terlalu bahagia saat melihat istri nya baik-baik saja.


"Mungkin kamu terlalu banyak berfikir, aku memang sempat tak sadarkan diri tapi hanya beberapa menit."


"Aku bersyukur aku terbangun dari pingsan ku dan melihat dirimu lagi istri kesayangan ku." Ucap Brandon, dia kembali memeluk Istri nya dan menghujani kecupan di puncak kepala istri nya.


"Mana bayi kita sayang?"


"Sebentar mama akan membawa nya kemari, tolong suapi Marsya, dia belum makan dengan benar." Ujar Ibu Asih, lalu pergi berlalu keluar dari ruangan perawatan Anak nya.


...


Tak lama, Ibu Asih datang dengan mendorong kereta dorong berisi bayi perempuan cantik nan mungil.


"Ini anak kita sayang?" tanya Brandon, Marsya menganggukan kepala nya dengan senyum yang manis.


Brandon mendekati kereta bayi itu dan menatap betapa lucu nya anak nya ,buah cinta nya bersama Marsya.

__ADS_1


Pipi nya cabi kemerahan, hidung nya mancung seperti dirinya, bulu mata dan bibir nya mirip dengan ibu nya, sangat sempurna. Dia sangat menggemaskan.


"Aku ingin menggendong nya, apa boleh?"


"Boleh, tapi pelan-pelan saja. Seperti nya dia baru saja tertidur." Ucap Marsya.


Brandon kembali mengukir senyum nya, dia mengambil putri kecil nya dari kereta dan menimang nya,


"Kamu tau? Manik mata nya kecoklatan seperti milik mu sayang."


"Benarkah? Bangunlah anak cantik papa, papa ingin melihat nya." Ucap Brandon, dia menciumi kedua pipi cabi anak nya dengan gemas.


"Kamu punya nama untuk nya sayang?" Tanya Marsya.


"Baby Syafira Alfia Robertson." Jawab Brandon.


"Panggilan nya Baby Fira, atau baby Alfia." Ucap nya lagi.


"Aku menyukai nya sayang, baby Syafira."


"Nama yang bagus, mama setuju."


"Keponakan cantik nya aunty, semoga jadi anak yang bisa membanggakan orang tua ya,"


Brandon tersenyum manis saat kembali melihat wajah cantik dan manis anak nya, kelahiran yang sangat berarti. Tangan Brandon bergerak mengusap kedua pipi kemerahan anak nya.


"Setiap kelahiran pasti ada kematian, aku hanya bersyukur disaat satu orang meninggalkan aku, tuhan segera mengganti nya dengan kehidupan yang baru. Mengertilah bahwa hidup harus di syukuri, apapun keadaan nya pasti akan ada kebahagiaan setelah nya."


....


🌻🌻🌻



Sebentar lagi end☺️

__ADS_1


__ADS_2